Saturday, 30 October 2010



So sad...
My tears were suddenly dropped out after looked at this picture...
God, please bless us all...
Let's pray for Indonesia...

Selamat Datang (Winter)

It's already winter...
Suhu semakin hari semakin turun... It's hurted cool...
Saya putuskan untuk pakai sepatu boot malam ini...  Baju 3 lapis, coat dan sarung tangan...
Saya harus ke lab nyelesaiin kerjaan semalem...
Heater saya nyalain juga di lab, dan saya taruh sedekat mungkin dengan kursi saya...
Masih tetap dingin...
Dan menggigil...
I hate it...

Iseng-iseng bandingin di Jakarta (dari Yahoo Weather) :


Gyeongsan, 30 October 2010

Catering Rodembil 203



Suatu hari...
Pertamanya, Mr. Ma bertanya pada Edit (teman satu lab yang sama-sama dari Indonesia). Mr. Ma adalah teman Korea yang satu lab dengan saya juga.

Mr. Ma : "Edit, how do you prepare your food? Are you cooking?"

Si Edit ini tiap hari bawa lunch box ke lab. Saya sebenarnya tiap hari bawa lunch box juga ke lab. Tapi akhir-akhir ini saya sedang malas makan aja, jadinya makan siang sebelum berangkat ke lab dan makan malam setelah pulang dari lab.

Edit : "Someone who is one of doctor degree's wife in another department serves for me. And I pay for it."

Si Edit ini bersama teman-temannya yang lain, dimasakin oleh Mbak Laeli, istri dari salah satu student S3 Yeungnam. Dia tinggal bayar sejumlah uang dan mengambil makanannya tiap jam makan siang. Kami menyebutnya dengan istilah catering. Masalahnya kita, umat muslim yang ada disini tidak bisa sembarangan makan, jadinya cara terbaik adalah masak sendiri atau dimasakin.

Mr. Ma : "I think you are cooking by yourself. And how about you, Idham?"

Me : "I prepare it by myself. I'm cooking and also for my other friends. I'm preparing food for 6 persons."

Saya dan teman rumah yang lain juga buka catering. Maksudnya masakin buat teman lain, yang adalah para cowok. Ada 3 orang temen cowok ikut catering bersama kami ditambah anggota rumah kami yang sekarang tinggal 3, dulunya ada 5. Kami masaknya bergantian tiap minggu. Kasihan mengingat mereka adalah cowok-cowok. Maka ditengah kesibukan belajar dan research, kami menyempatkan diri untuk memasak dalam jumlah lumayan banyak dengan niat membantu teman-teman kami itu. Semoga dimudahkan., Amien... Terkadang kami memasak juga jika ada acara kumpul-kumpul bareng. Sebagai becandaan, kami menyebutnya Catering Rodembil 203, diambil dari nama building rumah kami. Kadang-kadang jadi bahan becandaan orang-orang sama kami, "Wah, ntar kalau pulang ke Indonesia, bisa-bisa pada buka catering ya"... Dan kami cuma tertawa mendengarnya...

Mr. Ma : "Whaaa... Really? You know, in Korea, if a girl can prepare food by herself, it means that she has been ready to get married."

Me : just smiling... happy    *rada miris
(Dalam hati, siap sih siap Mister, masalahnya siapa yang mau diajak nikah! broken heart)

Jadi, untuk bisa menikah, bukalah catering terlebih dahulu jika Anda seorang cewek!! hehe...big grin

You Shall Have Your Religion

Saya pulang cepet malam ini, habis selesai kelas Surface Treatment sekitar pukul 20.30 saya langsung pulang. Saya kedinginan di lab jadi saya putuskan untuk pulang lebih cepet dan belajar di rumah. Besok ada ujian Bahasa Korea dan lab meeting, Prof. minta abstract buat attend seminar (di Jeju) lagi. Saya belum bikin padahal... Ah, baru aja pulang dari conference, belum sempat bernafas... But, it's okay. Terima kasih atas kepercayaannya pada saya, Prof.

Nyampe rumah, tidak ada orang, baru saya saja yang pulang. Akhirnya makan dulu, abis itu nge-search River Flows in You nya Yiruma dan saya setel. Tiba-tiba saya pengen banget dengerin instrumentalia itu. Tak berama lama kemudian, bel berbunyi, ada yang datang rupanya. Saya tanya dari dalam keras-keras, "Siapa?", seperti kebiasaan kami disini, karena kebanyakan yang datang ke rumah adalah orang-orang Indonesia. Saya pikir teman rumah saya yang pulang dan mungkin lupa bawa kunci. Gak ada jawaban... Saya lihat jam menunjukkan pukul 21.30. Saya ulang lagi lebih  keras, dan saya dengar suara-suara dalam bahasa Korea. Saya penasaran. Saya buka pintu dan ada 2 orang Korea sudah berdiri disana, cowok dan cewek, keduanya masih tergolong muda. Saya heran, tumben-tumbennya ada orang Korea yang datang kecuali petugas Homart (swalayan), petugas dari Buldongsan (petugas yang ngurusin rumah), petugas Tekbe (pengantar barang) atau petugas pengecek gas. Apalagi malam-malam begini. Mereka bilang dari  tempat ibadah tertentu  (maaf, tidak saya sebutkan disini) dengan bahasa Inggris patah-patah dan sayangnya saya cuma ngerti sedikit bahasa Korea. Pertamanya mereka nanya saya dari negara mana. Saya bilang saya dari Indonesia. Dan ternyata mereka bisa berbahasa Indonesia sedikit-sedikit dan tahu tentang Jakarta. Mereka bilang mau nunjukkin sesuatu. Mereka nanya saya punya agama apa tidak, saya jawab kalau saya ini muslim. Saya pikir dengan begitu urusan akan selesai dan mereka pergi. Ternyata tidak. Mereka meminta masuk ke rumah ingin menunjukkan sesuatu. Akhirnya saya persilahkan masuk untuk menghormati. Dan mereka pun menyetel semacam video dan ada tulisan script bahasa Indonesia di bawahnya. Sepertinya video player yang mereka gunakan sudah disetel dalam berbagai macam bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Saya simak baik-baik tayangan videonya sampai akhir. Yang saya ingat ada istilah Tuhan Ibu disebutkan di dalam situ dan saya ditanya percaya apa tidak.

Setelah selesai, saya nanya sebenarnya tujuan kedatangan mereka apa. Dan mereka bilang ingin mengundang saya datang ke tempat ibadah mereka untuk menonton video dan belajar sesuatu. Saya jawab, maaf sekali saya tidak bisa memenuhi undangan tersebut dan saya tidak bisa datang kesana. Akhirnya mereka pamit pulang setelah menanyakan tentang teman rumah saya, apakah mereka semua sudah punya agama. Saya bilang kalau teman rumah semuanya adalah muslim. Saya iseng nanya, sudah berapa lama mereka memeluk agama. Mereka jawab sudah 10 tahun.

Tanpa bermaksud SARA, disini saya cuma ingin memberi gambaran betapa banyaknya orang-orang Korea yang tidak punya agama dan yang tidak percaya adanya Tuhan YME sehingga para pemeluk agama sangat gencar menyebarkan agamanya. Ini adalah untuk beberapa kalinya selama disini, setelah saya sering juga dikasi selebaran untuk datang ke tempat ibadah tertentu dan pernah juga dikasi kitab suci agama tertentu (yang pasti bukan tempat ibadah agama saya dan bukan kitab suci agama saya). Sepertinya sudah jelas deh dengan saya memakai jilbab menutupi kepala...
Anyway, I take high respect to another beliefs. Moreover, some of my close friends are in different reliance with me...

 Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku. (Q.S. 109:6)

Friday, 29 October 2010

Yiruma - River Flows in You

 
 Yiruma - River Flows in You


My labmate, I call him with Mr. Ma for his full name of Ma Hong Chan, introduced this piano instrumental to me. He showed me his piano play, and that time I was falling in love with this gorgeous tone. It's originally composed by South Korean both pianist and composer, Yiruma (the stage name of his inborn one, Lee-Ru Ma). He's very popular thoroughout the world. Moreover, his albums are sold all over Asia, as well as the North America and Europe. One of his best known pieces is "River Flows in You", which is the video I post above. Another creations, like "Love Me" and "Kiss the Rain" are not less good than the first I mention.

Many people, especially Twilight fans referred River Flows in You as Bella's Lullaby. But the actual one is written by Carter Burwell. Anyway, it's still be Bella's Lullaby for me since it's more than just lullaby. Our memories were left behind in it... me and someone... in Twilight...

Wednesday, 27 October 2010

The Last Memory With Her Here : Thanks For Everything, Eonni...


 Chadori for the last time



 White cake for her birthday


Our beloved sister, she has already gone... She hasn't stayed with us again since coming back to our home country... She will get married on next month... Good bye, eonni... Thanks for everything you have already given to us... May God always stay with you... Wish you have a cherish life ahead...

Pray For Indonesia


Turut berbela sungkawa atas musibah yang menimpa tanah air tercinta : bencana gempa bumi dan tsunami di Kepulauan Mentawai, bencana gunung meletus di Gunung Merapi, Jawa Tengah serta bencana banjir yang melanda Jakarta...

Rise up and never give up INDONESIA!!

Monday, 25 October 2010

Entahlah...

Kembali ke Gyeongsan, kembali ke lab tercintaku dengan berbagai tugas dan ujian menanti -dalam minggu ini juga-, membuatku tiba-tiba menjadi sangat enggan untuk bangun pagi. Ditambah dengan udara Daegu dan sekitarnya, yang mulai bertambah dingin dan semakin dingin. Sekembalinya dari Jeju Island, tak ada yang aku lakukan selain tiarap di balik selimut merah jambu kesayanganku dan bermimpi dengan scene-scene yang aneh. Kembali lagi aku bermimpi, eeerrr.... tentang pernikahan (hey, jangan menertawakanku!!). Aku bukan ingin menikah dalam waktu dekat ini. Ini tak lain karena salah seorang teman seangkatan dan seperjuanganku akan menikah akhir bulan ini, tepatnya tanggal 30 Oktober. Aku terlalu excited mendengarnya, sampai kutulis pesan ucapan selamat yang, -barangkali-, terlalu panjang. Mungkin aku terlalu senang mendengarnya. Jika ada sesuatu yang membuatku terlalu senang atau terlalu sedih, aku akan membawanya sampai ke dalam mimpi.

Ingin sekali memaki, "Monday, I really hate you!". Tapi sepertinya sudah terlalu banyak orang yang membencinya, jadi kuputuskan untuk berdamai saja. Aku akhirnya bangun setelah entah berapa kali melalui acara bangun yang tertunda-tunda. Hari ini aku sangat amat enggan sekali pergi ke lab. Seandainya kumiliki jam pemutar waktu atau bisa kubeli di toko kelontong sihir, akan kuputar sebanyak barang 3-4 kali putaran dan akan kuhentikan untuk beberapa saat lamanya disana, 3-4 hari yang lalu. Tak ada tugas, tak ada ujian, tak ada beban. Mungkin satu-satunya beban adalah, kakiku yang serasa mau patah setelah 3 kali jalan Korean Condo - ICC Jeju, dan sebaliknya. Terlebih lagi, dia kembali tersenyum padaku. Aku senang karena udara Jeju yang hangat telah menghangatkan hatinya juga. Senyum darinya membuatku seakan pulau di ujung paling selatan Korea itu lebih berwarna dari sekedar daun-daun yang masih tetap menghijau dan deretan kebun jeruk disepanjang jalan dengan warna kuning yang siap dipanen. Kami menghabiskan malam kedua di Jeju dengan pergi ke festival Chilsimni. Kami berlima, mengantre makanan gratis, -dan salah satunya adalah ternyata daging babi-,  langsung kuberikan untuk ke mereka, teman-teman Koreaku itu, berfoto-foto dengan pose yang aneh-aneh di Cheonjiyeon water falls, menonton kembang api, dan acara belanja yang diwarnai insiden kecil  gara-gara sweet potato di E-mart sebelum kembali ke hotel. Aku lega dan perasaan hangat tiba-tiba mengaliri rongga dadaku. Ini adalah oleh-oleh terindah dari pulau Jeju, pikirku... Tuhan mendengar doaku...

  Columnar joints at Jeju Jungmun Daepo Coast for background

Itu adalah pork, yang akan disuapkan ke mulut saya (cuma pura-pura)

Cheonjiyeon : me, Edit, Dong Kyun and Dong Jin

Kunikmati sarapan pagi sekaligus makan siangku dengan tergesa-gesa. Akhir-akhir ini nafsu makanku berkurang drastis dan tubuhku terlalu lemah dengan udara dingin. Apalagi ketika teringat tugas-tugas yang menumpuk minggu ini, serasa tak ingin memasukkan apa-apa lagi ke dalam mulut. Kemudian segera bergegas menuju ke kampus.... Daun-daun semakin menguning, orang-orang semakin tebal dalam berpakaian. Sebentar lagi musim dingin akan segera datang kurasa...


Gyeongsan, Oktober 2010

Wednesday, 20 October 2010

When Will Go To Conference...


Tomorrow, I should go to Jeju Island for attending Korean Ceramic Society Conference. This is my 3rd conference during 8 months in here. My research poster has been already printed by labmate and Korean Air ticket for tomorrow morning has already been on my hand. Not more than 3 weeks I have to run this experiment. Just like an expres. I was worry at that time how about if something happened to my ceramic target, so it would be totally fail, I mean I would have no data until the date. Even so it has still not finished. But now, the problem is I think I have no passion to go there. I don't know why, it usually I am very excited when going to somewhere new and I never visited before. And also, it should be I'm very happy because it has been long time since I made Jeju Island include in the top list place to visit when I'm here. Of course, without forgetting the plan to go to Japan. 

Jeju is very popular and interesting place in Korea... And now, I'm still lazy to move home for preparing all the things...  

Just blaming to the unfriendly weather... 

Tuesday, 19 October 2010

Really Stupid

"Bener-bener bodoh!!" barangkali itu kata-kata yang tepat untuk diucapkan  dihadapan seseorang yang tak bisa memberi jawaban sepatah katapun ketika professornya bertanya waktu lab meeting. Dan sayangnya, orang itu adalah saya sendiri.... 

Come on, if you don't understand about something, just try to learn about it as much as you can do. It seems that you make it as your enemy and then you attempt to avoid it....

*masih sibuk mengutuki diri sendiri*

Monday, 18 October 2010

How Stupid I Am

Semakin kesini, saya semakin merasa bahwa diri saya sangatlah BODOH. Semakin lama, semakin banyak yang saya tidak mengerti dan tidak saya ketahui. Lebih mirip seorang pekerja daripada seorang researcher. Apa dan mengapa saya melakukan perlakuan tertentu terhadap sample research saya, dan apa yang selanjutnya harus saya kerjakan serta hasil apa yang ingin saya peroleh, terkadang out of mine dari otak saya. Parahnya lagi, sebagai bidang baru yang belum pernah saya dapatkan sebelumnya, saya tidak terlalu menguasai basic-nya.
Terkadang hampir putus asa....

Saturday, 16 October 2010

Korean Table Manners

General Table Manners
 
  • At first, taste soup or kimchi juice, and then try rice or other dishes. Use spoon for rice and liquid foods, such as stews or soups; use chopsticks for other foods.
  • Do not make noises with spoon or chopsticks hitting the rice bowl or other food containers.
  • Do not hold the rice bowl or soup bowl in your hand during the meal.
  • Do not poke around the rice or side dishes with the spoon. 
  • Do not pick out what you don't like or shake off seasonings.  
  • Do not leave any trace of food on the spoon while eating. 
  • During the meal, uneatable parts such as bones or fish bones are quietly discarded by wrapping them in a paper so that others won't see them. Do not put them on the table or floor. 
  • When coughing or sneezing during a meal, face the other way from table and cover your mouth with your hand or napkin. 
  • Eat the rice and side dishes from one side. 
  • Do not use your hands to pick the foods. 
  • Chew food with your closed mouth and do not make noises while chewing. 
  • Do not leave the table while eating. 
  • Do not read a book or newspaper or watch TV while eating. 
  • Do not reach across the table for distant food- ask a nearby person to pass it to you. 
  • Use an individual plate for foods served for a crowd, and also for sauces such as soy & vinegar sauce or sweet & sour hot pepper soybean paste.
  • Try to keep pace with others by eating not too fast or too slow. When having a meal with the elderly, wait for them to put the spoon and chopsticks on the table at the end of the meal. 
  • At the end of the meal, pour sungnyung (boiled water in the rice cooker or scorched-rice tea) into the rice bowl and drink.  
  • After a meal, put the spoon and chopsticks on the spot where they were placed first and put used napkins on the table after folding it little bit if they are big.  
  • When using a toothpick, cover your mouth with one hand and discard it the toothpick afterwards so others won't see it.        

  •  Dinning with elderly people 

  • The space farthest away from the entrance door is the best spot, so reserve it for the elderly.
  • When having a meal with the elderly, wait for the elders to hold their spoon first and keep pace with them. 
  • Sit with your body in an upright, straight position. 
  • When the elderly person is getting up after finishing the meal, get up together. 
  • If you finished the meal before the elderly, place the spoon in the rice bowl or sungnyung bowl and when the elderly person has finished the meal, place it on the table. 

  • Table Rules

  • Hot and watery foods are placed on the right side and cold and dry foods are placed on the left side.
  • The rice bowl is on the left, and soup bowl is on the right, with other bowls placed in the middle.  
  • The spoon is on the right side and chop sticks are behind the spoon and placed a little towards the outside of the table. 
  • Place kimchi dishes in the back row, stew dishes on the right, sauces in the middle of the front row, meat dishes on the right side, and vegetables on the left side.

  • How to use chopsticks and spoon

  • Do not hold the spoon and chopsticks together in one hand. 
  • Do not suck the chopsticks and do not hold spoon and chopsticks at the same time.
  • When using chopsticks, place the spoon on the table. 
  • The spoon and chopsticks should not rest on any bowl or dish during the meal. 
  • Use spoon for rice and watery foods and chopsticks for other side dishes.  


  • 1. Right way to use spoon  

    O X X

     2. How to use chopstics:
    1. Place one chopstick inside of thumb and reach to 4th finger.
    2. Place the other chopstick between the index finger and middle finger and hold by pressing with your thumb.
    3. Freely move chopsticks by pressing thumb and only using your index and middle fingers.
    O X


    Thursday, 14 October 2010

    How Korean Girls Stay Slim and Thin - Tanya Kenapa Wanita Korea Kurus dan Langsing

     
    SNSD, tipikal cewek Korea : kurus, tinggi, langsing

    Saya perhatikan dan amati selama beberapa bulan di Korea, cewek-cewek Korea itu kurus-kurus dan langsing (mungkin ini sudah jadi rahasia umum kali ya, semua orang sudah tahu akan hal itu, tapi sayangnya saya baru menyadari setelah berada disini). Bukan hanya yang masih muda saja, wanita-wanita yang sudah berumur dan nenek-nenek pun kelihatan langsing dan kurus. Jarang saya temui wanita-wanita yang berbadan, maaf, lumayan "subur", jumlahnya mungkin bisa dihitung dengan jari. Menurut pengamatan mata saya, badan mereka bener-bener terjaga, bahkan cenderung ke kurus kalau menurut saya. Meskipun badan mereka kurus, tapi jangan salah, stamina mereka sangat bagus.

    Saya pun jadi penasaran dan sangat ingin tahu, apa kira-kira rahasia wanita Korea hingga tidak ada istilah melar dalam kamus mereka. Setelah melakukan investigasi dan analisis data (beuh... bahasanya!!), googling dan nanya-nanya langsung sama teman Korea saya yang cewek, saya bisa menyimpulkan beberapa faktor yang bisa membuat tubuh mereka tetap langsing (in case baik untuk yang masih remaja maupun yang paruh baya) :

     1. Ikan, tersedia cukup banyak dan mereka gemar makan ikan. They eat a lot of fish. 

    Sebagai negara yang dikelilingi oleh laut, hasil ikan di Korea cukup melimpah. Orang Korea bisa dibilang sangat suka makan ikan bahkan angka konsumsi ikan lebih besar jika dibandingkan dengan daging dan ayam. Sebagai perbandingan,  pada tahun yang sama (menurut sumber yang saya baca), jumlah konsumsi ikan mencapai 34.1 kg perkapita, sedangkan jumlah konsumsi daging sapi ditambah daging babi plus daging ayam hanya sekitar 25.3 kg. Seperti yang kita tahu bahwa ikan adalah sumber protein yang penting untuk diet. Ikan laut terutama, banyak mengandung Omega 3 yang bagus untuk jantung dan lemaknya termasuk lemak tak jenuh yang tidak membeku di darah menjadi kolesterol jahat. Sehingga tidak membuat orang jadi gemuk. Di Korea banyak kita jumpai hasil olahan ikan seperti sarden, mackarel dan tuna dapat dengan mudah dan banyak kita temui di supermarket, minimarket, toko-toko maupun di pasar-pasar (menurut pengalaman pribadi saya). Bukan hanya ikan saja, tetapi seafood juga banyak ditemukan disini. So, kalau ingin tetap langsing, makanlah ikan yang banyak seperti orang Korea... :)

    2. Kimchi, bisa dibilang sebagai makanan wajib di Korea

    Dimanapun kita makan di semua tempat di Korea, hampir bisa dipastikan akan selalu ada kimchi tersajikan, apapun jenis makanan utamanya. Kimchi, saya rasa hampir sebagian orang tahu tentang makanan khas Korea yang satu ini : sayuran yang dibumbui dan difermentasi. Karena hasil dari proses fermentasi inilah kimchi bisa mencegah obesitas, selain bahan-bahan bumbu yang ditambahkan di dalamnya. Sayur-sayuran yang difermentasi (biasanya kubis atau lobak) dan dibumbui dengan garam, bawang putih, bubuk cabe, vinegar sertai bumbu-bumbu lainnya ini, disediakan dihampir setiap jenis makanan. Kimchi merupakan bagian penting dari diet berserat tinggi dan rendah lemak yang dapat mencegah obesitas masyarakat Korea. Selain itu, kimchi mengandung banyak vitamin A, B dan C. Mungkin manfaat yang paling besar dari kimchi adalah mengandung bakteri sehat yang disebut Lactobacillus kimchii (selain di kimchi, bakteri ini juga bisa ditemukan pada yogurt). Bakteri "baik" Lactobacillus kimchii bisa membantu sistem pencernaan kita, selain itu juga dapat menghentikan dan mencegah serangan bakteri yang berbahaya. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan bahwa kimchi ini bisa mencegah kanker. Ternyata makanan asem ini punya manfaat yang sangat besar bagi tubuh, saya sendiri baru tahu... Maka tidak heran jika ada yang menyebutkan bahwa kimchi adalah makanan paling sehat di dunia (world's healthies foods). 

    3. Makanan, tidak terlalu banyak yang berminyak dan berlemak 
    Jika dibandingkan dengan masakan Indonesia atau mungkin masakan negara-negara Asia Selatan, sedikit makanan yang mengandung banyak minyak atau lemak. Di Korea, secara umum lebih banyak masakan yang diolah dengan cara direbus sehingga tidak mengandung minyak, seperti misalnya chigae atau kongnamul. Dan disini hampir tidak ada masakan yang mengandung santan, karena memang tidak ada pohon kelapa. Berbeda dengan di Indonesia yang banyak dijumpai masakan yang bersantan.
      
     4. Gemar berolahraga, terutama jalan kaki
    Saya merasakan sekali perbedaan yang besar ketika di Indonesia dan di Korea, mengenai kegemaran berolahraga, terutama jalan kaki. Jika di Indonesia orang lebih memilih untuk naik angkot, bawa kendaraan atau naik ojek walaupun dalam jarak yang relatif dekat. Di Korea saya melihat orang lebih banyak memilih untuk berjalan kaki, walaupun jarak yang akan ditempuh lumayan jauh. Pemandangan orang-orang yang berjalan kaki akan banyak kita temui diberbagai tempat di Korea ini. Bahkan sering sekali saya temui perempuan-perempuan separuh baya (ajuma) menyempatkan diri berolahraga jalan kaki serta naik gunung. Saya rasa bukan hanya jalan kaki saja, tapi mereka adalah orang-orang yang gemar berolahraga secara umum. Maka  disini banyak dibangun sarana olahraga dan banyak pula yang memanfaatkannya. Dan satu lagi, masyarakat Korea adalah termasuk orang-orang yang sangat peduli akan gaya hidup sehat.
    5. Pola pikir masyarakat mengenai berat badan
    Di Korea berat badan ideal berada di kisaran 40-50 kg. Jika berat badan lebih dari 50 kg, sudah bisa dikatakan gemuk. Dan ini adalah seriusan. Dari beberapa info yang saya peroleh, beberapa gadis di tempat saya belajar rata-rata memiliki berat badan sekitar 43-45 kg dengan tinggi badan yang tidak bisa dibilang pendek untuk ukuran gadis Asia. Selain itu, pola pikir masyarakat yang menaruh perhatian yang cukup besar terhadap penampilan ini, tak terkecuali berat badan menjadi hal yang penting.  
    6. Diet ketat

    Seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya bahwa penampilan menjadi hal yang sangat penting di negeri ini, sehingga orang tidak akan mau dikatakan kurang menarik karena kelebihan berat badan, terlebih bagi seorang gadis. Menurut keterangan salah seorang teman Korea saya, gadis-gadis Korea tergolong cukup ketat dalam urusan diet. Seberapa ketat, saya kurang begitu tahu karena saya teman lab saya semuanya pria. Tapi sebagai gambaran, teman lab saya yang pria itu pun tiap hari makan sayur-sayuran untuk dinner dalam rangka program diet, dan yang lainnya lagi tidak pernah mau diambil fotonya karena alasan menurut dia pipinya terlihat sangat gemuk, padahal biasa saja menurut saya. Di Korea, ternyata bukan hanya para wanita yang sangat peduli dengan masalah berat badan, para pria nya pun tidak mau kalah juga.

    7. Gaya hidup yang serba cepat
     
    Gaya hidup masyarakat yang serba cepat mungkin bisa menjadi salah satu pengaruh. Dalam kehidupan di negara maju seperti Korea, setiap detik waktu menjadi sangat berharga. Oleh karena itu, mereka pun dituntut untuk serba cepat, termasuk dalam hal pergerakan, mereka lebih cepat dan lebih aktif. Seperti tipikal negara-negara maju lainnya, time is money, suasana seperti seolah-olah terburu-buru banyak dijumpai. Mungkin ini bisa menjadi salah satu faktor penyebab mengapa wanita-wanita Korea terlihat kurus dan langsing.

    8. Wanita Korea adalah ibu rumah tangga yang mandiri

    Di Korea, tidak ada yang namanya pembantu rumah tangga. Tidak seperti di Indonesia, yang golongan menengah pun bisa punya pembantu rumah tangga lebih dari satu. Semua pekerjaan rumah tangga dikerjakan sendiri oleh mereka, sehingga tidak ada yang namanya do nothing and saving much fat. Jangan tanya mengenai para TKW Indonesia yang ada disini, karena sebagian besar dari mereka dipekerjakan di pabrik, bukan sebagai PRT layaknya kebanyakan TKW yang dikirim ke negeri tetangga sebelah.

    9. Pengaruh keturunan/gen

    Saya pernah mendengar pendapat yang mengatakan bahwa wanita-wanita Korea kurus dan langsing karena pengaruh dari gen yang mereka bawa. Mungkin ada benarnya juga, tapi hal itu tidak mungkin terbentuk kalau tidak ada faktor eksternal lainnya. Pernah dengar juga bahwa pengaruh gen, hal itu adalah sekedar mitos belaka.


    Anyway, itu hasil pengamatan saya selama berada di Korea dan analisis dari otak yang serba terbatas. Bisa disimpulkan disini bahwa berbagai macam faktor yang menyebabkan wanita-wanita Korea sangat terjaga berat badan mereka, bisa dari makanan, gaya hidup, budaya dan faktor dari dalam, semua faktor tersebut berkaitan dan saling mendukung Mungkin bisa diambil manfaat dari sini sekiranya itu baik dan sesuai untuk kita. Menurut saya pribadi, selama masih tetap sehat, masalah berat badan mungkin tidak jadi soal. Tapi alangkah lebih baik jika proportional, tidak kelebihan dan tidak kurang banyak.


    :: Diolah dari berbagai sumber ::





    Monday, 11 October 2010

    Super Junior - Angel OST. Haru



     SuperJunior - Angel (Haru OST) Lyric

    Owoo~ Owoo~ Owoo~ Owoo~ Owoo~ Owoo~ Owoo~ Owoo~

    너는 너무 눈이 부셔
    neoneun neomu nuni busyeo
    네가 있어 내 심장이 뛰어
    nega isseo nae simjangi ttwieo
    오직 너만이 나에겐 no. 1
    ojik neomani naegen no. 1
    널 사랑해
    neol saranghae

    조금만 더 너 다가와줘
    jogeumman deo neo dagawajwo
    너의 손을 꼭 잡고싶어
    neoui soneul kkok japgosipeo
    이 노래는 only for you
    i noraeneun only for you
    영원히 사랑해
    yeongwonhi saranghae

    I need your love love love
    너의 두눈을 보면서 약속해
    neoui dununeul bomyeonseo yaksokhae
    니 곁에서 너만 사랑하는 맘 지킬게
    ni gyeoteseo neoman saranghaneun mam jikilge

    Baby need your love love love
    너의 사랑하나로 난 충분해
    neoui saranghanaro nan chungbunhae
    모든것을 다 잃어도 너만은
    modeungeoseul da irheodo neomaneun
    절대 놓치지 않을거야
    jeoldae nochiji anheulgeoya (Owoo~)

    you are my everything my love (Owoo~)
    내겐 너만이 보여 (Owoo~)
    naegen neomani boyeo (Owoo~)
    자꾸 네가 생각나 (Owoo~)
    jakku nega saenggangna (Owwo~)
    언제나 나는 웃을수 있어 (Owoo~)
    eonjena naneun useulsu isseo (Owoo~)

    you are my everything my heart (Owo~)
    너는 나에게 있어 (Owo~)
    neoneun naege isseo (Owo~)
    천사보다 더 아름다워 (Owo~)
    cheonsaboda deo areumdawo (Owo~)
    너 하나만을 사랑할거야 (Owo~)
    neo hanamaneul saranghalgeoya (Owo~)

    (RAP)
    네 생각에 나도 몰래 웃음이(나) 나도 몰래
    ne saenggage nado mollae useumi(na) nado mollae
    난 사랑이란걸 믿지 않았어 너는 마치 마법처럼 내 안에 들어왔어 my boo
    nan sarangirangeol mitji anhasseo neoneun machi mabeopcheoreom nae ane deureowasseo my boo
    이제는 사랑에 빠져버린 바보
    ijeneun sarange ppajyeobeorin babo
    전부 너 때문일걸 It's you
    jeonbu neo ttaemunilgeol It's you
    I fallin' love with you
    난 그저 널 바라보겠다고 약속해
    nan geujeo neol barabogetdago yaksokhae
    That I naver let you go
    세상이 모두 끝나버린데도
    sesangi modu kkeutnabeorindedo
    멈추지 않는 시계처럼 널 사랑하겠다고
    meomchuji annneun sigyecheoreom neol saranghagetdago

    I need your love love love
    너의 두눈을 보면서 약속해
    neoui dununeul bomyeonseo yaksokhae
    니 곁에서 너만 사랑하는 맘 지킬게
    ni gyeoteseo neoman saranghaneun mam jikilge

    Baby need your love love love
    너의 사랑하나로 난 충분해
    neoui saranghanaro nan chungbunhae
    모든것을 다 잃어도 너만은 절대 놓치진 않을거야
    modeungeoseul da irheodo neomaneun jeoldae nochijin anheulgeoya

    you're my everything my love (Owoo~)
    내겐 너만이 보여 (Owoo~)
    naegen neomani boyeo (Owoo~)
    자꾸 네가 생각나 (Owoo~)
    jakku nega saenggangna (Owoo~)
    언제나 나는 웃을수 있어 (Owoo~)
    eonjena naneun useulsu isseo (Owoo~)

    you're my everything my heart (Owoo~)
    너는 나에게 있어 (Owoo~)
    neoneun naege isseo (Owoo~)
    천사보다 더 아름다워 (Owoo~)
    cheonsaboda deo areumdawo (Owoo~)
    너 하나만을 사랑할거야
    neo hanamaneul saranghalgeoya (Owoo~)

    (RAP)
    혹시라도 가끔 우리 사랑이 조금 슬프고 너를 지킬게 my love
    hoksirado gakkeum uri sarangi jogeum seulpeugo neoreul jikilge my love
    때론 지치거나 힘들어보일때도 있어 영원히 사랑해
    ttaeron jichigeona himdeureoboilttaedo isseo yeongwonhi saranghae
    하지만 절대 내 손 놓치 말아 언제나 널 지켜줄 내가 있어
    hajiman jeoldae nae son nochi mara eonjena neol jikyeojul naega isseo


    Credit to Youtube & dkpopnews

    Lantern Festival... Cuma Bisa "Ngowoh"

    Dalam hati sudah merencanakan jauh-jauh hari pengen banget datang ke festival lentera/lampion (lantern festival) di Jinju, tapi kenyataan berkata lain. Banyak kerjaan yang harus dikerjakan...  Mesti nge-lab (pakai akhiran b ya bukan p). Dikejar deadline poster dan banyak tugas kuliah yang harus segera disentuh. Ditambah badan yang gak bisa diajak kompromi... Saya tepar saudara-saudara.... Hari Sabtu seharian meringkuk dibalik selimut layaknya udang bongkok kejepit batu-batuan. Terkadang, musim gugur itu kejam walaupun kelihatannya romantis. *halah*

    Ya sudahlah... Dan masih bertekad untuk datang di festival lentera tahun depan jika keadaan memungkinkan. Hayo, siapa yang butuh teman ke festival lentera tahun depan, hubungi saya...

    Di bumi asalnya Suju ini lumayan banyak diadakan festival. Di bulan September dan Oktober ini saja saya lihat di website visit Korea entah berapa macam festival yang diselenggarakan di berbagai tempat di Korea. Ada festival Herb Medicine Culture Festival, Suwon Hwaseong (Hwaseong Fortress) Cultural Festival, Seogwipo Chilshimni Festival, Jinju Namgang Yudeung (Lantern) Festival, Yeongju Punggi Ginseng Festival, Jeonju Festivals: Food, Alcohol & Traditional Medicine, Andong International Maskdance Festival, Wonju Hanji Festival, dll sepertinya masih ada beberapa lagi yang lainnya.

    Jinju Namgang Yudeung (Lantern) Festival - festival lentera di kota Jinju, Provinsi Gyeongsangnam-do, diadakan setiap tahun mulai tanggal 1 Oktober sampai dengan 12 Oktober di Sungai Namgang, Chilam-dong. Tradisi ini diselenggarakan sejak beberapa abad yang lalu untuk mengenang dan menghormati pertempuran Jinjuseong pada tahun 1592 ketika zaman invasi Jepang di Korea. Lentera-lentera dihanyutkan menyusuri sungai untuk mengenang para pejuang Korea yang gugur dalam pertempuran tersebut. Tradisi ini tidak memiliki nama resmi sampai bulan Oktober tahun 2002 dikenal sebagai Jinju Yudeung Festival.  

    Lentern event,  di festival berbagai macam ragam layaknya lentera itu sendiri. Ada "Wishing lentern", river lentern, lentera tradisional Korea, dan pameran lentera tradisional dari penjuru dunia. Bahkan para pengunjung dapat mencoba pengalaman membuat lentera dengan tangan mereka sendiri. Acara lainnya di festival lentera ini yaitu termasuk Namgaram Eoulim Hanmadang dan pertunjukkan  kembang api di atas sungai.

