Sunday, 28 March 2010

Trip to Busan

Kemarin ada acara gathering anggota PERPIKA di Busan. PERPIKA kependekan dari Persatuan Pelajar Indonesia di Korea Selatan, yaitu organisasi perkumpulan para mahasiswa/pelajar dari Indonesia yang sedang menuntut ilmu  di Korea Selatan. PERPIKA ini dibagi menjadi 3 berdasarkan wilayahnya, yaitu Perpika 1, 2 dan 3. Dan kemaren acaranya diadakan di Perpika 3, daerah Busan dan sekitarnya, tepatnya di PNU (Pukyong National University). Jam satu lewat lima belas menit, kami berangkat dari rumah ke stasiun Gyeongsan. Karena berempat, kami memutuskan untuk naik taksi saja, tidak naik bis karena jatuhnya bisa lebih murah. Tiket telah dipesan sebelumnya, jadi sesampainya di stasiun, kami tinggal menukarkan print out pemesanan dengan tiket aslinya, seharga 6.500 won masing-masing (sekitar Rp 55.000,00 jika di kurs kan ke rupiah... heeeyyyy, ayo berhenti mengkonversikan won ke rupiah jika tidak mau capek dan sakit hati!!). Setelah menunggu beberapa menit, kereta ke Busan pun datang, kami naik dan mencari tempat duduk masing-masing.

( Gyeongsan Yok)

Di sepanjang perjalanan, saya amati di kiri kanan isinya kebanyakan bukit... bukit dan bukit. Sama hal nya perjalanan waktu dari Incheon ke Gyeongsan sebulan yang lalu, bukit dan perbukitan banyak menghiasi di kanan kiri. Memang rata-rata wilayah Korea, banyak terdiri dari perbukitan dan sedikit tanahnya yang datar. Oleh karena itu harga tanah dan perumahan cukup mahal disini.
 (Rata-rata wilayah Korea terdiri dari bukit dan perbukitan)

Perjalanan kira-kira 1 jam 15 menit kami sampai di Busan Yok (Stasiun Busan). Sampai di Busan, kami makan siang dulu di Lotteria (semacam KFC kalau di Indonesia), dengan menu burger ojingo (burger isi  cumi goreng, dan rasanya sangat enak). Tidak bisa memesan makanan yang sembarangan, terutaman ayam karena tidak diperbolehkan untuk kami. Karena acara gathering-nya dimulai pukul 20.00, maka kami akan jalan-jalan dulu keliling Busan. Setelah melihat-lihat Busan trourism map, tempat tujuan adalah ke pantai Haeundae. Busan memang terkenal dengan wilayah pantai yang indah dan pelabuhan yang ramai.

( Di depan Busan Station )

Naik subway dari Busan Station ke Dongbaek subway station, kira-kira satu jam dengan melewati sekitar 20an subway station. Ongkos subway cuma 1.300 won saja (silahkan kalikan dengan Rp 8,00 kalau mau tahu berapa rupiah nya...^^). Cukup murah untuk ukuran kereta yang lebih baik daripada kereta ekspress di Indonesia (kereta apa coba yang lebih baik daripada kereta ekspress di Jakarta...?? Hehe... seandainya di Indonesia ada subway... Kapan ya??). Sampai di Dongbaek, jalan kaki ke Haeundae sekitar 20 menit. Dan sampai lah kita di kawasan pantai yang cukup indah tersebut. Bedanya dengan pantai di Indonesia, pantai disini dikelilingi gedung-gedung tinggi sedangkan di Indonesia lebih terlihat alami. Berjalan-jalan mengelilingi Dongbaek park dan Haeundae beach sampai sore, cukup puas. Dan masuk ke tamannya pun gratis. Memang banyak objek-objek wisata di Korea yang gratis untuk masuk ke dalamnya, termasuk Haeundae dan Dongbaek park ini. Di sini juga ada gedung APEC Nurimaru  (APEC house) di tepi pantai Haeundae. Bentuknya seperti dome, lucu dan cukup artistik. Tapi sayang kami tidak bisa masuk kesana,  ditutup karena sudah sore.

 ( Haeundae Beach & Dongbaek Park)
( APEC house, dome )

Hari sudah beranjak sore kami pun meninggalkan Haeundae, naik taksi ke Pukyong. Perut terasa lapar, waktu makan malam tiba. Kami makan di restoran onigiri di dekat Pukyong National University, 3.700 won untuk onigiri dan semangkuk udong (mie kuah). Setelah selesai, kami ke tempat acara gathering. Disana sudah ramai anak-anak PERPIKA dari Wilayah 1 (Seoul), 2 ( Daejeon) dan 3 (Busan), mungkin ada sekitar 80an orang lebih. Acara pun dimulai, dari acara intinya yaitu perkenalan, makan-makan & minum-minum (makanan kecil karena panitia tidak menyediakan makanan besar), ramah-tamah. Cukup ramai, karena ternyata anak-anak PERPIKA banyak yang "lucu-lucu". Sekalian waktu itu kami mengumpulkan berkas lapor diri kami untuk diserahkan ke Kedubes Indonesia di Seoul, kami titipkan pada anggota PERPIKA yang dari Seoul.

Setelah selesai acara inti, kemudian acara bebas, kami akan diajak jalan-jalan ke Gwangali beach. Sebelumnya, cari makanan terlebih dahulu di sekitar kampus PNU. Sebenarnya ingin sekali makan odeng, tapi sayang tidak kami temukan satupun penjual odeng yang masih buka karena sudah larut malam.  Hiks... hiks... bayangan odeng dan kuah panasnya yang lezat, jadi lenyap seketika. Akhirnya  kami membeli waffle. Dengan uang cuma 990 won saja, sudah dapet waffle isi es krim yang "segambreng " . Wuihhh, sedaaappp... Seandainya warung waffle ini ada di dekat kampus, pasti program dietnya temen-temen serumah bakalan gagal total... hahaha... *ketawa setan. Setelah selesai kuliner malam, kami berkumpul untuk menuju ke Gwangali. Di pantai Gwangali katanya ada jembatan di atas laut yang sangat bagus kalau malam hari karena ada lampu hiasnya. Pantainya juga cukup bagus. Tapi biasanya kalau sudah larut malam banget, lampunya dimatikan. Makanya kami berspekulasi kesana, berharap lampunya masih nyala karena malam itu adalah malam minggu. Dengan naik taksi, kami beramai-ramai kesana. Mungkin ada sekitar 15an orang lebih. Dan untunglah lampu jembatannya masih nyala. Terlihat sangat bagus di malam hari. Kami berjalan-jalan di pesisir pantai, menikmati pemandangan lampu jembatan dan lampu-lampu gedung di sekitarnya. Udara sangat dingin di malam itu. Walaupun sudah memakai jaket tebel kayak lontong, tapi tetap saja dingin menusuk tulang.

( Gwangali bridge, di belakang kami. Look so amazing )

Sampai jam 02.00 dini hari, setelah puas menikmati suasana pantai Gwangali di malam hari, kami  menuju ke wahana carnival yang ada di dekat pantai. Tidak begitu besar, cuma ada beberapa wahana, seperti perahu kora-kora (tapi tinggi dan gede banget dibandingkan sama di Dufan), kemudian ada "Crazy Flip" (kayak wahana tornado), Disco (sumpah wahana yang ini bikin perut sakit karena kebanyakan ketawa, kami  beramai-ramai naik wahana ini, ceritanya Han-guk vs Indonesia, sampai ada guyonan "Semul Sesal"... ckckckck...) dan beberapa permainan lainnya. Waktu itu lumayan ramai karena malam minggu. Tak terasa sudah jam hampir pukul 03.00 pagi. Akhirnya kami semua pulang... Saya dan teman-teman lainnya yang cewek menginap di rumah salah seorang anggota PERPIKA yang ada di Busan. Saya pulang duluan pagi harinya bersama salah seorang temen serumah karena kurang enak badan. Dan temen-temen lainnya masih melanjutkan acara jalan-jalan di siang harinya. Trip to Busan kali ini sangat menyenangkan... Semoga masih bisa kesana lagi di lain waktu, terutama ingin sekali menyaksikan festival kembang api yang katanya tahun kemaren sekitar 1 juta orang memadati pantai Gwangali. Wooowwww.... I can't imagine that!!!

 (King Viking, si kora-kora raksasa)


-Tamat-

Friday, 26 March 2010

Malam Yang Lumayan, Horor

Selesai melihat dan "sedikit" mengoperasikan alat SEM (Scanning Electron Microscope), kembali lagi ke markas bersama partner lab saya, orang Korea yang sangat baik hati (Kamsahamnida buat senior  dari Indonesia yang sudah bersedia mengajari saya dengan sangat sabar). Kebetulan hari ini adalah hari Jumat, hari terakhir kegiatan di kampus (sebenarnya tidak juga, Sabtu Minggu masih banyak yang jadi penghuni kampus/lab), jadi lumayan sepi. Kira-kira sudah sekitar jam 21.00. Keluar dari tempat SEM, udara dingin langsung terasa menusuk tulang. Karena malam sebelumnya turun salju, walaupun tidak terlalu tebal, tapi cukup membuat badan menggigil dibuatnya. Di tengah-tengah perjalanan, teman saya bercerita kalau di dekat tempat kami sedang berjalan, pernah ada yang bunuh diri gantung diri di pohon, dan meninggal. Dia bilang kalau anak-anak lab di lantai atas melihat mayat si pria malang tersebut. Bbbbrrrrr... serem juga ternyata. Inget kalau saya suka pulang malam-malam, dan memang harus lewat situ. 

Sesampainya di markas alias lab kami, dia melanjutkan cerita berikutnya yang hampir sejenis. Sekitar 3 tahunan yang lalu, pernah ada yang meninggal di gedung  ini, tepatnya di atas lab saya persis. Dia meninggal karena terjatuh ke belakang dari kursi, mengenai kepalanya dan meninggal. Teman saya bilang kalau si cewek itu memang suka mengerjakan eksperimen malam-malam. Mungkin dia kecapekan, kemudian tertidur di kursi dan terjatuh ke belakang karena kursinya tidak kuat menahan beban. Dia sedang sendirian berada di lab waktu itu, hari Minggu. Dan baru hari Senin, mayatnya ditemukan. Sejak saat itu, para profesor di departemen kami tidak memperbolehkan eksperimen hari Sabtu Minggu atau sampai tengah malam. Kalaupun sampai tengah malam/pagi, minimal ada teman yang menemani, jadi tidak sendirian. Tapi, pada prakteknya tidak demikian, masih saja banyak anak-anak yang bereksperimen tengah malam. Mungkin karena lebih tenang dan tidak banyak gangguan. Disini memang terbiasa eksperimen sampai larut malam, bahkan sampai pagi. Dengan adanya peristiwa itu toh tidak mengubah "habit" yang sudah ada sejak bertahun-tahun tersebut. Tapi memang tidak bisa dihindari juga, karena beberapa alasan misalnya desain eksperimen yang memang bisa sampai larut malam, mesti mengecek parameter-parameter percobaan  atau deadline yang mendesak, selain alasan yang telah saya sebutkan di atas. Teman saya bilang sebenarnya dia tidak terlalu suka dengan ekperimen malam-malam, apalagi sampai larut, bahkan sampai pagi. Tapi anak-anak lab saya sebelumnya pada bereksperimen sampai larut malam. Setelah mendengar ceritanya, agak ngerasa serem juga mengingat seperti nya eksperimen saya bakalan sampai larut malam, dan selama ini saya sering pulang paling akhir, jadi sendirian di lab. Ah, gak perlu terlalu di fikirkan, dalam hati saya. Selama kita tidak mengganggu, I think it will be fine.That's all. 

Dia masih melanjutkan lagi ceritanya, kalau dia pernah melihat hantu sungguhan di depan mata dia. Waktu dia masih kecil, sekitar umur 6-7 tahunan, dan dia sangat ketakutan kala itu. Dia ketemu hantu yang sangat terkenal di Korea (tapi sayang saya lupa apa namanya karena susah diingat), sampai dia teriak-teriak memanggil ayahnya.... Zzzzzttttt... Aku pikir orang Korea tidak percaya dengan yang begituan. 
Orang Korea sangat gemar menonton film-film horor, masih kata dia. Untuk tontonan di musim panas, film-film horor sangat laris, kebanyakan film-film dari Jepang, Thailand, Taiwan dan Holywood, selain film romantic sama action. Ehmmm... Terus saya bilang ke dia, saya pikir cuma di Indonesia saja yang percaya seperti itu, soalnya jenis hantu-hantuan sangat banyak di Indonesia sana, ternyata disini juga. Terus ngomongin tentang "The Ring" dan "One Missed Call" juga. Menurutnya, "One Missed Call" bener-bener "nampol" seremnya, dan dia suka menonton film itu. Akhirnya perbincangan tentang "horor" ini diakhiri dengan gambar poster film "One Missed Call" dari PC-nya yang dia tunjukkin ke saya. Aaawwww... saya kira apaan... Sebenarnya saya juga suka menonton film horor, tapi kadang suka menutup mata sambil mengintip dikit-dikit dari celah-celah jari.... ckckckck....

Akhirnya, waktu menunjukkan pukul 22.20. It's time for going home. Dia menunggui saya untuk keluar bareng, tapi karena belum siap-siap saya suruh dia pulang duluan. Sendirian di lab.... Segera berkemas, matiin komputer... Matiin lampu, segera keluar ruangan dan mengunci pintu.... Menengok kanan kiri, lorong terlihat sangat sepi... Kemudian buru-buru turun...


-The End-

Thursday, 25 March 2010

Lasem, I Miss You

Setiap hari merasakan udara dingin, jadi kangen dengan cuaca di tanah air... Terutama di kampung halaman saya, yaitu Lasem tercinta. Jarang melihat sinar matahari, jadi kangen dengan matahari yang menyengat disana, di Lasem, tanah di mana saya dilahirkan dan menghabiskan masa-masa kecil saya. Banyak kenangan terukir di kota kecil, di sebelah timur Kota Rembang itu. Tidak terasa sudah cukup lama saya meninggalkannya, 10 tahun lebih...

Baru menyadari bahwa terik matahari di Lasem itu adalah nikmat setelah berada ribuan kilo meter jauhnya dari sana. Dulu, terlalu banyak mengeluh kalau Lasem itu sangat panas, sumuk, gerah, dan sejenisnya. Bahkan sampai terakhir kalinya berkunjung kesana sebelum hijrah ke negeri ginseng ini. Dan sekarang, justru sangat merindukan bisa bermandi sinar matahari setelah selalu berhadapan dengan suhu dingin bahkan sampai di bawah nol derajat. Seandainya nanti bisa pulang kesana, akan saya puas-puasin "manas-manasnya".

Bicara soal Lasem, jadi seperti flash back mengingatkan saya kembali ke masa-masa kecil sampai saya SMP. Gunung Lasem, alun-alun Lasem, jalan Kajar, batik tulis, lontong Tuyuhan serasa berseliweran di depan mata saya. Ternyata saya merindukan semuanya, merindukan Lasem dengan segala isi dan suasananya serta keluarga saya yang berada disana. Masih ingat waktu masih SMP, pulang sekolah naik "dokar" bareng-bareng temen, atau kadang naik sepeda di siang yang terik melewati jalan Kajar dan jalan raya Lasem. Sebelum pulang ke rumah, kadang main dulu di alun-alun yang kala itu masih jadi tempat favorit nongkrongnya anak-anak Lasem, mencari makanan favorit, yaitu mie ayam. Jalan-jalan ke Kajar, kadang mendaki sampai ke gunung nya kalau hari minggu pagi. Main-main di sawah ikut menanam padi sambil bermain lumpur. Dan masih banyak lagi kenangan yang terukir disana, di Lasem tercinta.

 ( Salah satu sudut Lasem, indah bukan? Matur suwun buat yang ngasih foto ini ke saya untuk di upload disini )

Entah mengapa walaupun bukan daerah yang tergolong istimewa dengan kekayaan alam yang melimpah dan prestasi yang segudang, saya merasa bangga menjadi "orang Lasem". Kota yang dikenal juga dengan "Tiongkok Kecil" karena banyak terdapat perkampungan Tionghoa ini walau bagaimanapun adalah kampung halaman saya, tempat saya lahir dan dibesarkan. Memang sangat jauh apabila dibandingkan dengan daerah yang telah maju dan berkembang lainnya, apalagi dengan tempat dimana saya tinggal sekarang. Namun, Lasem juga banyak menyimpan "sesuatu" yang patut untuk dibanggakan. Batik Lasem terkenal dengan ciri khasnya yang merupakan perpaduan unsur kebudayaan Jawa dan Tionghoa, batik pesisir dengan pewarnaan  yang cukup berani tapi indah. Saya bangga dengan batik  tulis Lasem, sampai ke negeri ini pun saya membawanya sebagai cendera mata untuk profesor saya. Lasem juga punya pesisir pantai yang sangat menawan, pantai Caruban dan Bonang contohnya, saya sering kesana kalau pulang ke Lasem. Saya yakin jika ada investor yang berminat mengembangkannya, maka pantai-pantai ini bisa jadi objek wisata yang jauh lebih menarik. Lasem juga terkenal sebagai kota santri karena banyak pondok pesantren berdiri disini. Masih ingat dulu waktu pulang les sore-sore, banyak menjumpai para santri yang berangkat atau pulang dari mengaji. Belum lagi, daerah Bonang yang terkenal dengan sentra terasi dan ikan asinnya, semakin menambah  "value" dari kota di daerah pesisir ini. Dan satu lagi, hasil bumi dari Lasem yang jadi favorit saya, yaitu buah mangga. Dulu waktu jaman saya kecil, apabila musim mangga tiba, bisa dikatakan sampai muntah-muntah (agak lebay) karena saking banyaknya. Buah mangga dari Lasem enak dan manis menurut saya, terutama mangga "gadung" dan "golek". Sampai saya kuliah dan kerja di Jakarta pun, sering minta dikirimin mangga dari Lasem. Teman-teman kuliah sangat suka dengan mangganya, dan sering nanya oleh-oleh mangga kalau saya pulang. Tapi sayang khan adanya tergantung musim. 

Waaahhhh... semakin panjang lebar bicara tentang Lasem, semakin membuat saya tambah kangen ingin pulang kesana. Apalagi, di saat-saat seperti ini dimana suhu udara masih belum juga bersahabat. Rindu Lasem, pengen makan lontong Tuyuhan, pengen makan martabak manis, mie ayam dan es layar putih di alun-alun, pengen menikmati kue "dumbeg"... Soalnya disini tidak ada makanan seperti itu... (hiks... hiks...*lebay mode on). Rindu Lasem, pengen maen ke pantai Caruban, pantai Bonang dan gunung Kajar... Rindu Lasem, dengan suasana malamnya yang tenang... Rindu dengan kota yang selalu mengingatkan masa-masa susah sekaligus senang, dan mengajarkan bahwa hidup itu butuh perjuangan... Rindu Lasem dengan segala isi dan suasananya...
*Sambil membayangkan kira-kira bagaiamana ya keadaan kota Lasem kalau saya pulang nanti dan beberapa tahun yang akan datang. Apakah masih ada "batik Lasem", apakah masih dijuluki "kota santri", apakah akan semakin berkembang pesat... Ah, terlalu banyak apakah, padahal belum berbuat sesuatu untuknya...

Anyway,
Lasem, I Miss You

And,
I'm proud to be of yours...

Tetap semangat bagi para generasi muda Lasem!!! Hwaiting!!! Mari kita tunjukkan bahwa kita punya kemampuan dan tidak kalah dengan yang lainnya (untuk anak-anak Lasem yang kebetulan membaca tulisan ini dan untuk saya sendiri).

Gyeongsan, Maret 2010 
Di tengah menanti musim semi yang tak kunjung tiba

No Title

Thursday, March 25th, 2010...

Annyeong haseyo...

Pertama kalinya mengikuti kelas professor saya (cuma sit in), setelah hampir sebulan jadi anggota lab beliau (serta dari minggu pertama beliau menyuruh saya untuk datang.)... dan itu pun datangnya telat... PARAH... (Mianhamnida ya Lee Kyusenim....). Kelas Basic of Electrical Materials and Engineering untuk anak undergraduate (baca = anak S1).
Yah, It's Okay lah. Daripada gak dimulai-mulai. Mengenai keterlambatan, semoga bisa dimengerti karena saya harus mengikuti kelas bahasa Korea pagi harinya. Walaupun sudah jalan super cepat dan lari-lari kecil style Korean people (halah), tapi memang gak mungkin kalau bisa sampai kampus kurang dari 10 menit. Kecuali kalau saya punya bubuk floo dan mengucapkan "Electronic and Thin Film Material Laboratory, MSE Building Room 411", kayak di cerita Harry Potter... Tapi perapiannya??? Capeeekkkk dweeehhhh....

(MSE Building, kampus saya)

Setelah sampai di kampus, langsung buru-buru ke lantai 4, naroh tas, ambil buku, segera turun lagi ke lantai 1 dengan jurus melayang kilat sampai di ruang 111. Diam-diam membuka pintu, jalan dengan sangat pelan, dan membidik bangku paling belakang.... duduk setenang mungkin tanpa menimbulkan suara. Sukses. Gak banyak siswa undergrad yang tahu. Tapi dapat "welcome" senyuman dari profesor saya (beliau memang ramah dan murah senyum). Sempat mengamati keadaan, dan menemukan kenyataan bahwa dimana-mana, di  fakultas teknik, apalagi material, yang namanya "cewek" akan jadi sesuatu yang langka... Cuma menemukan satu orang duduk di depan saya...

Lanjut...
Mendengarkan kuliah dalam bahasa Korea... 
Hanya bisa menduga-duga. Untung slide nya dalam bahasa Inggris semua, jadi cukup terselamatkan.
Diam-diam mengagumi sang profesor yang terlihat sangat expert di bidang nya. Jadi malu karena saya kemaren presentasi ala kadarnya di depan beliau... Tanpa memberi dan menunjukkan paper yang saya review, bahasa Inggris belepotan karena gak prepare (gimana mau prepare kalau slide presentasi aja baru jadi 10 menit sebelum lab meeting)...hikhikhik... Double parah!!! *Dham, coba ubah kebiasaan buruk kamu yang serba mepet deadline itu.... *) Pengennya sih gitu... Tapi yaahhh, gimana lagi dong, soalnya baru "panas" dan jadi "hebat" kalau udah mau deadline... (ngeles, gak mau kalah).

Gak sengaja nemu hp di saku jaket, inget sms yang semalem masuk... Buka inbox, jadi senyum-senyum sendiri, aneh... Kembali fokus mendengarkan kuliah.... Kelas selesai... Bubar dan kembali ke atas, sempat ketemu Prof ditangga & ngobrol, nyampe di ruangan terus ngetik-ngetik dan ter-publish-lah postingan ini.... Lalu tersadar, masih banyak hal yang perlu dikerjakan selain bikin postingan blog....

- The end-

Wednesday, 24 March 2010

Why Do I Feel So Sad?


Why should this feeling cover me up again? When I feel that everything is undergoing perfectly. It's like grab my day, and all of the happiness inside me suddenly. Why is there something that make me hurt? And why am I so sad? 
-DEJAVU-

I have been so tired with some kinds like that. But, I'll try to keep on my mind that life is too short. I don't wanna to let the sadness waste my time and spend my strength. So for now, I wanna laugh at the confusion, smile through the tears, and keep reminding myself that everything happens for a reason. 
"Because someday everything will all make perfect in sense" 

Tuesday, 23 March 2010

-Pemulung-

Flash Back...

Pemulung adalah orang yang memungut barang-barang bekas atau sampah tertentu untuk proses daur ulang.
Di atas adalah arti dari pemulung menurut ensiklopedia bebas, wikipedia. Dan pekerjaan ini dianggap memiliki konotasi yang negatif, masih menurut si wiki, dan kebanyakan orang pada umumnya (of course). Terbayang, seorang pemulung dengan pakaian yang kumal, topi, karung besar serta batang besi yang ujungnya dibengkokkan untuk memungut "sesuatu".  

Dan, saya (kami) pernah jadi salah satu dari mereka... di suatu hari, di Korea. Ceritanya kami baru datang dari Indonesia, baru 2 hari sampai di Korea. Untuk tinggal di lingkungan baru tentu saja membutuhkan peralatan-peralatan penunjang, in this case, kami butuh lemari untuk menyimpan baju. Dalam kondisi belum stable dan dengan uang saku yang tidak bisa dibilang banyak, cukup merepotkan apabila harus membeli almari baru, yang pasti harganya akan sangat mahal. Ditambah dengan pertimbangan kami akan disini "hanya" 2 tahun, jadi tidak terlalu signifikan kalau harus membeli baru untuk jadi priority. Hanya butuh sekedar tempat untuk menyimpan baju-baju kami. Sewaktu pulang dari acara "pelepasan dan penyambutan" wisudawan dan mahasiswa baru dari Indonesia, kebetulan ada senior yang memberitahu kami bahwa di dekat rumahnya ada lemari yang masih bagus, dibuang. Dia bilang coba lihat kalau misalnya masih bisa digunakan. Memungut barang-barang yang masih bisa dimanfaatkan, merupakan hal yang umum bagi kami, mahasiswa dari Indonesia, India dan Pakistan. Mungkin dengan pertimbangan karena kami hanya tinggal sementara disini, tidak perlu membeli baru karena toh tidak bisa untuk dibawa pulang dan juga pertimbangan "money".  Pertama kali mendengarnya, saya juga merasa cukup aneh, tapi kemudian malah jadi terbiasa... haha...

Rata-rata orang Korea banyak membuang barang-barang mereka walaupun masih dalam kondisi bagus. Menurut analisa saya mungkin karena rumah mereka tidak terlalu luas, jadi akan sangat terasa sempit kalau terlalu banyak barang disana. Faktor kedua mungkin karena tingkat perekonomian mereka yang cukup tinggi, jadi tidak ada istilah sayang atau "mboh eman" dalam bahasa jawanya. Disudut-sudut tempat sering kali  banyak saya jumpai barang-barang yang dibuang dalam kondisi yang masih bagus, dari meja, lemari, rak buku, peralatan masak dsb. Biasanya orang-orang di sini membuang sampah dan barang-barang di tepi jalan, di bawah tiang, disudut-sudut, jadi cukup terlihat pandangan orang lewat. Sampah-sampah itu nantinya akan diambil oleh petugas sampah. Tapi jangan bayangkan tempat pembuangan yang kotor seperti di tanah air, disini bisa dikatakan bersih. Sampah harus di bungkus plastik yang rapi, kemudian baru dibuang. Dan plastiknya pun bukan plastik sembarangan, tapi plastik yang telah ditentukan oleh pemerintah. Kita harus membeli untuk mendapatkannya dan harganya lumayan mahal.

Kembali ke benang merah, akhirnya kami pun mengecek kondisi lemari tersebut, dan ternyata masih bagus dan masih layak untuk dipakai. Akhirnya kami berempat pun membawanya dari tempat pembuangan ke rumah sewa kami. Cukup berat dengan jarak yang lumayan jauh. Disepanjang jalan, orang-orang sekitar pada melihat kami dengan tatapan heran, mungkin apa yang kami lakukan terlihat aneh di mata mereka. But, we don't care, we don't know about them and otherwise. So, cuek is the best. Yang penting kami tidak mencuri. Dengan susah payah, berhenti tiap beberapa meter saking beratnya, naik tangga ke rumah kami di lantai 2 (untung cuma lantai 2), sampai juga di rumah. Kami membersihkannya dari debu yang banyak menempel karena cukup lama berada di tempat pembuangan. Dan jadilah tempat untuk menyimpan baju-baju kami. Walaupun hasil dari memungut, it's okay, yang penting manfaatnya dan bisa dibilang menyelamatkan lingkungan dari sampah juga ( hehe, sedikit ngeles ).

 ( Salah satu hasil dari "memulung" kami, masih cukup bagus untuk dipergunakan kembali )

Dan sejak itu "pungut memungut barang" di tempat pembuangan jadi hal yang lumrah bagi kami. Suatu hari kami menemukan sebuah meja kayu yang masih bagus, kami bawa pulang dan jadilah meja belajar yang saya pakai ini. Suatu hari kami juga pernah menemukan rak, dan jadilah rak buku disudut kamar ini... Entah suatu hari kami menemukan apa lagi untuk kami bawa pulang...
Tapi yang paling berkesan bagi saya adalah pengalaman yang pertama kali... Seru, aneh, lucu...

Monday, 22 March 2010

My Facebook, Sorry For Deactivating You Temporarily

 
Ehmmm... hari ini terpaksa men-deactivate account facebook untuk sementara waktu. Agak berat rasanya, but it must be done. Soalnya, kalau tidak di deactive sementara waktu, bisa -GAWAT-. Banyak hal yang harus dipelajari dan dikerjakan, sementara godaan untuk facebooking selalu datang anytime and anywhere. It  is like make me addicted... Oh nooooo.... I can't stop opening facebook site.... Ditunjang dengan koneksi internet 24 jam baik di lab maupun di rumah, godaan semakin tidak terhindarkan. Dan tidak ada cara lain selain d e a c t i v a t e... agar bisa lebih fokus ke akademik.

Maybe this habbit started when I was worked at PT. SI... I stayed at in front of the computer all the day, with connection internet though it was not full access. And there wasn't another way for killing bored except facebooking, yappppp.... opening facebook site, updating status, looking around another person profile, photo etc... Unfortunately, it made me like an addicting people, browsing... browsing and browsing... And suddenly it waste a lot of time...

Profesor saya sudah memberikan topik, bahkan judul serta abstrak riset yang harus saya lakukan. Tidak tanggung-tanggung, riset ini adalah untuk Seminar Internasional yang akan di adakan di Seoul bulan Agustus mendatang. Ini riset pertama saya dan langsung di daftarkan ke seminar taraf internasional. Sementara saya belum menguasai materi riset. Untuk itu HARUS banyak banyak belajar, membaca jurnal, buku, referensi dsb. Di tambah lagi, senior yang sudah tahu seluk beluk topik ini mengatakan bahwa riset ini tergolong susah. "It's very dificult to be done. So, you should study hard and your schedule will be very tight" dia bilang dengan mimik muka simpati dan kasihan. Cukup membuat saya "was-was"... Terasa beban nya lebih berat, dengan deadline waktu 4 bulan lagi. Belom lagi ditambah dengan tugas-tugas mata kuliah lainnya.

Itulah sebabnya...  facebook saya deactivate sementara waktu. Dengan konsekuensi, tidak bisa mengikuti perkembangan teman-teman di facebook, tidak bisa chat, tidak bisa melihat-lihat profil & foto orang-orang., tidak bisa mengirim message, etc. Dan terlebih lagi, tidak bisa melihat wall "seseorang" yang selama ini sangat kerap saya kunjungi dan saya coret-coret dengan hal-hal dari yang tergolong penting sampai sekedar nyampah... Tidak bisa melihat update status nya yang entah kenapa itu sangat penting untuk saya ketahui... Tidak bisa melihat foto profilnya yang entah kenapa sangat ingin saya lihat berkali-kali...so on.

But, it's fine... As soon as, it's for goodness. There are still another ways for us to keep contact each other...

Sunday, 21 March 2010

HY - 366 Days ( Akai Ito Theme Song )


Iseng-iseng nonton film seri Jepang di laptop temen, judulnya "Akai Ito", atau "Red Thread" in English ("Benang Merah"). Setelah habis satu episode, ternyata membuat saya kecanduan untuk menonton lagi dan lagi sampai 11 episode habis dalam semalam. Film seri ini sebanyak 11 episode ini berkisah seputar "benang merah" yang menghubungkan sepasang kekasih, Mei-chan dan Atsushi dengan segenap cobaan dan lika-liku kehidupan yang harus mereka hadapi. Ceritanya sangat mengharu biru  dan banyak kesedihan di dalamnya (sempat membuat saya berlinangan air mata, T.T.... jadi malu mengakuinya). Menurut saya, tokoh Mei-chan ini adalah seorang gadis yang sangat tegar dan berhati mulia. Begitu banyak cobaan yang harus dia hadapi, tapi dia tetap berusaha untuk selalu tersenyum. Akai Ito ini  mengacu pada kepercayaan Asia Timur yaitu tentang benang merah nasib. Berasal dari legenda Cina, "benang merah nasib" mitos menyatakan bahwa para dewa yang tak terlihat mengikat tali di pergelangan kaki laki-laki dan perempuan yang ditakdirkan untuk menjadi belahan jiwa dan suatu hari nanti akan menikah satu sama lain. Yaitu benang merah antara Mei-chan dan Atsushi. Setelah melalui lika-liku yang panjang, akhirnya mereka berdua dapat bersatu (karena benang merah yang telah mengikat mereka sejak lahir, salah satu pertandanya mereka memiliki tanggal lahir yang sama yaitu 29 Febuari, yang hanya terjadi 4 tahun sekali, dan itu adalah sebuah keajaiban menurut mereka berdua). Film seri yang bagus dan layak untuk di tonton... Two thumbs up.....
Berikut saya post theme song "Akai Ito" yang berjudul "366 nichi" atau "366 days" (366 hari)....Theme song nya juga sangat bagus menurut saya... Like this song very much....



HY - 366 nichi

soredemo ii soredemo ii to omoeru koi datta
modorenai to shittete mo tsunagatte ita kute
hajimete konna kimochi ni natta
tama ni shika au koto dekinaku natte
kuchiyakusoku wa atarimae
soredemo ii kara

kanai mo shinai kono negai
anata ga mata watashi wo suki ni naru
sonna hakanai watashi no negai
kyou mo anata ni aitai

soredemo ii soredemo ii to omoeta koi datta
itsushika anata wa au koto sae kobande kite

hitori ni naru to kangaete shimau
ano toki watashi wasuretara yokatta no?
demo kono namida ga kotae deshou?
kokoro ni uso wa tsukenai

kowai kurai oboete iru no anata no nioi ya shigusa ya subete wo
okashii deshou? Sou itte waratte yo
wakarete iru noni anata no koto bakari

koi ga konnani kurushii nante koi ga konnani kanashii nante
omowa nakatta no honki de anata wo omotte shitta

kowai kurai oboete iru no anata no nioi ya shigusa ya subete wo
okashii deshou? Sou itte waratte yo
wakarete iru noni anata no koto bakari

anata wa watashi no naka no wasurerarenu hito subete sasageta hito
mou nido to modore nakute mo
ima wa tada anata anata no koto dake de
anata no koto bakari

HY - 366 days

i'm fine with it. it was a love that seems to be fine like this
even though i knew you couldn't return, i want to be connected to you
it was the first time I felt this way
as time goes by we can still meet occasionally
because verbal promises were natural
i'm fine with it as well

this wish of mine which won't come true anyway
that you would fall in love with me again
such a transient wish of mine
today i want to meet you again

i'm fine with it. it was a love that seems to be fine like this
before I knew, you even refused to meet me

when i'm alone i start thinking
at that time, should i had rather forgotten(about you)?
but these tears are the answer, aren`t they?
i can't lie to my heart

it's almost scary that i can remember your smell, your action and everything
“Weird, isn`t it?”, please say so and laugh
even though we're separated, it`s nothing but you

i never thought that love would be so painful, that love would be so sad
i realized that i was serious about you

it's almost scary that i can remember your smell, your action and everything
“weird, isn`t it?”, please say so and laugh
even though we're separated, it`s nothing but you

you are someone inside me that i can't forget about, someone who offered me everything
even if you can never return anymore
right now it's only you, just you
nothing but you

Saturday, 20 March 2010

Ekado on Saturday Night


Seperti biasa, malam minggu kami isi dengan acara masak-memasak. Kali ini, kita membuat menu masakan dari Jepang, yaitu ekado. Berhubung kulit kembang tahu tidak ada waktu kita cari di Homem*rt, jadi kulit ekado nya kita bikin sendiri. Dan resep ekado kali ini tanpa menggunakan telor puyuh di dalamnya. Ternyata rasanya lumayan enak juga ekado bikinan kita... ^^
Biar bisa jadi contekan dikemudian hari, maka saya post saja resep nya disini... 

Bahan-bahan :
Kulit :
- 700 ml tepung terigu (karena gak ada timbangan, kita pakai gelas ukur...^^)
- 1 butir telor
- 200 ml air
- 1/2 sendok makan garam halus
- 2 sendok makan minyak sayur
-  minyak goreng (untuk merendam adonan)
Isi ekado :
- crab/daging kepiting (kita pakai crab instant setengah bungkus), ditumbuk (jangan terlalu halus)
- 3 butir bawang putih, dihaluskan
- 2 butir telor
- lada bubuk secukupnya
- kecap asin secukupnya
- saus tiram secukupnya
- garam secukupnya
- minyak untuk menumis

Cara memasak : 
Kulit :
- semua bahan kulit dicampur dalam mangkuk besar, kemudian diaduk-aduk pakai sendok
- setelah tercampur merata, adonan di uleni sampai tidak lengket
- adonan dibagi menjadi beberapa bagian berbentuk bulatan
- adonan direndam dalam minyak goreng selama kurang lebih 5 jam
- setelah 5 jam, bikin kulit ekado -> adonan ditipiskan dengan cara digulung di atas papan talenan (seperti kulit martabak), kemudian dipotong kotak-kotak kira-kira ukuran 10x10 cm

Isi :
- tumis bawang putih yang telah dihaluskan dengan api kecil
- masukkan crab yang telah ditumbuk
- masukkan garam, kecap asin, saus tiram, lada bubuk, tumis hingga matang
- matikan api dan angkat tumisan

Ekado :
- tuang satu sendok tumisan isi di atas kulit ekado
- rapatkan adonan dan bentuk menyerupai kantung
- goreng dengan api kecil hingga matang (berwarna coklat)
- hidangkan dengan saos sambal, kecap atau mayonese (note : foto diatas, sambal sama kecapnya bawa dari Indonesia lhoh... ^^)

Friday, 19 March 2010

Di Penghujung Winter


Di atas, langit kelabu
Dingin masih mendekap hingga tulangku
Ranting-ranting masih sepi
Tanpa deretan tunas hijaukan hari
Dan kuncup-kuncup bunga pun tak kunjung segera menghiasi
Semakin menggiring rasa tuk mengukir wajahmu

Atas nama jiwa, aku merindukanmu lebih dari sekedar kata
Atas nama hati, aku menginginkanmu disini menemani
Kau, tepi nyamanku, kita terpisah jarak membentang
Dan karena langit berkuasa atas segala

Di penghujung winter,
Sakura di sudut gelap itu merindukan hangat segera mendekat
Seperti aku yang merindukanmu

Suatu Hari di Kelas Seminar


Hari ini ada kelas seminar pukul 13.30. Di kelas seminar, setiap siswa harus presentasi dengan topik yang ditentukan sendiri masing-masing sebagai penilaian. Peserta kuliahnya campuran, orang Indonesia dan Korea (perbandingannya kira-kira 1:2). Kebetulan hari ini jatah presentasi siswa dari Korea, 2 orang. Ketika aku masuk, siswa Korea yang dapat giliran pertama telah siap di depan. Beberapa saat kemudian, Professor datang dan presentasi pun dimulai. Slide presentasi di tulis dalam Bahasa Inggris, tapi dipresentasikan dalam Bahasa Korea. Presentasi yang pertama ini bisa dibilang lumayan, walaupun gak ngerti omongannya tapi minimal bisa tahu dari isi slide nya yang pakai Bahasa Inggris. Presentasinya juga tidak terlalu lama dan tidak terlalu sebentar, kira-kira 20 menit, dan itu cukup ideal lamanya waktu untuk presentasi.

Nah, tiba giliran presentasi yang kedua. Slide beserta presentasinya in Korean semua, ditambah lagi presentasinya lamaaaaaaaa pake bangeeetttt. Bisa dibayangkan berada di kelas selama hampir selama satu setengah jam mendengarkan presentasi dengan bahasa yang tidak dimengerti dan melihat slide dengan tulisan yang belum dikuasai. Ditambah presentasi yang strightly dan monoton. Setiap kalimat serasa gulungan asap di kepala, masuk ke telinga kanan kemudian keluar dari kuping kiri dengan menimbulkan efek yang disebut pusing. Rasa kantuk pun  tak mau kalah ikut menyerang... dengan sangat hebat (tapi posisi sedang duduk di deretan tengah depan, langsung terlihat jelas oleh Professor). Jadi tidak mungkin untuk tidur di kelas. Akhirnya berusaha sekuat-kuatnya menahan rasa kantuk dengan cara membaca huruf-huruf Hangul di tiap slide yang ditampilkan. Ehmmm... lumayan... Bisa sedikit memperlancar dalam pelajaran "membaca huruf Hangul"... Dan aku lirik temen di sebelahku, anak Korea, dia pun tampak terkantuk-kantuk juga... Sedikit heran, apa saja yang dibicarakan oleh "si yang presentasi" sampai sebegitu lamanya. 

Waktu menunjukkan hampir jam 15.00, dan presentasi belum menunjukkan tanda-tanda akan selesai. Sedangkan kita akan ada kelas lagi pukul 15.00. Akhirnya salah seorang teman mengajakku keluar kelas duluan untuk mengikuti kelas berikutnya. Yang keluar kelas pun lumayan banyak. Walaupun yang keluar banyak, tapi presentasi terus berlanjut tanpa ada tanda-tanda akan selesai... Setibanya di luar, temen anak Korea juga bilang ternyata mereka juga sangat mengantuk dan pusing dengan presentasinya....  Semua tampak seperti terbebas dari penjara... Do'oohhhh... What's wrong???

Thursday, 18 March 2010

Nice to Meet You, Jacky

We got invitation from Malaysian friend for having dinner together in their rent house. We went to their place together at about 7 o'clock a.m. Before, we (my friends) made Indonesian cake named "Martabak Manis" to be brough there. It was made from flavor, sugar, then sowed with peanut crumbs and chocolate. When we arrived in her house, unfortunately she wasn't at home, she went out and hasn't come yet. We rang the house bell, but it was no answer. In front of her house, there were two girls standing up silently, one of them told us that house owner wasn't at home, she waited for her too. After a few minute, Malaysian friend came and lets us for coming in her house. We introduced ourself each other, thereafter I kew that one of the girls who standing in front of the door was a Peruvian. Her name is Jacky.

She just came in Korean one day before. She travelled to Korea from her country for approximately 48 hours. We chatted each other and she was a nice girl I though. She liked Korean songs and knew more about it and the singers. It was why she's well matched with my friend who liked Korean song too. I'm surprised with her reason why she want to come here. She told us that she watched the Korean drama "Stairway to Heaven"and she only found once kissing scene from first episode until the end. And it was very different with the another drama which always showed kissing in every scene. It was very different with another drama from another country, she said. Since then, she wanted to know more about Korea, moreover she wanted to go here for study. I though she was a great girl. She worked hard to fullfil her dream, travelling in long enough distance for coming here, alone... She gave her email for facebook account, unfortunately after I searched it in another day, she has blocked "Add as Friend" option, so I couldn't add her as a friend...Once more, she ate our Martabak Manis cake, and she very enjoyed its taste.... Woowww...
Anyway, nice to meet you, Jacky...

My Fav Korean Song : Untouchable Ft. Narsha BEG - Living In The Heart







Untouchable – Lining in the Heart / 가슴에살아 (feat. Narsha Of Brown Eyed Girls)

Un Un Untouchable come in at to worth game
Please come back to me
Please come back to me
Please come back to me Girl

I can`t breath I can`t smile
everyday so because of you
I can`t sleep I can`t live
every time so because of you

Girl, 아직너를향한맘 은숨이가빠지게뜨거워
Girl, ajik neoreul hyanghan nae mameun sumi gappajige tteugeowo
허나나를향한맘 은숨이멎어지게차가워
heona nareul hyanghan ne mameun sumi meojeojige chagawo
너의사랑에메말라
nan neoui sarange memalla
건조해져버린맘에
geonjohaejyeo beorin nae mame
유일한수분은눈물지쳐가며흘리죠
yuilhan subuneun nunmul jichyeogamyeo heullijyo
햇살같은미소에벗어나기힘들고
haessal gateun misoe beoseonagi himdeulgo
이별은예고없이아픔을퍼부은소나기
ibyeoreun yego eobsi apeumeul peobueun sonagi
아직뜨거운가슴엔살아쉬 고있어
ajik tteugeoun nae gaseumen neon sara sum swigo isseo
향해심장은밤새도록계속뛰고있어
neol hyanghae nae simjangeun bamsaedorok gyesok ttwigo isseo

그대때문에숨을있어요
geudae ttaemune sumeul swil su isseoyo
그대때문에웃을수가있어요
geudae ttaemune useul suga isseoyo
이상하게웃어도눈물이흘러요 (바보처럼)
cham isanghage useodo nunmuri heulleoyo (babocheoreom)
그대는아직가슴에살아요
geudaeneun ajik nae gaseume sarayo
그대가슴엔내가있나요
geudae gaseumen naega innayo
사는동안 (숨쉬는동안)
na saneun dongan (sumswineun dongan)
그대를잊지못해요
na geudaereul itji motaeyo

때문에숨쉬고때문에웃는사람
nan neo ttaemune sumswigo nan neo ttaemune utneun saram
때문에아프고때문에웃는사람
nan neo ttaemune apeugo nan neo ttaemune utneun saram
때문에아프고때문에우는사람
nan neo ttaemune apeugo nan neo ttaemune uneun saram
때문에아프고때문에우는사람
nan neo ttaemune apeugo nan neo ttaemune uneun saram

I can`t breath I can`t smile
everyday so because of you
I can`t sleep I can`t live
every time so because of you

차가운겨울바람처럼시리고아픈이별들은
chagaun gyeoulbaramcheoreom sirigo apeun ibyeoldeureun
돌고도는계절처럼다 시내게로밀려왔어
dolgo doneun gyejeolcheoreom tto dasi naegero millyeowasseo
따스한봄날처럼아픔다웠던기억
ttaseuhan bomnalcheoreom apeumdawotdeon gieok
무덥던지난날에여름처럼뜨겁던우리는없어
mudeopdeon jinannare yeoreumcheoreom tteugeopdeon urineun eobseo
힘없이떨어지는낙엽처럼사랑은죽어갔고
himeobsi tteoreojineun nagyeopcheoreom sarangeun jugeogatgo
오지않을같던겨울은결국내게로찾아왔어
oji anheul geot gatdeon gyeoureun gyeolguk naegero chajawasseo
사람은차가운사랑을운 명인걸
sarameun chagaun sarangeul hal unmyeongingeol
사랑을나는믿어이젠
sarangeul naneun mot mideo ijen

그대때문에숨을있어요
geudae ttaemune sumeul swil su isseoyo
그대때문에웃을수가있어요
geudae ttaemune useul suga isseoyo
이상하게웃어도눈물이흘러요 (바보처럼)
cham isanghage useodo nunmuri heulleoyo (babocheoreom)
그대는아직가슴에살아요
geudaeneun ajik nae gaseume sarayo
그대가슴엔내가있나요
geudae gaseumen naega innayo
사는동안 (숨쉬는동안)
na saneun dongan (sumswineun dongan)
그대를잊지못해요
na geudaereul itji motaeyo

때문에숨쉬고때문에웃는사람
nan neo ttaemune sumswigo nan neo ttaemune utneun saram
때문에숨쉬고때문에웃는사람
nan neo ttaemune sumswigo nan neo ttaemune utneun saram
때문에아프고때문에우는사람
nan neo ttaemune apeugo nan neo ttaemune uneun saram
때문에아프고때문에우는사람
nan neo ttaemune apeugo nan neo ttaemune uneun saram

내가잘못한있으면용서해줘배로갚을게
naega jalmotan ge isseumyeon yongseohaejwo baero gapeulge
다시만날수만있다면어떤일이든할 텐데
dasi mannal suman itdamyeon eotteon irideun da haltende

아직도그댈잊을수가없어요
ajikdo geudael ijeul suga eobseoyo
그대흔적은지워지질않아요
geudae heunjeogeun jiwojijil anhayo
꿈만같던우리의소중한추억만 (쌓여가요)
cham kkumman gatdeon uriui sojunghan chueongman (ssahyeogayo)
아직도그댈기다리고있어요
ajikdo geudael gidarigo isseoyo
그대는지금어디있나요
geudaeneun jigeum eodi innayo
이상하죠 (시간이가도)
cham isanghajyo (sigani gado)
웃어도눈물만흘러요
useodo nunmulman heulleoyo

Please come back to me
Please come back to me
Please come back to me Girl

Please come back to me
Please come back to me
Please come back to me Girl


Wednesday, 17 March 2010

Belajar Bahasa Korea : Belajar Lagi (+Vocab)

예 ( Ye ) Ya
아, 네 ( A, Ne ) O, ya
아니오 ( Anio ) Tidak
물론 입니다 ( Mulon Imnida ) Tentu saja
안녕하십니까 ?
( Annyong hasimnika ? ) Apa kabar ? Selamat Pagi, Siang, Sore, Malam ( Formal )
안녕히 가십시요 ( Annyonghi Gasipsiyo ) Selamat Jalan
안녕히 가세요 ( Annyonghi Gaseyo ) Selamat Jalan ( Informal )
안녕히계십시요 ( Annyonghi Gyesipsiyo ) Selamat Tinggal
안녕히계세요 ( Annyonghi Gyeseyo ) Selamat Tinggal ( Informal )
안 녕히주무세요 ( Annyonghi Jumuseyo ) Selamat Tidur
잘자요 ( Cal Cayo ) Selamat Tidur ( Informal )
어서 오십시요 ( Oso Osipsiyo ) Selamat datang / Silahkan Masuk
어서 오세요 ( Oso Oseyo ) Selamat datang / Silahkan Masuk ( Informal )
들어오십시요 ( Deuro Osipsiyo ) Silahkan Masuk. ( Yang menyuruh didalam )
들어 오세요 ( Deuro Oseyo ) Silahkan Masuk ( Informal )
들어 가십시요 ( Deuro Gasipsiyo ) Silahkan Masuk ( Yang menyuruh berada diluar )
들 어 가세요 ( Deuro Gaseyo ) Silahkan Masuk ( Yang menyuruh berada diluar ) ( Informal )
어떻게지냈습니까 ? (Ottokhe Jinesimnika) Bagaimana Kabar anda ?
어 떻게지내세요 ? ( Ottokhe Jineseyo ) Bagaimana Kabar anda ? ( Informal )
잘지냅 니다 ( Cal Cinemnida ) Baik – baik saja
잘지내요 ( Cal Cineyo ) Baik – baik saja ( Informal )
또만납시다 ( To Mannapsida ) Sampai Jumpa lagi
또만나요 ( To Mannayo ) Sampai jumpa lagi ( Informal )
실례합니다 ( Sile Hamnida ) Permisi
하세요 ( haseyo ) Silahkan
반갑습니다 ( Pan gapseumnida ) Senang berjumpa anda
반가워요 ( Pan gawoyo ) Senang berjumpa anda ( Informal )
감 사합니다 ( Kamsa hamnida ) Terima kasih
천만의말씀입니다
( Chon mane mal seumnida ) Terima Kasih kembali
천만의요 ( Chon maneyo ) Terima kasih kembali ( Informal )
죄송합니다 ( Cwe song hamnida ) Mohon maaf
죄송해요 ( Cwe song heyo ) Mohon maaf ( Informal )
미안합니다 ( Mian hamnida ) Maaf
미 안해요 ( Mian heyo ) Maaf ( Informal )
괜찮습니다 ( Kwen chan seumnida ) Tidak apa-apa
괜찮아요 ( Kwen chan ayo ) Tidak apa-apa(Informal)
잡드세요 ( Cap deuseyo ) Silahkan makan
식사하십시요 ( Siksa hasipsiyo ) Selamat makan
식사하세요 ( Siksa haseyo ) Selamat makan (Informal)
오늘 즐 거웠 습니다
( Oneul jeul gowo seumnida ) Hari ini sangat menyenangkan
오늘 즐 거웠 세요( Oneul jeul gowo seyo ) Hari ini sangat menyenangkan(Informal)
주 말 잘 지내 십시요
( Ju mal cal cine sipsiyo ) Selamat berakhir pekan
주말 잘 지내 세요( Ju mal cal cineseyo ) Selamat berakhir pekan(Informal)
네, 있습니다 ( Ne, iseumnida ) Ya, ada/punya
네, 있어요 ( Ne, issoyo ) Ya, ada/punya (Informal)
아니요, 없습니다, ( Anio, opseumnida ) Tidak, tidak/tidak punya
아니요, 없어요 ( Anio, opsoyo ) Tidak, tidak/tidak punya (Informal)
배고파요 ( Pegophayo ) Lapar
안되요 ( Andweyo ) Jangan
여보세 요 ( Yoboseyo ) Hallo
주세요 ( Juseyo ) Minta
비려주세요 ( Billyo Juseyo ) Pinjam
알아요 ( Arayo ) Tahu, mengerti
모라요 ( Molayo ) Tidak tahu, tidak mengerti
알랐어요 ( Aratsoyo ) Sudah tahu, sudah mengerti
아이고 ( Aigo ) Aduh
위험해 ( Wihomhe ) Awas
좋아요 ( Coahyo ) Bagus
그래요 ( Geureyo ) Bagus?
최고다 ( Cwegoda ) Asyik
정말 ( Congmal ) Sungguh
거 짓말 ( Kojitmal ) Bohong
과연 ( Gwa yon ) Kemudian
안되, 하지마 ( Andwe, Hajima ) Jangan
설마 ( Solma ) Masa
가옆서라 ( Gayophsora ) Kasihan
제 기랄 ( Cegiral ) Sialan

Belajar Bahasa Korea : Tata Cara Nomor di Korea

Penomoran di korea dibagi menjadi 2 yaitu cara asli korea dan cara Cina. Bagaimana cara kalian mengucapkan 5 juta 5 ratus lima puluh lima ribu 5 ratus 5 puluh 5 won dalam bahasa Korea(5.555.555 won). Cek dulu tabel ini!


Angka-- Hangul --- Romanisasi

1
일 (하나) il (hana)

2
이 (둘) ee (tul)

3
삼 (셋) sam (set)

4
사 (넷) sa (net)

5
오 (다섯) oh (tasot)

6
육 (여섯) yuk (yosot)

7
칠 (일곱) ch’il (ilgop)

8
팔 (여덟) p’al (yodolp)

9
구 (아홉) gu (ahop)

10
십 (열) ship (yol)

11
십일 (열하나) ship-il (yol-hana)

12
십이 (열둘) ship-ee (yol-tul)

13
십삼 (열셋) ship-sam (yol-set)

14
십사 (열넷) ship-sa (yol-net)

15
십오 (열다섯) ship-oh (yol-tasot)

16
십육 (열여섯) shim-yuk (yol-yosot)

17
십칠 (열일곱) ship-ch’il (yol-ilgop)

18
십팔 (열여덟) shi-p’al (yol-yodolp)

19
십구 (열아홉) ship-gu (yol-ahop)

20
이십 (스물) ee-ship (sumul)

30
삼십 (서른) sam-ship (sorun)

40
사십 (마흔) sa-ship (mahun)

50
오십 (쉰) oh-ship (shween)

60
육십 (예순) Yuk-ship (yesun)

70
칠십 (이른) ch’il-ship (irun)

80
팔십 (여든) p’al-ship (yodun)

90
구십 (아흔) gu-ship (ahun)

100
백 Baek

200
이백 ee-baek

1,000
천 ch’eon

10,000
만 Man

100,000
십만 ship-man

1,000,000
백만 baek-man

Bisa dilihat dari tabel diatas ada 2 cara mengucapkan angka, bisa dengan cara Korea atau Cina. Cara Korea yaitu dengan 하나, 둘, dst. Sedangkan cara Cina dengan 일, 이 dst. Kedua nya juga digunakan pada kesempatan yang berbeda.

Cara Korea digunakan untuk menghitung umur dan jumlah suatu benda. Sedangkan cara Cina digunakan untuk menyatakan jam berapa, tanggal, uang, nomor telepon, dsb.

Contoh: cara Korea, umur 22–> 20 + 2 = 스 물 두, dimana 2 dalam cara korea adalah 둘, tp bagian belakang selalu dihilangkan. Jumlah suatu benda spt: 1 mangkok ramen = 라면 (한) 그릇

Contoh: cara Cina -> 100 ribu won, perhitungan mereka berbeda dengan negara lain, ketika menggunakan satuan ribu, mereka menggunakan satuan 10 ribu. Jadi 100 ribu harus di pecah menjadi 10(10 ribu) sehingga 100 ribu dibaca (십) 만.

250.500 won, bagaimana membaca dalam korea. Pecahlah menjadi 25(10500). 25 = 이십오(만(오백(500))) = 이십오만오백 (원)won.

Jadi apakah kalian bisa membaca angka 7.777.777 dalam bahasa Korea???? Bayangkan betapa panjang nya tulisan nya.

(Sumber : message di group facebook)

Tuesday, 16 March 2010

Bored? (Wise Words from My Professor)

시 간 (Time)


매일 아침,
당신 통장에는 천만원이 입금됩니다.
그리고 잔고는 내일로 이관되지 않습니다.
하루동안 얼마를 쓰고 얼마를 남겼던지 간에 매일 밤에는 잔고가 제로로 됩니다.
그렇다면 당신은 어떻게 하겠습니까?
물론 단 한푼도 남기지 않고 모조리 그 돈을 찾아 쓰겠지요.
우리 모두에게는 예외 없이 그런 통장이 있습니다.
바로 ‘시간’이라는 통장이지요.
당신이 얼마를 찾아 좋은 일에 투자했는지 안 했는지 상관없이
밤이 되면 통장은 깨끗이 지워집니다.
잔액이 내일로 이관되는 일은 절대로 없습니다.
그러나 내일 아침에는,
새로 천만원을 가지게 됩니다.
그 돈을 다 쓰지 못하면, 그 손해는 바로 당신의 태만 때문입니다.
현재 남은 돈으로 최선을 다하는 삶을 사십시오.
그 돈으로 건강, 행복, 그리고 성공에 투자하십시오.
일년의 귀중함을 알려면
학년 말 시험에서 낙제한 학생의 말을 들어보십시오.
한달의 귀중함을 알려면
조산아를 출산한 어머니의 말을 들어보십시오.
일주일의 귀중함을 알려면
주간지 편집장의 말을 들어보십시오.
한시간의 귀중함을 알려면
당신을 기다리는 사랑하는 이의 말을 들어보십시오.
일분의 귀중함을 알려면
기차, 버스 혹은 비행기를 놓친 사람들의 말을 들어보십시오.
일초의 귀중함을 알려면
사고에서 살아남은 사람의 말을 들어보십시오.
백만분의 일초의 귀중함을 알려면
올림픽에서 은메달을 차지한 사람의 말을 들어보십시오.
시간은 사람을 기다리지 않습니다.