Sunday, 4 April 2010

And They Prepared A Surprise For Me, A Bunch of Thank For Everything


Masih di hari pada tanggal 2 April 2010, saya kembali dibuat terharu oleh orang-orang di sekitar saya. Kali ini tidak ada air mata menggenangi pipi, tapi senyum dan tawa kebahagiaan yang menghiasi wajah saya. Mereka menyiapkan sebuah pesta kejutan dan telah berhasil membuat saya terdiam sejenak ketika itu. Mereka adalah teman-teman dari Indonesia dan Malaysia, keluarga saya disini.

Malam itu tampak seperti biasanya. Pukul 20.00, saya masih di lab. Sebelumnya, di lab ada praktikum anak undergraduate tapi sebelum jam 20.00 praktikumnya sudah selesai. Salah seorang teman rumah saya yang satu departemen datang ke lab dan menanyakan mau pulang jam berapa. Kemudian dia bertanya lagi tentang nomer telepon lab saya ini. Tumben dia nanya, tapi saya tidak curiga apa-apa. Saya memang biasanya selalu pulang bareng dengan dia. Setelah itu dia kembali ke ruangannya di lantai 3. Kemudian teman lab saya lainnya yang beda departemen, ngajakin pulang lewat chatting YM. Katanya dia mau curhat karena ada yang penting. Karena masih jam delapan, saya bilang nanti saja agak-agak malam soalnya di lab masih rame dan memang saya membiasakan diri pulang di atas jam sembilan. Jam setengah sembilan, teman saya yang tadi ngajakin pulang lagi sekarang juga. Dengan gaya bicara yang seolah-olah ada hal yang sangat penting dan mendesak, akhirnya saya menyerah dan mengiyakan pulang sekarang. Sampai dia bilang mau menjemput ke ruangan saya di lantai 4 MSE Building, padahal dia dari gedung yang berbeda, Chemical Building. Tumben, gak seperti biasanya karena selama ini dia belum pernah ke tempat saya, tapi saya tidak curiga apa-apa. Saya mesti bilang dulu ke teman saya yang satu departemen karena tadi sudah bilang pulang jam sembilan. Tapi ternyata dia sudah ada di rumah, katanya ada sesuatu yang mengharuskan dia pulang mendadak. Dia pun minta maaf ke saya karena pulang duluan. Akhirnya teman saya yang dari chemical menjemput di lab dan kita pulang berdua. Saya tidak curiga akan ada apa-apa karena di sepanjang perjalanan dia memang berbicara sesuatu yang penting. Gayanya pun sangat meyakinkan.

Sampai lah kami di rumah. Ketika membuka pintu, rumah masih gelap, tiba-tiba lampu menyala dan sudah ada banyak orang disana. Mereka menyanyikan lagu ulang tahun dengan diiringi suara gitar. Saya terdiam sejenak karena belum percaya dengan apa yang saya lihat. Saya merasa terharu. Tiba-tiba perasaan hangat menyusupi hati saya, perasaan hangat karena senang dan bahagia. Ada banyak makanan, minuman dan kue ulang tahun. Terlihat juga ada dua orang teman Malaysia hadir disana. Saya masih belum percaya mereka melakukan semua ini buat saya. Dan kemudian tersadar semua ini adalah nyata... Thanks God, for this happiness and for everything thay given to me... Setelah itu kita makan bersama, tertawa dan berbagi kebahagiaan di malam itu. Dan belakangan baru tahu kalau yang barusan di lab tadi adalah sebuah settingan.
 

And they prepared a surprise for me, a bunch for everything. You're my friends and my families here... Wish you all the best too, guys... May Allah always bless us all...

( Me and my friends )
( My Malaysian friend also came )

Setelah selesai acara makan-makannya, rencananya kita mau norebangan. Tapi karena beberapa hal akhirnya kami tidak jadi padahal sudah sampai di taman depan rumah. Akhirnya kita malah bermain-main di taman tersebut. Penuh canda tawa selama di sana, dan beberapa ulah konyol kita. Di taman itu memang ada beberapa permainan anak-anak seperti prosotan, jungkat-jungkit dan putar-putar. Seperti kembali ke masa-masa kecil, kami mencoba permainan-permainan tersebut. Hahaha.... Di tambah dengan cerita-cerita "lucu" dari salah seorang teman kami. What a perfect moment it is. I was really happy that night. I will miss our togetherness like that again.

( It's like we come back to childhood )

0 comments: