Friday, 26 March 2010

Malam Yang Lumayan, Horor

Selesai melihat dan "sedikit" mengoperasikan alat SEM (Scanning Electron Microscope), kembali lagi ke markas bersama partner lab saya, orang Korea yang sangat baik hati (Kamsahamnida buat senior  dari Indonesia yang sudah bersedia mengajari saya dengan sangat sabar). Kebetulan hari ini adalah hari Jumat, hari terakhir kegiatan di kampus (sebenarnya tidak juga, Sabtu Minggu masih banyak yang jadi penghuni kampus/lab), jadi lumayan sepi. Kira-kira sudah sekitar jam 21.00. Keluar dari tempat SEM, udara dingin langsung terasa menusuk tulang. Karena malam sebelumnya turun salju, walaupun tidak terlalu tebal, tapi cukup membuat badan menggigil dibuatnya. Di tengah-tengah perjalanan, teman saya bercerita kalau di dekat tempat kami sedang berjalan, pernah ada yang bunuh diri gantung diri di pohon, dan meninggal. Dia bilang kalau anak-anak lab di lantai atas melihat mayat si pria malang tersebut. Bbbbrrrrr... serem juga ternyata. Inget kalau saya suka pulang malam-malam, dan memang harus lewat situ. 

Sesampainya di markas alias lab kami, dia melanjutkan cerita berikutnya yang hampir sejenis. Sekitar 3 tahunan yang lalu, pernah ada yang meninggal di gedung  ini, tepatnya di atas lab saya persis. Dia meninggal karena terjatuh ke belakang dari kursi, mengenai kepalanya dan meninggal. Teman saya bilang kalau si cewek itu memang suka mengerjakan eksperimen malam-malam. Mungkin dia kecapekan, kemudian tertidur di kursi dan terjatuh ke belakang karena kursinya tidak kuat menahan beban. Dia sedang sendirian berada di lab waktu itu, hari Minggu. Dan baru hari Senin, mayatnya ditemukan. Sejak saat itu, para profesor di departemen kami tidak memperbolehkan eksperimen hari Sabtu Minggu atau sampai tengah malam. Kalaupun sampai tengah malam/pagi, minimal ada teman yang menemani, jadi tidak sendirian. Tapi, pada prakteknya tidak demikian, masih saja banyak anak-anak yang bereksperimen tengah malam. Mungkin karena lebih tenang dan tidak banyak gangguan. Disini memang terbiasa eksperimen sampai larut malam, bahkan sampai pagi. Dengan adanya peristiwa itu toh tidak mengubah "habit" yang sudah ada sejak bertahun-tahun tersebut. Tapi memang tidak bisa dihindari juga, karena beberapa alasan misalnya desain eksperimen yang memang bisa sampai larut malam, mesti mengecek parameter-parameter percobaan  atau deadline yang mendesak, selain alasan yang telah saya sebutkan di atas. Teman saya bilang sebenarnya dia tidak terlalu suka dengan ekperimen malam-malam, apalagi sampai larut, bahkan sampai pagi. Tapi anak-anak lab saya sebelumnya pada bereksperimen sampai larut malam. Setelah mendengar ceritanya, agak ngerasa serem juga mengingat seperti nya eksperimen saya bakalan sampai larut malam, dan selama ini saya sering pulang paling akhir, jadi sendirian di lab. Ah, gak perlu terlalu di fikirkan, dalam hati saya. Selama kita tidak mengganggu, I think it will be fine.That's all. 

Dia masih melanjutkan lagi ceritanya, kalau dia pernah melihat hantu sungguhan di depan mata dia. Waktu dia masih kecil, sekitar umur 6-7 tahunan, dan dia sangat ketakutan kala itu. Dia ketemu hantu yang sangat terkenal di Korea (tapi sayang saya lupa apa namanya karena susah diingat), sampai dia teriak-teriak memanggil ayahnya.... Zzzzzttttt... Aku pikir orang Korea tidak percaya dengan yang begituan. 
Orang Korea sangat gemar menonton film-film horor, masih kata dia. Untuk tontonan di musim panas, film-film horor sangat laris, kebanyakan film-film dari Jepang, Thailand, Taiwan dan Holywood, selain film romantic sama action. Ehmmm... Terus saya bilang ke dia, saya pikir cuma di Indonesia saja yang percaya seperti itu, soalnya jenis hantu-hantuan sangat banyak di Indonesia sana, ternyata disini juga. Terus ngomongin tentang "The Ring" dan "One Missed Call" juga. Menurutnya, "One Missed Call" bener-bener "nampol" seremnya, dan dia suka menonton film itu. Akhirnya perbincangan tentang "horor" ini diakhiri dengan gambar poster film "One Missed Call" dari PC-nya yang dia tunjukkin ke saya. Aaawwww... saya kira apaan... Sebenarnya saya juga suka menonton film horor, tapi kadang suka menutup mata sambil mengintip dikit-dikit dari celah-celah jari.... ckckckck....

Akhirnya, waktu menunjukkan pukul 22.20. It's time for going home. Dia menunggui saya untuk keluar bareng, tapi karena belum siap-siap saya suruh dia pulang duluan. Sendirian di lab.... Segera berkemas, matiin komputer... Matiin lampu, segera keluar ruangan dan mengunci pintu.... Menengok kanan kiri, lorong terlihat sangat sepi... Kemudian buru-buru turun...


-The End-

0 comments: