Tuesday, 6 July 2010

Terima Kasih Malam

Entah kenapa,
Kini aku lebih mencintai malam...
Dan pagi pun,
Jadi seringai yang aku benci...
Kelip lampu-lampu di remang itu,
Serasa lebih indah di mataku...
Saat ini...
Pengganti bintang milikmu di ujung langit sana
Yang entah, telah tergadai setianya...

Dalam malam, kurasakan luka-luka itu...
Kembali menganga... 
Luka karena kau pernah mengucap kata cinta...
Di telingaku....

Dan keping-keping kenangan...
Yang di sudut nyaman sana ku coba simpan...
Menjelma menjadi sebilah belati...
Menyayat daging ditubuhku...
Yang mereka sebut itu hati...
Mengirisnya tipis-tipis....
Tipis-tipis dan kian menipis...
Hingga kini tak kutemukan lagi,
Alasan untuk memecah tangis


Terima kasih untuk malam...
Dan atas segenap luka yang kau ajarkan...


Gyeongsan, Korea Selatan, Juli 2010 
~ETML~

0 comments: