Monday, 4 October 2010

Bulan Di Atas Kota Kecilku Yang Ditinggalkan Zaman

Ini adalah salah satu puisi Andrea Hirata (Ikal) di Novel Padang Bulan... Ceritanya dia membantu si Enong untuk tugas kursus Bahasa Inggrisnya. Berhubung si Enong tidak bisa membuat puisi, maka dia minta bantuan Ikal untuk dibuatkan puisi dalam Bahasa Indonesia, yang nantinya akan diterjemahkan Enong sendiri dalam Bahasa Inggris. Dan puisi ini adalah curahan hati si Ikal sendiri yang merasa sangat cemburu ketika mendengar kabar A Ling akan dilamar oleh Zinar. Dia sangat takut kehilangan A Ling sampai rela melakukan hal-hal  yang konyol dan tak masuk akal demi cintanya pada gadis Tionghoa itu... Termasuk berseteru dengan sang ayah... Mungkin pelajaran pertama yang di ambil dari novel ini adalah, ~terkadang cinta itu memang gilaaaaaaa~... ^^

Saya dapat novelnya dong... Novel yang sudah lama saya tunggu-tunggu... Whaaa, senangnya.... Thanks banget buat yang bawain jauh-jauh dari Indonesia... Semoga kebaikan selalu ada padamu... :)

Tentang novel ini, gak ada yang perlu disampaikan selain "dari dulu saya memang nge-fans banget sama novel-novelnya Mas Andrea Hirata"....Alhamdulillah bisa khatam semua bacanya... *lhoh*

======================================================================================

Bulan Di Atas Kota Kecilku Yang Ditinggalkan Zaman

Orang asing
Orang asing
Seseorang yang asing
Berdiri di dalam cermin
Tak kupercaya aku pada pandanganku
Begitu banyak cinta telah diambil dariku

Aku kesepian
Aku kesepian di keramaian
Mengeluarkanmu dari ingatan
Bak menceraikan angin dari awan

Takut
Takut
Aku sangat takut
Kehilangan seseorang yang tak pernah kumiliki
Gila, gila rasanya
Gila karena cemburu buta
Yang tersisa hanya kenangan
Saat kau meninggalkanku sendirian
Di bawah rembulan yang menyinari kota kecilku yang ditinggalkan zaman
Sejauh yang dapat kukenang
Cinta tak pernah lagi datang

Bulan di atas kota kecilku yang ditinggalkan zaman
Bulan di atas kota kecilku yang ditinggalkan zaman


By Andrea "Ikal " Hirata
Dwilogi Padang Bulan dan Cinta di Dalam Gelas

0 comments: