Friday, 9 April 2010

Conference, Then Walking Around The Downtown


Kamis, 8 April 2009

Hari ini kyusenim (baca : professor) menyuruh saya untuk mengikuti Seminar Green Energy di Daegu Exco. Beliau bilang seminar ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan saya, terutama mengenai thin film solar cell. Terpaksa absen dari kelas Korea, padahal hari ini akan di adakan latihan untuk middle test. Pukul 08.30 saya sudah tiba di lab, janjian menunggu teman yang akan berangkat bareng, teman Korea, cowok bernama Dong Jin. Dari rumah ke lab pakai sepatu yang ada hak nya dikit, niatnya pengen sedikit "feminin", ternyata malah menyiksa kaki… T.T. Akhirnya saya tinggalin di lab dan pakai sepatu kets biasa (Syalalala… I dislike wearing high heel). Pukul 08.45 teman saya datang. Kamipun berangkat dengan bus kampus, terlihat ada beberapa siswa yang akan kesana juga. Perjalanan ke Daegu Exco dari Gyeongsan kira-kira sekitar satu jam, pukul 10.00 kami tiba. Sesampainya disana, kami bertemu dengan eks-member lab kami yang sekarang sudah lulus dan bekerja di salah satu display company. Namanya Che Min. Beberapa waktu yang lalu, Dong Jin pernah memperkenalkan saya dengannya lewat telpon, baru sekarang bisa bertemu. Tapi dia nampak terburu-buru dan sibuk, hanya sempat mengucapkan "Nice too meet you", dan saya balas "Mannaso ban-gapsemnida". Hanya bertemu sebentar di escalator, kemudian terus jalan. Sesampainya di atas, disana sudah ada teman satu departemen kami tapi beda lab, namanya Yun Jung. Sambil menunggu seminar dimulai, saya duduk-duduk di stand Yeungnam University.

( International Green Energy Expo Korea 2010 )

Pukul 10.30 seminar dimulai. Saya pakai nama tag nya teman saya yang anak Korea, dia gak ikut seminar. Saya balik namanya, untung gak diperiksa… haha. Aman. Kami pun masuk dan mencari tempat duduk. Di ruang seminar kami bertemu teman satu departemen yang lainnya juga, sebelah lab kami, bernama Dong Kyun. Seminarnya dalam bahasa Korea, alamak mana saya mengerti apa yang dibicarakan. Untung saja ada handout-nya. Minimal ada sedikit gambaran. Akhirnya sampai waktunya makan siang setelah presentasi dari 2 orang, dan keduanya in 한국의… Saya sudah cemas kalau-kalau menu makan siang nya pakai daging babi. Dong Kyun pun memperingatkan saya. Saat makanan dibagikan, untung saja tidak ada daging babi nya. Untuk memastikan Dong Kyun berbaik hati menanyakannya pada panitia. Menu makan siang nya steak, shrimp, udang+macaroni, mushroom soup, sama salad. Tapi ternyata setelah dibuka, balutan tepung itu berisi ayam, jadi saya tidak bisa memakannya. Steak nya bisa saya makan karena menurut DongKyun itu adalah daging sapi impor dari Australia. Dong Jin nambah satu porsi lagi, tidak salah kalau saya panggil dia monster oppa. Hahaha… Setelah menghabiskan makan siang, kami turun ke bawah untuk mengambil jatah kopi di Paris Baqquette. DongKyun menemani saya melihat-lihat pameran. Setelah itu saya mencari tempat untuk sholat. Pukul 13.30 kami kembali ke ruangan, seminar pun telah dimulai. DongKyun memintakan mesin translator untuk saya ke panitia. Dia baru ingat kalau kemaren ada peserta yang minta translator. Coba kalau pakai dari tadi ya, *dalam hati.


( The Exhibition )

Seminar setelah makan siang untungnya dalam bahasa Inggris. Presentator nya ada yang dari Jerman. Kemudian 2 orang Korea yang lainnya juga dalam bahasa Inggris. Kadang pertanyaan yang diajukan dalam bahasa Korea, saya jadi mengerti dengan menggunakan translator tersebut. Bahasa Inggris dari presentator diterjemahkan ke bahasa Korea dan sebaliknya. Giliran teman saya yang pakai translator jika presentasinya bahasa Inggris. Pukul 15.00, seminar break setengah jam. Dong Jin bilang saya ditunggu Che Min di luar. Kami pun segera keluar dan mencarinya. Saya bertemu kembali dengan Che Min dan bisa ngobrol dengannya. Dong Jin bilang sebelumnya kalau Che Min "small, short but handsome". Tapi saya lihat dengan seksama, dia lumayan tinggi walaupun agak sedikit kurus. Saya minta nomer hp nya siapa tahu nanti ada yang perlu saya tanyakan karena menurut Dong Jin, si Che Min ini cukup pintar. Akhirnya dia harus buru-buru pergi juga karena dia berada disana karena tugas kantor dan ada yang harus dikerjakan lagi. Kami pun kembali ke ruang, seminar telah dimulai kembali. Tapi sayang sekali topik mengenai riset saya dalam bahasa Korea dan sudah tidak ada terjemahannya lagi. Saya lihat orang-orang bule yang hadir tadi sudah tidak tampak lagi. Pantesan panitia nya sudah tidak menyediakan translasi lagi. Hiks… hiks… hiks… *menangis Bombay. 

( At conference room )

Akhirnya seminar selesai tepat pukul 17.30. Dong Jin sebelumnya telah bilang ke saya akan mengajak makan topoki habis dari seminar. Dia bilang maaf karena lupa ulang tahun saya kemaren, jadi sebagai gantinya dia akan menraktir saya makan topoki. Haha.. seharusnya saya yang mentraktir dia karena saya yang ulang tahun. Tapi ini kebalikannya. Makasih ya Oppa! Kami bertiga pun ke downtown dengan naik bis umum, saya, Dong Jin dan Yun Jung. Dong Kyun tidak ikut serta, dia sudah pulang duluan, saya lihat dia sudah tidak ada ketika saya keluar dari rest room.

( Yun Jung, Me, Dong Jin )

Sampainya di downtown, Yun Jung mengajak ke warung topoki langganannya. Kami memesan topoki, gorengan dan kimbab. Kami makan dengan lahap sampai tidak ada yang tersisa. Topoki, sejenis makanan dari tepung kemudian dimakan dengan menggunakan saus yang pedas. Sedangkan kimbab sejenis makanan yang terbuat dari nasi, yang didalamnya berisi beraneka ragam sayur dan bumbu-bumbu. Setelah keluar dari warung topoki, Yun Jung menawari saya mau makan es krim atau kue. Saya bilang saya mau makan es krim saja. Kemudian dia mengajak ke toko es krim Baskin Robbins. Saya pilih yang rainbow ice cream karena campuran dari beberapa rasa, pineapple + mango plus satu lagi saya lupa, dan kelihatannya enak (tapi belakangan baru tahu kalau ternyata agak salah pilih, rasanya asam sekali). Es krim yang kami pilih kemudian digabung dalam satu tempat untuk bertiga. Wuihhh, dapetnya segambreng, dalam satu tempat yang besar. Kali ini Yun Jung yang mentraktir kami. Selama menikmati es krim kami mengobrol dan becanda-canda. Terutama Dong Jin jadi bahan olok-olokan kami. Saya panggil dia monster karena badannya yang tinggi dan besar. Tapi dia tidak pernah marah dengan panggilan itu. Karena es krim pilihan saya rasanya asam, saya tidak mau memakannya. Saya minta Dong Jin memakannya dan saya makan es krim pilihannya yang tidak terlalu asam. Dan dia pun dengan ikhlas memakannya, Yun Jung juga. Maaf ya teman-teman. Kalian berdua sungguh baik hati. 

( Topoki, Fried, and Kimbab.... Massisoyo )

Setelah selesai makan es krim, kami jalan-jalan seputar downtown. Rencananya ingin norebangan (karaoke), tapi saya gak bisa nyanyi. Akhirnya kami memutuskan untuk menonton film saja. Tapi sayang sekali, jadwal film nya waktu itu kurang bagus. Rata-rata dimulai pukul 20.30an, sedangkan kami harus pulang sebelum jam 22.00 karena subway terakhir pukul segitu. Untuk menghabiskan waktu kami melanjutkan jalan-jalan seputar downtown, suasana cukup ramai saat waktu itu. Tiba-tiba Yun Jung mengajak untuk masuk ke suatu tempat yang agak tersembunyi. Waktu pertama masuk saya lihat ada banyak kucing beserta kandangnya, meja kursi dan beberapa orang yang duduk di dalamnya. Saya pikir tempat itu adalah pet shop. Setelah bertanya ke Yun Jung, ternyata sebuah Café. Wah, unik juga konsep nya dalam hati saya. Sayang baru pertama masuk, pemilik memperingatkan kami untuk tidak mengambil foto tempat tersebut. Setelah duduk, kami diberi mainan untuk bermain dengan kucing dan buku menu. Saya lihat harganya lumayan mahal, saya pun memesan peach lemon tea. Di café tersebut pengunjung bisa menikmati minuman dan makanan sambil bermain-main dengan kucing. Yun Jung tampak senang sekali bermain dengan kucing. Kucing-kucing disitu lucu-lucu dan sangat jinak. Ada juga desert fox dipelihara dikandang. Saya pun tidak melewatkan kesempatan untuk bermain dengan binatang berbulu tersebut. Kami bertiga tidak melewatkan kesempatan itu. Suasana di café cukup enak dan tenang, membuat kita betah berlama-lama disana. Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 21.30, saatnya untuk pulang. Yun Jung kembali mentraktir dengan tidak mengijinkan kami untuk membayarnya. 

( @ Banwoldang Busway Station )

Akhirnya kami keluar dari café tersebut dan ke Banwoldang subway station. Yun Jun berbeda arah dengan saya dan Dong Jin. Kami akan ke Gyeongsan, sedangkan rumahnya ada di Daegu dekat situ. Kereta ke arah Gyeongsan datang dan kami pun berpisah dengan Yun Jung. Kira-kira 1 jam perjalanan dari stasiun subway Banwoldang sampai di Sawol. Setelah itu nyambung pakai bis umum, tapi saya dan Dong Jin berbeda nomer bis karena beda jurusan. Dong Jin menunggu saya sampai naik bis, dan dia bilang ke sopir bis nya kalau saya turun di halte Tewang, padahal bis nya sudah lewat sampai 2 kali. Takut kalau nanti saya kesasar atau terjadi sesuatu dengan saya soalnya belum bisa berbahasa Korea. Orang-orang pada melihat kearah saya, seperti itu sudah jadi hal yang biasa kalau kami bepergian. Sampai di halte sebuah sekolahan, bis jadi penuh sesak dengan siswa sekolah. Saya heran jam 10.30 baru pulang dari sekolah. Akhirnya sampai di halte Tewang, turun dari bis dan segera pulang ke rumah.
*Merasa beruntung memiliki teman-teman seperti mereka.

0 comments: