Friday, 5 March 2010

Woooowwwww.... Snow... Snow... Snow....
























 



Pagi itu adalah pengalaman pertama bagiku melihat dan merasakan salju secara langsung....

Ya, salju (dan aku tidak sedang bermimpi).... Bener-bener salju asli yang turun dari langit... Salju yang sebelumnya hanya bisa aku lihat di serial Oshin atau film-film lainnya yang bersetting
winter. Salju yang hanya dilihat dari layar kaca, yang membuat para remaja terpesona dengan lagu "Kasih" nya... (Oh, salah ya, bukan yang itu maksud saya, hehe, maklum). Hari itu, Rabu 10 Maret (ehm, serasa hari bersejarah pakai diingat hari dan tanggalnya segala), udara pagi terasa sangat dingin, dan serasa sangat menusuk hingga ke tulang (dengan tidur memakai jaket jumper , selimut tebal dan kasur dengan pemanas listrik ternyata itu belum cukup, masih membuat diriku menggigil kedinginan, brrrrrrr). Walaupun pagi sebelum-sebelumnya tidak kalah dingin juga, tapi pagi itu serasa ada yang berbeda. Dan benar, ketika membuka jendela, wooowww... halaman telah memutih semua, dipenuhi degan tumpukan salju, dan cukup tebal.

It's snow.... snow... snow.... It is so beautiful. Segera saya menyusul teman-teman satu rumah yang telah berada di luar untuk berfoto-foto, mengabadikan moment yang hanya akan datang lagi setahun kemudian itu (di depan rumah sewa kami terdapat taman bermain yang lumayan luas, dan disitulah kami mengincar tempat untuk ber-snowing ria... halah apa itu bahasanya, ber-snowing ria). Terlebih, ini adalah pengalaman pertama kali bagi kami semua yang baru saja datang ke "Negeri Ginseng" ini, melihat dan merasakan salju secara langsung. Aku merasa sangat excited, begitu juga dengan mereka, teman-teman serumahku, sepertinya... Kami menyentuh, bermain salju dan berfoto-foto dengan riang gembira, seperti anak kecil diberi mainan yang telah lama sangat diinginkannya. Mungkin, kami kelihatan aneh bagi masyarakat setempat yang sempat menyaksikan "kelakuan" kami. Yah, mereka mungkin sangat tidak suka jika turun salju, dan sebisa mungkin tidak berada/berlama-lama diluar. Tapi, pagi itu, kami justru sebaliknya... Aneeehhh, memang... But, we don't know about them, and they don't know about us too... So, Cuek is the best mah kalo orang Indonesia bilang ^^. Pohon-pohon yang tertutup salju tebal terlihat sangat menawan, butiran salju yang berkilau-kilau dan lembut ketika dipegang, mobil-mobil yang diselimuti salju hingga hanya sedikit sekali bagian yang terlihat, dan masih ada lagi ditaman dipagi yang bersalju itu, menarik perhatian kami.

Dalam hati, "Mohon maklum ya,
ajuma,
ajôssi, oppa, eonni, kami ini dari negara tropis yang tidak pernah melihat salju turun secara langsung, bahkan setetespun... Kami baru datang di Gyeongsan beberapa minggu yang lalu, dan beruntung sekali salju masih turun di bulan Maret yang konon katanya dari para pendahulu kami, belum pernah turun salju selebat ini. Kami hanya ingin melihat dan merasakan sensasi butiran-butiran putih dari air yang membeku ini ada disekitar kami secara langsung, dan mengabadikannya sebagai kenangan jika kami pulang ke tanah air nanti, setidaknya kami pernah menginjakkan kaki disini"...

Meskipun hawa dingin sangat menusuk, serasa meresap hingga ke aliran darah kami... Tangan terasa kebas dan memerah, tapi acara tetap berlanjut. Setelah puas, dan hingga akhirnya menyadari kekuatan fisik manusia tropis di negeri bersalju ini, kami pun bergegas meninggalkan taman dan kembali ke rumah... Dengan meninggalkan jejak-jejak langkah kaki kami di atas tumpukan putih itu. Jejak-jejak sebagai tanda kami pernah menginjakkan kaki disini dan sebagai jejak awal perjuangan kami, melewati hari-hari yang akan datang. Tentu tidak dengan sangat mudah untuk dilewati, karena bukan berada di negeri sendiri, tetapi berharap kami bisa melalui semuanya, nantinya.... Amien...

Dan, di saat pertama aku melawan dinginnya salju, sangat berterima kasih untuk seseorang yang berada jauh disana. Dengan perhatiannya, karena dia tahu aku tidak kuat dengan hawa dingin, pemberian darinya sangat membantu menghangatkanku kala itu... Yang akan selalu mengingatkan bahwa langit kita berdua masih tetap sama... Sebuah jaket berwarna biru,,,
Dan sangat berharap dan berdoa, agar engkau senantiasa baik-baik saja di ujung penantian sana...
 
Gyeongsan, Maret 2010


1 comments:

cha2_shawol said...

waaaaaaaaaaahhhh,, keren bgt eon... slam kenal