Sunday, 18 April 2010

Spring Festival @ YU ( Part 1 )

2010.4.10
Spring festival di Yeungnam University. 

It's so beautiful, cherry blossom is blooming everywhere.

Setiap musim semi, ada spring festival di kampus kami. Biasanya diadakan pada puncak-puncaknya sakura bermekaran. Oiya, maaf lupa, orang Korea tidak mengenal sakura, tapi menyebut bunga cantik yang berwarna putih atau pink ini dengan nama "벚꽃" (bodkod). Festival ini tidak hanya untuk kalangan YU saja, tapi terbuka untuk masyarakat umum. Kampus akan sangat ramai ketika spring festival, dipenuhi dengan orang-orang yang ingin menikmati sakura bermekaran di kampus YU yang lumayan artistik ( membanggakan kampus sendiri... sedikit^^).

( Me and "벚꽃" )

Pukul 11.00, kami keluar dari rumah untuk datang ke spring festival. Sebelumnya, kita sudah janjian kalau akan kesana bersama-sama dengan Indonesian student yang lainnya (terutama para cowok-cowok). Janjian ketemuan di kampus terebih dahulu, baru berangkat ke tempat festival. Sesampainya di lab, mereka ternyata belum ada yang datang. Cukup memaklumi kebiasaan para cowok kalau lagi weekend, selimut lebih menarik dari segalanya (sebenarnya demikian juga dengan saya, tapi kesempatan seperti ini hanya setahun sekali, jadi sayang untuk dilewatkan). Akhirnya saya berangkat duluan sama teman satu rumah, saya memanggilnya Mbak Vita. Kami berangkat cuma berdua. Sepanjang perjalanan, tidak ketinggalan untuk mengambil spot-spot berlatar belakang sakura yang menarik untuk mengambil gambar (baca : berfoto-foto). Tetap kebiasaan narsis ini selalu ada bersama kami jika ada hal-hal yang "interesting" and "looks different" dari Indonesia, terutama saya. Mumpung lagi disini, kapan lagi coba, mana ada sakura di Indonesia (hehe... ngeles.com). Bunga-bunga sakura sedang puncak-puncaknya bermekaran, walaupun beberapa masih ada yang belum. Sangat indah... 

 ( Bodcods are blooming everywhere, it's so beautiful )

Di depan gedung rektorat, terlihat cukup ramai dengan orang-orang. Tapi menurut teman serumah saya, yang notabene adalah senior disitu, festival tahun lalu jauh lebih ramai dari yang sekarang. Ada banyak stand makanan dan mainan anak-anak yang menunggu pembeli untuk menghampiri. Mulai dari makanan wajib di Korea odeng (versi kami), jagung rebus, kue-kue khas Korea, gorengan, arum manis, sejenis serangga yang dimasak (yang ini saya ingin sekali mencicipinya, tapi belum kesampaian), kacang kenari dan masih banyak lagi aneka jajanan lainnya yang saya tidak tahu namanya. Tidak ketinggalan, kami pun membeli sejenis kacang yang besar-besar, dan rasanya mirip dengan ubi (saya tidak tahu namanya kacang apa), 3.000 won satu bungkus, buat berdua. Disana kami bertemu dengan salah seorang profesor kami (yang waktu itu saya tanyain tentang minyak goreng di sebuah minimarket di cerita sebelumnya). Dia sendirian datang ke festival, keluarganya memang tidak berada di Gyeongsan ini sepertinya. Kami pun menyapa beliau, orangnya sangat ramah dan baik. Kami juga menjumpai beberapa kenalan yang datang juga ke festival.  

( Me and Prof. Han )

( Stand-stand di dirikan di sepanjang jalan di depan rektorat )

 ( Bersama Doraemon versi kurus, ckckck )
Di tepi danau dekat rektorat di jadikan panggung kecil festival. Ada beberapa pertunjukkan seperti permainan musik dan dance. Di sana kami bertemu dengan teman satu departemen dari Indonesia juga. Dia terlihat datang sendirian, jadi kami ajak ikut bersama. Namanya Bang Hendrik, jebolan MBA dari USA, tapi kembali lagi ke bidang S1, material. Photo session masih tetap berlanjut. Setelah itu, kami menuju ke "Love Road", jalan setapak di kampus Yeungnam yang kanan kirinya di penuhi dengan bunga sakura. Sesuai namanya, jalanan ini sangat cocok untuk sepasang kekasih yang sedang memadu cinta untuk berjalan menyusurinya hingga ke ujung. Dengan latar belakang sakura bermekaran di kanan kirinya, sangat romantis (hihihihi... bahasanya). 

(Love formation in Love Road, me and Mbak Vita )

 ( The violet flower on the Love Road side )

 ( With Korean children, they want to catch up butterfly )

Ada mitos kalau sepasang kekasih menyusuri "Love Road" dari awal hingga ke ujung, maka hubungan mereka tidak akan putus. Tapi sayang, sakura di kanan kiri nya belom puncak-puncaknya mekar. Jika sudah puncaknya, akan terlihat seperti masuk ke dalam terowongan sakura. Tiba-tiba, teringat seseorang yang berada jauh disana. Seandainya dia ada disini, sekarang. Membayangkan berjalan bersamanya di "Love Road"...


( The myth is the couple won't break up their relationship if they walk along together from the beginning up to the end of "Love Road" )

0 comments: