Thursday, 23 September 2010

Senja


Senja, semburatmu tadi seperti sampaikan arti...
Di balik gumpalan putih itu, samar seuntai senyum...
Tipis namun mengiris...
Angin menerpa seakan hendak berkata...
Bisikkan siratan makna yang sempat terbaca...
Dan sayup terdengar,
"Tiap langkah ini adalah jeritan jiwa..."


Gyeongsan, September 2010

2 comments:

havban said...

...

kesunyian malam melahap semua tumpahan air mata

hati ini terus berkata, sampai kapan?
maju dunk.. jangan cuma berkelakar
padahal pundak sudah penuh dengan bekas cakar

...

aku ingin maju, tapi tanpa seorang pun perlu tahu.
aku hanya ingin maju, agar tak terlindas gerudu

Idham 다미시 said...

Prok... prok... prok... *tepuk tangan*
Coming soon ya Feb balasannya...
Lagi mikir nih gue... :D