Thursday, 14 October 2010

How Korean Girls Stay Slim and Thin - Tanya Kenapa Wanita Korea Kurus dan Langsing

 
SNSD, tipikal cewek Korea : kurus, tinggi, langsing

Saya perhatikan dan amati selama beberapa bulan di Korea, cewek-cewek Korea itu kurus-kurus dan langsing (mungkin ini sudah jadi rahasia umum kali ya, semua orang sudah tahu akan hal itu, tapi sayangnya saya baru menyadari setelah berada disini). Bukan hanya yang masih muda saja, wanita-wanita yang sudah berumur dan nenek-nenek pun kelihatan langsing dan kurus. Jarang saya temui wanita-wanita yang berbadan, maaf, lumayan "subur", jumlahnya mungkin bisa dihitung dengan jari. Menurut pengamatan mata saya, badan mereka bener-bener terjaga, bahkan cenderung ke kurus kalau menurut saya. Meskipun badan mereka kurus, tapi jangan salah, stamina mereka sangat bagus.

Saya pun jadi penasaran dan sangat ingin tahu, apa kira-kira rahasia wanita Korea hingga tidak ada istilah melar dalam kamus mereka. Setelah melakukan investigasi dan analisis data (beuh... bahasanya!!), googling dan nanya-nanya langsung sama teman Korea saya yang cewek, saya bisa menyimpulkan beberapa faktor yang bisa membuat tubuh mereka tetap langsing (in case baik untuk yang masih remaja maupun yang paruh baya) :

 1. Ikan, tersedia cukup banyak dan mereka gemar makan ikan. They eat a lot of fish. 

Sebagai negara yang dikelilingi oleh laut, hasil ikan di Korea cukup melimpah. Orang Korea bisa dibilang sangat suka makan ikan bahkan angka konsumsi ikan lebih besar jika dibandingkan dengan daging dan ayam. Sebagai perbandingan,  pada tahun yang sama (menurut sumber yang saya baca), jumlah konsumsi ikan mencapai 34.1 kg perkapita, sedangkan jumlah konsumsi daging sapi ditambah daging babi plus daging ayam hanya sekitar 25.3 kg. Seperti yang kita tahu bahwa ikan adalah sumber protein yang penting untuk diet. Ikan laut terutama, banyak mengandung Omega 3 yang bagus untuk jantung dan lemaknya termasuk lemak tak jenuh yang tidak membeku di darah menjadi kolesterol jahat. Sehingga tidak membuat orang jadi gemuk. Di Korea banyak kita jumpai hasil olahan ikan seperti sarden, mackarel dan tuna dapat dengan mudah dan banyak kita temui di supermarket, minimarket, toko-toko maupun di pasar-pasar (menurut pengalaman pribadi saya). Bukan hanya ikan saja, tetapi seafood juga banyak ditemukan disini. So, kalau ingin tetap langsing, makanlah ikan yang banyak seperti orang Korea... :)

2. Kimchi, bisa dibilang sebagai makanan wajib di Korea

Dimanapun kita makan di semua tempat di Korea, hampir bisa dipastikan akan selalu ada kimchi tersajikan, apapun jenis makanan utamanya. Kimchi, saya rasa hampir sebagian orang tahu tentang makanan khas Korea yang satu ini : sayuran yang dibumbui dan difermentasi. Karena hasil dari proses fermentasi inilah kimchi bisa mencegah obesitas, selain bahan-bahan bumbu yang ditambahkan di dalamnya. Sayur-sayuran yang difermentasi (biasanya kubis atau lobak) dan dibumbui dengan garam, bawang putih, bubuk cabe, vinegar sertai bumbu-bumbu lainnya ini, disediakan dihampir setiap jenis makanan. Kimchi merupakan bagian penting dari diet berserat tinggi dan rendah lemak yang dapat mencegah obesitas masyarakat Korea. Selain itu, kimchi mengandung banyak vitamin A, B dan C. Mungkin manfaat yang paling besar dari kimchi adalah mengandung bakteri sehat yang disebut Lactobacillus kimchii (selain di kimchi, bakteri ini juga bisa ditemukan pada yogurt). Bakteri "baik" Lactobacillus kimchii bisa membantu sistem pencernaan kita, selain itu juga dapat menghentikan dan mencegah serangan bakteri yang berbahaya. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan bahwa kimchi ini bisa mencegah kanker. Ternyata makanan asem ini punya manfaat yang sangat besar bagi tubuh, saya sendiri baru tahu... Maka tidak heran jika ada yang menyebutkan bahwa kimchi adalah makanan paling sehat di dunia (world's healthies foods). 

3. Makanan, tidak terlalu banyak yang berminyak dan berlemak 
Jika dibandingkan dengan masakan Indonesia atau mungkin masakan negara-negara Asia Selatan, sedikit makanan yang mengandung banyak minyak atau lemak. Di Korea, secara umum lebih banyak masakan yang diolah dengan cara direbus sehingga tidak mengandung minyak, seperti misalnya chigae atau kongnamul. Dan disini hampir tidak ada masakan yang mengandung santan, karena memang tidak ada pohon kelapa. Berbeda dengan di Indonesia yang banyak dijumpai masakan yang bersantan.
  
 4. Gemar berolahraga, terutama jalan kaki
Saya merasakan sekali perbedaan yang besar ketika di Indonesia dan di Korea, mengenai kegemaran berolahraga, terutama jalan kaki. Jika di Indonesia orang lebih memilih untuk naik angkot, bawa kendaraan atau naik ojek walaupun dalam jarak yang relatif dekat. Di Korea saya melihat orang lebih banyak memilih untuk berjalan kaki, walaupun jarak yang akan ditempuh lumayan jauh. Pemandangan orang-orang yang berjalan kaki akan banyak kita temui diberbagai tempat di Korea ini. Bahkan sering sekali saya temui perempuan-perempuan separuh baya (ajuma) menyempatkan diri berolahraga jalan kaki serta naik gunung. Saya rasa bukan hanya jalan kaki saja, tapi mereka adalah orang-orang yang gemar berolahraga secara umum. Maka  disini banyak dibangun sarana olahraga dan banyak pula yang memanfaatkannya. Dan satu lagi, masyarakat Korea adalah termasuk orang-orang yang sangat peduli akan gaya hidup sehat.
5. Pola pikir masyarakat mengenai berat badan
Di Korea berat badan ideal berada di kisaran 40-50 kg. Jika berat badan lebih dari 50 kg, sudah bisa dikatakan gemuk. Dan ini adalah seriusan. Dari beberapa info yang saya peroleh, beberapa gadis di tempat saya belajar rata-rata memiliki berat badan sekitar 43-45 kg dengan tinggi badan yang tidak bisa dibilang pendek untuk ukuran gadis Asia. Selain itu, pola pikir masyarakat yang menaruh perhatian yang cukup besar terhadap penampilan ini, tak terkecuali berat badan menjadi hal yang penting.  
6. Diet ketat

Seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya bahwa penampilan menjadi hal yang sangat penting di negeri ini, sehingga orang tidak akan mau dikatakan kurang menarik karena kelebihan berat badan, terlebih bagi seorang gadis. Menurut keterangan salah seorang teman Korea saya, gadis-gadis Korea tergolong cukup ketat dalam urusan diet. Seberapa ketat, saya kurang begitu tahu karena saya teman lab saya semuanya pria. Tapi sebagai gambaran, teman lab saya yang pria itu pun tiap hari makan sayur-sayuran untuk dinner dalam rangka program diet, dan yang lainnya lagi tidak pernah mau diambil fotonya karena alasan menurut dia pipinya terlihat sangat gemuk, padahal biasa saja menurut saya. Di Korea, ternyata bukan hanya para wanita yang sangat peduli dengan masalah berat badan, para pria nya pun tidak mau kalah juga.

7. Gaya hidup yang serba cepat
 
Gaya hidup masyarakat yang serba cepat mungkin bisa menjadi salah satu pengaruh. Dalam kehidupan di negara maju seperti Korea, setiap detik waktu menjadi sangat berharga. Oleh karena itu, mereka pun dituntut untuk serba cepat, termasuk dalam hal pergerakan, mereka lebih cepat dan lebih aktif. Seperti tipikal negara-negara maju lainnya, time is money, suasana seperti seolah-olah terburu-buru banyak dijumpai. Mungkin ini bisa menjadi salah satu faktor penyebab mengapa wanita-wanita Korea terlihat kurus dan langsing.

8. Wanita Korea adalah ibu rumah tangga yang mandiri

Di Korea, tidak ada yang namanya pembantu rumah tangga. Tidak seperti di Indonesia, yang golongan menengah pun bisa punya pembantu rumah tangga lebih dari satu. Semua pekerjaan rumah tangga dikerjakan sendiri oleh mereka, sehingga tidak ada yang namanya do nothing and saving much fat. Jangan tanya mengenai para TKW Indonesia yang ada disini, karena sebagian besar dari mereka dipekerjakan di pabrik, bukan sebagai PRT layaknya kebanyakan TKW yang dikirim ke negeri tetangga sebelah.

9. Pengaruh keturunan/gen

Saya pernah mendengar pendapat yang mengatakan bahwa wanita-wanita Korea kurus dan langsing karena pengaruh dari gen yang mereka bawa. Mungkin ada benarnya juga, tapi hal itu tidak mungkin terbentuk kalau tidak ada faktor eksternal lainnya. Pernah dengar juga bahwa pengaruh gen, hal itu adalah sekedar mitos belaka.


Anyway, itu hasil pengamatan saya selama berada di Korea dan analisis dari otak yang serba terbatas. Bisa disimpulkan disini bahwa berbagai macam faktor yang menyebabkan wanita-wanita Korea sangat terjaga berat badan mereka, bisa dari makanan, gaya hidup, budaya dan faktor dari dalam, semua faktor tersebut berkaitan dan saling mendukung Mungkin bisa diambil manfaat dari sini sekiranya itu baik dan sesuai untuk kita. Menurut saya pribadi, selama masih tetap sehat, masalah berat badan mungkin tidak jadi soal. Tapi alangkah lebih baik jika proportional, tidak kelebihan dan tidak kurang banyak.


:: Diolah dari berbagai sumber ::





3 comments:

hzlv hfz said...

erm menarik jugak.....saya mmg nak tau sangat camna diorang ni boleh kurus sangat2...thanks 4 ur info

Anonymous said...

udah brapa lama di korea .....
q penggemar negara ini pi ampe sekarang lom kesampean ksana hhhhmmmmmmmmmmmmm ngiri bnget

SAZMIHOSHISHOP said...

Pengen ke korea :(