    Dan sayangnya, saya cuma bisa "ngowoh" menyaksikan orang-orang meng-upload foto-foto festival lentera ini di facebook. Hanya bisa menikmatinya lewat kebaikan hati si Mbah Google... Dan "ngowoh" sekali lagi... 




    Semoga tahun depan bisa menjepret foto-foto seperti ini dengan tangan saya sendiri

    Sumber : visitkorea, foto dari mbah google

    Sunday, 10 October 2010

    10.10.2010

    Suatu ketika ditanggal 10 Oktober 2010...

    Someone : "Eh, hari ini tanggalnya cantik ya, 10-10-10."
    Me : "Oh iya ya...Bisa pas banget gitu serba 10". (garuk-garuk kepala yang gak gatal, baru nyadar)
    Someone : "Banyak yang nikahan hari ini... Si mbak itu, hari ini nikah juga lhoh."
    Me : "Oh iya? Wah, aku kok gak tahu ya. Makin banyak aja cewek-cewek jurusan kita yang statusnya tak lagi single. Baguslah kalau begitu..."
    Someone : Wah, kamu gimana sih kok gak tahu. Ketinggalan berita. Eh, udah dapat belum?
    Me : ???
    Someone : "Namja... hehe..."
    Me : "Buat?"
    Someone : "Jadian.. hehehe..."
    Me : "Oh iya ya... Bentar... bentar... nyari-nyari dulu." (nanggepin... terus pura-pura sibuk browsing-browsing)
    Someone : "Buruan, pokoknya hari ini sampai pukul 00.00." (mengerling)
    Me : "Kalau gak dapet juga ntar bantuin ya..." (nyengir)
    Someone : "Tenang aja. Setidaknya masih ada 2 kali lagi kesempatan tanggal cantik, 11-11-11 sama 12-12-12..."
    Me : "Hoh... jadi mesti nunggu tahun depan dan tahun depannya lagi dong..."
    Someone and Me : "hahahahaha..." (sama-sama ketawa)
    Someone : "Sekalian aja buat tanggal melepas masa lajang...!!"
    Me : "Wew..."
    Someone : "Amien..."
    Me : "Amien juga..."


    *Gajebo....

    Saturday, 9 October 2010

    Happy Birthday Hangeul

    October 9th is a date that holds a very special place in the hearts of Koreans everywhere. This day celebrates the time when, hundreds of years ago, King Sejong (in power 1418-1450) formed a panel of advisors to methodically create ‘Hangeul,’ the Korean alphabet.

    Before the creation of ‘Hangeul,’ Koreans used Chinese characters, which were extremely difficult to learn. Due to the complexity of the characters (and the fact that most citizens did not have many opportunities for schooling), writing was seen as a privilege of the upper-class. To solve the country’s raging illiteracy, King Sejong created the system of Hangeul and even wrote a reference guide explaining the logic behind each letter stroke. To this day, ‘Hangeul’ is believed to be the most systematic alphabet in the world and is celebrated each year on October 9th, Hangeul Day. 

    What's in a name?

    The ‘Han’(한) in Hangeul can be translated as ‘Big’ or ‘Great,’ while ‘Geul’ refers to the alphabet or writing; consequently, ‘Hangeul’ literally means ‘Great letters’ and is thought of as the ‘Greatest alphabet in the world.’

    Interesting enough, this alphabet was not known as ‘Hangeul’ until generations after its inception. Originally, King Sejong named the alphabet ‘hunminjongeum,’ which meant ‘correct sounds to teach the people,’ since its creation marked the first time the written word was readily available to the commoners.

    Hangeul originally consisted of 28 letters, but over the course of time, four letters were dropped, resulting in the 24-letter alphabet we now use today. The alphabet is relatively easy to learn and use thanks to its formulaic nature; it’s often said that someone can learn to read Korean in a half an hour or less. In recognition of this unique language, hunminjeongeum was officially registered with UNESCO in 1997. 

    Did you know....

    Hangeul Day was originally October 29th?

    The Yangban (noble class) were vehemently opposed to the creation of the Korean alphabet, fearing the social upheaval that could result from having too many “educated commoners.” In response to this pressure, King Sejong was very secretive about his grand literacy project, resulting in very little documentation during the project’s initial stages.

    Since there was no documentation, historians estimated Hangeul’s “birthday” to be around October 29th. However, with the discovery of the hunminjeongeum haeryebon (the explanatory notes of Hangeul), historians placed the date of publication closer to October 9th, not the 29th. 

    Where does Hangeul get its shape?

    Hangeul is a writing system that involves combining 2-4 of the 14 consonants and vowels to form one syllable. The 24 characters of Hangeul are each made of lines that reflect the shape of your mouth during pronunciation. Consonants, on the other hand, represent the sky, earth and the human form. Vowels and consonants form a total of 40 commonly used letters combinations. 

    Korean Romanization
    (1) Vowels are usually Romanized as follows:
     - Simple Vowels                                       - Diphthongs
     
    (2) Consonants are written as follows:  
    - Plosives(stops)                                     

    - Affricates



    - Fricatives
    - Nasals


    - Liquids
    Note 1 : The sounds and are Romanized g, d, and b when they appear before a vowel but are Romanized k, t, and p when they are the last sound of a word or are followed by another consonant.
     e.g

    Note 2 : is written as r when followed by a vowel, and as l when followed by a consonant or when appearing at the end of a word. is transcribed as  
    e.g
    Who exactly is ‘King Sejong the Great?’ 

    King Sejong, born on May 15, 1397, was the third son of Queen Min and King Taejong (3rd monarch of Joseon). Crowned the fourth king of Joseon in 1418, Sejong was known to have had a great passion for intellectual pursuits, a deep love for his people, and a keen interest in improving the lives of the lower-class.

    Though maybe his most famous creation, Hangeul was not Sejong’s only major historical contribution. The reign of King Sejong was known as the most peaceful part of the Joseon Dynasty, with great strides being made in the fields of agriculture, science and technology. King Sejong’s achievements and benevolence led to the coining of the nickname ‘King Sejong the Great’; this warm-hearted king is revered even today and is even featured on the 10,000won bill! 


    Friday, 8 October 2010

    To Do List

    Mencoba membuat list apa-apa saja yang mesti dikerjakan dan dipersiapkan dalam kurun waktu dekat ini, ternyata bisa menimbulkan efek panas dingin dan linglung beberapa saat, kemudian perut terasa lapar tapi malah jadi gak nafsu makan. Gejala yang aneh...

    Poster, Conference, Thin Films Characterization, Surface Treatment Assigment, Material Strength Assigment, Simulation, Review for MidTerm Test, Thick Film Processing Presentation, Phase Diagram, Cooking Menu.... etc...

    Begitulah kira-kira isi buku to do list saya yang lebih mirip buku tagihan para tukang kredit daripada buku scheduler seorang research assistant merangkap graduate student yang doyan tidur di kelas ini...

    It will be very busy then...

    Weeww,  sok sibuk sekali saya.... hahahaha....

    Aahhh, saya tahu, mungkin saya terkena penyakit 'orang yang suka mengeluh'....

    Astaghfirullah....

    Demi Sebuah Asa...

    Saya mulai panik dan was-was. Conference di Jeju Island tanggal 21 bulan ini, tapi research baru bisa start minggu ini juga. Banyak sebab dan rintangan. Ditambah dengan salah satu anggota lab yang tiba-tiba entahlah, seperti kena PMS padahal ditinjau dari sex gender nya dia adalah seorang pria tulen. No smile for me anymore since about a month ago. No joke, no laugh, no greeting,  dan selalu bermuka masam melebihi kimchi jika berbicara dengan saya, gak co-operative banget dan enggan membantu saya. Moreover, he tried to avoid talking with me as could as possible. What the hell is it?  Hey, I'm a human. Biar jelek-jelek begini masih punya hati dan punya rasa. Kalau orang Jakarta yang temen saya bilang, "enggak banget deh, cowok gitu  lhoh". Dan saya kurang tahu persis alasannya apa. Tidak dibicarakan sama sekali. Jika saya mereka-reka, apa kesalahan saya kira-kira, itupun sebenarnya bukan murni datangnya dari saya. Justru sepatutnya saya juga berhak marah dengannya. Bukan sesuatu yang patut dijadikan alasan untuk bermuka kimchi tiap hari. Padahal saya juga sudah meminta maaf yang sebesar-besarnya dan menjelaskan yang sebenarnya. Tapi jika semua seperti apa yang seharusnya, mungkin di dunia ini sangat indah kali ya.... Musim semi terus menerus sepanjang tahun... Terus buah duren bisa disilangkan dengan pisang tanduk...

    Anyway, sikapnya menyulitkan saya secara fisik dan mental. Datang ke lab seperti datang ke penjara Guantanamo. Horror. Ditambah dengan saya paling gak bisa dan gak tahan kalau dalam situasi seperti ini,  dingin layaknya winter. Saya jadi gak nyaman, merasa terintimidasi, nelongso, sedih, gak bisa mikir dan gak enak makan. Kedengarannya berlebihan ya, entahlah, atau barangkali sayanya yang terlalu "perasa". Mau tidak mau harus berhubungan dan bergantung dengan dia, karena sekali lagi "I'm foreigner student", dan parahnya lagi foreigner student yang gak ngerti bahasa Korea. Yah, nasib jadi pencari ilmu di negeri asing, harus siap dengan segala resiko, termasuk mendapat tekanan batin dari pribumi yang semula justru sangat dekat dengan kita. Aahhh, tiba-tiba jadi pengen pulang... Pusing sama research, sama temen gak kalah pusing juga... Pelajaran moral autumn kali ini, pertama : autumn yang dingin barangkali merubah orang menjadi lebih sensitif dan melankolis, kedua : autumn yang dingin barangkali bisa membuat kaum Adam menjadi serupa kaum Hawa yang sedang PMS, ketiga : jangan pernah menyakiti atau mengecewakan orang-orang terdekat kita karena efek baginya akan meningkat secara eksponensial dibanding yang bukan orang-orang terdekat kita, ke-empat : dibelahan bumi manapun kita berada, masalah pasti akan selalu ada, dalam hal ini masalah menyangkut hubungan sosial dengan orang lain, tergantung bagaimana cara kita menyikapi dan menyelesaikannya. Dan yang kelima : hidup dan kehidupan itu bisa dibilang gak selalu gampang. Ada yang mau nambahin?

    Woalah, ternyata bukan cuma saya saja yang mengalami hal seperti ini. Dari beberapa orang teman foreigner student, saya dengar "menderita" hal yang serupa. Fenomena apa ini kira-kira ya? Perbedaan budaya kah? Kecemburuan sosial? Atau apakah? Tidak mengerti saya...  Padahal, saya merasa sudah berusaha menempatkan diri dengan baik sebagai seorang pendatang di negeri ini. Barangkali perlu diadakan suatu penelitian dan kalau dibikin paper barangkali bisa dipublish di jurnal-jurnal psikologi... Ummm, tapi tenang saja. Tidak semua pribumi bersikap seperti itu kok, bisa dihitung dengan jari. Dan sisanya yang banyak adalah relatively nice person...

    Anyway lagi, saya sangat berharap teman lab saya itu kembali seperti sedia kala. Yang dulu selalu menyapa saya dengan sapaan khas nya, "Hi, Idham", tiap kali datang ke lab, yang dulu selalu dengan senang hati membantu saya, yang dulu selalu murah senyum sama saya, yang dulu sangat baik sama saya, yang dulu selalu bermuka ramah dengan saya. I know that he is a good person. I believe time will make him back like previous... 

    Sementara memang harus bisa bertahan apapun keadaannya. Seperti yang selalu dititahkan oleh para senior-senior kami disini, "Kalian yang kuat ya!", "Kalian harus bisa bertahan ya!"...

    Demi sebuah asa...

    God, please help me....


    Gyeongsan, Autumn 2010