Thursday, 29 December 2011

Have You Ever?

Have you ever being 'a secret admirer'? Being a person who adore, admire or even love someone just in silent, never showing their feeling up to the those person or other person as well. Hiding without any courage. Just feel happy if seeing the person they adore are happily laughing, feel delight with just only hearing her/his voice, always missing his/her presence, cheerful with only around her/him, seeing her/him from the back and far and so on.

I have ever...

Ummm... And now I think I'm being the one again, am I?
Uuhhh... I dunno... Maybe just admiring... without realizing...
He is so close but untouchable...

And I feel safe on those way...
At least, less getting hurt... Even, possibly feel broken once at the end...
Just hope nothing...

Have you ever?

Wednesday, 21 December 2011

Tagihan Hp

Terima tagihan hp dan ternyata jumlahnya cukup membengkak... *kalau dibandingin sama tagihan bulan sebelumnya
Setelah gue liat ternyata pemakaian terbanyak ada pada jumlah akses data, habis 15.653 won... 
Bulan sebelumnya cuma 1.374 won...
Ya ampun, bulan November kemaren gue pake internetan dari hp buat apaan aja yak... *geez
Kayaknya pas gue lagi di Jeju deh... -__-
Biaya sms tagihan bulan ini cuma 760 won, sedangkan bulan sebelumnya 2.310 won...*irit banget, gak ada yang disms
Telepon bulan ini 7.524 won, bulan kemaren cuma 2.673 won...
Rata-rata per bulan tagihan hp gue di kisaran 20-30 ribu won...
Itu sudah termasuk abondement per bulan 11.000 won...
Ini hp terhitung jarang dipake...
Tagihan bulan 11 (yg jumlahnya cuma 19.930 won), seinget gue adalah tagihan paling sedikit yang gue terima sepanjang pegang hp ini...
Sedangkan paling banyak, kalau gak salah sekitar 48-an ribu won...
Gue beli dulu hp nya 140 ribu won (Nokia X6) dan gue pake provider KT...

FYI : Tagihan bulan ini adalah untuk pemakaian pada bulan sebelumnya...


                         NOW                                                                 BEFORE

Tuesday, 20 December 2011

Smile Girl Bento

It has been a long time I didn't do bento. Life was very busy previously, preparing manuscript for conference and thesis for graduation as well, those two things didn't give me a time even to get enough time of sleep. Somehow, I missed doing bento, gladly arranging meals in my lunch box become composition like what I want. It's pleasure for me. And now, everything is just almost finished, seems like I have many free time.

So, today I did bento again and made this smile girl bento inspired by Susan Yuen, a writer of Hawaii's Bento Box Cook Book. I don't have her book actually, and none of another bento cookbook as well. But, I want to own it someday, I hope I could.

The content itself was just little since I didn't cook today and my refrigerator has no so much ingredients for making bento. Indeed, I couldn't find carrot, the cheapest and mostly used ones. The meals box just consisted of smile girl rice ball, steamed broccoli, fried fish cake or it's called odeng  and baby orange. Just here I found orange which is eaten with its peel, I never found it in my hometown before. And the peel itself tastes sweeter than fruit pulp. Its size is very small indeed. I still can't eat boiled odeng but fried odeng, I like it so much. It's little bit weird I think and I don't know why like that. I made the hair, eyes, nose and mouth from dried seaweed. The cheek was from chilli sauce then I put sesame seeds on the eyes corner. Since I don't have small flower mold so that I used 'heart love' shape to decorate her hair.

Maybe some of you notice that the picture is different from usual. Yes, it's little bit blur on backside and I intentionally made it in those way; selectively focusing on the smile girl rice ball. I love to learn, especially something new and in this time, I'm liking to learn about taking picture. Basically, I love doing those thing since long time ago. Finally, I have my own, the thing which I wish for to have, even if it's not the new one, but I'm so happy. Yaayyy... From now, I'll frequently update my posterous... I hope so...

And this is the smile girl bento...
Cheers up, girls!!

Sunday, 18 December 2011

Q.S. Ibrahim Ayat 24-26 : Reminder

[ 14:24 ]
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللّهُ مَثَلاً كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاء
Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit,

[ 14:25 ]
تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا وَيَضْرِبُ اللّهُ الأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ
pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.

[ 14:26 ]
وَمَثلُ كَلِمَةٍ خَبِيثَةٍ كَشَجَرَةٍ خَبِيثَةٍ اجْتُثَّتْ مِن فَوْقِ الأَرْضِ مَا لَهَا مِن قَرَارٍ

Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikit pun.

Saturday, 17 December 2011

Ayunan 'Hanimun'

Di kampus saya ada yang namanya Folk Village, sebuah kompleks yang berisi rumah-rumah tradisional Korea... Dan di dalam kompleks tersebut ada sebuah ayunan yang cukup tinggi terbuat dari kayu...Sebut saja namanya 'ayunan hanimun'. Saya sendiri kurang tahu nama ayunannya apa, saya hanya minjem istilah dari salah seorang temen.big grin
*beliau pas masa hanimun-nya sering kesiniblushing

Ini adalah favorit saya kalau mengunjungi Folk Village tersebut, maen ayunan... Terutama ketika diayun sampai ketinggian makimum yang memungkinkan terjangkau.... 
Begitu di lepas, rasanya seperti 'terbang'...
*sedikit melebay

Jadi, kalau ada yang maen-maen ke Yeungnam University, jangan lupa mengunjungi Folk Village-nya. Terutama, jangan lupa buat nyobain ayunan 'hanimun' ini! Minta untuk diayun paling tinggi dan rasakan sensasinya begitu dilepaaskan...
 happy

Kasihan Si Anak Ayam


Apa yang pertama kali terlintas di pikiran kamu ketika melihat foto ini? Lucu, imut, ayam, sedih, ngantuk, tidur, biasa aja, monyong atau apakah?

Kalau aku, adalah kasihan.... sad

Tanya kenapa....

Friday, 16 December 2011

Suddenly

Dear blowing winds...

Suddenly...

I'm missing him

Missing him

Missing him so much

Could you please... ?

...Please... ?


sad

Oh, nooo...

Thursday, 15 December 2011

Jangan Panik Duluan, Ah!

Selain ceroboh, ternyata saya menemukan diri saya sendiri tergolong ke dalam tipe orang yang mudah panik.... Padahal, rasa panik (yang berlebihan) tersebut sebenarnya tidak perlu, toh pada akhirnya masalahnya tidak seburuk yang dibayangkan. Dan lebih dari itu, semuanya ya baik-baik saja ternyata....
*Lha wong namanya juga orang panik... Kalau tahu bakalan baik-baik saja dan gak akan kenapa-kenapa ya bakalan tetep duduk anteng enggak pake usreg segala, thoh...straight face

Adalah seperti kemaren malem... Saya ceroboh meletakkan external hard disk dalam kondisi 'nyolok' ke komputer di pinggiran meja, sedemikian sehingga entah kesenggol atau bagaimana tiba-tiba hard disk tersebut jatuh ke lantai. "Prakkkk", bunyinya lumayan keras. Saya memungut hard disk yang jatuh tersebut dengan sedikit was-was tapi masih berpikiran positif "Ah, palingan juga gak kenapa-napa". Kemudian saya coba colokin kembali ke komputer, dan ternyata gak ke-detect. Masih berpikiran positif dan saya coba colokin lagi sambil berharap kali ini bakalan menunjukkan tanda-tanda kehidupan; ke-detect. Owalah, ternyata setelah dicoba beberapa kali enggak kebaca juga. Lebih dari itu, muncul perintah di screen untuk mem-format isi si hard disk... Kondisi waktu itu saya sedang berada di lab sendirian...

 Si biang kepanikan malam itu


Mulailah kepanikan melanda... Dan lemes seketika... Saya enggak bisa ngebayangin kalau file-file semenjak saya kuliah S1 sampai lulus S2, file-file yang telah saya kumpulin di hard disk tersebut seketika lenyap tak bersisa...Betapa sedihnya... sad

Akhirnya saya nelpon temen yang jago IT menanyakan masalah tersebut... Masih ada harapan atau enggak buat di-recovery segala macem. Dan si teman tersebut mengintruksikan beberapa hal yang perlu dilakukan. Selang beberapa menit kemudian, saya iseng-iseng cobain lagi, eh alah kok langsung ke-detect... Ya Alhamdulillah banget... Untung waktu itu belum saya klik menu 'formatting'...

Saya jadi inget beberapa waktu yang lalu, mesin XRD trouble dikit udah panik minta ampun, mesin sputtering vacuum systemnya bermasalah; jadi usreg, komputer lab gak bisa nyala; juga panik (iya thoh, lha wong deadline submit ini itu sebentar lagi kok malah gak bisa dipake komputer-nya) dan entah berapa banyak kepanikan-kepanikan yang sebenarnya gak perlu lainnya yang telah berlalu... Lebih-lebih kalau lagi sendirian, lebih enggak banget lagi paniknya... I don't want to see

Terdorong rasa kesel dengan si panik (eh, tiba-tiba teringat kalau saya punya temen yang panggilannya "Panik" juga, sekilas info *abaikan*), akhirnya saya googling-googling bagaimana cara mengatasi rasa panik tersebut dan keluarnya kira-kira adalah begini :

Dr. Danardi Sosrosumihargjo., Sp. KJ, psikiater dari Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, “Panic disorder terjadi akibat gangguan pada suatu tempat di otak yang bernama nucleus cereleus.” Namun memang belum ada penelitian yang dapat membuktikan pencetus rasa panic itu sendiri. Tapi konon, faktor lingkungan di luar diri Anda berpengaruh besar sebagai pencetus rasa panic ini. Jika Anda punya kecenderungan mudah panik, bawalah selalu kantong plastik. Jurus ini diajarkan oleh Dr. Jan Sudir Purba. Bagaimana menggunakannya? Berikut ini tips-nya:
1.Tarik napas dalam-dalam melalui hidung, tahan sejenak, lalu keluarkan melalui mulut di kantong plastic tersebut.
2. Setelah itu, bernafaslah dalam kantong tersebut. Usahakan tidak ada udara masuk atau keluar dari kantong plastic –hanya udara dari hasil pernapasan Anda.
3. Lakukan selama 2-3 menit, atau sampai rasa panik mereda.
4. Menurut Dr. Yan, dengan cara mengeluarkan dan menghirup kembali CO2 (karbondioksida) akan menstabilkan kadar CO2 dan O2 (Oksigen) dalam tubuh Anda. Alasannya, hiperventilasi yang salah membuat tubuh Anda lebih didominasi oleh O2.
Sumbernya dari sini

Jadi intinya, bagi yang mudah terserang rasa panik : Bawalah selalu kantong plastik, ya?!
Kalaupun enggak kepake, setidaknya bisa multi fungsi; salah satunya adalah bisa jadi kantong muntahan... big grin

Setelah saya pikir-pikir, sebenarnya "panik duluan" itu ternyata adalah enggak perlu, karena pikiran kita jadi diliputi oleh hal-hal yang negatif dan kadangkala menghalangi untuk berpikiran jernih...

Oiya, sekedar info, bagi siapapun yang tiba-tiba menerima incoming call dari saya, dan mendengar suara saya sedang berlebay-lebay karena sedang panik (suatu ketika bahkan saya pernah menangis tersedu-sedu ketika nelponin orang), mohon untuk dimaklumi...
Entah kecenderungan atau apa, jika terserang rasa panik atau terbawa perasaan yang berlebihan, saya kok seringkali mencari/menelpon seseorang, yang bahkan hanya untuk sekedar mendengarkan suara 'manusia' saja...
Paling enggak memberikan rasa lega, "Oh, saya enggak sendirian..."
Dan siapapun itu bisa jadi targetnya...big grin

Friday, 9 December 2011

Resensi Buku : Madre

Ini buku sebenarnya udah selesai dibaca dari kapan tahun, tapi kelupaan mulu mau nulis review nya... T.T
Nitip si Edit pas pulang ke Indonesia liburan musim panas kemaren...
Senengnya kalo ada temen yang pulang, bisa nitip buku....

Madre... 
Mungkin bagi sebagian orang, judul ini terasa asing dan kurang familiar di telinga, dan kadang mengundang rasa penasaran. Begitu pula dengan saya sendiri, penasaran dengan "Madre" ditambah dengan kecintaan saya terhadap karya-karya sang penulis wanita hebat, siapa lagi kalau bukan Dewi Dee Lestari, yang lewat  karya-karya tulisannya mampu membuat banyak orang tersihir (lagi-lagi termasuk saya, telah berhasil dibuat terkagum-kagum oleh Supernova).

Sesuai dengan judulnya, Madre : Kumpulan Cerita, buku ini berisi 13 kumpulan cerita dan narasi pendek serta puisi hasil karya Dee. Cerita utama sebagai punggawa adalah subjudul 'Madre' itu sendiri dengan porsi yang jauh lebih banyak dibanding yang lainnya. Sebuah cerita yang tersusun apik, sarat akan "sesuatu" yang tak terduga sedemikian sehingga membuat pembaca nya seakan tidak mau untuk sekedar melepaskan Madre dari tangan, dan ingin terus untuk mengikuti alurnya. Setidaknya itu yang terjadi dengan diri saya sendiri, setibanya Madre di meja saya, kemudian saya buka bungkus plastiknya dan mulai membaca lembar demi lembar. Ini kisah yang menarik, begitu batin saya. Dee gilang gemilang memposisikan dirinya sebagai, seorang pria.

Adalah Tansen Wuisan, seorang yang mengira dirinya keturunan Sunda Manado, datang ke sebuah pemakaman. Jauh-jauh dia datang dari Pulau Bali ke Jakarta, ke sebuah pemakaman seseorang yang bahkan ia tidak mengenalnya. Keganjilan yang begitu mencolok, disebuah TPU Tionghoa, berdirilah seorang berkulit gelap dan berambul gimbal, seorang diri, yang tak lain dan tak bukan adalah dia sendiri. Sampai akhirnya seseorang yang menghampirinya, dan lewat seseorang yang ternyata pengacara ini, si Tansen mendapatkan warisan dari si yang meninggal, sebuah kunci dan secarik kertas berisi sebuah alamat. Seketika ia ingin segera menyelesaikan urusannya dan meninggalkan kota Jakarta. Pengacara tersebut kemudian mengantarkannya ke alamat yang tertera dalam wasiat dan di tempat tersebut bertemulah Tansen dengan Pak Hadi, seorang Tinghoa yang telah berusia cukup lanjut. Dari Pak Hadi inilah kemudian Tansen mengetahui sejarah hidupnya yang sebenarnya. Dalam sehari, sejarah hidupnya tiba-tiba berubah, ternyata dia berdarah seperempat Tionghoa dari kakeknya, neneknya yang berasal dari India ternyata adalah tukang roti. Dan yang paling ganjil, mereka berdua mewariskan anggota keluarga yang tidak pernah dia kenal sebelumnya, yaitu : Madre, adonan biang roti yang telah berumur puluhan tahun.


Penasaran khan dengan kisah berikutnya? Bagaimana kemudian Tansen bisa menghidupkan kembali sebuah pabrik roti tua yang mati suri, pertemuan Tansen dengan seorang "peri" bernama Mei yang kemudian terjalin cinta di antara keduanya, dan kisah-kisah pendek lainnya yang tak kalah menarik serta puisi-puisi apik karya Dee, kumpulan cerita Madre ini sangat recommended untuk dibaca...

Oiya, dari Madre ini juga, saya tahu bahwa ternyata aktivitas blogging bisa berujung kisah manis... Karena dari blog Tansen yang berisi catatan petualangan hidupnya, si Mei, peri yang luar biasa hebat, mengenal pria pemilik Madre tersebut...
Ih, jadi tambah semangat blogging deh... Instead of peri, siapa tahu ada seorang pangeran yang mampir kesini...happy

Tuesday, 6 December 2011

Dear Flu


Dear flu,

Please don't be on me right now, could you?
I really need my clear voice for tomorrow.
It's one of my big day.
Thank you for understanding~

*Getting little bit panic found my voice become throaty and sneezing when woke up in this morning
~Last night was very cold and windy...

Monday, 5 December 2011

Si Siti

Close session of thesis defense 끝

Alhamdulillah...

Nunggu hari Rabu buat open session...

Then, M.Sc. Eng will be mine.

ㅎㅎㅎㅎ Gak penting juga sebenarnya, toh S.T gue juga gak pernah dipake.

Apalah arti gelar sesungguhnya...

Ini adalah lebih ke sebuah proses...

Gue mau S.T mau M. Sc. Eng, tetep aja 바보~

"Dit, tulung fotoin gue dong, dokumentasi abis defense!"
"Gak mau ah"
"Kenapa emang?"
"Jealous. Gue pengen lulus juga sekarang. Sini, gantian ama gue Dham!"
"Jaaa elaahhh! Tinggal satu semester doang ini"
"Sini... sini.. potoin gue di meja gue sini"
"Gak mau"
"헐!성옥황, 사진 찍어 주세요!

"네~ 어디에?"
****************************************

:: Intermezzo ::

Pagi tadi ketika sahur bareng,

A : Eh, si Siti M******* itu siapa sih ya? Kok selalu muncul di time line facebook saya. Namanya lucu.
B : Hahaha... Nama saya dulu juga ada Siti Siti nya lhoh. Terus diganti jadi nama yg sekarang konon katanya gara-gara sakit-sakitan
A : Ah
seriusan? Siti siapa emang?
B : Siti Kusnari
A : Oh, iya?
B : Hahaha... baca pelan-pelan... si-ti-kus-na-ri
A : Aaahhh... Siyal! Saya percaya beneran gitu.
B : Tapi bener kok, nama saya dulunya emang ada Siti-Siti nya...
A : Siti siapa sih?
B : Hahaha.. Mau tau?

Si dia penasaran...

A : Iyaaaa, siapa sih?
B : Beneran mau tau?
A : Iyaaaa....
B : 비밀이야~
A : Aaaaa....
B : Tunggu episode berikutnya...


Si dia kemudian mendengus...


Yesss... *si B tersenyum puas

Btw, si B itu yang nulis postingan ini

Sunday, 4 December 2011

H-1

H-1 Close Session
H-3 Open Session

#iseng mode ondon't tell anyone
biru ==> warna paporit, semoga membawa keberuntungan... happy

Plus buat Arief yang kemaren nanya judul, nyoh tak kasih Rip... big grin

Bismillah....

~rasa campur aduk
rolling eyes


Friday, 2 December 2011

한국어 잘해요!


One day, on the airplane... Hong Chan Oppa, he repeated the information voice in English when airplane would arrive our destination. But suddenly he stopped and asked me;

"...your 뭐?"

"... your belonging, Oppa!"

"Oh, your listening in English is very good! I envy you!"

"I envy you, too, Oppa! Your Korean is very good!" ㅠㅠ

"Idham 뭐야~ 나는 한국 사람이야~"


He sweetly smiled...

*************

Another day, Ho Bom oppa came to my lab while I was trying to read an article in Korean character.

"Idham, your pronunciation is very strange!"

"So how do to read it correctly?"

Then, he read those article for me...

"Woohhh, 오빠 한국어 잘해요! 나는 한국어 못해요" ㅠㅠ

"Idham, 뭐야? Do you play on me? I'm Korean! 나는도 인도네시아어 못해!"

He looked angry but laughing as well.

"I'm living here for almost 2 years, but I still couldn't speak in Korean" ㅠㅠ

"너 바보야~"

"한국어 가르쳐 주세요!"

*Kerjaan gue kalo gak ada kerjaan, sama anak-anak Korea, ngerjain becandain mereka...

바보 사람~


A : Igo irem-i nuguyeyo?
B : Kkkkkk.... igo aniyeyo onni! You should use "i-saram". "Igo" is just used for 물건.
A : Aaa~ gereyo?
~Another Korean peoples around me were laughing...

************
 
Another time,

A : Igo chincha nappayo!
B : Kkkkkk... Igo? Ma is igo? Aaa~ OK... Ma is not a human.

Btw, A is me...
바보 사람~

Thursday, 1 December 2011

Jajajajajaja....


"Bu, saya mau langsung S3 ya? Mumpung ada kesempatan dan ini adalah cita-cita saya. Gimana, boleh gak?" 
"Hah, terus kapan kamu mau nikah? Kapan kamu berumah tangga? Inget sama umur! Kamu enggak kasihan sama adik kamu?
"Kenapa emang bu?"
"Lha iya, khan mesti nungguin kamu nikah dulu baru dia bisa nikah. Kamu mau nanti dilangkahin adik kamu? Kamu enggak kasihan sama diri kamu sendiri?"
"Gak apa-apa bu. Adik nikah duluan juga enggak apa-apa." *duh, dasar orang Jawa masih memegang teguh adat
"Bukan cuma itu. Kalau kamu S3 sebelum nikah, nanti kalau ada yang suka sama kamu, dia bakalan mundur dan gak berani maju liat latar belakang pendidikan kamu.
"Jodoh itu sudah ada yang mengatur khan, tenang saja bu"
"Emang berapa tahun rencananya?
"Cuma 4 tahun kok bu"
"Hah, 4 tahun? Bla... bla... bla... bla... "

Dan gue cuma bisa dengerin aja....
Ada rasa prihatin dan khawatir tersirat dari suara ibu.

Ujung-ujungnya, "Jaga diri baik-baik, kamu jauh dari keluarga. Ibu gak bisa ngapa-ngapain kalau kamu kenapa-kenapa, cuma bisa doain. Minum air yang banyak, inget batu ginjal kamu. Minum susu juga."
Ah, gue jadi tambah sedih... Gue jarang minum air putih dan gue gak terlalu suka sama susu.

Selama ini gue gak terlalu menganggap serius kalau orang lain ngomong mengenai urusan nikah dan mencari pasangan. Mungkin entah sudah berapa orang ngomong ke gue hal yang sejenis. Tapi kali ini, ibu gue sendiri yang ngomong. Dan ini bikin gue sangat kepikiran... Beberapa hari ini gue gak bisa tidur.... ㅠㅠ

Belum lagi roommate gue yang hampir tiap waktu mencekokin gue dengan hal serupa hampir seperti minum vitamin gue denger,
"Dham, buruan nikah lah sana. Atau paling enggak nyari calonnya dulu!
Terus paling banter gue jawab, "Nikah ama siapa cuy?"
"Cari sanaaaaaa!!!"
"Cariin gih!"
"Saya cuma khawatir kamu nanti jadi lupa"

Siapa orangnya yang gak mau menikah, punya keluarga dan punya pasangan... Cuma mungkin waktu nya aja yang belum...

Jajajajaja... Gue tertekan dengan urusan nikah-menikah!
Terus gue mesti menekan balik siapa? ㅠㅠ

Wednesday, 30 November 2011

Hidup Itu...

.... berputar... 
Sudah banyak dan tak terhitung orang menanyakan beasiswa Korea ke gue dan tak terhitung juga gue menjawab pertanyaan dari orang-orang seputar beasiswa ke Korea. Beberapa kali membantu prosesnya sampai akhirnya bisa diterima disini... Bahkan gue jadi salah satu admin di page beasiswa ke Korea... Ngepost-ngepost dan ngeshare-ngeshare info beasiswa yang ada di Korea... Dan sekarang giliran gue yang berada di posisi mereka... Jadi pencari beasiswa... Happy scholarship hunting! 
And keep fighting~ Hahahaha... 
Btw, ini blogspot lagi kenapa ya, tampilannya jadi aneh bener... -_-

Why?

It was just messages I sent which weren't replied back by someone. 
Why does it make me so sad? 
Why does it so burden me? 
Why are they like that? 
Every I get ignorance, once it deeply drive me to think what my mistake, what wrong with me, what happen and so on... 
So many "what" and "why"... And why do I feel hurt? 

Aaaaa... Ini gue mau thesis defense malah mikirin yang enggak-enggak... ㅠㅠ

It's Pleasure


Me : "Prof, may I still stay in this lab after graduated while searching for scholarship or job? I need to extend my visa which will be expired on February."
Prof : "Oh, sure. It's pleasure for me to have you here."


Seketika air mata saya seperti hendak keluar. Saya terharu, dan ini untuk kesekian kalinya atas kebaikan-kebaikan orang yang ada di depan saya tersebut.

Lebih dari itu, saya merasa di"manusiakan" dan kehadiran saya disana dihargai.

Monday, 28 November 2011

HHC

Harap-harap cemas menunggu jawaban, ijin menyangkut masa depan...
Atau gue bakalan ditarik suruh pulang...

Still want to live here little longer...
Still don't want to come back home for this time...

Still want to study much more...

But, I couldn't just think about myself only...
Couldn't just think of what I want...
Couldn't just think of what I eager to do...
Couldn't be selfish...

etc...

So confused...


ㅠㅠ

Sunday, 27 November 2011

Quote of The Day

:: Sometimes we must get hurt in order to grow, we must fail in order to know. Sometimes our vision clears only after our eyes are washed away with tears ::


All you need is just to stand up!

Dan ternyata gue gagal!
Pendaftaran Taegu Tec ternyata sudah ditutup minggu kemaren tanpa
gue tahu akan hal itu sebelumnya.

Kadang memang hal-hal seperti itu bisa saja terjadi, sesuatu yang sepertinya sangat dekat dengan kita, di depan mata kita dan tinggal beberapa langkah lagi, ternyata bisa lepas begitu saja.
Harus siap menerima hal-hal yang seperti itu, dan itu bukanlah akhir dari segalanya.

Maka dari itu, perlu ada yang namanya plan B... *halagh

Mungkin untuk saat ini, gue disuruh belajar dulu daripada kerja kali ya...
Tapi pun gue baru aja kena teguran juga kalau misalnya langsung lanjut S3...
Bukan cuma 1 atau 2 orang ngomong hal yang sama, intinya inget umur dan katanya semakin tinggi tingkat pendidikan seorang cewek, seperti piramida yang semakin menyempit ke atas, semakin sempit pula kesempatannya untuk mendapatkan seorang pasangan.
Gue balikin lagi, "Urusan jodoh itu udah ada yang ngatur kok"
Dimentahin lagi, "Iya, tapi kita juga harus tetep berusaha..."


Let's see lah ya! Arah angin akan membawa kaki ini kemana...
Intinya, keep going and keep trying the best~
Dan jangan lupa, banyak-banyak berdo'a juga...
Kalo belum dapet ini itu, namanya belum rejeki...
Apapun, semua harus disyukuri...

OK, whatever happen cheer up lah!

Friday, 25 November 2011

Chirping


Draft thesis selesai... jadi sekitar 100-an halaman, dari hasil bertapa bermalam-malam di lab.
Alhamdulillah... Dan besok mesti diserahin ke Profesor penguji.
Barusan dapet kabar dari Prof. gue kalo jadwal sidang dimajuin, jadinya minggu depan dari rencana awal 2 minggu lagi. Waktu Prof. ngirim email, bilang closed session defense "next Wednesday", gue dengan polosnya nanya ke Prof. "Prof., next Wednesday itu maksudnya tanggal 7 Des khan bukan 30 Nov?". Soalnya kemaren baru aja Prof. bilang kemungkinan sidang gue tanggal 7-8.
Dan seketika shock seketika waktu dapet balesan, "No, Nov 30"  *rada lebay*
Hohohoho... tinggal sekitar 5 hari tersisa~ draft aja sekarang belum dikumpul.

Oiyah, draft thesis gue gak diperiksa sama Prof. dong sebelum dikumpulin, karena saking sibuknya beliau gak ada waktu sama sekali, hohoho. Gue wonder, kira-kira ada gak ya yang lainnya yang draft thesis nya gak diperiksa sama supervisor nya...
Semoga semua lancar-lancar aja... gak perlu takut atau khawatir walaupun konon katanya salah satu Prof. penguji gue cukup "menakutkan"... *menghibur diri sendiri*

Oiyah, kayaknya gue rada gila kali ya... Kalo yang lainnya abis urusan thesis selesai pengennya selesai, dan rata-rata klo bisa gak mau berurusan dengan manuscript-manuscript an lagi....
Eh, gue malah entah dengan sadar atau enggak waktu itu pas di Jeju abis conference bilang ke Prof. "Gimana kalau kita bikin manuscript satu lagi Prof. sebelum saya lulus? Saya pengen bikin dye sensitized solar cell sendiri dari TCO yang saya bikin."
Ya pasti Prof. langsung bilang, "Sure" dan langsung nyuruh gue bikin abstract buat di submit ke semiconductor conference nanti di Seoul bulan Feb.
Entah, gue waktu itu sedang keracunan apa atau sedang mabok apa sedemikian sehingga "bunuh diri"... hahaha...
Manuscript berarti eksperimen bejibun, sputtering, karakterisasi dan nulis manuscript nya itu sendiri selama berminggu-minggu... Sibuk bo'... Berarti bakal gak ada waktu bersantai-santai lagi sampai gue wisuda nanti... Lumayan, ada waktu sekitar 2 bulan sebelum passport abis setelah sidang... Padahal gue ngebayanginnya, abis sidang thesis bebas lepas, maen-maen, jalan-jalan, masak-masak buat mensukseskan "Korean Food Project" gue, hahaha... Tapi sepertinya tempat gue berada sampai saatnya wisuda nanti adalah lab... lab dan lab....

Tapi emang kata orang, kadang-kadang gue rada gila... Hey, gpp, sedikit gila itu diperlukan kadang-kadang!! :D

Hmmm.... Semoga keputusan ini benar! Dan gue yakin ini benar. Gue cuma pengen menghasilkan dan membuat sesuatu selama jadi researcher disini dan publikasi International  adalah salah satu parameternya, sebagai bukti hasil kerja kita bisa diterima dan dibaca oleh ilmuwan-ilmuwan lainnya di dunia...
Gue pengen waktu 2 tahun gue disini bener-bener jadi waktu yang berharga dan produktif, karena gue pernah denger klo graduate life itu adalah saat-saat emas...
Anyway, tp kok semakin kesini, semakin banyak belajar, gue merasa malah semakin bego, gak ada apa-apanya. Ilmu dan pengetahuan gue ibarat gak ada apa-apanya sama sekali, gue ngerasanya baru sedikit banget-banget hal yang gue tahu...  T.T
Tapi, cita-cita gue buat lanjut S3 masih gue pegang. Walaupun gak bisa sekarang, semoga bisa suatu saat nanti di negara impian gue... :D


Wah baru nyadar klo gue udah gak lagi muda, tahun depan 25 tahun euy... Mau dong hadiah ulang tahunnya, paper ketiga bisa publish... hihihi... *ngarep

Friday, 18 November 2011

On Hiatus

Do you love me? If yes, then let me go for a while...
There’s a saying that goes, “If you love someone, let that person go.”
And as you know, I love you, too...my azureus...
Forgive me! But, so far, you're the best hearer I ever had... 
Never complaining, never interrupting, never blaming and so on...
Separation is always not easy, but I should do that...

Take care... 
And see you again with the joy, cheerfulness and sunshine that hopefully I could share with you...
Wish me luck for handling all of this things... Complicated feeling that should be overcome...
Because no one really care and can help us much more except ourselves, right?
Don't miss me! And I'll miss you...

Wednesday, 16 November 2011

Blank Syndrome

The schedule of thesis defense was already come out today. The date and time when we should present our work during pursuing the degree was already fixed, that will be on Dec 14th during range time of 09.00 ~ 16.30 at seminar room in our department. We haven't known yet how the order though, but 18 students both of Master and Doctor degree candidate are listed there. Thesis defense matter always sounds scary, dreadful, breathtaking and worrying, the time which almost students take it into account and always be remembered. Once I attended the same defense a year ago which was open session; many professors come and showered with intimidating questions look like. And of course, it should be in English. It was different with defense when I was on undergraduate, there were only 3 lecturers and one of them was my supervisor. It was close session though.

Nevertheless, knowing the time is not much left, I'm still stuck in front of my computer facing with my thesis worksheet. But what I can do is just thinking blank without any idea can come out from my head, just viewing some data and previewing the previous written. So deeply blank, couldn't write even one sentence to continue composing it. Oh, how difficult it is, to start again when it's suspended. I'm kinda desperate with this blank syndrome. 

Come on, brain! Could you, please? This is not the time to adhere your kind of saturated feeling on academic writing~   ㅠㅠ

Sunday, 13 November 2011

Nov. 7, 2011


Nov. 7, 2011

Menulis ini ketika sedang berada di Internet Room, ICAE 2011 (International Conference on Electromaterials 2011) di Ramada Hotel, Jeju Island. Di seberang sana, ada Hong Chan oppa, Jung Min oppa yang datang kemaren dari Jepang sama Dong Jin, yang entahlah sedang mengobrol tentang apa...Di luar sedang mendung, sejak tadi pagi nyampe sini sampai sekarang. Dan babonya, gue salah kostum.... huhuhu...

Aahhh... Gue lega! Lega banget... Setidaknya, manuscript ketiga gue selesai dan semalem udah submit. Setelah beberapa waktu terakhir ini, sangat amat disibukkan dengan  urusan tersebut. Terutama 2 minggu terakhir, gue udah kayak orang yang gak punya rumah aja. Gue hampir gak pernah pulang dan tidur di rumah. Pulang palingan cuma buat mandi dan kadang makan. Yang lainnya juga sama, si Edit, Hong Chan Oppa sama si Dong Jin. HC Oppa bahkan sampai 4 hari gak pulang sama sekali ke rumahnya di Daegu. Dan gue saking gak pulang-pulang, sampe gak ngeh kalo housemate gue pergi ke Turki. Sampe gak ngeh kalo daun-daun udah hampir semuanya menguning dan bahkan hampir semuanya gugur. Parah bener, semua orang di lab sangat amat sibuk dan berusaha melakukan usaha terbaik yang bisa kami lakukan, bikin manuscript dengan waktu yang terbatas. Gue tahu semua sudah berusaha mati-matian. Sebenarnya, gue udah publish 2 buah paper dan keduanya jurnal SCI. Bahkan persyaratan buat bisa lulus S2 disini pun cuma sampe submit doang, gak harus sampe publish. Tapi selama masih bisa dan mampu, kenapa enggak. Gue pengen nanti pas lulus, bukan hanya sekedar lulus dapet ijazah, paling enggak ada hasil karya yaitu paper atas nama gue yang bisa gue tinggalin buat di lab...

Capek banget, kurang tidur, pusing.... Gue akuin 2 minggu terakhir ini berat untuk dijalani. Terlebih karena data gue overlapping dan harus mengambil celah-celah buat discussion nya. Berhari-hari gue nyari referensi buat data XPS karena sebelumnya gue belum pernah ngarakterisasi sampel gue pake XPS. Dan prof. gue sendiri pun beliau kurang begitu mengerti tentang XPS. Kemaren bahkan pas lebaran Idul Adha, gue nginep di lab malamnya dan baru bisa pulang malam berikutnya lagi. Ada Mbak Windu dan Astri yang nginep di rumah, terpaksa gue tinggalin. Hari Minggu pagi masih ada revisi manuscript, saking sibuk dan padetnya Prof.. Siangnya ke kampus, sore hari nya langsung berangkat ke Jeju karena beliau jadi General Secretary conference yang akan kami attend.

Dan karena emang data gue yang sekarang overlapping sama paper yang sebelumnya, Prof. bilang manuscript gue gak bagus sama sekali. But, at least, gue udah ngelakuin usaha terbaik yang bisa gue lakuin. Toh nanti manuscript gue bisa publish lagi atau enggak, itu urusan belakangan dan gue yakin Allah punya rencana yang terbaik.

Di balik semua ini, gue yakin akan jadi sesuatu yang akan gue kangenin suatu saat kelak, saat-saat paling hectic dan melelahkan ketika gue kuliah. Persis ketika gue udah mulai kerja dulu, dan tiba-tiba merindukan kembali saat-saat dimana gue sangat sibuk dengan urusan kuliah, di kejar deadline ini itu, belajar untuk ujian ini itu dst.
Satu step telah terlewati, manuscript ketiga selesai. Next, fokus untuk urusan thesis : menulis dan defense untuk bulan depan. Memulai menulis thesis kembali setelah sebelumnya terlantar dikarenakan prioritas nulis manuscript ketiga.

Let's back on fire to write your thesis, Dham! And hope everything goes well until the day~ The day when you could use Master degree title behind your name....

Friday, 4 November 2011

Random Words

Hope                  Dream                       Thankfulness              Missing                 You
Coffee                Messed up                 Smile                         Boredom               Computer
Warm                 Tired                          Music                        Satisfaction            Sound
Effort                 Laugh                         Writing                       Heater                  Doing
Light                  Waiting for                  Message                     Paper                    Sleepy
Dark                  Silent                          Noodle                       Cold                    Books
Saturated           Luminescence             Effort                          Cups                    Wasting
Sensitive            Disappointed               Blue                           Chair                    Hungry

Monday, 31 October 2011

Quote of The Day

Courage is not the absence of fear, but rather the judgement that something else is more important than fear.  ~Ambrose Redmoon

Why do I still have so much fears and worries? T.T

Saturday, 29 October 2011

Tentang Heater


Gue kesel...
Kesel gara-gara heater...
Dan akhirnya gue kabur dari lab gara-gara kedinginan dan di lab gak ada heater...
Padahal Prof. minta manuscript dikumpul hari itu juga...

Ini emang baru musim gugur, tapi soal dingin jangan ditanya. Lebih-lebih gue tinggal di Gyeongsan, deket Daegu, yang konon katanya angin dinginnya enggak kira-kira jahatnya... Dari awal gue kesini, waktu itu pas akhir musim dingin, gue bisa bertahan hidup sampai musim dingin berikutnya dikarenakan ada heater di lab gue. Dan dari pertama gue dateng, heater itu sudah seperti hak milik gue. Gak pernah berpindah tempat selain di deket meja gue. Karena ada heater itu, pas musim dingin parah-parahnya, nginep di lab pun gue masih bisa. Dan waktu musim dingin kemaren gue sering nginep di lab buat nyelesein manuscript. Sampai akhirnya, si heater itu patah salah satu kaki nya gara-gara didudukin sama anak lab sebelah. Tapi biarpun ada yang patah, masih tetep berfungsi dengan baik.

Pas suhu tiba-tiba nge-drop kemaren, gue kelabakan nyari heater dan baru sadar kalau sudah lenyap dari meja gue. Gue cari-cari di ruang sebelah enggak ketemu. Sampai akhirnya gue bela-belain sms si Jae Sung, barangkali tahu. Dan ternyata katanya heater itu udah dibuang. Gue ngomel-ngomel. Gue nanya Dong Jin, bilang hal yang sama, heater nya udah di buang. 

Dan pas gue minta dibeliin heater yang baru, katanya enggak bisa duit lab yang sisa kemaren buat beli alat-alat elektronik. Minta sekali dua kali enggak digubris, oke gue gak bakalan minta untuk ketiga kalinya. Walaupun gue rada gimana juga, selama ini gue hampir gak pernah minta apa-apa dari lab. Dan bahkan buat urusan research pun ada dari duit gue pribadi yang gue keluarin. Padahal, seharusnya juga gaji tahun kedua gue naik 25% menurut kesepakatan dari awal dan sampai sekarang masih tetep sama, gak ada kenaikan sama sekali. Gue masih tetep diem aja, apa yang seharusnya jadi hak gue belum gue minta. Gue mungkin gak akan kepikiran buat menuntut apa yang seharusnya jadi hak gue kalau misalnya gue gak ngasi kontribusi apa-apa ke lab. Tapi disini, cerita nya lain lagi... Dan Prof. gue emang gak tahu apa-apa tentang masalah ini...

OK, kembali masalah heater... Akhirnya, gue beli sendiri heater buat di lab. Dicariin dan dipesenin sama anak lab sebelah pake kartu kreditnya dia. Mungkin karena kasihan ngeliat gue tiap hari terbungkus selimut di lab... Gimana gue mau kerja dengan baik kalau gue ngerasa gak nyaman di lab? Dingin menurut gue itu sakit. Ini serius. Dan gue emang tipe manusia yang paling gak tahan dengan hawa dingin....

"Idham, jangan bilang ke Mr. Ma ya kalau gue yang beliin! Dia bakalan nggak suka." pesen dari anak lab sebelah yang beliin gue heater.

Dan minggu depan heater gue nyampe katanya...
See, gue gak bakalan minta untuk yang kesekian kalinya...

Wednesday, 26 October 2011

Shio Kelinci

Pemalu dan atraktif, Shio Kelinci cenderung berperilaku seperti kelinci, suka ataupun tidak! Shio ini sangat popular dan memiliki keluarga besar dan teman. Melengkapi nalurinya untuk melindungi orang yang disayangi, berhubungan dengan masalah romantika, Kelinci selalu memiliki idelistik terhadap hubungan. Kelinci yang sensitive dan manis sering berakhir dengan memberikan lebih ke rekan tanpa memperdulikan realitas atau kesehatan. Kabar baiknya adalah, jika Kelinci sedang tidak seimbang, teman-teman mereka akan mendukung dan mengembalikan keseimbangan hidupnya. 

Kelinci adalah Shio yang rapuh yang membutuhkan dasar yang kuat untuk berjuang. Tanpa teman atau keluarga yang mendukung, Kelinci dapat gagal dan kecewa untuk setiap konflik yang terjadi. Rasa sedih yang dialami Kelinci juga dapat menimbulkan penyakit. Kelinci tidak menyukai argument dan konflik lain dan akan mencoba apapun untuk menhindari suatu perkelahian; hasilnya adalah mereka selalu merasa tersisihkan. Kelinci dapat juga menjadi pesimis dan terlihat tidak berkembang kehidupannya seringkali menyembunyikan kelemahannya. Kelinci cenderung bergerak belajar melalui kehidupan sendiri; yang seringkali membuang-buang waktu karena Shio ini tidak tertarik menghadapi masalah dan mengatasinya. 

Dengan rekan yang tepat artinya seseorang yang memiliki prinsip tinggi agar tidak ada orang yang mengambil keuntungan dari Shio sensitive ini. Kelinci dapat menjadi pecinta yang baik dan rekan yang melindungi. Kelinci senang untuk menghibur di rumah dan selalu memastikan rumah mereka nyaman. Apa yang diperlukan Kelinci adalah menghargai diri sendiri dan pastinya rasa aman akan datang. 

Pasangan yang paling cocok untuk Kelinci adalah Kambing dan Babi. 


========================================================= 

Yes, setelah hidup 24 tahun lebih, baru tahu kalo ternyata Shio gue adalah kelinci...
*padalah gue suka ngatain oppa-oppa lab sebelah dengan sebutan "kakek kelinci"
(토끼 할아버지), eh gue sendiri nya malah yang kelinci

- sensitive
- butuh dukungan
- agak rapuh
- sangat tidak menyukai konflik dan berargumen
- kadang pesimis
- cenderung bergerak belajar dari kehidupan sendiri
- seringkali membuang-buang waktu
dan itu semuanya adalah benar...

Tuesday, 25 October 2011

Cowok Korea dan Panggilan Oppa

Yang Korean maniak pasti sangat amat familiar dengan istilah ini, Oppa (Hangeul-nya begini 오빠). Gue tahu para K-Pop lover suka ber-Oppa-Oppa ria menyebut para idola nya. Walaupun si Idola nya itu bahkan jauh lebih muda. Tapi mungkin udah ada pergeseran arti barangkali bahwa Oppa bisa dipake untuk memanggil para idol berapapun usianya, gue kurang tahu kalo soal ini. Setahu gue, Oppa yaitu panggilan oleh cewek kepada cowok yang lebih tua. Kalo di Indonesia, hampir setara dengan Mas/Abang kali ya. Tapi bedanya, cowok manggil cowok yang lebih tua gak bisa pake Oppa, tapi Hyong (형). Biasanya orang-orang yang pacaran juga manggilnya Oppa-Oppa-an (tentu saja dengan gaya manja :P). That's why, salah satu senior cewek gue di sini, yang dari Indo juga, gak pernah mau manggil cowok Korea dengan sebutan Oppa. Beliau nya sekarang sudah lulus dan kembali ke Indo. Setelah gue tanya, "Lhoh emangnya kenapa Mbak? Kok gak mau manggil Oppa?"
"Iya, soalnya kalo manggil Oppa kayak orang pacaran gitu sih" alasan beliau.

Temen gue beda lagi, yang seangkatan dan seumuran sama gue. Hampir semua cowok Korea disini yang lebih tua dipanggilnya dengan sebutan Oppa. Pun buat anak undergradute (S1). Kadang gue kebawa, temen lab nya dia yang undergraduate gue panggil Oppa karena ngikutin dia.

Kalo gue sendiri gimana? Hmmm... gue sendiri beda lagi juga cara manggilnya. Suka-suka gue. Ada yang jauh lebih tua gue panggil nama. Ada yang cuma beda setahun gue panggil Oppa. Gue seperti bikin rule sendiri gitu. Hohoho... Buat gue, yang gue panggil Oppa itu adalah senior baik dalam bidang akademik maupun dalam segi umur. Anak S1, gue gak mau manggil Oppa walaupun rata-rata usia mereka yang udah tahun-tahun akhir lebih tua dari gue. Gue khan S2, lebih senior dari mereka (rule di kampus lama dibawa-bawa). Temen S2 yang seangkatan, gak gue panggil Oppa padahal usia mereka jauh di atas gue. Buat gue, mereka adalah teman seangkatan.

Dulu, pas awal dateng kesini, gue malah gak tahu kalo manggil cowok yang lebih tua itu harus dengan sebutan Oppa. Jadinya senior lab gue yang usianya 6 tahunan di atas gue, gue panggil pake nama. Dan kala itu di lab gue gak ada yang gue panggil dengan sebutan Oppa. Gue aman karena gue foreigner. Kata temen cewek gue yang Korea, kalo cewek Korea gak manggil Oppa sama cowok yang lebih tua, "Emangnya mau mati?".

Dan akhirnya gue kadang kena marah karena rule yang gue bikin sendiri tersebut. Banyak yang protes, "Idham, kamu harusnya manggil Oppa!" Dan serangkaian ceramah setelahnya... Tapi gue tetep ngeyel dengan rule gue. Terus kemudian, kena omel lagi, "Kamu di Korea, harusnya ngikutin rule Korea dong" mereka bilang. Alhasil, beberapa anak S1 ada yang gue panggil Oppa atas request khusus.

Tapi dari pengalaman gue, gak semua cowok-cowok Korea itu mau dipanggil Oppa lhoh. Beberapa orang request buat dipanggil Oppa. Tapi beberapa orang justru gak mau dipanggil Oppa sama foreigner. Kata mereka, alasannya adalah malu...

Seperti beberapa waktu yang lalu, gue minta tolong sama anak lab lain yang jelas-jelas jauh lebih tua dari gue. Karena takut dibilang gak sopan, gue berinisiatif manggil Oppa. Tapi akhirnya, dia malah menolak, nyuruh manggil nama aja. Terus beberapa waktu yang lalu, ada senior dari sini (tapi dari lab lain) yang sudah lulus, gak mau dipanggil Oppa karena malu, suruh panggil nama aja. Mungkin usianya sekitar 8-10 tahunan lebih tua dari gue. Dan terakhir, anak S1 yang setahun lebih tua dari gue, gak mau di Oppa dengan alasan malu juga.

So far, senior-senior dari lab gue sendiri yang udah lulus maupun yang masih di lab, gak keberatan dengan panggilan Oppa....

So, Oppaaaaa.... nomu bogosippooooo!  :P

Tak Berarah


Dan kini musim telah berganti
Dari panas menyengat menguras keringat
Gugur meraja, gigil menyelimuti
Daun-daun serupa tersepuh 
Menguning emas hijau pun meluruh
Kemudian jatuh satu-satu memeluk bumi
Meninggalkan tangkai lepas terurai
 
Dan pada daun-daun yang terserak itu
Kutitipkan kisah-kisah lara yang berlalu
Berharap lebur dihempas waktu

Dan aku mengaku kalah...  
Dari pertarungan melawan diri...
Aku merasa masih lelah...
Tak ingin berlari menggapai asa mimpi...

Sesekali, mari biarkan hati tak berarah...

Sunday, 23 October 2011

Autumn Trip : Nami Island (Picture Only)

It was a such kind of great journey with the great and absolutely nice persons accompanying...














Wednesday, 19 October 2011

Kids, How I Love You

When watching a video posted by a friend which a girl kid in China got hit by a car twice and 18 pedestrians ignored her, what I could feel was just so sad. Seeing that she was bleeding, her blood was splattered on the road, it should be so painful and maybe she was crying a lot. But people who passed by didn't do anything instead of helping her. So do with the shop owner nearby those place. This was happened in busy street and there are some of shops around. I wonder where their heart kept, where their humanity, their compassion, their love and so on. How come they become like that, being not even care with terrible thing happened directly in front of their eyes. Moreover, this is a little child, a cute and innocence creature in the world. This is the fact in the world where everything just become "mind your own business"; no care, no humanity, no love, no compassion, so heartless. The drivers knew that the kid got hit by his car, but he even didn't stop. Moreover he decided to continue and hit the kid again with the back wheel. Then, because all of people ignored her even she got badly injured, she got hit by another car for the second time. Oh, what the world! I'm so angry! If they use poverty as a reason, anyhow it can't be excused.

My tears were flowing so badly. Couldn't hold even stop it. For twice times I watched, couldn't continue nor stop the tears. Somehow, I feel deeply hurt also by watching this video, so sad. Until now, those video looks like haunted me and if I remember, it could drive me for flowing the tears. Maybe many peoples recognize me as someone harsh, like to talk loudly, like to do carelessly and so on. But if it's related with the kids, I even couldn't stand up. I love them so much, they're always adorable and fascinated in my eyes. Their innocence, cuteness and features couldn't easily to be ignored. I like to play and spend the time with them, or even just look at and smile at them everywhere if we just pass by for unknown. Remembering when one of little kid here got injured almost because of me, I felt very sad for several time; kept blaming myself, felt so guilty and sobbing for couple of week.

Oh please, if you know something happened like this, show your compassion and don't even ignore it!! It's so unforgivable... 

Monday, 17 October 2011

Quote of The Day

Sebaik-baik pria adalah yang paling menghormati wanita, yang paling berbuat baik dan berperilaku lembut terhadap pasangannya....
Quote by myself... :D

Aahhh....


Hari ini gue putusin cuma di rumah aja. Gue tidur seharian, gak nge-lab. Beberapa minggu terakhir ini gue kayak orang kesurupan, tiap hari nginep di lab, ngerjain manuscript gue, nulis dan nyari-nyari referensi. Kebingungan dengan data hasil research gue yang tidak seperti apa yang diharapkan. Akhirnya gue kayak orang kesurupan juga, mati-matian nyari referensi. Sampai akhirnya gue nemu dan cukup membuka jalan serta memberikan secercah harapan buat gue nulis. OK, akhirnya gue udah bisa separoh jalan ngerjainnya....

Dan pas lab meeting, professor bilang kalo data gue overlap dan kemungkinan gak akan dipake, apa yang udah gue tulis bakalan dihapus. Beliau gak setuju dengan apa yang gue ajuin... Dan gue ngerasa seakan-akan langit di atas gue runtuh seketika saat itu juga. Apa yang udah gue kerjain berarti sia-sia beberapa minggu terakhir ini. Seems like gue mesti ngulang dari awal. Waktu gue udah gak banyak lagi, sedangkan deadline submit manuscript kurang dari 3 minggu lagi. Sementara itu bulan depan draft thesis mesti dikumpulin... Awal bulan depan gue ada conference juga di Jeju. Padahal gue udah berharap akhir bulan ini manuscript bisa selesai....

Aahhh, gue pengen teriak dan lepas sejenak dari urusan research, manuscript, thesis dan segala turunannya...

Be positive thinking! Yakin manuscript yang ini bisa gue selesain juga....

Tuesday, 11 October 2011

My 2nd Autumn


:: Autumn, the year's last, loveliest smile ::

Sunday, 9 October 2011

Deficit on My Bank Account

Using our card for shopping and paying everything sounds convenient and time-saving, just swiping then signing, that's all we can bring home what we want to buy or our transaction is just finish. Moreover, in place like Korea where we can use card all over and every-time from paying taxi fee, in shop, store or mini-market even just small in buying, online shopping, purchasing train ticket and so on. So do I, don't want to miss this handy service, I prefer to use my card than cash for any transaction if possible. I don't like to receive refund even coins, I hate to bring it on my wallet caused it's congesting and weighty instead. If I got coins, then I'll collect it in my containers in which it's full of any coins of me which is huge enough in amount, I'll not pack with me.

Because of easement to use the card, I'm slack to check my bank account balance. Once I check it lately, I find that it's deficit. How come if you ask. Actually, the total amount is slightly a lots. But it's not mine since I have debt must be returned but I haven't done it yet, at that time I needed it for paying rent room for 1 year. I'm still keeping it until now since I think it would be useless because if I returned it then I need money I'll ask it back from her and I think I need it during my study time here. If I ask, she will give me as much as I need. The one who grant me loan no other is my mother.

Me, as research assistant in my lab who get monthly salary from graduate office, should patiently wait for payday coming. And it is once on 6-months because it's simultaneously to be paid. And now, my 3rd semester was end and it's beginning of 4th semester. Even, our salary isn't paid exactly on the beginning of new semester but 2 or 3 months later. If you blame me, as you know, I'm not kind of person who easily spending money but I'm not stingy also. I try to take into account every expense I use. In other hand I wouldn't so that count every Won for charity, for other people if needed or for myself for do what I like and want to do but still in control. I try to make it balance like what my mother always exercise me since I was young. I'm not a shopaholic which expend for everything I want even not very crucial but prefer to spend my money for else-thing more important. One thing that's should be remembered and it's quite principal, debt is still the debt and it must be returned though even it's to our parent self.

So, I must be patient waiting for until payday this semester coming! I'll be rich then but suddenly dropping broke after I return back my debt. Hahahaha....

Thursday, 6 October 2011

This is Not Autumn...

I took this picture on the way to my school. 
Some of maple trees on the shortcut, the path which I usually go through leading to school. Almost are still green instead.


I think there's something wrong! Yes, I'm sure...
Even if autumn is just starting, but it's very cold like winter. It was around two weeks ago when temperature was suddenly dropping down. As I remember, it was a very-sweaty-sunny day when on the next day, it turned to very cold and shivering day. Moreover, for past few days, temperature was below 10 degree Celcius, could be up to 5 degree Celcius. I don't believe it! It's just starting of autumn!

If compared with autumn last year, I think it's very large different and it's such kind of anomaly. Until almost the last day of autumn, I still could wear usual autumn jacket and it was still okay I didn't feel any shivering like bone-chilling. But right now, I must use winter jacket but even if, I still feel that it's very cold. The leaves on the three are almost still green instead, haven't turned out to red or yellow even fallen down. Moreover I also already use my winter boots!


 Outfit for nowadays autumn. 
I never wore apparel like this on last year autumn, but now I must wear it even I still feel it's cold.


"There's no autumn in Korea", one of my Korean fella jokingly said when I talked about it.
"How come!" I said.

My another Korean friend said, "Yes, there is no autumn here."

"Why?"

"Because it is Daegu."

"But you see, now almost the leaves on the tree are still green instead."

 "Uhhmm... Maybe this is the last week of autumn! In two weeks later all of it will fall down and winter will coming soon!"

Aaa~ Really? I hate it! -__-

It's very cold now. It's not autumn...

Wednesday, 5 October 2011

There's A Will, There's A Way...


Saya sangat percaya bahwa dimana ada niat dan kemauan pasti disitu ada jalan. Dan disetiap kali apa yang saya inginkan dan cita-citakan terpenuhi, saya merasa bahwa Allah sangat menyayangi saya. Saya masih ingat beberapa waktu yang lalu, beberapa keinginan dan harapan telah saya buat dan utarakan. Waktu itu saya pernah ucapkan bahwa saya sangat ingin sekali agar minimal salah satu paper saya bisa publish, akhirnya doanya saya dikabulkan dan dua buah paper saya akhirnya bisa publish. 

Mundur beberapa bulan dari kala itu, saya utarakan bahwa saya sangat ingin mengunjungi Jepang. Akhirnya dibukakan jalan dengan Profesor saya tiba-tiba menawari untuk datang conference di Jepang. 

Mundur lagi, saya sangat ingin untuk melanjutkan sekolah ke luar negeri karena selain saya sendiri menginginkannya, ibu saya juga ingin agar saya bisa melanjutkan sekolah keluar negeri dengan beasiswa. Dan Alhamdulillah, Allah membukakan jalan dengan tawaran dari Profesor saya yang sekarang ini untuk masuk ke lab beliau.

Mundur lagi, waktu saya masih S1, waktu itu saya berdoa dan berkeinginan agar bisa lulus dalam waktu 3.5 tahun dengan predikat cum laude. Tak lain dan tak bukan, untuk membuat ibu saya bangga. Akhirnya, Alhamdulillah keinginan tersebut terkabul juga. Allah sungguh sangat menyayangi saya.

Mundur lagi, waktu saya masih sangat muda, saya berkeinginan untuk bisa mengenyam bangku kuliah. Dan Alhamdulillah, Allah mempertemukan saya dengan ibu asuh saya yang sekarang ini, yang dengan kebaikan hati nya bukan hanya mengantarkan sampai saya yang sekarang ini, namun juga 'mendidik' saya akan banyak hal. Kemudian lewat SPMB, akhirnya saya bisa diterima di jurusan Teknik Metalurgi dan Material, Universitas Indonesia.

Kembali lagi ke masa yang sekarang. Saya sangat berharap agar bisa mendapatkan pekerjaan di Korea. Dan Allah pun lagi-lagi menunjukkan kasih sayang yang sangat besar terhadap hamba-Nya. Sore tadi tiba-tiba saya didatangi oleh seorang senior research engineer dari TaeguTech dan menawarkan kesempatan untuk bergabung bersamanya di R&D Division. Berhubung mereka sedang membutuhkan seseorang yang memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang lumayan baik tulisan maupun lisan disamping memiliki background  engineering di bidang material dan salah seorang Ph.D candidate di departemen yang telah mengenal saya merekomendasikan saya ke si engineer tersebut. Kebangsaan tidak menjadi masalah dan  demikian juga dengan wisuda saya masih beberapa bulan kemudian. Walaupun belum pasti 100% dan tergantung performance saya nanti nya ketika proses screening, setidaknya telah ada peluang yang lumayan cukup besar. Akan tetapi, saya sadar belum saatnya berbesar hati sampai tiba waktunya.

Sekali lagi, saya sangat bersyukur atas berbagai hal dan kesempatan yang telah Allah berikan untuk saya. Untuk saat ini, saya ingin berniat fokus menulis paper untuk submit bulan depan dan menulis thesis saya setelahnya. Berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik untuk orang-orang di sekitar saya. Saya berharap agar paper yang ini bisa publish juga, semoga saja. Alhamdulillah ujian kompre saya lulus yang sebelumnya telah mebuat saya was-was takut tidak lulus.

Tetap semangat apapun dan bagaimanapun kondisinya....


There's a will, there's a way...

Froggie Bento




1st box : froggie rice (I used 'bear' rice mold to make its face frame, black sesame seeds for nose, kim/nori/dried seaweed for mouth then kim and garlic slices for eyes)

Its green color is from food coloring. It's better using natural coloring from grinded green soybean for example than using food coloring. Since time is limited, I have no choice except take the instant one... *don't try this at home :D

2nd box : spicy egg 'balado' (thanks to Ekavianty), cooked green soybean, fresh cucumber, fried sweet potatoes, apple, flower decoration from carrot and green peas