Friday, 11 June 2010

Hwaiting, Monster Oppa...

Tidak menyangka, saya menyaksikan matanya berkaca-kaca... Dia sedang sedih dan kelelahan. Sesosok tegap dan besar dengan tawa ceria yang selalu menghiasi wajahnya. Hari ini, semua itu seperti hilang dari dirinya. 
"I'm drinking" celetuknya.
Membuat saya mengerti kenapa dia dengan jujur dan leluasa mengungkapkan beban yang ditanggungnya selama ini. Tentang ketakutannya, tentang sedikit kecewaannya terhadap adat di negerinya, tentang orang-orang yang tidak mau mengerti keadaannya.

Dalam hati, "Maafkan saya karena tidak bisa banyak membantu. Justru lebih banyak merepotkan." Saya jadi ikut sedih.

Saya hanya bisa mendengar. Untuk menghiburnya, saya bilang kalau semua orang pasti punya kelemahan dan kemampuan seseorang pasti ada batasnya. Just do your best!

"Thank you..." 

Matanya semakin merah... dan saya suruh dia segera pulang.
"You should go home now. You look very tired and sleepy!"

Dia langsung mengiyakan "네"

"Hwaiting, Monster Oppa".
Dukungan terakhir dari saya sebelum akhirnya badan gempalnya itu menghilang dibalik pintu....

0 comments: