Thursday, 22 April 2010

Cherry Blossom Festival At Jinhae

2010.4.11
Festival Bunga Sakura di Jinhae

Setelah hari Sabtu seharian ke spring festival di kampus YU, hari Minggunya giliran kami pergi ke Jinhae. Disana ada "Cherry Blossom Festival" yang diadakan tiap tahun di musim semi. Jinhae, adalah sebuah daerah yang terletak di pesisir pantai timur Provinsi Gyeongsang, Korsel. Kota yang bersimbolkan bunga sakura ini, dikenal juga sebagai pusat pertahanan angkatan laut Korea yang menjaga keamanan daerah semenanjung timur. Dipisahkan dari daerah tetangganya, Changwon, dengan barisan perbukitan yang membentang dari timur ke barat. Makanya selama di sepanjang perjalanan, sebagian besar daerah perbukitan yang kami jumpai.

Rencana sebelumnya, kami akan kesana naik bis karena tidak ada kereta yang ke Jinhae, naik bis dari Dong-Daegu. Tapi ternyata setelah dicek kembali keesokan paginya, ada kereta yang ke Jinhae. Jadwal-nya pukul 07.30 dan siang pukul 14.00. Mbak Vita yang mengecek sekitar pukul 06.40. Jadi waktu kami yang tersisa tinggal kurang dari satu jam, untuk bersiap-siap dan menuju ke stasiun Gyeongsan. Pagi itu kami berdua masih tidur, saya dan Eka (jangan protes ya, karena Minggu adalah kesempatan kami untuk bangun siang ^^). Sedangkan Mbak Yuli, sesuai kebiasaan nice-nya, sudah bangun sejak pagi-pagi sekali dan sedang membuat "kimbab", nasi khas Korea. Mbak Vita segera membangunkan dan memberitahu kami berdua kalau kereta berangkat pukul 07.30. Segeralah kami bangun dan kalang kabut. Bergegas mandi ala bebek dan bersiap-siap. Gubrakan. Mengingat jika kami ketinggalan kereta yang berangkat pagi, harus menunggu sampai siang hari, dan pasti pulangnya akan kemalaman. Saking hectic sampai-sampai mbak Vita mengintruksikan kalau dandannya di jalan aja, dan nasi kimbab nya pun belum dipotongin. Benar-benar "kacau" suasana rumah pagi itu. Jordan dan Dyo, teman dari Indonesia, juga ikut ke Jinhae. Kami janjian ketemu di depan Homart, dan pergi ke stasiun Gyeongsan naik taksi. Dan tahu apa yang kami lakukan ditaksi, sambil dandan -- tapi baru bisa sedikit. Sampai di stasiun Gyeongsan, masih ada cukup waktu. Mbak Vita membeli tiket untuk kami berenam. Perkiraan kami harga tiket hanya sekitar 6.500an won sama seperti ketika ke Busan, tapi ternyata lebih mahal. Harga tiket nya 9.800 won. Setelah di cek ternyata jenis kereta nya berbeda, setingkat di atas daripada kereta yang kami naiki ketika ke Busan, kami naik Semaul. Di tiket tertera, tiba di Jinhae pukul 09.00, jadi perjalanan sekitar satu setengah jam. Di sepanjang perjalanan saya lebih senang melihat-lihat pemandangan luar, banyak sekali sakura yang bermekaran.

Tiba-tiba kereta melambat. Saya pikir sudah sampai di stasiun Jinhae. Segera melongok keluar jendela, dan terlihat pemandangan yang luar biasa indahnya. Subhanallah. Nampak deretan pohon sakura di kanan kiri rel kereta api yang sedang berbunga sangat lebat. Pohonnya pun besar-besar. Bagus sekali, seperti masuk ke dalam terowongan sakura. Banyak juga orang-orang yang berkerumun di sekitar tempat tersebut. Sebagian besar membawa kamera, beberapa ada yang membawa tripod. Saya pikir kereta akan berhenti, tapi sayangnya segera mempercepat laju nya setelah melewati tampat tersebut. Baru menyadari kalau ternyata belum sampai di stasiun. Sengaja kereta melambat agar para penumpang dapat melihat dan menikmati pemandangan deretan-deretan sakura rimbun tadi. Padalah dalam hati sudah membayangkan akan mengambil gambar di tempat tersebut setelah turun (Belakangan baru tahu ternyata tempat tersebut banyak dijadikan ikon di poster pariwisata Jinhae, sakura di tepi rel dengan kereta berjalan di antaranya).

 ( Rimbunan sakura di tepi rel kerete, sayang cuma bisa memfoto dari dalam kereta )

Selang beberapa saat kemudian, sampailah di stasiun Jinhae yang sebenarnya. Sebuah stasiun yang kecil dan terlihat sederhana. Kami segera turun dan mencari toilet. Tidak lain adalah untuk melanjutkan acara dandan kami yang sempat tertunda. Mbak Vita bilang, jangan khawatir, hampir disetiap tempat-tempat umum di Korea, di toilet nya pasti ada tempat untuk dandan, minimal ada kacanya. Haha... betul juga, karena orang-orang Korea sangat gemar berdandan. Disana sudah penuh dengan para wanita, dan terpaksa harus mengantri. 
( Welcome to Jinhae Yok )

( One of the side from Jinhae )

Sebelumnya kami janjian dengan Mas Noka untuk ketemuan di stasiun Jinhae. Mas Noka, dulunya salah satu mahasiswa Indonesia yang melanjutkan studinya di Korea juga, tapi sekarang sudah bekerja di perusahaan sini. Mas Noka nya telat, jadi meminta kami untuk ke sebuah channel di dekat stasiun dan ketemuan disana. Segeralah kami mencari tempat yang dimaksud (sebelumnya beli waffle dulu untuk mengisi perut). Setelah menemukan, kami cukup dibuat kagum dengan keindahan tempatnya. Sebuah sungai kecil, yang kanan kiri nya dipenuhi sakura, dibangun jembatan dari kayu dan ditepi sungainya tumbuh banyak bunga-bunga yang berwarna kuning. Serta air yang sangat jernih mengalir disungai tersebut. Waaahhhh... What's a beautiful view. Serasa entah pergi ke dunia mana, hehe Lebay!!. Sebuah tempat yang biasanya hanya bisa kami lihat di halaman kalender, si Eka bilang. Segera mengeluarkan kamera pocket masing-masing dan mencari spot-spot yang bagus untuk mengambil foto. Di tempat itu sudah ramai dengan para pengunjung, ada yang datang bersama pasangannya, keluarga dan teman. Laki-laki, perempuan, tua muda, anak-anak. Dan aktivitas yang sama adalah berfoto-foto. Tempat sebagus itu mungkin sangat sayang dilewatkan tanpa berfoto-foto. Haha... saya pikir orang Korea sudah sangat bosan dengan bunga sakura dan tidak tertarik lagi berfoto dengannya, ternyata tidak juga. Apalagi kami, yang sebelumnya tidak pernah menjumpai bunga sakura selama di tanah air. Setelah Mas Noka sampai disana, segera lah kami dengan senang hati jadi objek foto nya... (sssttt... sebenarnya, jadi misi tersembunyi mengajak Mas Noka, dengan kamera DSLR Canon-nya, selain orangnya yang ramah dan baik hati, juga seorang fotografer yang handal, jadi cucok dengan hobi narsis kami... hehe, maaf ya Mas Noka). Beberapa kali orang Korea meminta kami untuk jadi objek foto mereka atau berfoto bersama kami. Haha... mungkin karena kami terlihat asing dan aneh di mata mereka... ckckckck. Di kanan kiri sungai tersebut, yang notabene adalah jalan raya, banyak juga stand-stand makanan didirikan disitu.

( At the channel with cherry blossom beside )

Setelah puas berfoto-foto di channel, tersebut kemudian kami ke tempat festival lainnya. Sebuah temple/pagoda yang berada di atas bukit. Dari jauh pagoda tersebut sudah terlihat beserta dengan ratusan mungkin ribuan anak tangganya. Begitu masuk gerbang, disambut dengan stand-stand makanan yang mengundang selera. Waaawww... ada ojingo (baca = cumi-cumi) ukuran raksasa, haha... lebay mode on. Dan enaknya masuk ke objek wisata tersebut ternyata gratis. Melirik ke samping ternyata ada cable car nya juga untuk sampai ke atas. Langsung terlintas "ke atas naik cable car kayaknya asyik nih, uhuyyy"... Tapi belum sempat tercetus, Mbak Vita sudah bilang "Kita naik ke atas nya jalan kaki saja ya"... Alamat kaki necking cuy. Tapi gpp, itung-itung olahraga... ckckckck. Di tengah-tengah perjalanan, kami beristirahat sebentar di sebuah bangku tepi tangga-tangga tersebut. Sebelah bangku kami, rombongan keluarga Korea, mereka memberi kami biskuit dan meminta biskuit dari kami juga. Ahaayyy, jadi begitu cara orang Korea beramah tamah. Saya pun tak lupa meminta berfoto bersama mereka, dan dengan senang hati mereka berpose bersama kami. Kimchiiiii... ^^.

 ( Year of Step )

Setelah melewati beratus-ratus, bahkan mungkin mencapai ribuan anak tangga, sampai lah kita ke puncak bukit. Masih ada pagoda menjulang di atas kita, kira-kira 13 lantai. Di sekeliling pagoda tersebut juga banyak sakura yang bermekaran. Untuk sampai ke atas pagoda, selain tangga, ada lift-nya juga. Kita pun mengantri bersama orang-orang Korea lainnya. Tiba giliran kami naik, dan sesampainya di atas... waahhh, disambut dengan pemandangan yang luar biasa. Pemandangan kota Jinhae nampak dari atas, kombinasi bunga sakura, rumah-rumah, laut, pantai dan pegunungan. Tak heran jika Jinhae disebut "Gift of Nature". Di satu bagian dari sisi pagoda tersebut, terdapat peringatan untuk tidak mengambil foto dari tempat tersebut. Karena dari situ langsung terlihat pangkalan armada laut Korea. Namun begitu, banyak juga orang-orang yang berfoto di situ. Ah dasar, memang dimana-mana pasti selalu ada "peraturan dibuat memang untuk dilanggar", walaupun kadarnya berbeda-beda disetiap tempat, ckckckck. Kemudian kami turun ke lantai di bawahnya, disitu ada 2 orang cowok yang mengenali kami kami sebagai orang Indonesia. Saya dengar salah satu dari mereka mengatakan, "Indonesia saramiyeyo, Indonesia saramiyeyo" sambil menunjuk-nunjuk ke arah kami. Akhirnya kami pun meminta foto bersama mereka... cheese... Ternyata cowok yang satunya berasal dari Vietnam.

 ( On the top of pagoda )

Puas berada di atas, kami turun dengan anak tangga. Di bawah, ternyata ada mainan holahop dengan ukuran raksasa. Kami tak ketinggalan mencoba-nya. Setelah itu turun dari bukit tersebut, dengan anak tangga pula. Perut langsung keroncongan menunjukkan tanda-tanda harus segera diisi.
 ( hehehe... )

Mas Noka mengajak kami makan disebuah Chineese restaurant, disitu ada menu nasi goreng yang murah dan enak. Hehe, tetep nyari yang murah. Di jalan menuju kesana, ada toko es krim yang lagi diskon, 1000 won dapat 3 es krim. Tak menyia-nyiakan kesempatan, apalagi si Eka yang es cream maniac, dan dapet bonus berfoto bersama ibu-ibu penjualnya.... Klik.... Hahahaha.... Sesampainya di restoran, ternyata tempatnya penuh jadi harus mengantri terlebih dahulu. Tata ruangannya artistik dan elegan, bahkan terkesan mewah. Setelah menunggu sekitar 15an menit, tiba giliran kami dapat tempat. Restoran seperti ini ternyata menyediakan menu yang relatif murah, nasi goreng seafood 6000 won, dan 7000 won untuk nasi goreng shrimp. Selain murah, juga termasuk menu yang "aman", mengingat agak susah mencari makanan yang halal disini. Saya lihat-lihat buku menu, ada minuman secangkir yang harganya 130an ribu won, membayangkan kira-kira seperti apa ya minuman yang seharga 20 porsi nasi goreng kami tersebut. Cckckckck... Setelah pesenan datang, tapi ternyata masih ada juga saus yang mengandung babi di nasi goreng-nya. Untung gak dijadiin satu dengan nasinya, jadi bisa kami pisahin. Dan Mas Noka yang baik hati mentraktir kami shrimp asam manis (saya tidak ingat nama pastinya, yang pasti rasanya ada asam manis, maknyusss banget). Cihuyyy.... Emang top banget Mas yang satu ini, udah nemeni jalan-jalan, jadi fotografer terus nraktir kita makan. Cukup lama kita berada di ruangan restoran tersebut, sekalian sholat disana. Sangat tidak sebanding dengan menu yang kami pesan, dengan antrian para pengunjung di restoran tersebut. Hahaha... biarlah...

( Lunch time )

Setelah selesai makan siang, rencananya kami akan ke tempat rimbunan pohon sakura di tepi rel kereta yang saya sebutkan sebelumnya, ketika kereta melambat. Tapi jam sudah menunjukkan pukul 14.00, kami harus segera kembali karena kereta ke Gyeongsan berangkat pukul 15.00. Mengingat butuh waktu kesananya dan waktu untuk berfoto-foto, jadi tidak cukup untuk itu. Akhirnya kami ke stasiun Jinhae, dan membeli tiket kereta. Tapi sayangnya tiket yang duduk telah habis, jadi tidak kebagian tempat duduk. Langsung terlintas bayangan "mengemper" atau berdiri selama 1,5 jam di kereta, hiks.. hiks... Ya suw lah... Kami berpisah dengan Mas Noka, setelah sempat memberikan jepretan terakhirnya di taman depan stasiun. Sambil menunggu kereta berangkat, kami bermain-main dulu di sekitar stasiun. Masih sempet ke jembatan di atas rel kereta, masih sempet "drama-drama-an" di bawah pohon sakura depan stasiun. Hihihi... Akhirnya, pukul 15.00 kereta kami berangkat. Bener-bener "mengemper" di belakang, dan tertidur. Tapi untunglah, ditengah-tengah perjalanan ada bangku yang kosong karena penumpangnya sudah turun. Jadi kami menempatinya.... Dan kembali lagi tertidur..... Zzzzttttttt..... Bermimpi masih berada di Jinhae di antara rerimbunan sakura.

( Before going home )

Jinhae, Cherry Blossom Festival, Year of Step, Seafood Friedrice... I'll wait for the chance to go there again.

0 comments: