Thursday, 23 September 2010

Resident Evil : Afterlife 3D

Menutup acara liburan Chusok dengan "nonton" *sedih sekali saya karena sebentar lagi berarti kembali ke realita, bersibuk ria dengan sputtering, corning glass, ceramic target dan kawan-kawannya*
Kali ini nonton nya di bioskop dong, namanya Cinus, nonton yang 3D pula, film Resident Evil : Afterlife. Harga tiketnya 13 ribu won, satu setengah kali lipat dari tiket biasa yang cuma 8 ribu won (1 won = sekitar 8 rupiahan keknya, so kalo mau tau berapa rupiah harga tiket bioskop di Korea, silahkan kalikan angka di atas dengan 8). Kalau mau nonton dengan harga lebih murah lagi, bisa nonton film yang diputar jam 8 pagi, harga tiketnya 5 ribu won  saja (murah khan, goceng gitu lhoh...:P).  
*Rule disini, jangan pernah meng-convert ke rupiah kalo gak mau sakit hati...:D. Makanya saya gak mau meng-convert-nya ke dalam rupiah*

Resident Evil Afterlife 3D version, menurut saya lumayan keren. Efeknya mantab, seperti kelihatan bener-bener nyata di depan mata kita, dan efek 3D nya terasa lebih dekat gitu kalo dibandingin sama 3D di Indonesia (entahlah, atau mungkin cuma perasaan saya saja). Terutama  ketika adegan pertempuran, khan banyak tuh puing-puing pada beterbangan. Nah, terasa banget tuh puing-puing kayak bener-bener hampir mengenai kita. Pasti semua sudah tahu lah ya gimana efek 3D itu. Saya gak perlu banyak cincong kek nya daripada kelihatan sotoy marotoy... Mending meripiu isi pilem nya aja deh... ;))

Lanjutan dari Resident Evil:Extinction, film ini dimulai dari usaha kloningannya Alice membunuh Albert Wesker di markasnya yang berada di Jepang. Usaha ini tidak berhasil dan seluruh kloningan terbunuh karena ledakan dan Wesker berhasil menyelamatkan diri dengan menggunakan sebuah pesawat. Si Alice yang asli tiba-tiba berada di dalam pesawat tersebut dan berusaha sekali lagi untuk membunuh si Wesker. Dan gagal untuk kedua kalinya, bahkan si Wesker berhasil menyuntikkan serum ke tubuh Alice sehingga menjadikannya manusia kembali serta kehilangan kekuatan super powernya. Tapi beruntung si Alice masih bisa selamat. Enam bulan kemudian, Alice ke Alaska mengikuti suara siaran darurat dari sebuah tim penyelamat yang bernama Arcadia. Setelah melakukan pencarian berbulan-bulan, usahanya sia-sia karena tak menemukan satupun orang yang selamat, Alice pun putus harapan. Sampai akhirnya dia menemukan pesawat Claire di sebuah pantai. Tiba-tiba Claire muncul dan berusaha untuk menyerangnya. Claire kehilangan ingatannya dan berada dalam pengaruh Umbrella Corporation dibawah perangkat berbentuk laba-laba yang dipasangkan di dadanya. Alice membuang perangkat tersebut dan berusaha mengembalikan ingatan Claire.

Setelah itu Alice membawa Claire dengan sebuah pesawat terbang menuju ke Los Angeles. Seluruh kota telah hancur dan seluruh penduduknya telah berubah menjadi zombie. Namun, mereka masih menemukan sekelompok orang yang masih hidup di atas sebuah bangunan tinggi dan berkeamanan ketat. Alice mendaratkan pesawatnya di atap bangunan tersebut. Salah seorang yang selamat tersebut menunjukkan letak Arcadia, sebuah kapal tangker cargo yang sedang berada di laut tak jauh dari tempat mereka berada. Akan tetapi berhubung pesawat yang dibawa Alice hanya muat untuk 2 orang, mereka berusaha mencari jalan lain untuk mencapai Arcadia bersama-sama. Di tempat tersebut, ada juga seorang menjadi tahanan bernama Chris, yang ternyata adalah kakak si Claire. Namun Claire tak bisa mengingat walaupun Chris telah bilang kalau dia kakaknya. Chris tahu cara untuk mencapai Arcadia. Para zombie mulai menggali tanah dan memasuki tempat persembunyian mereka. Sehingga Alice membebaskan Chris untuk menunjukkan jalan menuju Arcadia. Ada 2 cara yang ada yaitu dengan sebuah tank militer yang ada di sebuah ruangan di tempat tersebut atau melalui saluran bawah tanah. Setelah diperiksa, ternyata tank tersebut tidak berfungsi dan akhirnya tak ada jalan lagi selain melalui saluran bawah tanah. Dan dalam usaha penyelamatan mereka, hanya tersisa Alice, Claire dan Chris yang berhasil selamat dari beberapa orang yang ada. Yang lainnya terbunuh oleh para zombie ganas.

Mereka berhasil mencapai kapal Arcadia, namun akhirnya mereka meyadari bahwa kapal itu adalah sebuah jebakan dari Umbrella Corporation bagi para calon korban untuk kemudian mereka jadikan bahan percobaan. Tiba-tiba Alice teringat apa yang telah terjadi terhadap rombongannya ketika di Alaska, orang-orang dari Umbrella Corporation telah menyergap anggota rombongannya, kemudian memasang perangkat yang menyerupai laba-laba di dadanya namun dia berhasil menyelamatkan diri. Di dalam kapal tersebut banyak terdapat survivor yang akan dijadikan bahan percobaan, kemudian mereka melepaskan para survivor tersebut, di antaranya ada K-Mart, teman si Alice. Alice terus menyusuri ke bagian dalam dari kapal tersebut dan dia menemukan Wesker berada disana. Wesker yang sekarang menjadi lebih kuat dan memiliki kemampuan yang lebih super karena bermutasi oleh adanya T-virus, namun kemampuan ini lebih sulit untuk dikontrol. Sehingga dia membutuhkan Alice untuk asimilasi, dan jika berhasil dia akan menjadi penguasa penuh atas T-virus.

Alice, Claire dan Chris berusaha membunuh Wesker. Mereka telah menembak Wesker berkali-kali hingga  mereka sangka telah mati. Tapi ternyata Wesker berhasil beregenerasi dan melarikan diri dengan sebuah helikopter. Dia mengaktifkan bom penghancur di kapal Arcadia, namun ternyata Alice telah memindahkan bom tersebut di helikopter yang ia bawa. Akhirnya meledaklah helikopter tersebut yang disaksikan mereka bertiga dari atas deck. Namun mereka bertiga tidak menyadari adanya sosok orang yang terjun payung dari ledakan helikopter tersebut... *The End*

Penasaran khan pengen nonton filmnya? Makanya buruan nonton di bioskop-bioskop terdekat... *promosi MODE ON*;))

 Ini Cinus Gyeongsan, bioskop tempat nontonnya

Ini tiketnya, kelihatan khan tulisannya "Rejidonte Ipel"?

 Ini pintu masuk teater sama penjaga pintunya

Ini peserta nontonnya

Ini di depan Cinus, bagus khan? 

Dan ini adalah yang punya blog mejeng di depan Cinus, hehe...


0 comments: