Monday, 31 May 2010

"Ini Kita"

"If I am not for myself, who will be for me? And if I am only for myself, what am I? Why do sometimes I feel so confuse with what I should do? Even though, I have tried to make my life so easy..."

Lama tidak membuka dan membuat postingan di halaman corat-coretan saya ini. Sebenarnya banyak hal dan unek-unek yang ingin dituliskan, tapi sayangnya waktu tidak bisa berkompromi. Atau mungkin saya-nya yang tidak bisa berkompromi dengan waktu, entahlah yang pasti waktu berjalan begitu cepat disini dan berharap dalam satu hari bukan hanya 24 jam saja,  tapi bisa sampai 26 jam atau bahkan 30 jam. 

Beberapa hal sudah saya alami dan rasakan dalam beberapa waktu terakhir ini. Dari food festival di kampus, pergi ke norebang di kala hujan bareng housemate, gathering bersama para pelajar Indonesia, sampel eksperimen saya yang harganya selangit itu pecah, dikejar-kejar research sampai akhirnya tumbang juga pertahanan tubuh saya, "bleeding out" cuma karena wall facebook dari seseorang, webcam-an sama si dia, makan shushi part I bersambung part II sama teman lab dan profesor saya yang baik hati, jatuh dari tangga sampai kaki keseleo dan akhirnya pergi ke dokter karena bingung nyari tukang urut ada dimana, dan X-Ray pun bertindak, dan yang terakhir didera perasaan bingung dan ada hal yang sedikit mengganjal di hati. Beberapa ada yang cukup membuat lelah, baik fisik mapun non-fisik. Dan yang terakhir itu, saya yakin bahwa beliau sangat memikirkan keadaan saya dan tidak ingin saya terluka untuk kedua kalinya.

Beliau, adalah orang yang sangat saya hormati. Apa yang saya lakukan adalah semata-mata berusaha agar jerih payahnya selama ini untuk saya tidaklah sia-sia. Dan yang kedua, adalah seseorang dimana "tempat nyaman" saya berada disana. Ketika kedua hal ini berbenturan, maka timbullah sesuatu yang mengganjal di hati.

Tapi kembali lagi, saya telah memilih sebuah jalan. Dan saya memilih jalan itu bukan tanpa alasan. Maka, seperti isi dari hidup saya selama ini bahwa segala sesuatu harus diperjuangkan, maka saya putuskan untuk memperjuangkannya. Tanpa mengurangi rasa hormat dan rasa sayang saya untuk beliau. 

Saya ingin memperjuangkan apa yang saya yakini. Jika saya bukan untuk diri saya sendiri, lantas siapa lagi yang akan berbuat untuk saya? Tapi jika saya hanya untuk diri saya sendiri, manusia macam apakah saya ini? 

Ingin bisa menggapai kedua-duanya.

I am for myself and not only for myself....

Dan merasa tidak sendiri di medan ini ketika dia-pun bilang tidak menyerah juga.... 

"Ini kita"...

*) Kita berjuang bersama ya.... :((