Friday, 6 August 2010

Seseorang dari Masa Lalu

         Dia bilang merindukanku... Sangat merindukanku, tegasnya. Seseorang dari masa yang sangat lampau. Aku melangit, namun tak lebih hanya hitungan sepersekian detik. Kemudian segera tersadar bahwa perasaan rindunya padaku tak berarti apa-apa, sekedar rasa, atau bahkan mungkin hanya sekedar kata, bagiku. Segera aku membumi dan kembali menyatu dengan kenyataan-kenyataan yang ada di dalamnya, dia bukan lagi seorang yang setia menungguku di depan kelas sampai aku selesai ujian, dengan senyum khasnya yang dulu selalu aku rindukan, dia bukan lagi seseorang yang sangat peduli padaku kala itu. Sama sekali bukan.... 

          Dia telah berada di dunia yang baru dan aku sudah tak mengenalinya lagi. Sudah sangat lama... Pun, telah ada seseorang di sampingnya. Dan di dalam sudut-sudut hatiku, tak ada namanya lagi, bahkan bekasnya pun telah tersapu waktu hingga habis. Dahulu, aku berjanji pada diriku sendiri untuk melupakannya setelah 'ketidakadilan' yang ia lakukan padaku. Dengan tertatih dan susah payah, akhirnya hati mulai tertata dengan rapi. Walaupun menyita banyak waktu dan menguras tenagaku. Sebelumnya aku tak membayangkan jika sesulit itu melupakan 'rasa' terhadap seseorang. Aku tahu, mungkin karena dialah 'rasa' pertama-ku tertuju. Entahlah, atau ada sebab yang lainnya. Dan yang pasti aku ketahui, sekarang dan saat ini, dia hanya tinggal sebuah nisan kenangan di atas pusara hati.

        Akhirnya waktulah yang menjawab semuanya kala itu... Mengembalikanku ke titik nol akan dirinya. Dan benar adanya jika ada pepatah yang mengatakan bahwa waktu adalah penyembuh. Benar-benar sembuh...

Sudahlah...
Segala sesuatu terus berubah dan begitupun dengan kita...
Kita hanyalah tinggal lembar-lembar kenangan. Jangan menganggap masih seperti yang dulu karena waktu terus melaju bersama segenap perubahan di dalamnya.... Tak perlu seolah-olah menyesal atas semuanya. Dan seolah-olah kau masih mengharapkanku. Tak perlu, karena sama sekali tak ada gunanya....
Berbahagialah dengan kehidupanmu yang sekarang...

Kau telah membingungkanku dengan seolah-olah aku masih berada di sudut hatimu, padahal jelas-jelas kau sudah resmi menyandingnya....
  
Bagaimana bisa?

Dan saat kau hadir setelah sekian lama menghilang dan tak sedikitpun peduli padaku...

Apa sebenarnya yang ada disudut pikiranmu?

Entahlah....



Gyeongsan, Agustus 2010




0 comments: