Tuesday, 27 April 2010

-아 / 어요 : Sentence Ending of Informal Polite Style (Present Tense)

There are three different styles of speech in Korean :
- informal polite
- formal polite
- plain style
Factors such as the age of the speaker and the formality of the situation determine which style is used.
A sentence in informal polite style ends in '요' (yo). Adult speakers normally use this style in daily conversation where further formality is not necessary.
Here, we will learn the verbs '가다' (kada) and '하다' (hada). The informal polite form for '가다' is '가요' (kayo), while '하다' becomes '해요' (heyo).

Example :
A : 어디에가요? (o-di-e ka-yo?)
Where are you going?
B : 학교에가요. (hakkyo-e kayo)
I'm going to school.

Note :
When informal polite form is used in conversation, the name or title of the person being spoken to is used, not the pronoun 'you'.
Example :
A : 앤디씨, 뭐해요? (Andi-ssi, mwo-e-yo?)
What are you doing? -- when talking to Andy.
B : 운동해요. (un-dong he-yo)
I'm exercising.
The present simple tense can be used to refer to events that happen in the present, as well as in the near future.
1. 지금은집에있어요.
I am at home now. --present state
2. 오늘은뭐해요?
What are you going to do today? --asking about future plans.

It can also be used to refer to ongoing events, for which the present progressive tense would often be used in English.
1. 지금은뭐해요?
(What are you doing right now? --progressive)

(시간)에 : Time Marker

Previously, the marker '에' referred to a location, but by attaching it to a time noun it can be used to indicate the time when something takes places.
Example :
A : 몇시에가요? (myod-si-e ka-yo?)
      What time do you go?
B : 일곱시에요. (il-gop-si ye-yo)
      I go at 7 o'clock

뭐해요? : What are you doing?
The interrogative pronoun '뭐' can be added to '-해요' to ask about an action.

Example :
A : 오후에뭐해요? (o-ho-e mwo-he-yo?)
      What are you doing in the afternoon?
B : 극장에가요. (geg-jang-e ka-yo)
      I am going to a movie theater.

Note :
'뭐해요? (What are you doing?) and 뭐예요? (What is it?). Because the sound of 'ㅎ' becomes weaker when placed between two vowels, the phrase '뭐해요' can sound very similar to '뭐예요[뭐에요]'. The context of conversation makes their meaning clear so they are not confused.

Vocabulary :
- 쇼핑하다 (syopinghada) : to shop, to go shopping
- 이야기하다 (iyagihada)  :  to talk, to converse
- 숙제하다 (sukjehada) :  to do homework
- 운동하다  (undonghada)  :  to do exercise
- 아침식사하다 (ach'im siksahada) : to have breakfast
- 공부하다 (kongbuhada) : to study
- 주영장에가다 (suyongjang-e kada) : to go to a swimming pool
- 집에가다 (jip-e kada) : to go home
- 저녁식사하다 (jon-yog siksahada) : to have dinner

(장소) 에가요 : go to a (place)

In addition to indicating the time and location, '' is used with '가다' (ka-da) or '오다' (o-da) to indicate where someone is going to or coming from.
Example :
A : 지금어디에가요? (ci-gem odi-e ka-yo?)
    Where are you going now?
B : 도서관에가요. (do-so-gwan-e ka-yo)
    I'm going to the library.
- 앤디씨가집에가요.(Endi-ssi-ka jib-e ka-yo.)
   Andi is going to home.
- 앤디씨가학교에가요.( Endi-ssi-ka hakkyo-e ka-yo.)
   Andi is going to school.
- 미나씨가한식긱당에가요.(Mina-ssi-ka han-sig sig-dang-e ka-yo.)
   Mina is going to Korean food restaurant.
- 서라씨가커피숍에가요. (Sora-ssi-ka kopi-syop-e ka-yo.)
   Sora is going to coffee shop

몇시예요? (myod-si ye-yo?) : What time is it?

The interrogative pronoun '몇' (myod) can be attached to the noun '시' (si) to ask for the time. For instance, '몇시예요' (myod-si ye-yo?) means 'what time is it?' in English. Korean numbers (하나, 둘,셋,…) are used for the hours, whereas Sino-Korean numbers (일, 이,삼,…) are used for the minutes.

Telling the hour (Korean numbers) :

한 시 [1 o'clock] / 두 시 [2 o'clock] / 세 시 [3 o'clock] / 네 시 [4 o'clock] / 다 섯 [5 o'clock] / 여 섯 시 [6 o'clock] / 일곱 시 [7 o'clock] / 여덟 시 [8 o'clock] / 아홉 시 [9 o'clock] / 열 시 [10 o'clock] / 열한 시 [11 o'clock] / 열 두 [12 o'clock]

Note that 하나 change become 한, 둘 become 두, 셋 become 세 and 넷 become 네.

Example :
1:40 = 한시사십분 (han-si sa-sip bun) 
2:30 = 두시삼십분 (du-si sa-sip bun) or 
           두시반 (du-si ban), (ban) means 'half'
2:45 = 두시사십오분 (du-si sa-sip o-bun) or 
            세시십오분 전(ne-si sip-o-bun chon), 전 (chon) means 'before'

A : 지금몇시예요? (chi-gem myod-si ye-yo?) 
     What time is it now?
B : 여덟시반이에요? (yo-dol-si ban-i-ye-yo) 
      It's 8:30

Vocabulary :
오전 (o-chon)          :  forenoon, A.M
오호 (o-ho)              :  afternoon, P.M
아침 (a-ch'im)         :  morning
점심 (jom-sim)        :  lunchtime, noon
서녁 (so-nyog)         :  evening
(bam)                 :  night
(si )                    :  hour

Monday, 26 April 2010

Resep Masakan Korea : Denjang Chi Gae

Hari minggu ini kebetulan gak ada acara kemana-mana, jadi ya masak aja lah.  Dari kemaren udah "gatel" pengen nyoba menu masakan khas Korea, akhirnya terlaksana juga.... Alhamdulillah... hahahaha. Dan menu kali ini adalah denjang chi gae, resep dari Mbak Vita.

Denjang Chi Gae, masakan khas Korea dengan bumbu utama denjang, yaitu pasta atau tauco yang terbuat dari kacang kedelai, rasanya asin dan harum aroma kacangnya begitu terasa. Selain denjang, juga ditambahkan 4 elemen utama masakan Korea lainnya, yaitu gochujang ( sauce chili yang rasanya pedas, manis, dan sedikit asin). Rasa masakan Korea yang satu ini asem pedas, agak-agak mirip dengan sayur asem kalau di Indonesia. Untuk lebih memperkuat rasa, biasanya ditambahkan dengan ikan teri dan kerang hijau.

Tapi sayang, di Indonesia tidak ada kedua jenis bumbu pasta denjang dan gochujang, jadi tidak bisa membuatnya sepulang Indonesia nanti.... . Eh, tapi mungkin masih bisa pakai tauco sebagai pengganti denjang. Dan untuk gochujang-nya, bisa pakai saus sambal.... 

OK, berikut ini resepnya :

Bahan :
- Toge
- Jamur
- Ikan teri
- Kerang hijau
- Air secukupnya

Bumbu :
3 sendok pasta denjang
1 sendok makan gochujang
1 siung bawang bombay diiris-iris
5 siung bawang putih dihaluskan
garam secukupnya

Cara memasak :
- Didihkan air dan masukkan bumbu-bumbu
- Aduk hingga merata
- Masukkan toge, jamur, ikan teri dan kerang hijau
- Masak hingga matang
- Angkat dan sajikan panas-panas

Selamat menikmati!!!


Maaf ya, lupa di ambil fotonya... Akan di upload lain kali kalau masak denjang chi gae lagi...

Breakfast Menu on Sunday Morning : A Bowl of Wisdom

Twenty years from now you will be more disappointed by the things that you didn't do. So throw off the bowlines, sail away from the safe harbour, catch the trade winds in your sails. Explore dream discover.

Let others cry over small hurts, but not you.
Let others leave their future in someones else hand, but not you.

5 secrets in your room
ROOF says aim high!
FAN says be cool!
CLOCK says every minutes is precious!
MIRROR says reflect before you act!
WINDOWS says see the world with me!

Smooth roads never make good driver
Smooth sea never makes good sailor
Clear sky never make good pilot
Never ask why me, instead try me

Be more concerned with your character rather than your reputation,
Your character is what you really are,
while your reputation only what others think you are

Life is "roller coaster" you can either scream every time you hit a bump
or you can throw your hands up in the air and enjoy it

Life gives answer in 3 ways..
It says yes and gives you what you want
It says no and gives you something better
It says wait and gives you the best

When it hurts to look back and you're scared to look ahead,
you can look beside you and your best friend will be there

Only two persons are very happy in this world1st is mad and another is child
so be a MAD to achieve what u desire
and be a CHILD to spread smile on your face

Nothing in the nature lives for it self
Rivers don't drink their own water
Trees don't eat their own fruit
Sun doesn't give heat for it self
Moon doesn't ever go on honeymoon
Flowers don't spread fragrance for themself
Giving for others is the rule of nature

Look at the brightness of the lamp, not the darkness underneath it.
Optimism is not an attribute, it's a way of life

Life isn't I-POD to listen your favourite songs
Life is RADIO, you must adjust yourself to enjoy whatever comes in it

The main difference between God and human
Human : get, get, and forget
God : give, give, and forgive

Sumber : nyontek dari Kaskus... 

Thursday, 22 April 2010


Aaaahhhh, seharian ini saya menyampah di laboratorium tercinta. Tanpa melakukan sesuatu pun yang produktif (yah, ada sih sedikit, kalau bisa dibilang membuat postingan blog yang gak penting seperti ini itu produktif). Duduk manis di depan PC dari pagi sampai malem begini, tanpa membaca paper selembar pun, tanpa membaca buku sehalaman-pun, tanpa mengerjakan "sesuatu" pun. Seharian cuma browsing, facebooking, buka-buka blog orang, dan seterusnya. Sepertinya virus yang bernama "kemalasan" sedang melanda saya hari ini dan juga kemaren (padahal hari kemarennya lagi, kemarennya lagi dan kemarennya...dan kemarennya terus iya juga, selalu males juga!!!). Aaahhh... tidaaakkkk.... Mentang-mentang UTS udah selesai. Hari ini lab saya sangat sepi sekali. Ketiga teman Korea saya punya urusan masing-masing dan tinggallah saya sendirian disini. Ditemani heater ruangan yang setia menyala dari tadi...

Ayo donk Dham, masak jauh-jauh datang kesini hanya untuk menyerah sama yang namanya malas. Enggak banget khan!!! Baca referensi-referensi buat research kamu, kamu belum tahu apa-apa khan!! Kerjain tuh slide presentasi mata kuliah Amorphous sama Seminar, bentar lagi khan!!! Baca tuh basic nya equipment-equipment yang kamu pake, belum tahu khan!!! Ah, ternyata banyak yang harus saya lakukan... Bisik "White Angel" dari samping kanan saya. Dan lagi-lagi si "Devil" yang hitam jelek dengan lantang bilang "Tenang... You still have a lot of time. Lanjutkan kemalasanmu, nak!!"

( Baca!! Baca!! Baca!! Mengerti!! )

Aaahhh.... Cumiiiiii. I shouldn't ever give up to you!!!

Spring apa Winter???

Heran pake bener, menurut pertanda alam dan perhitungan almanak, sebenarnya dan seharusnya sekarang ini di Gyeongsan udah waktunya spring, spring yang bener-bener. Tapi kenapa juga masih saja dingin pake banget... nget... nget. Bahkan beberapa hari yang lalu masih sempet-sempetnya salju turun, biarpun cuma tipis. Huh... tetep aja itu salju, dan dingin. Bbbbrrrrr... Ditambah dengan hujan yang selalu turun akhir-akhir ini. Lengkap sudah dinginnya.... I hate cold, very hate. Huhuhu... Hey, girl, you live in Korea now!! Remember it!! Like or not, cold will be always around you....

 ( Spring Vs Winter )

OK... OK... saya mengerti dan menerima. Tapi terkadang saya juga heran dengan tubuh saya sendiri. Mungkin ada saraf perasa-nya yang mengalami korsleting kali ya, sampai-sampai menterjemahkan dingin itu sebagai rasa sakit. Atau mungkin karena tubuh saya yang kerempeng, kayak papan penggilasan kalau teman-teman kantor dulu bilang, yang kurang nutrisi lebih spesifiknya timbunan lemak ini (Maaf ya bagi yang punya cadangan lemak berlebih... hehe... Sebenarnya saya pun ingin jadi gemuk, berbagai macam cara sudah dicoba tapi sepertinya belum ada yang menunjukkan tanda-tanda berhasil. Ya sudahlah...). Jadi flashback ketika masih di tanah air, sepertinya cuma saya satu-satunya orang di kantor yang selalu kedinginan dan mengenakan jaket kemana-mana. Sampai-sampai gara-gara masalah "dingin" ini, jadi bahan olok-olokan teman-teman kantor ke saya. Ditambah memang dasarnya mereka suka ngeceng-ceng-in. Ah, jadi kangen mereka semua... T.T. Dan dirumah pun, saya lebih memilih tidur di kamar belakang yang gak ada AC-nya, daripada mengering tidur di kamar depan yang ber-AC (dimana-mana itu biasanya orang kalau bisa memilih kamar, ruang, bis, kereta dan sejenisnya yang ber-AC, Nona!!! ).

Dan, sambil menulis postingan ini, dengan heater yang menyala di sebelah saya, syaraf perasa dingin di tubuh masih saja hiperaktif. Diterjemahkan dengan tubuh yang masih tetap menggigil. Saya kedinginan.... Hey, kapan kamu sembuhnya saraf hiperaktif??? Huhuhu... Masak harus selalu pake jaket jumper kayak lontong terus-terusan??

Ingin summer segera datang... Ingin summer segera datang... Ingin summer segera datang... Ingin summer segera datang... Ingin summer segera datang... Ingin summer segera datang... Ingin summer segera datang...(doa si saraf hiperaktif)



Tepat dua bulan sejak "sebuah jalan" memisahkan kita, cinta. 
Sejak hari itu dimana terakhir kali aku melihat rupamu begitu dekat dimataku, dan terakhir kali mendengar suaramu langsung di telingaku. 
Dua bulan telah berlalu dengan ribuan kilo bentangan jarak memisahkan kita, cinta. 
Tanpa aku bisa menatap matamu dengan bayanganku berada disitu. 
Dua musim telah kulalui dengan rasa rinduku tertuju untukmu.
Dari musim dingin yang menggigilkan tubuhku hingga musim semi tanpa kau berada disisiku ketika sakura mekar di "Love Road" itu. 
Aku tahu hatimu merana cinta, seperti halnya denganku. 
Aku tahu ini tak mudah bagimu, cinta. Begitu pula dengan diriku. 
Biarpun kau jauh di seberang sana, aku merasa kau sedekat darah di nadi. 
Mengalir ke jantung, kemudian ke hatiku, dan kau bersemayam disana.
Cinta, rasa ini masih tetap sama untukmu. Sebiru langit yang sama di atas kita. 
Dan aku yakin kita bisa lalui ini semua....

(Teruntuk KAMU yang kutinggalkan di bandara ketika malam 21 Febuari lalu)

Cherry Blossom Festival At Jinhae

Festival Bunga Sakura di Jinhae

Setelah hari Sabtu seharian ke spring festival di kampus YU, hari Minggunya giliran kami pergi ke Jinhae. Disana ada "Cherry Blossom Festival" yang diadakan tiap tahun di musim semi. Jinhae, adalah sebuah daerah yang terletak di pesisir pantai timur Provinsi Gyeongsang, Korsel. Kota yang bersimbolkan bunga sakura ini, dikenal juga sebagai pusat pertahanan angkatan laut Korea yang menjaga keamanan daerah semenanjung timur. Dipisahkan dari daerah tetangganya, Changwon, dengan barisan perbukitan yang membentang dari timur ke barat. Makanya selama di sepanjang perjalanan, sebagian besar daerah perbukitan yang kami jumpai.

Rencana sebelumnya, kami akan kesana naik bis karena tidak ada kereta yang ke Jinhae, naik bis dari Dong-Daegu. Tapi ternyata setelah dicek kembali keesokan paginya, ada kereta yang ke Jinhae. Jadwal-nya pukul 07.30 dan siang pukul 14.00. Mbak Vita yang mengecek sekitar pukul 06.40. Jadi waktu kami yang tersisa tinggal kurang dari satu jam, untuk bersiap-siap dan menuju ke stasiun Gyeongsan. Pagi itu kami berdua masih tidur, saya dan Eka (jangan protes ya, karena Minggu adalah kesempatan kami untuk bangun siang ^^). Sedangkan Mbak Yuli, sesuai kebiasaan nice-nya, sudah bangun sejak pagi-pagi sekali dan sedang membuat "kimbab", nasi khas Korea. Mbak Vita segera membangunkan dan memberitahu kami berdua kalau kereta berangkat pukul 07.30. Segeralah kami bangun dan kalang kabut. Bergegas mandi ala bebek dan bersiap-siap. Gubrakan. Mengingat jika kami ketinggalan kereta yang berangkat pagi, harus menunggu sampai siang hari, dan pasti pulangnya akan kemalaman. Saking hectic sampai-sampai mbak Vita mengintruksikan kalau dandannya di jalan aja, dan nasi kimbab nya pun belum dipotongin. Benar-benar "kacau" suasana rumah pagi itu. Jordan dan Dyo, teman dari Indonesia, juga ikut ke Jinhae. Kami janjian ketemu di depan Homart, dan pergi ke stasiun Gyeongsan naik taksi. Dan tahu apa yang kami lakukan ditaksi, sambil dandan -- tapi baru bisa sedikit. Sampai di stasiun Gyeongsan, masih ada cukup waktu. Mbak Vita membeli tiket untuk kami berenam. Perkiraan kami harga tiket hanya sekitar 6.500an won sama seperti ketika ke Busan, tapi ternyata lebih mahal. Harga tiket nya 9.800 won. Setelah di cek ternyata jenis kereta nya berbeda, setingkat di atas daripada kereta yang kami naiki ketika ke Busan, kami naik Semaul. Di tiket tertera, tiba di Jinhae pukul 09.00, jadi perjalanan sekitar satu setengah jam. Di sepanjang perjalanan saya lebih senang melihat-lihat pemandangan luar, banyak sekali sakura yang bermekaran.

Tiba-tiba kereta melambat. Saya pikir sudah sampai di stasiun Jinhae. Segera melongok keluar jendela, dan terlihat pemandangan yang luar biasa indahnya. Subhanallah. Nampak deretan pohon sakura di kanan kiri rel kereta api yang sedang berbunga sangat lebat. Pohonnya pun besar-besar. Bagus sekali, seperti masuk ke dalam terowongan sakura. Banyak juga orang-orang yang berkerumun di sekitar tempat tersebut. Sebagian besar membawa kamera, beberapa ada yang membawa tripod. Saya pikir kereta akan berhenti, tapi sayangnya segera mempercepat laju nya setelah melewati tampat tersebut. Baru menyadari kalau ternyata belum sampai di stasiun. Sengaja kereta melambat agar para penumpang dapat melihat dan menikmati pemandangan deretan-deretan sakura rimbun tadi. Padalah dalam hati sudah membayangkan akan mengambil gambar di tempat tersebut setelah turun (Belakangan baru tahu ternyata tempat tersebut banyak dijadikan ikon di poster pariwisata Jinhae, sakura di tepi rel dengan kereta berjalan di antaranya).

 ( Rimbunan sakura di tepi rel kerete, sayang cuma bisa memfoto dari dalam kereta )

Selang beberapa saat kemudian, sampailah di stasiun Jinhae yang sebenarnya. Sebuah stasiun yang kecil dan terlihat sederhana. Kami segera turun dan mencari toilet. Tidak lain adalah untuk melanjutkan acara dandan kami yang sempat tertunda. Mbak Vita bilang, jangan khawatir, hampir disetiap tempat-tempat umum di Korea, di toilet nya pasti ada tempat untuk dandan, minimal ada kacanya. Haha... betul juga, karena orang-orang Korea sangat gemar berdandan. Disana sudah penuh dengan para wanita, dan terpaksa harus mengantri. 
( Welcome to Jinhae Yok )

( One of the side from Jinhae )

Sebelumnya kami janjian dengan Mas Noka untuk ketemuan di stasiun Jinhae. Mas Noka, dulunya salah satu mahasiswa Indonesia yang melanjutkan studinya di Korea juga, tapi sekarang sudah bekerja di perusahaan sini. Mas Noka nya telat, jadi meminta kami untuk ke sebuah channel di dekat stasiun dan ketemuan disana. Segeralah kami mencari tempat yang dimaksud (sebelumnya beli waffle dulu untuk mengisi perut). Setelah menemukan, kami cukup dibuat kagum dengan keindahan tempatnya. Sebuah sungai kecil, yang kanan kiri nya dipenuhi sakura, dibangun jembatan dari kayu dan ditepi sungainya tumbuh banyak bunga-bunga yang berwarna kuning. Serta air yang sangat jernih mengalir disungai tersebut. Waaahhhh... What's a beautiful view. Serasa entah pergi ke dunia mana, hehe Lebay!!. Sebuah tempat yang biasanya hanya bisa kami lihat di halaman kalender, si Eka bilang. Segera mengeluarkan kamera pocket masing-masing dan mencari spot-spot yang bagus untuk mengambil foto. Di tempat itu sudah ramai dengan para pengunjung, ada yang datang bersama pasangannya, keluarga dan teman. Laki-laki, perempuan, tua muda, anak-anak. Dan aktivitas yang sama adalah berfoto-foto. Tempat sebagus itu mungkin sangat sayang dilewatkan tanpa berfoto-foto. Haha... saya pikir orang Korea sudah sangat bosan dengan bunga sakura dan tidak tertarik lagi berfoto dengannya, ternyata tidak juga. Apalagi kami, yang sebelumnya tidak pernah menjumpai bunga sakura selama di tanah air. Setelah Mas Noka sampai disana, segera lah kami dengan senang hati jadi objek foto nya... (sssttt... sebenarnya, jadi misi tersembunyi mengajak Mas Noka, dengan kamera DSLR Canon-nya, selain orangnya yang ramah dan baik hati, juga seorang fotografer yang handal, jadi cucok dengan hobi narsis kami... hehe, maaf ya Mas Noka). Beberapa kali orang Korea meminta kami untuk jadi objek foto mereka atau berfoto bersama kami. Haha... mungkin karena kami terlihat asing dan aneh di mata mereka... ckckckck. Di kanan kiri sungai tersebut, yang notabene adalah jalan raya, banyak juga stand-stand makanan didirikan disitu.

( At the channel with cherry blossom beside )

Setelah puas berfoto-foto di channel, tersebut kemudian kami ke tempat festival lainnya. Sebuah temple/pagoda yang berada di atas bukit. Dari jauh pagoda tersebut sudah terlihat beserta dengan ratusan mungkin ribuan anak tangganya. Begitu masuk gerbang, disambut dengan stand-stand makanan yang mengundang selera. Waaawww... ada ojingo (baca = cumi-cumi) ukuran raksasa, haha... lebay mode on. Dan enaknya masuk ke objek wisata tersebut ternyata gratis. Melirik ke samping ternyata ada cable car nya juga untuk sampai ke atas. Langsung terlintas "ke atas naik cable car kayaknya asyik nih, uhuyyy"... Tapi belum sempat tercetus, Mbak Vita sudah bilang "Kita naik ke atas nya jalan kaki saja ya"... Alamat kaki necking cuy. Tapi gpp, itung-itung olahraga... ckckckck. Di tengah-tengah perjalanan, kami beristirahat sebentar di sebuah bangku tepi tangga-tangga tersebut. Sebelah bangku kami, rombongan keluarga Korea, mereka memberi kami biskuit dan meminta biskuit dari kami juga. Ahaayyy, jadi begitu cara orang Korea beramah tamah. Saya pun tak lupa meminta berfoto bersama mereka, dan dengan senang hati mereka berpose bersama kami. Kimchiiiii... ^^.

 ( Year of Step )

Setelah melewati beratus-ratus, bahkan mungkin mencapai ribuan anak tangga, sampai lah kita ke puncak bukit. Masih ada pagoda menjulang di atas kita, kira-kira 13 lantai. Di sekeliling pagoda tersebut juga banyak sakura yang bermekaran. Untuk sampai ke atas pagoda, selain tangga, ada lift-nya juga. Kita pun mengantri bersama orang-orang Korea lainnya. Tiba giliran kami naik, dan sesampainya di atas... waahhh, disambut dengan pemandangan yang luar biasa. Pemandangan kota Jinhae nampak dari atas, kombinasi bunga sakura, rumah-rumah, laut, pantai dan pegunungan. Tak heran jika Jinhae disebut "Gift of Nature". Di satu bagian dari sisi pagoda tersebut, terdapat peringatan untuk tidak mengambil foto dari tempat tersebut. Karena dari situ langsung terlihat pangkalan armada laut Korea. Namun begitu, banyak juga orang-orang yang berfoto di situ. Ah dasar, memang dimana-mana pasti selalu ada "peraturan dibuat memang untuk dilanggar", walaupun kadarnya berbeda-beda disetiap tempat, ckckckck. Kemudian kami turun ke lantai di bawahnya, disitu ada 2 orang cowok yang mengenali kami kami sebagai orang Indonesia. Saya dengar salah satu dari mereka mengatakan, "Indonesia saramiyeyo, Indonesia saramiyeyo" sambil menunjuk-nunjuk ke arah kami. Akhirnya kami pun meminta foto bersama mereka... cheese... Ternyata cowok yang satunya berasal dari Vietnam.

 ( On the top of pagoda )

Puas berada di atas, kami turun dengan anak tangga. Di bawah, ternyata ada mainan holahop dengan ukuran raksasa. Kami tak ketinggalan mencoba-nya. Setelah itu turun dari bukit tersebut, dengan anak tangga pula. Perut langsung keroncongan menunjukkan tanda-tanda harus segera diisi.
 ( hehehe... )

Mas Noka mengajak kami makan disebuah Chineese restaurant, disitu ada menu nasi goreng yang murah dan enak. Hehe, tetep nyari yang murah. Di jalan menuju kesana, ada toko es krim yang lagi diskon, 1000 won dapat 3 es krim. Tak menyia-nyiakan kesempatan, apalagi si Eka yang es cream maniac, dan dapet bonus berfoto bersama ibu-ibu penjualnya.... Klik.... Hahahaha.... Sesampainya di restoran, ternyata tempatnya penuh jadi harus mengantri terlebih dahulu. Tata ruangannya artistik dan elegan, bahkan terkesan mewah. Setelah menunggu sekitar 15an menit, tiba giliran kami dapat tempat. Restoran seperti ini ternyata menyediakan menu yang relatif murah, nasi goreng seafood 6000 won, dan 7000 won untuk nasi goreng shrimp. Selain murah, juga termasuk menu yang "aman", mengingat agak susah mencari makanan yang halal disini. Saya lihat-lihat buku menu, ada minuman secangkir yang harganya 130an ribu won, membayangkan kira-kira seperti apa ya minuman yang seharga 20 porsi nasi goreng kami tersebut. Cckckckck... Setelah pesenan datang, tapi ternyata masih ada juga saus yang mengandung babi di nasi goreng-nya. Untung gak dijadiin satu dengan nasinya, jadi bisa kami pisahin. Dan Mas Noka yang baik hati mentraktir kami shrimp asam manis (saya tidak ingat nama pastinya, yang pasti rasanya ada asam manis, maknyusss banget). Cihuyyy.... Emang top banget Mas yang satu ini, udah nemeni jalan-jalan, jadi fotografer terus nraktir kita makan. Cukup lama kita berada di ruangan restoran tersebut, sekalian sholat disana. Sangat tidak sebanding dengan menu yang kami pesan, dengan antrian para pengunjung di restoran tersebut. Hahaha... biarlah...

( Lunch time )

Setelah selesai makan siang, rencananya kami akan ke tempat rimbunan pohon sakura di tepi rel kereta yang saya sebutkan sebelumnya, ketika kereta melambat. Tapi jam sudah menunjukkan pukul 14.00, kami harus segera kembali karena kereta ke Gyeongsan berangkat pukul 15.00. Mengingat butuh waktu kesananya dan waktu untuk berfoto-foto, jadi tidak cukup untuk itu. Akhirnya kami ke stasiun Jinhae, dan membeli tiket kereta. Tapi sayangnya tiket yang duduk telah habis, jadi tidak kebagian tempat duduk. Langsung terlintas bayangan "mengemper" atau berdiri selama 1,5 jam di kereta, hiks.. hiks... Ya suw lah... Kami berpisah dengan Mas Noka, setelah sempat memberikan jepretan terakhirnya di taman depan stasiun. Sambil menunggu kereta berangkat, kami bermain-main dulu di sekitar stasiun. Masih sempet ke jembatan di atas rel kereta, masih sempet "drama-drama-an" di bawah pohon sakura depan stasiun. Hihihi... Akhirnya, pukul 15.00 kereta kami berangkat. Bener-bener "mengemper" di belakang, dan tertidur. Tapi untunglah, ditengah-tengah perjalanan ada bangku yang kosong karena penumpangnya sudah turun. Jadi kami menempatinya.... Dan kembali lagi tertidur..... Zzzzttttttt..... Bermimpi masih berada di Jinhae di antara rerimbunan sakura.

( Before going home )

Jinhae, Cherry Blossom Festival, Year of Step, Seafood Friedrice... I'll wait for the chance to go there again.

Sunday, 18 April 2010

Spring Festival @ YU ( Part 2 )

Setelah pergi ke festival sama Mbak Vita dan Bang Hendrik, sekitar pukul 14.00 kami pulang ke rumah. Teman-teman yang lain, teman-teman cowok, malah baru pada mau pergi ke festival. Beberapa adalah teman Kelas Korea saya. Ada juga si Eka, teman cewek serumah saya, yang tadi gak bisa ikut karena ada lab meeting. Jadinya pergi ke festival nya sekarang. Akhirnya saya pergi ke festival lagi bersama mereka. Berkumpul di depan kampus, saya lihat ada seorang teman kelas bahasa Korea saya dari Uzbekistan yang ikut serta, Nodirbek Nazarov.

 ( Uzbek vs Indonesia )

Seperti biasa, berfoto-foto narsis dulu dengan latar belakang sakura di dekat gedung Electrical Engineering. Setelah itu ke depan rektorat, berfoto-foto di dekat statue of Yeungnam University. Siang hari terlihat lebih rame dibandingkan tadi waktu saya pertama ke situ. Ada pertandingan sireum antar mahasiswa asing (sejenis gulat tradisional Korea) di area Folklore Village. Tempat tersebut merupakan sebuah museum rumah tradisional Korea yang terdapat di area kampus Yeungnam. Maka kami pun kesana, tapi sayang setibanya di arena, pertandingannya sudah usai.  Terlihat banyak orang-orang asing di sekitar tempat tersebut. Orang-orang bule, India, Vietnam, China, Indonesia dsb.

 ( Di depan Statue of Yeungnam University )

Setelah itu kami ke tempat dimana orang-orang pada menuliskan sesuatu di kertas kemudian menggantungkannya di suatu tempat. Ternyata mereka menuliskan sebuah "wish". Tidak ketinggalan, kami pun ikutan menulis. Tidak hanya wish, tapi mereka menuliskan apa saja yang ingin mereka tulis. Dan saya pun menulis dua kali. Yang kedua adalah benar-benar wish untuk seseorang. Berharap bisa terwujud. Semoga....

I wish you could come here next spring... Really miss you... T.T

Di tempat itu, saya bertemu dengan Dongkyun, lab member sebelah lab saya. Orang yang ramah dan baik hati. Dia bersama seorang gadis, yang ternyata adalah ceweknya. Ah, senangnya bisa bersama dengan orang yang dikasihi di suasana seperti ini. Jadi mengiri... T.T.

 ( Me, Dongkyun and his GF )

Saatnya waktu Ashar, teman-teman cowok pada pulang untuk sholat. Berhubung saya dan Eka sedang tidak sholat, serta Jordan, adalah teman Kristen, maka kami tidak ikut pulang. Kami bertiga menghabiskan waktu di festival, beli odeng, kue-kue dan jagung bakar. Setelah itu duduk-duduk di depan kampus dekat tempat festival sampai menjelang sore, menikmati langit musim semi dan sakura yang bermekaran dimana-mana. Dan lagi-lagi, saya teringat dengan seseorang itu lagi. Saya benar-benar merindukannya...

( Langit sore musim semi di YU )

Spring Festival @ YU ( Part 1 )

Spring festival di Yeungnam University. 

It's so beautiful, cherry blossom is blooming everywhere.

Setiap musim semi, ada spring festival di kampus kami. Biasanya diadakan pada puncak-puncaknya sakura bermekaran. Oiya, maaf lupa, orang Korea tidak mengenal sakura, tapi menyebut bunga cantik yang berwarna putih atau pink ini dengan nama "벚꽃" (bodkod). Festival ini tidak hanya untuk kalangan YU saja, tapi terbuka untuk masyarakat umum. Kampus akan sangat ramai ketika spring festival, dipenuhi dengan orang-orang yang ingin menikmati sakura bermekaran di kampus YU yang lumayan artistik ( membanggakan kampus sendiri... sedikit^^).

( Me and "벚꽃" )

Pukul 11.00, kami keluar dari rumah untuk datang ke spring festival. Sebelumnya, kita sudah janjian kalau akan kesana bersama-sama dengan Indonesian student yang lainnya (terutama para cowok-cowok). Janjian ketemuan di kampus terebih dahulu, baru berangkat ke tempat festival. Sesampainya di lab, mereka ternyata belum ada yang datang. Cukup memaklumi kebiasaan para cowok kalau lagi weekend, selimut lebih menarik dari segalanya (sebenarnya demikian juga dengan saya, tapi kesempatan seperti ini hanya setahun sekali, jadi sayang untuk dilewatkan). Akhirnya saya berangkat duluan sama teman satu rumah, saya memanggilnya Mbak Vita. Kami berangkat cuma berdua. Sepanjang perjalanan, tidak ketinggalan untuk mengambil spot-spot berlatar belakang sakura yang menarik untuk mengambil gambar (baca : berfoto-foto). Tetap kebiasaan narsis ini selalu ada bersama kami jika ada hal-hal yang "interesting" and "looks different" dari Indonesia, terutama saya. Mumpung lagi disini, kapan lagi coba, mana ada sakura di Indonesia (hehe... ngeles.com). Bunga-bunga sakura sedang puncak-puncaknya bermekaran, walaupun beberapa masih ada yang belum. Sangat indah... 

 ( Bodcods are blooming everywhere, it's so beautiful )

Di depan gedung rektorat, terlihat cukup ramai dengan orang-orang. Tapi menurut teman serumah saya, yang notabene adalah senior disitu, festival tahun lalu jauh lebih ramai dari yang sekarang. Ada banyak stand makanan dan mainan anak-anak yang menunggu pembeli untuk menghampiri. Mulai dari makanan wajib di Korea odeng (versi kami), jagung rebus, kue-kue khas Korea, gorengan, arum manis, sejenis serangga yang dimasak (yang ini saya ingin sekali mencicipinya, tapi belum kesampaian), kacang kenari dan masih banyak lagi aneka jajanan lainnya yang saya tidak tahu namanya. Tidak ketinggalan, kami pun membeli sejenis kacang yang besar-besar, dan rasanya mirip dengan ubi (saya tidak tahu namanya kacang apa), 3.000 won satu bungkus, buat berdua. Disana kami bertemu dengan salah seorang profesor kami (yang waktu itu saya tanyain tentang minyak goreng di sebuah minimarket di cerita sebelumnya). Dia sendirian datang ke festival, keluarganya memang tidak berada di Gyeongsan ini sepertinya. Kami pun menyapa beliau, orangnya sangat ramah dan baik. Kami juga menjumpai beberapa kenalan yang datang juga ke festival.  

( Me and Prof. Han )

( Stand-stand di dirikan di sepanjang jalan di depan rektorat )

 ( Bersama Doraemon versi kurus, ckckck )
Di tepi danau dekat rektorat di jadikan panggung kecil festival. Ada beberapa pertunjukkan seperti permainan musik dan dance. Di sana kami bertemu dengan teman satu departemen dari Indonesia juga. Dia terlihat datang sendirian, jadi kami ajak ikut bersama. Namanya Bang Hendrik, jebolan MBA dari USA, tapi kembali lagi ke bidang S1, material. Photo session masih tetap berlanjut. Setelah itu, kami menuju ke "Love Road", jalan setapak di kampus Yeungnam yang kanan kirinya di penuhi dengan bunga sakura. Sesuai namanya, jalanan ini sangat cocok untuk sepasang kekasih yang sedang memadu cinta untuk berjalan menyusurinya hingga ke ujung. Dengan latar belakang sakura bermekaran di kanan kirinya, sangat romantis (hihihihi... bahasanya). 

(Love formation in Love Road, me and Mbak Vita )

 ( The violet flower on the Love Road side )

 ( With Korean children, they want to catch up butterfly )

Ada mitos kalau sepasang kekasih menyusuri "Love Road" dari awal hingga ke ujung, maka hubungan mereka tidak akan putus. Tapi sayang, sakura di kanan kiri nya belom puncak-puncaknya mekar. Jika sudah puncaknya, akan terlihat seperti masuk ke dalam terowongan sakura. Tiba-tiba, teringat seseorang yang berada jauh disana. Seandainya dia ada disini, sekarang. Membayangkan berjalan bersamanya di "Love Road"...

( The myth is the couple won't break up their relationship if they walk along together from the beginning up to the end of "Love Road" )

Tuesday, 13 April 2010

Sino Korean Numbers

Sino-Korean Number can be used to express price, telephone or bus number, and dates.
0 영(yong) or 공 (gong)  
1 일 (il)
2 이 (i)
3 삼 (sam)
4 사 (sa)
5 오 (o)
6 육 (yug)
7 칠 (chil)
8 팔 (phal)
9 구 (gu) 
10 십(sip)
20 이십(isip)
30 삼십 (samsip)
40 사십(sasip)
50 오십(osip)
60 육십(yugsip)
70 칠십(chilsip)
80 팔십(phalsip)
90 구십 (gusip) 
100 백 (beg)
1.000 천 (chon)
10.000 만 (man)
100.000 샵만 (sip-man)
1.000.000 백만 (beg-man)
10.000.000 천만 (chon-man)
100.000.000 억 (og)
Example :
Price         : 10 원, 100원, 10.000원
Phone number    : 02-925-3857
Bus number    : 34번, 70번
Date        : 2월14일, 5월8일
Note : 
In contras to English, the base for counting large number in Korean, e.g price, is 10.000 (만)[man]. For example, 1.000.000 (백만)[beg-man] is expressed as 100(백)[beg]ten thousand (만)[man].
The word for zero is '영'[yong], however, in telephone number, another word, '공[gong] is used.  

몇번 : what number / which number
Previously, ''몇' (myod) was translate as 'how many', however if '몇' is used with '번' (bon) [number], the meaning of '몇' is changed to 'what' or 'which'. For instance, '몇번' is used to ask a numerical question (e.g a telephone number or a bus number).
Example :
            A : 몇번버스예요? (Myod-bon bo-se ye-yo?)
                 What is the bus number?
            B : 701번. (Chil-beg-i bon)
                 It's number 701
A : 전하번허가몇번이에요? (Jon-ha bon-ho-ga myod-bon-i-ye-yo?
     What is your telephone number? 
B : 565-8578이에요. (o-yug-o-e-phal-o-chil-phal-i-ye-yo
     My number is 565-8578.

Note :
When you give a telephone number in Korean, say '에' (e) for the dash. 

몇월며칠 : what date / which date
The interrogative '몇' (myod) can also be be used with month '월' (wol) or day '일' (il) to ask about the date. Note that '며칠' (myo-chil), not '몇 일' (myod-il) is used to ask the date. The two are indistinguishable in pronounciation, but '며 칠' (myo-chil) must be used in writing.
Example :

월 (wol) : month
1. January
일월7. July 칠월
2. February
이월8. August 팔월
3. March
삼월9. September 구월
4. April
사월10. October시월
5. May
오월11. November 십일월
6. June
유월12. December십이월

요일(yoil) : days
Monday월요일 (wolyoil)

Vocabulary :
Today        : 오늘 (onel)
Yesterday    : 어제(oje)
Tomorrow    : 내일 (neil)
2 days before    : 그저께(gejokke)
2 days after     : 머레(more)
얼마예요: How much is - ?
The expression '얼마예요' (ol-ma-ye-yo) is used to ask about the price of an item. Sino Korean numbers are used to answer this question.
Example :
A : 이가방이얼마예요? (i-ka-ba-ngi ol-ma-ye-yo?)
How much is this bag?
B : 오만원이에요. (o-man won i-ye-yo)
It's 50.000 won

Friday, 9 April 2010

Conference, Then Walking Around The Downtown

Kamis, 8 April 2009

Hari ini kyusenim (baca : professor) menyuruh saya untuk mengikuti Seminar Green Energy di Daegu Exco. Beliau bilang seminar ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan saya, terutama mengenai thin film solar cell. Terpaksa absen dari kelas Korea, padahal hari ini akan di adakan latihan untuk middle test. Pukul 08.30 saya sudah tiba di lab, janjian menunggu teman yang akan berangkat bareng, teman Korea, cowok bernama Dong Jin. Dari rumah ke lab pakai sepatu yang ada hak nya dikit, niatnya pengen sedikit "feminin", ternyata malah menyiksa kaki… T.T. Akhirnya saya tinggalin di lab dan pakai sepatu kets biasa (Syalalala… I dislike wearing high heel). Pukul 08.45 teman saya datang. Kamipun berangkat dengan bus kampus, terlihat ada beberapa siswa yang akan kesana juga. Perjalanan ke Daegu Exco dari Gyeongsan kira-kira sekitar satu jam, pukul 10.00 kami tiba. Sesampainya disana, kami bertemu dengan eks-member lab kami yang sekarang sudah lulus dan bekerja di salah satu display company. Namanya Che Min. Beberapa waktu yang lalu, Dong Jin pernah memperkenalkan saya dengannya lewat telpon, baru sekarang bisa bertemu. Tapi dia nampak terburu-buru dan sibuk, hanya sempat mengucapkan "Nice too meet you", dan saya balas "Mannaso ban-gapsemnida". Hanya bertemu sebentar di escalator, kemudian terus jalan. Sesampainya di atas, disana sudah ada teman satu departemen kami tapi beda lab, namanya Yun Jung. Sambil menunggu seminar dimulai, saya duduk-duduk di stand Yeungnam University.

( International Green Energy Expo Korea 2010 )

Pukul 10.30 seminar dimulai. Saya pakai nama tag nya teman saya yang anak Korea, dia gak ikut seminar. Saya balik namanya, untung gak diperiksa… haha. Aman. Kami pun masuk dan mencari tempat duduk. Di ruang seminar kami bertemu teman satu departemen yang lainnya juga, sebelah lab kami, bernama Dong Kyun. Seminarnya dalam bahasa Korea, alamak mana saya mengerti apa yang dibicarakan. Untung saja ada handout-nya. Minimal ada sedikit gambaran. Akhirnya sampai waktunya makan siang setelah presentasi dari 2 orang, dan keduanya in 한국의… Saya sudah cemas kalau-kalau menu makan siang nya pakai daging babi. Dong Kyun pun memperingatkan saya. Saat makanan dibagikan, untung saja tidak ada daging babi nya. Untuk memastikan Dong Kyun berbaik hati menanyakannya pada panitia. Menu makan siang nya steak, shrimp, udang+macaroni, mushroom soup, sama salad. Tapi ternyata setelah dibuka, balutan tepung itu berisi ayam, jadi saya tidak bisa memakannya. Steak nya bisa saya makan karena menurut DongKyun itu adalah daging sapi impor dari Australia. Dong Jin nambah satu porsi lagi, tidak salah kalau saya panggil dia monster oppa. Hahaha… Setelah menghabiskan makan siang, kami turun ke bawah untuk mengambil jatah kopi di Paris Baqquette. DongKyun menemani saya melihat-lihat pameran. Setelah itu saya mencari tempat untuk sholat. Pukul 13.30 kami kembali ke ruangan, seminar pun telah dimulai. DongKyun memintakan mesin translator untuk saya ke panitia. Dia baru ingat kalau kemaren ada peserta yang minta translator. Coba kalau pakai dari tadi ya, *dalam hati.

( The Exhibition )

Seminar setelah makan siang untungnya dalam bahasa Inggris. Presentator nya ada yang dari Jerman. Kemudian 2 orang Korea yang lainnya juga dalam bahasa Inggris. Kadang pertanyaan yang diajukan dalam bahasa Korea, saya jadi mengerti dengan menggunakan translator tersebut. Bahasa Inggris dari presentator diterjemahkan ke bahasa Korea dan sebaliknya. Giliran teman saya yang pakai translator jika presentasinya bahasa Inggris. Pukul 15.00, seminar break setengah jam. Dong Jin bilang saya ditunggu Che Min di luar. Kami pun segera keluar dan mencarinya. Saya bertemu kembali dengan Che Min dan bisa ngobrol dengannya. Dong Jin bilang sebelumnya kalau Che Min "small, short but handsome". Tapi saya lihat dengan seksama, dia lumayan tinggi walaupun agak sedikit kurus. Saya minta nomer hp nya siapa tahu nanti ada yang perlu saya tanyakan karena menurut Dong Jin, si Che Min ini cukup pintar. Akhirnya dia harus buru-buru pergi juga karena dia berada disana karena tugas kantor dan ada yang harus dikerjakan lagi. Kami pun kembali ke ruang, seminar telah dimulai kembali. Tapi sayang sekali topik mengenai riset saya dalam bahasa Korea dan sudah tidak ada terjemahannya lagi. Saya lihat orang-orang bule yang hadir tadi sudah tidak tampak lagi. Pantesan panitia nya sudah tidak menyediakan translasi lagi. Hiks… hiks… hiks… *menangis Bombay. 

( At conference room )

Akhirnya seminar selesai tepat pukul 17.30. Dong Jin sebelumnya telah bilang ke saya akan mengajak makan topoki habis dari seminar. Dia bilang maaf karena lupa ulang tahun saya kemaren, jadi sebagai gantinya dia akan menraktir saya makan topoki. Haha.. seharusnya saya yang mentraktir dia karena saya yang ulang tahun. Tapi ini kebalikannya. Makasih ya Oppa! Kami bertiga pun ke downtown dengan naik bis umum, saya, Dong Jin dan Yun Jung. Dong Kyun tidak ikut serta, dia sudah pulang duluan, saya lihat dia sudah tidak ada ketika saya keluar dari rest room.

( Yun Jung, Me, Dong Jin )

Sampainya di downtown, Yun Jung mengajak ke warung topoki langganannya. Kami memesan topoki, gorengan dan kimbab. Kami makan dengan lahap sampai tidak ada yang tersisa. Topoki, sejenis makanan dari tepung kemudian dimakan dengan menggunakan saus yang pedas. Sedangkan kimbab sejenis makanan yang terbuat dari nasi, yang didalamnya berisi beraneka ragam sayur dan bumbu-bumbu. Setelah keluar dari warung topoki, Yun Jung menawari saya mau makan es krim atau kue. Saya bilang saya mau makan es krim saja. Kemudian dia mengajak ke toko es krim Baskin Robbins. Saya pilih yang rainbow ice cream karena campuran dari beberapa rasa, pineapple + mango plus satu lagi saya lupa, dan kelihatannya enak (tapi belakangan baru tahu kalau ternyata agak salah pilih, rasanya asam sekali). Es krim yang kami pilih kemudian digabung dalam satu tempat untuk bertiga. Wuihhh, dapetnya segambreng, dalam satu tempat yang besar. Kali ini Yun Jung yang mentraktir kami. Selama menikmati es krim kami mengobrol dan becanda-canda. Terutama Dong Jin jadi bahan olok-olokan kami. Saya panggil dia monster karena badannya yang tinggi dan besar. Tapi dia tidak pernah marah dengan panggilan itu. Karena es krim pilihan saya rasanya asam, saya tidak mau memakannya. Saya minta Dong Jin memakannya dan saya makan es krim pilihannya yang tidak terlalu asam. Dan dia pun dengan ikhlas memakannya, Yun Jung juga. Maaf ya teman-teman. Kalian berdua sungguh baik hati. 

( Topoki, Fried, and Kimbab.... Massisoyo )

Setelah selesai makan es krim, kami jalan-jalan seputar downtown. Rencananya ingin norebangan (karaoke), tapi saya gak bisa nyanyi. Akhirnya kami memutuskan untuk menonton film saja. Tapi sayang sekali, jadwal film nya waktu itu kurang bagus. Rata-rata dimulai pukul 20.30an, sedangkan kami harus pulang sebelum jam 22.00 karena subway terakhir pukul segitu. Untuk menghabiskan waktu kami melanjutkan jalan-jalan seputar downtown, suasana cukup ramai saat waktu itu. Tiba-tiba Yun Jung mengajak untuk masuk ke suatu tempat yang agak tersembunyi. Waktu pertama masuk saya lihat ada banyak kucing beserta kandangnya, meja kursi dan beberapa orang yang duduk di dalamnya. Saya pikir tempat itu adalah pet shop. Setelah bertanya ke Yun Jung, ternyata sebuah Café. Wah, unik juga konsep nya dalam hati saya. Sayang baru pertama masuk, pemilik memperingatkan kami untuk tidak mengambil foto tempat tersebut. Setelah duduk, kami diberi mainan untuk bermain dengan kucing dan buku menu. Saya lihat harganya lumayan mahal, saya pun memesan peach lemon tea. Di café tersebut pengunjung bisa menikmati minuman dan makanan sambil bermain-main dengan kucing. Yun Jung tampak senang sekali bermain dengan kucing. Kucing-kucing disitu lucu-lucu dan sangat jinak. Ada juga desert fox dipelihara dikandang. Saya pun tidak melewatkan kesempatan untuk bermain dengan binatang berbulu tersebut. Kami bertiga tidak melewatkan kesempatan itu. Suasana di café cukup enak dan tenang, membuat kita betah berlama-lama disana. Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 21.30, saatnya untuk pulang. Yun Jung kembali mentraktir dengan tidak mengijinkan kami untuk membayarnya. 

( @ Banwoldang Busway Station )

Akhirnya kami keluar dari café tersebut dan ke Banwoldang subway station. Yun Jun berbeda arah dengan saya dan Dong Jin. Kami akan ke Gyeongsan, sedangkan rumahnya ada di Daegu dekat situ. Kereta ke arah Gyeongsan datang dan kami pun berpisah dengan Yun Jung. Kira-kira 1 jam perjalanan dari stasiun subway Banwoldang sampai di Sawol. Setelah itu nyambung pakai bis umum, tapi saya dan Dong Jin berbeda nomer bis karena beda jurusan. Dong Jin menunggu saya sampai naik bis, dan dia bilang ke sopir bis nya kalau saya turun di halte Tewang, padahal bis nya sudah lewat sampai 2 kali. Takut kalau nanti saya kesasar atau terjadi sesuatu dengan saya soalnya belum bisa berbahasa Korea. Orang-orang pada melihat kearah saya, seperti itu sudah jadi hal yang biasa kalau kami bepergian. Sampai di halte sebuah sekolahan, bis jadi penuh sesak dengan siswa sekolah. Saya heran jam 10.30 baru pulang dari sekolah. Akhirnya sampai di halte Tewang, turun dari bis dan segera pulang ke rumah.
*Merasa beruntung memiliki teman-teman seperti mereka.