Monday, 31 May 2010

"Ini Kita"

"If I am not for myself, who will be for me? And if I am only for myself, what am I? Why do sometimes I feel so confuse with what I should do? Even though, I have tried to make my life so easy..."

Lama tidak membuka dan membuat postingan di halaman corat-coretan saya ini. Sebenarnya banyak hal dan unek-unek yang ingin dituliskan, tapi sayangnya waktu tidak bisa berkompromi. Atau mungkin saya-nya yang tidak bisa berkompromi dengan waktu, entahlah yang pasti waktu berjalan begitu cepat disini dan berharap dalam satu hari bukan hanya 24 jam saja,  tapi bisa sampai 26 jam atau bahkan 30 jam. 

Beberapa hal sudah saya alami dan rasakan dalam beberapa waktu terakhir ini. Dari food festival di kampus, pergi ke norebang di kala hujan bareng housemate, gathering bersama para pelajar Indonesia, sampel eksperimen saya yang harganya selangit itu pecah, dikejar-kejar research sampai akhirnya tumbang juga pertahanan tubuh saya, "bleeding out" cuma karena wall facebook dari seseorang, webcam-an sama si dia, makan shushi part I bersambung part II sama teman lab dan profesor saya yang baik hati, jatuh dari tangga sampai kaki keseleo dan akhirnya pergi ke dokter karena bingung nyari tukang urut ada dimana, dan X-Ray pun bertindak, dan yang terakhir didera perasaan bingung dan ada hal yang sedikit mengganjal di hati. Beberapa ada yang cukup membuat lelah, baik fisik mapun non-fisik. Dan yang terakhir itu, saya yakin bahwa beliau sangat memikirkan keadaan saya dan tidak ingin saya terluka untuk kedua kalinya.

Beliau, adalah orang yang sangat saya hormati. Apa yang saya lakukan adalah semata-mata berusaha agar jerih payahnya selama ini untuk saya tidaklah sia-sia. Dan yang kedua, adalah seseorang dimana "tempat nyaman" saya berada disana. Ketika kedua hal ini berbenturan, maka timbullah sesuatu yang mengganjal di hati.

Tapi kembali lagi, saya telah memilih sebuah jalan. Dan saya memilih jalan itu bukan tanpa alasan. Maka, seperti isi dari hidup saya selama ini bahwa segala sesuatu harus diperjuangkan, maka saya putuskan untuk memperjuangkannya. Tanpa mengurangi rasa hormat dan rasa sayang saya untuk beliau. 

Saya ingin memperjuangkan apa yang saya yakini. Jika saya bukan untuk diri saya sendiri, lantas siapa lagi yang akan berbuat untuk saya? Tapi jika saya hanya untuk diri saya sendiri, manusia macam apakah saya ini? 

Ingin bisa menggapai kedua-duanya.

I am for myself and not only for myself....

Dan merasa tidak sendiri di medan ini ketika dia-pun bilang tidak menyerah juga.... 

"Ini kita"...

*) Kita berjuang bersama ya.... :((

 

Tuesday, 18 May 2010

Seandainya....

Seandainya, di dunia ini tidak ada rasa sedih, sakit, marah, kecewa dan sejenisnya, pasti semua orang akan senantiasa merasa bahagia.... Senyum akan selalu mengembang di wajah-wajah mereka. Dan setiap hari akan seperti musim semi yang menebar bunga-bunga keceriaan di sekitar kita...

Heeeyyyyy.... Tapi ini hidup, dua sisi tak pernah lepas mengiringinya... Sedih, sakit, marah, kecewa akan selalu mengiringi sukamu, tawamu, bahagiamu, ceriamu dan senyummu. Bersiaplah, jika suatu saat air matamu berlinang sesaat setelah derai tawa menghiasi wajahmu. Bahkan termasuk orang-orang terdekatmu dan kamu cintailah yang akan menjatuhkannya! Jadi, lebih siaplah! Hidup itu tak selamanya berjalan seperti apa yang kita kehendaki...


Baiklah, saya mengerti...


Note Dari Teman Seperjuangan

          Sebelumnya, Jo, maaf ya, note-nya gue copy paste disini... Sepertinya, kami semua yang ada disini sedang membutuhkan "sesuatu" untuk mengembalikan semangat yang mulai tergerus dengan beban akademis + beban hidup. Setelah melewat hari-hari berat, ujian, presentasi, tugas-tugas, lab meeting, research, pulang larut malam ditambah permasalahan-permasalahan pribadi lainnya. Nampaknya, banyak di antara kami yang sudah mulai merasa lelah, letih, jenuh, pusing... (termasuk juga saya). Ini belum seberapa mungkin dibanding dengan apa yang akan kami hadapi ke depannya.
          Anyway, perjalanan masih panjang dan masih banyak yang harus dikerjakan. Guys, tetap semangat dan yakin kalau kita bisa melalui ini semua dengan baik. Masih ingat khan saat pertama kali kita tiba di Incheon? Semoga kita bisa menghadapi hari-hari berat berikutnya dengan semangat yang sama.... Masih banyak yang perlu kita lakukan untuk senyum kita di masa yang akan datang...


Your smile when we arrived at Incheon International Airport

Short note of this day : NO PAIN!! NO GAIN!!

Suddenly, I remembered about the words which said “Everything that you’ve done now is a critical and big time which is measure yourself. Please, don’t wasting your time. How can you reach your dreams if you only stand at the same place without trying to create something which meant to anyone?”

Regarding on this, now, I am aware about the meaning of eagerness to create something beautiful and meaningful. It's true when people said "fill your life with smile!" But it would be better if you fill your smile with your wholly life. And if your life was meaningless, what would your "smile" said about you?


So without a doubt, the biggest thing that we should do is trying to step forward, collect your achievements, and omit your sadness when you feel loneliness and exhaustion. Last word,,
NO PAIN!! NO GAIN!! (Note by Jordan S. Pardede, untuk kami semua, terima kasih banyak buat note-nya)

Monday, 17 May 2010

고 싶어요 ( GO SIPEOYO ) / INGIN / MAU


Untuk membuat kalimat bentuk ingin dalam bahasa korea caranya gampang,kita tinggal menyisipkan kata 고싶어요 pada kata kerjanya setelah terlebih dahulu menghilangkan bentuk dasar 다 (Da) pada kata kerja tersebut. contohnya :

1.가다 (kada) = Pergi
terlebih dahulu hilangkan bentuk dasar 다 (Da) sehingga menjadi 가 (ka) kemudian sisipkan akhiran 고싶어요 sehingga menjadi 가고싶어요 ( Kago sipeoyo ) yang artinya " Ingin Pergi / Mau pergi "
contoh dalam kalimat

나랑 같이 가고싶어요,,? ( Narang Kachi kago sipeoyo ) artinya " Maukah kamu pergi denganku "

나 /Na ( aku )
랑 /Rang ( dengan )
같이 /kachi (bersama sama)

2. 보다 (Boda) Melihat/Menonton
hilangkan kata dasar 다 (Da) sehingga Menjadi 보 (Bo),kemudian sisipkan kata 고싶어요 (Go Sipeoyo) setelah kata 보 , sehingga menjadi seperti ini 보고싶어요 (Bogosipeoyo) yang artinya Mau Melihat/Ingin Menonton.
contoh dalam kalimat

한국 영화를 보고싶어요 ( Han-Guk Yeonghwareul Bogo Sipeoyo ) artinya Aku Mau Menonton Film/Drama Korea

한국 = Korea
영화 = film / Drama
를 (Reul) Merupakan Predikat Untuk Objek yang berakhiran huruf Vokal,sedangkan yang berakhiran konsonan di gunakan 을 (eul)

Kids, Why Are You Look So Cute?


@ Volk Village, YU

@ Spring Festival, YU

@ Love Road

With Central Library Background, YU

 With Central Library Background, YU (II)

@ Folk Village, YU

@ Love Road, YU

@ Jinhae, Cherry Blossom Festival

Above railroad, @Jinhae

They came to our home...

Sunday, 9 May 2010

- The Yellow Flower -

Spring telah datang di Gyeongsan sejak beberapa waktu yang lalu. Bunga-bunga bermekaran dimana-mana, berwarna-warni, merah, ungu, pink, kuning, biru dsb. It's very nice view. Setelah musim cherry blossom berakhir, saatnya bunga-bunga jenis lainnya bermunculan. Kebetulan di dekat pintu gerbang kampus kami ada hamparan bunga yang berwarna kuning (tapi saya tidak tahu nama bunganya). Saya sebut hamparan karena lumayan luas, membentang dari pintu gerbang kampus hingga ke Art Centre. And you know lah, apa yang terjadi selanjutnya... Para narcisser Gyeongsan beraksi. Hehe... jangan salahkan kami karena orang-orang Korea pun berfoto-foto disana... :D
Berikut ini liputannya... (ckckckck...)...

Eka dan Minh, teman kelas bahasa Korea kami dari Vietnam

Minh, please don't hold me too tight, I can't breathe... :o

Hey, kamuuuuu..... !!!!
Sepertinya saya menemukan sesuatu di sebelah sana...

Kalau foto-foto berikut ini bukan yellow flower yang pasti... Tempat bunga-bunga ini mekar tidak jauh dari kampus kami, College of Engineering...



 Para tukang kebun... haha... :hammer

Selamat Ulang Tahun, Ibu

Bertambah usiamu kini, ibu
Bertambah satu, guratan garis di wajah megahmu
Pundakmu rangka baja
Beribu ton beban kau pikul disana
Namun tetap anggun engkau melangkah
Tanpa pernah tunduk melemah
Tunjukkan pada dunia bahwa kaum hawa bisa juga perkasa...

Ibu, masih ingat dulu
Mutiara yang senantiasa kau bisikkan ke telingaku
Seorang gadis dengan air mata selalu berlinang dipipinya
Sosok kecil yang penuh canggung menatap dunia
Hingga kau sulap aku kini jadi lebih dewasa
Ajariku rupa-rupa makna hidup di kehidupan ini
Dan belajar yang terbaik menyikapinya

Selamat ulang tahun ibu
Semoga Tuhan berkenan memberi segala yang terbaik untukmu...



Teruntuk ibu saya yang berulang tahun pada hari ini, 9 Mei 2010...
Hanya untaian doa yang bisa saya hantarkan untukmu dari negeri seberang ini...

Malarindu

Entah kangen, rindu atau apa lah istilahnya, yang pasti saya sekarang sedang merasa sangat ingin melihat wajahnya, ingin bersama dia, ingin menyaksikan saat dia tersenyum, saat dia berjalan, saat dia bicara dan saat dia makan.

Ah, sindrom malam minggu!! Orang tiba-tiba melankolis dan seperti kembali ke masa-masa muda dulu. Ngomongnya jadi kangen-kangenan, padahal kitanya tidak muda lagi, malah sudah mendekati tua. Ah, biarlah orang tua juga manusia khan? hehehe...

Tak terasa udah hampir dua setengah bulan saya dan dia tidak bertemu (secara langsung). Jadi wajarlah "rasa" itu pasti ada, sering malah (eh, BTW, orangnya baca gak ya, khan jadi malu kalau dia tahu). Kalau tidak ada rasa itu justru dipertanyakan deh, sebenarnya dia manusia apa bukan... hohoho... Disana dia pasti juga sedang terserang "malarindu" juga, terhadap saya tentunya (overPede MODE ON).


Duh, jadi agak lebay gini jadinya. Maaf ya, maklum, sindrom malam minggu...

IMU

Semilir angin malam ini,
Terbangkan anganku padamu,
Inilah rasa, dalam derap waktu yang kian mengejarku...

Kekasih, aku rindu padamu...

Hanya mampu berkata pada hati,
Aku masih ada, aku masih disini,
Dan tak pernah meninggalkanmu...

Tunggulah aku hingga tiba saatnya waktu itu...

Saturday, 8 May 2010

Presentasi Yang Gagal


Hari Jumat kemaren, adalah giliran saya untuk maju presentasi. mata kuliah Seminar. Ini adalah presentasi pertama saya di depan banyak orang ketika kuliah disini, selain presentasi setiap minggu ketika lab meeting, tetapi itu hanya di depan teman-teman lab dan profesor saya saja. Malam harinya, tidak banyak waktu untuk prepare karena ada kuliah sampai jam 21.00 dan harus menyiapkan slide serta mengolah data dengan software Origin yang notabene baru saya pelajari untuk lab meeting hari itu juga. Jadinya saya putuskan untuk presentasi nanti membaca catatan saja. Saya hanya membuat slide dan catatan-catatan kecil yang besok harinya akan saya baca. Hari itu ada tiga orang yang maju presentasi seminar. Dan saya orang yang ketiga maju presentasi.

Tiba maju ke depan, saya sangat nervous. Padahal kalau lab meeting, saya bisa merasa sangat santai. Dari awal sudah nervous, dan saya tidak bisa mengatasinya, sangat terlihat dari suara saya yang bergetar. Dan parahnya lagi, saya tidak bisa membaca catatan-catatan yang telah saya buat karena terlalu kecil.  Kepala saya tiba-tiba jadi blank dan panik. Oh my God, help me please, bisik saya dalam hati. Podium untuk menaruh kertas catatannya terlalu jauh menurut pandangan mata saya, sehingga tulisannya tidak terlihat. Akhirnya, ngemeng tidak karu-karuan, dengan bahasa Inggris yang tidak kalah karu-karuan juga. Saya percepat saja presentasi dengan banyak bagian yang saya skip. Akhirnya selesai juga. Tapi sayangnya, belum benar-benar selesai. Profesor Han selaku dosen penanggung jawab masih mengajukan beberapa pertanyaan. Memberi masukan dan sedikit "mencecar". Duuhhh...
Bagaimanapun hasilnya, sekarang saya merasa lega... Alhamdulillah, satu beban presentasi telah terlewati. Bersiap-siap untuk "pertempuran" selanjutnya, presentasi mata kuliah "Amorphous" hari Rabu nanti. Lain kali saya akan menulis catatan dalam ukuran yang besar-besar, sehingga mata saya ini bisa melihatnya.... Wish me luck ya!! Kamsahamnida...

Field Trip To RIST

It was about one week ago, we had trip to RIST in Pohang. RIST stands for Research Institute of Industrial Science & Technology, the big practical research institute in Korea founded in 1987. As I know, it was entirely owned by POSCO Corp., the world leading steel company. This trip was in framework as a assigment for Energy Material course work. So, we should make report thereafter. Oh, it was a part that unpleasant, i hate making the report. Suppose that the trip is only walking around, so it would be more and more pleasure. Hehe... But, I have finished my field trip report on this Thursday and submitted it.Yippie....

Our Energy Material lecturer, Professor Han, have announced about this trip one month before. He told that we would visit Fuel Cell Center and PAL (Pohang Accelerator Laboratory). But, on that day we went to trip, visiting PAL was cancelled and changed with ACN (Applied Carbon Nano Technology). Because he told us to compare PAL and ALS (The Advanced Light Source) in Barkeley, USA, also give us website address, from site I knew that PAL was a light source plant. 

We left School of Material Science and Engineering and went to Pohang at around 12.15 p.m by campuss bus provided. Beside graduate students who joined this course work, there were also undergradute students taking part on field trip. We had lunch on the bus with famous Korean cuisine, kimbap. We were forbidden to eat pork, so graduate student who be responsible for lunch gave us (moslem Indonesia student) kimbap with no pork. It took about one hour thirthy minute to get there.  Finally, at around 1.30 p.m we arrived there. RIST area was very large with Before we could enter the plant, we should wait first near security post, so we used the time for praying. Previously, we would pray on grass, but the security officer was be kind enough to give his room inside for praying. In Korea, we usually pray at everywhere that appropiate, because no mosque here and it's no problem. Other people wouldn't take care with what we do. We could pray at restaurant as we did when visiting Jinhae, at subway terminal, shopping centre etc.

The first place for visiting was Fuel Cell Center. We were noticed by Professor Han before we couldn't take the picture inside from that place, both in Fuel Cell Center or Applied Carbon Nano Technology. From Fuel Cell Center, we got a lot of information about fuel cell and could saw directly fuel cell fabrication and materials used. Previously, we only got theory about fuel cell, but now, we knew it in practically. Fuel Cell Center officer brough us to look for the plant they have and explained everything about it. From display which layed their product and material used, fuel cell processing plant from ball miling plant until testing plant. They also cooperated with another research institute around the world. Fuel Cell center is making the effort to achieve a world level technology in localizing, commercializing and distribution of fuel cell. They focused their research on large capacity of fuel cell, that is MCFC (Molten Carbonate Fuel Cell) and SOFC (Solid Oxide Fuel Cell). Now, they have completed technology development and commercialization on MCFC, and currently they were conducting research development for SOFC, which are expected as next generation fuel cell technology.

After we have completed looking for all of Fuel Cell Center plant, we should move on to next destination, Applied Carbon Nano Technology (ACN). From FCC, we got a nice metal key hanger with RIST lettering on backside. ACN Corp., a Korean company which are specialized in the manufacture and sale of a wide range of carbon nanotubes and their applied products, such as metal/polymer/ceramic carbon nanotubes composite and carbon nanopaste. ACN was also located on RIST area. It's a small factory, but used high technology and high omset I think. They produced both Single Wall and Multiple Wall Carbon Nanotubes. I heard from its CEO explanation, the price for 1 gram of Single Wall Carbon was 1200 USD. What a fantastic price. I couldn't imagine how much dollar they could get if they produced 1 ton of SWCNT. But, it wasn't easy anymore to produce it. It had low speed production, so its price could be like that. We only got explanation in the office and were showed their products, not allowed to walk around to observe their factory because it was big secret I think. The officer and CEO were very kindly. They Unfortunately, at beginning, they explained in Korean, so I and another Indonesian couldn't understand. But, we could ask everything with English afterends. We didn't waste this chance, we asked everything related to CNT and they answered with pleasured.


We took the picture together before going home

After 1 hour approximately we have been in ACN Corp., it was time for going back to Gyeongsan. Before going home, we took the picture together with ACN officers and CEO in front of the plant. When on the bus, almost of students were slept. Might be they're very tired after had a trip in two places. We arrived at Gyeongsan around 6 p.m. We had dinner together in Seafood restaurant near the campuss. Fish soup served was very delicious... Cham massissoyo...!!!

The End

Friday, 7 May 2010

"No Pain, No Gain"

Saya percaya bahwa tidak ada hasil yang "baik" tanpa pengorbanan yang cukup di dalamnya dan hasil yang kita peroleh nantinya akan sebanding dengan usaha yang kita lakukan.

"No pain, no gain." And I know that it's true.

Saya harus bekerja keras untuk apa yang saya inginkan dan bertanggung jawab atas keputusan itu. Saya sedang sangat mengantuk, jadi tiba-tiba menulis seperti ini (lantas hubungannya apa coba?). OK... OK... (menyontek kata-kata saktinya teman satu lab), saya coba menghubungkan rasa kantuk itu dengan "no pain, no gain," terdengar klasik dan klise tapi sayangnya memang benar begitu adanya. Beberapa hari ini saya kurang tidur, karena sesuatu hal yang menyebabkan harus pulang menjelang pagi. Semalam pulang pukul 02.30 karena mempersiapkan data buat lab meeting hari ini dan presentasi mata kuliah Seminar, kemarennya lagi pulang pukul 04.00 karena mengerjakan eksperimen, dan malam-malam sebelumnya entah pulang dan tidur jam berapa. Ditambah hari ini, jadwal akademik lumayan padat, hampir tidak ada jeda dari pagi  hingga sore (ada tugas mata kuliah Energy Materials, maju presentasi untuk mata kuliah Seminar dan presentasi untuk lab meeting). Seharusnya sampai malam masih ada kuliah, tapi serasa dihujani setumpuk permen lollipop, ketika ada yang memberitahu kalau kuliah dibatalkan. It's a good news, setidaknya saya tidak perlu membayangkan sedang berada di kelas dengan terkantuk-kantuk dan dalam kondisi setengah tidur seperti sebelum-sebelumnya. Alhasil dari jam tidur yang terpangkas tadi (sebenarnya jam tidurnya pun tidak cukup banyak), serasa ada setumpuk batu yang mengganjal di pelupuk mata dan kunang-kunang beterbangan di sekitar kepala saya (entah benar atau bukan, ingin bilang kepala pusing dengan terminologi serangga yang bisa menyala tersebut). Yang pasti kepala saya terasa berat, mata pedih dan merah, indikasi saya mengantuk berat. Seharusnya tidak akan masalah karena dulu pun saya memang sering begadang, bahkan bisa tidak tidur sampai pagi. Tapi menjadi masalah ketika dari pagi hingga malam saya harus "bekerja" di lab, jadi tidak ada waktu untuk "membayar" di siang harinya. 


No pain, no gain... and I should work hard for what I want and be responsible for my decision. Saya harus siap dengan segala konsekuensi dari keputusan saya datang kesini, dan harus siap bekerja keras. Ini adalah jalan menuju impian-impian itu, harus berjuang untuknya. Sepertinya tidak akan mudah, tapi saya rasa tidak akan sulit jika mau berusaha, apalagi dengan dukungan dari orang-orang di sekitar saya. I hope...

Dan hari ini Profesor saya bilang kalau bulan depan paper harus sudah jadi untuk ikut serta dalam seminar tentang elektronik material. Terbayang, ke depannya akan sering banyak kunang-kunang beterbangan mengelilingi kepala saya. Semoga kelak bisa mengantarkan saya jadi seindah cahayanya... Amien...

Tuesday, 4 May 2010

Ketika Malam Menyadarkan Saya

"Orang seperti kita, kalau tidak punya mimpi maka akan mati" -Andrea Hirata-

Masih segar dalam ingatan saya, kata-kata "sakti" yang tertuang dalam salah satu buku favorit saya, tidak lain adalah Tetralogi Laskar Pelangi. Sebuah novel cantik, yang didalamnya sarat akan motivasi dan pelajaran hidup (*terutama bagi saya). Berkisah tentang kegigihan anak manusia disebuah perkampungan di Pulau Belitong, melawan "keterbatasan" yang bernama keterbelakangan. Namun begitu mereka tetap memiliki semangat dan mimpi-mimpi yang tinggi. Hingga dua orang dari mereka, yaitu Arai dan Ikal, akhirnya bisa menggapai apa yang telah mereka gantungkan di langit tinggi sana, yaitu melanjutkan kuliah di Universitas Sorbone-Perancis dengan beasiswa dari Uni Eropa. Bahkan si Ikal, yang tidak lain adalah sosok si penulis novel sendiri, bisa memperoleh prestasi tertinggi. Suatu hal yang luar biasa bukan? Bukan suatu jalan yang mudah untuk menggapainya, begitu banyak karang-karang kehidupan yang harus mereka hadapi,  salah satu contohnya menjadi kuli "ngambat" waktu duduk di bangku sekolah. Tapi dengan semangat yang luar biasa, mereka mampu mengubah karang-karang tersebut menjadi batu pijakan untuk melangkah lebih tinggi. Keterbatasan dan keterbelakangan tidak membuat mereka lantas "tidak berani bermimpi", justru sebaliknya.

"Saya salut dengan mereka... Dengan para pejuang mimpi, bagi mereka yang berani bermimpi dan berusaha sekuat tenaga mewujudkannya..."

Terkadang saya malu dengan diri saya sendiri, pun begitu saya jauh lebih beruntung dibanding mereka, tapi kadang saya justru "menyia-nyiakan" keberuntungan itu. Bermalas-malasan, kurang belajar dengan maksimal, membuang-buang waktu untuk hal-hal yang tidak produktif, dan sebagainya, dan sebagainya. Saya tidak perlu bekerja terlampau "amat" keras demi sekolah saya, tidak perlu menjadi kuli "ngambat" seperti si Arai dan Ikal. Cukup hanya jadi guru les privat bagi murid-murid saya, dengan sedikit pengorbanan pulang larut malam dan harus merelakan waktu dimana teman-teman bisa menikmati waktu-waktu senggang mereka, sedangkan saya harus bekerja. Berbagai macam fasilitas sebagian besar telah terpenuhi hingga tak perlu susah-susah memikirkannya. Sungguh saya merasa sangat beruntung. Tapi di lain pihak justru akan merasa sangat malu jika terlena dengan keberuntungan itu sendiri. Apalagi disaat-saat seperti ini, kala semangat saya menurun, tak tahu entah kenapa. 

Walau bagai manapun, apa yang telah saya raih dan capai selama ini (biar masih belum seberapa), sedikit banyak adalah karena keberanian saya untuk bermimpi. Saya percaya mimpi-mimpi itu punya kekuatan bagi orang yang benar-benar ingin mewujudkannya. Dan hal terbukti ada benarnya... Setidaknya itu terjadi di kehidupan saya... Akankah saya yang berkhianat pada impian itu sendiri, ataukah akan tetap setia terhadapnya? Sungguh, saya ingin sekali terus menggenggamnya... tapi terkadang isi otak saya terlampau bebal hingga kadang sering mengesampingkannya...