Monday, 31 January 2011

Kaos Kaki

Kemaren baru dapet kaos kaki dari si Astri. Dia anak Postech, dan tiap weekend dia dateng ke Gyeongsan soalnya di Pohang cuma dia satu-satunya student dari Indonesia.

Waktu kami jalan ke Herb Hills Daegu, dia nya gak ikut karena harus pergi ke gereja. Dan pas pulang, dia beliin oleh-oleh buat kami, yaitu kaos kaki. Emang si Astri ini baik orangnya, tiap datang atau habis jalan suka bawain kita oleh-oleh, kadang makanan atau barang. Sering-sering ya Tri... :D

"Ka, ini buat elo" dia ngeluarin kaos kaki panda buat si Eka. Panda adalah binatang kesukaan si Eka. Kami 'mengidentikkan' Eka dengan panda, begitu pula sebaliknya. Bahkan dia sendiri pun demikian, suka menyebut dirinya panda.

"Dan ini buat elo Dham" dia ngasi ke saya. Tau kaos kaki apa yang dikasihin? Kaos kaki couple, orang lagi ciuman. Warna pink pulak. Alamak.

"Tega banget lo Tri. Gue khan gak suka sama warna pink. Gambarnya enggak banget lagi!"

"Hahaha... iya Dham. Ini sesuai dengan suasana hati elo!"

"Ah, pokoknya tega banget lo Tri sama gue! Sok tau lagi!

"Ah biarin, biar elo belajar jadi cewek juga! Hahaha... "

Dia masih ngakak...

~Anyway, terima kasih buat perhatiannya Tri~

Si Abang


Gak kebayang ada orang Korea yang lebih seneng dipanggil "Abang" daripada dipanggil oppa... laughing
Jadinya, saya panggil "Abang Yoon Kyu".
Dan dia pun manggil saya dengan "Adik Idham".
Duh, ada-ada saja emang! 
Padahal secara hierarki, dia adalah junior saya di kampus, masih undergradute, tapi umurnya lebih tua 2 tahun dari saya.
Saya sih seneng-seneng aja. Secara dari dulu tergila-gila dengan panggilan "Dik" buat saya, tapi sayang gak ada yang mau... Malah banyak yang manggil "Mbak Idham" *muka boros*.straight face
Si Abang Yoon Kyu awalnya nanya ke saya, kalau di Indonesia panggilan buat cowok yang lebih tua biasanya apa. Saya bilang biasanya Mas, Kakak, Abang, dll masih banyak lagi sesuai dengan daerah masing-masing. Eh, dia nya katanya lebih suka dengan Abang dan ingin dipanggil dengan nama itu. Ya suw deh

"Abang-abang tukang gorengan" untung saya gak bilang gitu... big grin

Opor Ayam


Bisa berbuat dan memberikan sesuatu terhadap orang lain itu ternyata rasanya sangat nikmat, seperti opor ayam....happy

Jumat sore yang lalu, kami baca status facebook salah seorang tetangga kami sesama warga Indonesia yang sedang hamil, bahwa dia sedang menginginkan untuk makan opor ayam. Dan di ujung statusnya tersebut di akhiri dengan emoticon sedih. Mungkin, jika di Indonesia, adalah suatu hal yang sangat mudah untuk mencari sekedar opor ayam. Tapi lain hal nya dengan disini, barangkali hanya ada di satu tempat bernama Warung Indonesia yang letak nya pun  lumayan jauh di downtown sana. Dan itu belum tentu menyediakan menu opor ayam setiap harinya. Terlebih tetangga kami tersebut adalah pasangan muda (usianya bahkan lebih muda dari kami) dan karena kehamilannya tersebut, dia tidak bisa masuk ke dapur untuk memasak sendiri : selalu mual dan ingin muntah jika menjejakkan kaki di tempat tersebut.

Sedang hamil muda pertama, berada di negeri orang, dan tidak ada sanak keluarga, saya membayangkan hal itu pasti tidak akan mudah. Tetangga kami tersebut sedang ikut suaminya yang sedang tugas belajar, yang notabene adalah senior kami di kampus. Dan si tetangga kami yang sedang hamil itu baru kesini sekitar 4 bulan yang lalu. Sebagai sesama wanita, saya jadi berkaca pada diri sendiri, bagaimana seandainya saya berada di posisi seperti itu. sad

Akhirnya, saya berinisiatif : membuatkan opor ayam untuknya serta sambel goreng kentang udang. Kami pun masak rame-rame, kemudian mengantarkannya ke rumah si tetangga yang terletak beberapa blok dari rumah kami.

Nikmat sekali melihat ekspresi wajah senangnya kala itu... Bahagia melihat senyum di wajahnya...
Kemudian selang beberapa waktu kemudian, si tetangga menuliskan ucapan terima kasih bagi kami di facebook-nya, tidak lupa disertai dengan pujian.blushing
Ayo, berbuat dan memberikan sesuatu lebih banyak untuk orang lain. Dan mengasah kemampuan yang dimiliki, apapun itu agar bisa lebih bermanfaat buat orang lain juga. *menyemangati diri sendiri*

Thursday, 27 January 2011

Jindo Sea Parting Festival - Festival Laut Terbelah Jindo

Iseng-iseng browsing dapet beginian nih. Jadi pengen ke Jindo kalo laut nya lagi kebelah... day dreaming
Keren bener... thumbs up

===========================================================================

Laut Terbelah Ala Nabi Musa di Korea Selatan
 
Ia berdoa kepada Dewa Laut agar membantunya, dan dewa menjawab doanya dengan membelah laut

VIVAnews - Keajaiban laut terbelah mirip yang terjadi pada kisah nabi Musa terjadi di Jindo, Korea Selatan. Bedanya, laut 'terbelah' di negeri ginseng itu merupakan fenomena alam yang terjadi akibat pasang surut air laut .

Seperti dilansir dari laman asiarooms, sebuah hamparan tanah dengan panjang sekitar 2,8 kilometer dan lebar 40 meter akan terbuka akibat surutnya air laut pada waktu-waktu tertentu. Saat-saat kejadian tersebut biasanya dikunjungi orang-orang dalam jumlah besar. Sebuah festival khusus didedikasikan untuk memperingati kejadian alam yang merupakan fenomena unik di Korea Selatan tersebut.

Terjadinya laut terbelah tersebut, berdasarkan dongeng yang populer di Jindo, bermula ketika desa tersebut diserang harimau, semua penduduk desa telah pergi ke desa Modo kecuali seorang wanita tua yang tinggal sendirian. Dalam keputusasaannya, ia berdoa kepada Dewa Laut agar membantunya dan terbukti dewa menjawab doanya dengan membelah laut.

Namun, fenomena itu dikenal dunia ketika Pierre Randi, seorang Duta Besar asal Perancis untuk Korea mengunjungi negara tersebut pada tahun 1975 dan menulis tentang hal itu di koran Perancis.

Festival yang diberi nama Festival Pesta Laut Jindo itu biasanya terjadi tiga kali dalam setahun yaitu pada bulan Maret, Mei dan Juli. Namun, dengan meningkatnya arus wisatawan antusias festival diputuskan juga diadakan pada bulan April. 

Sumber : VIVAnews

Winter, Bener-Bener Dech Ah =___=

I hate winter!!! very very hate *pinjem bahasanya orang Korea => kalau 'very' nya dobel gitu berarti udah kebangeten.

Gara-gara dingin, tangan saya jadi marah-marah, bukan, jadi merah-merah. Gak cuman merah doank, bengkak sekaligus gatal-gatal plus nyerinya naudzubillah crying. Pengen saya garuk saja pake garpu atau tusuk pake triset yang buat ngangkat sampel. Sekalian...

Di pikiran saya, yang merah-merah itu pasti darah kotor, dan mungkin akan lebih enakan kalau misalnya darah disitu keluar. Akhirnya, ribut nyari jarum. Bongkar seisi meja dan sekitarnya. Gak ada. Bongkar sekali lagi. Gak nemu... at wits' endGatel nyeri nya udah gak nahan...

Nanya ke Edit, "Dit, lo punya jarum, peniti atau apa gitu yang sejenis gak?"
Gak ada juga...
Akhirnya baru keinget kalau ada jarum di kerudung yang saya pake. Tanpa babibu, ambil  dan langsung saya tusukkan ke jari-jari saya yang bengkak dan merah tadi. 

Berdarah.

Darahnya terus mengalir deras. Aneh, saya malah seneng banget. Serasa udah menang ngalahin apa gitu. Langsung bersihin pake tisu. Busyet, lumayan banyak juga dan tisu pun penuh dengan darah.
Si 'Tuan Kuda' (panggilan khusus dari kami untuk dia) tiba-tiba datang dan ngeliat. 
"Og... blood? Why? Why? What happen?" dia mulai ribut.
"Enggak.... Gak ada apa-apa kok."

Langsung saya kabur ke wastafel buat nyuci tuh tangan yang masih berdarah, sekalian buang tisu bekas ngelap.

Tak berapa lama kemudian : nyut... nyut... nyut... rasa nyeri dari jari tangan yang saya tusuk jarum tadi. Rasanya jauh lebih nyeri... Dan lebih bengkak...
Hadooohhhh...

*Lagian sok tahu banget seeehhh lo Dham!! Pakai ditusuk jarum segala. Rasain tuh akibatnya!

Iya... iya... saya emang babo... sad

Tapi saya lebih benci winter... straight face

Wednesday, 26 January 2011

Curhatan Penghuni Lab

Saya pusing dengan hasil research saya akhir-akhir ini. Bagaimana tidak, dicoba berungkali, tetep hasilnya tidak seperti yang diharapkan. Buruk. Saya tidak tahu kesalahan ada dimana, semua parameter sudah sesuai dan proses telah dikontrol sedemikian rupa dengan ketat. Data-data yang saya dapatkan pun "ngaco" dan "too scatter", gak ada trend-nya. T.T

Kenapa ya, meskipun semua parameter proses dibikin tepat sama, dengan material yang sama, metode dan alat fabrikasi yang sama juga, akan tetapi output properties-nya tidak sama? Bahkan berbeda sangat jauh... >.<

Dan kenapa juga, meskipun berasal dari proses deposisi yang sama, satu batch, satu chamber, tapi hasilnya pun beda-beda terlalu jauh?

Kenapa ya?

Target-nya kah? Proses-nya kah? Mesin sputtering-nya kah? Atau orang-nya kah?

*Seandainya sang juragan tak meminta apa-apa... => ngimpi

Wrong Number : Serem

Ceritanya habis lab meeting di ruang 401, saya balik ke lab. Tak berapa lama kemudian, hp di tas saya terdengar bergetar. *hp saya silent karena terlalu berisik, banyak sms dan panggilan masuk yang gak penting. Saya ambil deh tuh hp, siapa tahu kali ini panggilan penting atau dari orang yang penting tongue. Belum sempat di angkat udah keburu mati. Saya lihat call log nya, 5 buah panggilan masuk dari nomer yang sama. Nomernya tak terdaftar di contact.
Kemudian tiba-tiba, ada sms masuk dari nomer tersebut dalam bahasa Korea dan huruf Hangeul :

안바쁘때 전화한통 주소
Artinya kira-kira begini : Kalau sudah tidak sibuk, tolong telepon *kalau saya tidak salah mengartikan*
Saya bales : Sorry, who is this? Why did you call me?

Dia bales :  Why don't you remember me. Next time see me you will be dead

Hah, saya langsung kaget surprise . Serem banget nih orang. Maenannya udah mati-mati aja. 
Saya langsung nanya ke Edit.
"Dit, lo tahu nomer ini gak? Coba deh lo baca ini sms nya serem banget. Cari di contact elo coba!"
"Wah, kagak tau gue ini nomer siapa... gak ada nih..."

Saya takutnya ini adalah orang yang telah saya kenal dan ada masalah yang serius dengan saya sampai dia segitunya. Akhirnya, saya telpon nomer itu.
Saya : "Hallo"
Dia : "Yoboseyo" 
(Berarti ini adalah orang Korea)
Saya : "Sorry. Who are you?"
Dia : Ini nomernya bla bla bla (nama Korea, tapi saya lupa) bukan?
Saya : "Aniyeyo" (translate : Oh, bukan)
Dia : "Aahhh, jusonghamnida" (translate : maaf...)
Langsung ditutup sama dia...

Terus saya sms : I'm sorry, I think you dial wrong number. I'm foreigner... ^^
Dia bales : Ye... i'm terribly sorry I have the wrong numble but you make me funny have a very very good day
(lihat yang saya garis bawah, numble maksudnya number)
Saya bales : It's ok, no problem..^^ You know, I was very scared when you said I would die if I meet you... T.T. So, who is your name? If I may know... ^^
(masih sempet-sempetnya nanya namatongue)
Dia bales lagi : Ha ha ha name is sang tae i'm really sorry about that make scary it's just joke
Saya bales : Yeah, I know that when I call you. It's also funny for me, haha. Have a good day. And, please don't kill anybody T.T

Hoh... aya-aya wae...straight face

Update : si wrong number tiba-tiba menelepon saya lagi hari berikutnya.. Dan ujung-ujungnya, dia bilang "Jusonghamnida" (translate : maaf)... Lhah... Orang yang aneh... whew!

We Win... :)

Setahun yang lalu, ketika datang ke lab ini, saya tak mengerti sepatah katapun bahasa Korea (kecuali 안녕하세요) dan tidak bisa membaca huruf Hangeul (sama sekali). Sampai-sampai sangat kebingungan ketika nyari minyak goreng di minimarket, akhirnya dibantu oleh seseorang yang ternyata adalah professor pengajar di salah satu kelas yang saya ambil.

Selama setengah tahun, saya tak mengerti apa yang mereka bicarakan ketika lab meeting, karena semua pakai bahasa Korea. Dan saya satu-satunya orang yang presentasi pakai bahasa Inggris disana (karena hanya saya International student kala itu). Alhasil, hanya bisa menduga-duga dengan melihat slide yang ditampilkan (itu pun pakai bahasa Korea juga). Saya terkadang jadi sedikit puyeng. Hingga kemudian datanglah junior saya dari Indonesia. Jadinya sekarang International student di lab saya ada dua, saya sendiri dan si junior.

 Suatu ketika, kira-kira satu setengah bulan yang lalu, saya kaget manakala ada teman lab yang orang Korea tiba-tiba presentasi pakai bahasa Inggris. 
"Wah, ada angin apa ini?" dalam hati saya.
"I will give presentation in English in order to Idham and Edit can understand." intronya si Dongkyun.
"Wuih, keren nih... Coba begini dari dulu-dulu." *dalam batin saya lagi

Setelah selesai lab meeting, kemudian Professor saya mengumumkan dan memberitau bahwa mulai sekarang presentasi lab meeting harus pakai bahasa Inggris, untuk semua student Korea.
"Because in our lab, there are 2 International students" Professor menambahkan.

"Yes, kita menag Dit! Mereka harus pake bahasa Inggris juga." saya bilang ke junior saya, si Edit.

Kemudian tatkala kembali ke lab,
"Idhaaaaaaaammmmmmmmmm.... Yong-o sirroyo!! (translate : saya benci bahasa Inggris), tiba-tiba temen Korea saya teriak ke saya.
"It's okay, no problem. It can improve your English by giving presentation in English everyweek. You must try to speak in English when we have lab meeting." saya bilang.

"So, Idham, you MUST give presentation in Korean also!" mereka gak mau kalah

"What? How come?
"Tulisin skrip nya kalau gitu, ntar tinggal baca doank!"

Saya mana bisa presentasi pakai bahasa Korea... =___=
==========================================================================

Semenjak itu hingga sekarang, di lab saya, semuanya harus pakai bahasa Inggris pas lab meeting.

YES, kami menang... :)


Tuesday, 25 January 2011

Ngefans Sama Horse Oppa


Akhirnya hari ini ngeliat dia datang setelah seminggu lebih tak tampak batang hidungnya sama sekali.
"Hai Idham" sapa dia begitu saya buka pintu.
"Hai" saya balik menyapa *dia dateng thoh, dalam hati saya*

Terakhir kali datang, kira-kira hari Jumat 2 minggu yang lalu dia beliin saya kopi kalengan.
"This is for you. I know you like to drink coffee."
Terus disuruh minum bareng sama dia.
Busyet, original coffee. Bisa bikin gak tidur semaleman nih minum kopi beginian.
Dianya minum kopi latte *curang*
Ngobrolin drama Korea dan Jepang *sama-sama penyuka drama*
Dapet rekomendasi drama Jepang dari dia : Be With You

Terus dia minta bantuan saya untuk memeriksa dan menyelesaikan abstract conference nya, dia mau pergi ke Perancis. 
Done. Submitted.
Setelah dia pulang, tiba-tiba ada buah jeruk tergeletak di meja saya. 
Saya tahu ini dari dia.

Hari ini,
"Idham, I have no time. Could you input this data to my lab meeting presentation? I will go to my grandfather funeral today"
"Your grandpa passed away? Oh, I'm sorry to hear that! OK, I'll do that. Don't worry!"
"Thank you anyway. He was already old enough."
"So, where will you go?"
"I'll go to Busan since my grandfather funeral ceremony is held in there. Tomorrow I couldn't join lab meeting. So, please present my slide presentation after you input all of the data."
"OK"

Saya selalu bilang OK OK saja atas semua yang dia suruh kerjakan. Lha iya, orang dia juga sangat baik dan banyak membantu saya selama ini, contohnya bikinin target, ngurusin ini itu buat saya.

Terakhir, dia makan jeruk dan membagi separuhnya dengan saya.
"Oppa yang baik" *dalam hati saya
Pas pulang liburan dari Tongyeong kemaren dia juga gak lupa bawain oleh-oleh.

Dan sebelum menghilang dibalik pintu pas dia pulang, tidak lupa seperti biasa dia melempar senyum  khasnya "the killer smile"... ^^

*Saya nge-fans sama orang satu ini, seperti sama halnya saya suka sama Lee Min Ho : kind, cute, cool, smart and has sweet smile, dan satu lagi : lucu + kocak
(terutama sejak tahu dia bisa main piano mainin River Flows in You nya Yiruma ~backsound blog saya~)
Tapi sayangnya tuh orang males banget datang ke lab... >.<

Motong-Motong Kaca

Motongin kaca, adalah kerjaan yang bisa dibilang gampang-gampang susah. Sudah hampir 1 tahun ini, motong kaca menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari hari-hari saya di lab. 
Slogannya : Tiada minggu tanpa memotong kaca.
*Ya iyalah, kalo gak motongin kaca, gak bisa eksperimen, gak ada data, terus bisa di usir deh dari lab...

Motongin kaca emang buat apaan? Kalau ada yang nanya, buat substrate (media) deposisi thin films. Berhubung project saya di lab ini adalah thin films terutama mengenai transparent conducting oxide (TCO). Sebenarnya, selain kaca, substrate buat TCO bisa juga dari polimer. Tapi berhubung material saya ini di desain untuk solar cell, dimana nantinya dalam construction-nya itu perlu untuk di annealing (baca : dipanasin) pada temperatur di atas 400 derajat Celcius. Jadinya, harus pakai substrate kaca, gak bisa pake polimer.Kaca yang saya pakai jenis Samsung Corning Eagle yang punya temperatur transisi glass tinggi, bukan kaca preparat biasa. Dari omongan senior saya yang beli kaca ini, 
"It's very very expensive"
Kebayang deh, kalau dia udah bilang "very" dalam jumlah double gitu... Iya, kaca jenis ini memang cukup mahal harganya... Makanya diwanti-wanti buat hati-hati pas motong biar gak banyak yang pecah. Kaca ukuran 1 m x 1 m ini harus dipotong kecil-kecil menjadi ukuran 1.5 cm x 1.5 cm.
Dulu pas pertama kali disuruh motong, bentuknya gak karu-karuan dan sangat sedikit yang berhasil dipotong dibanding pecahannya.Lama-kelamaan mendingan dan sekarang sudah bisa memotong dengan baik, bentuk maupun ukurannya. Sering luka ketusuk atau kebaret adalah hal yang biasa.

Selama setahun ini memotong kaca, ternyata memotong kaca berkorelasi dengan suasana hati. Serius deh, saya tidak bohong. Kalau suasana hati sedang baik, maka proses motongnya jadi lebih cepet dan lebih rapi. Terus bagian kaca yang pecah juga jadi lebih sedikit. Berbeda sekali kalau suasana hati sedang 'not in good mood', bisa-bisa banyakan kaca yang pecahnya daripada yang berhasil dipotong dalam bentuk dan ukuran yang diinginkan. Semakin saya maksa untuk terus motong, maka  kaca semakin mudah untuk pecah. Kalau sudah seperti itu, lebih baik saya berhenti daripada membuang-buang lebih banyak lagi puing-puing, yang berarti lebih banyak won yang terbuang percuma. Dan juga akan lebih banyak baretan luka ditangan jika masih tetap dipaksakan.

Peralatan :
- alat pemotong kaca (di lab saya pake diamond cutter)
- alas yang datar dan bersih
- penggaris panjang
- poly gloves (biar kacanya gak kotor)

Cara motong :
- Taruh lembaran kaca di atas alas yang datar, bersih dan lumayan tebal
  (jangan sampai ada serpihan kaca di atasnya biarpun kecil karena akan membuat kaca pecah saat keteken)
-  Letakkan  penggaris di atas kaca
- Mulai potong kaca pakai diamond cutter dengan bantuan penggaris
   Goreskan diamond cutter ke kaca sesuai bentuk dan ukuran yang diinginkan sebanyak 4-6 kali goresan (jangan terlalu banyak dan jangan terlalu sedikit, terlalu banyak goresan = garis melebar & jadi gak rapi, sedikit goresan = kaca jadi gak bisa di patahin)
  Goresnya jangan terlalu kuat dan jangan terlalu lemah (kalau terlalu kuat kaca bisa langsung retak, sedangkan kalau terlalu lemah, butuh banyak goresan sehingga hasilnya nanti kurang rapi)
- Setelah di gores kemudian letakkan garis bekas goresan tadi ditepi-tepi alas tebal
- Kemudian patahkan kaca mengikuti garsi goresan dengan hati-hati

Nampaknya, sepulangnya dari sini, saya ada bakat untuk membuka usaha pembuatan bingkai kaca...^^

Facebook Tambah Aneh

Balik-balik ke meja abis motongin kaca substrate, liat di facebook chat ada yang kirim message :

makasih mba udah di add

Lhah... perasaan sih gak pernah nge-add orang itu, kalo ngepprove friend request dari dia baru iya. Suuueeeer deh... Orang saya saja jarang nge-add orang di facebook, biarpun kenal. Apalagi yang gak saya kenal, seperti dia...
Ggggrrrrr.....
Wadezigggggg....

!@#$%^&*!@#$%^&*

Tambah aneh-aneh saja nih dunia perfesbukan...

Quote of The Day

~ Far away there in the sunshine are my highest aspirations. I may not reach them but I can look up and see their beauty, believe in them, and try to follow them. ~ 


Jadi inget semalem, dapet wejangan dari tante Hera...
"Pulang-pulang harus sudah pada jadi Doktor ya!Mumpung masih muda"
"Hehe... Terus nikahnya kapan dong tante?"
"Khan bisa sekalian. Jadi nanti kalau sudah punya anak, lebih enak khan. Mamanya masih muda bisa jadi Professor"
"Tante kapan wisuda S3 nya?"
"Tante wisuda nya tanggal 5 Febuari ini"
"Doain kita ya Tante, biar segera menyusul tante wisuda"
"Amien"
"Terima kasih banyak, Tante"

Terus, jadi flashback beberapa waktu yang lalu, saat ngobrol dengan Bang Wemmy :
"Habis ini harus lanjut S3 Dham. Mumpung lo masih muda"
"Hehe... pengennya sih gitu Bang. Tapi nikahnya ntar kapan dong kalau langsung lanjut S3. Gue takut jadi perawan tua, gak ada yang mau sama gue"sad
"Dham, manusia itu diciptakan berpasang-pasangan. Jadi jangan khawatir."
"Gitu ya Bang" happy

Dan flashback lagi, kira-kira setahun yang lalu, saat bicara dengan bapak waktu saya akan berangkat :
 "Bapak yakin kamu punya kemampuan. Raih cita-cita kamu setinggi mungkin."

Jika orang lain yakin dengan diri saya (walaupun hanya beberapa orang saja), kenapa justeru saya yang tidak yakin dengan diri saya sendiri...


OK....Don't worry to much! Let's face the fears! And keep going!

Monday, 24 January 2011

Me and My Fears

*Sementara menunggu jam tidur tiba,  

Big Fears :
1. Mengecewakan orang tua, terutama ibu 
   => akan sangat sedih sekali
2. Sampai melukai hati orang-orang yang dikasihi tanpa sengaja
   => akan ikut terluka banget-banget
3. Terjebak di suatu tempat yang sangat dingin tanpa perlindungan apapun
   => ini rasanya pasti akan sangat nyeri sekali
4. Guru atau dosen arogan 
   => sekeras apapun berusaha pasti seakan tiada berguna
5. Kecebur ke laut, danau atau sungai atau apalah yang berair banyak
   => gak bisa renang soalnya
   => waktu kecil pernah didorong ke sungai sama sepupu sendiri, hampir mati tenggelam 
6. Falling in love
   => bikin gak enak makan, gak enak tidur : menurunkan berat badan (bahaya!)
   => bikin saya yang sudah aneh ini jadi tambah semakin aneh >.<
7. Gak sengaja kemakan cabe rawit yang paling puedes
   => gak suka pedes 
   => termasuk big fear yang gak penting tongue

Note : terlepas dari ketakutan sama Yang Di Atas

Saya dan Odeng

Ada yang belum tahu odeng? Odeng itu tulisan hangeul-nya begini : 오뎅, yaitu makanan Korea yang terbuat dari campuran tepung dan ikan. Kalau di Indonesia, mirip otak-otak gitu kali ya. Odeng lebih dikategorikan sebagai jajanan daripada makanan berat. *CMIIW*

Nah, ada cerita nih, antara odeng dan saya (wedew... sengaja judulnya begitu, biar kayak Cinderella dan Sepatu Kacabig grin . Biasa aja sih sebenarnya, tapi terkadang sempat terlintas  sebersit heran (sama diri saya sendiri), kok ya sampai segitunya... 

Gambar di atas itu adalah odeng yang saya maksud disini. Ada beberapa macam bentuk dan ditusuk dengan tusukan kayu yang panjang agar mudah memakannya. Kemudian, dicelup ke dalam kuah odeng yang dijaga selalu panas, dan kuah ini pun bisa juga dinikmati. Ada juga saus dan sambalnya untuk cocolan.

Dulu waktu awal-awal datang kesini, ke Korea mangsutnya (jangan tanya Korea yang mana!!), khan masih dingin tuh. Saya bilangnya masih winter lha wong masih turun salju lebat banget. Tapi kata-katanya udah masuk spring. Whatever lah, yang penting masih dingin ajah (hahaha... ya iya lah, spring pun juga dingin kok).tongue Terus, yang namanya hawa dingin ternyata eh ternyata bikin cepet laper dan laper terus (kalo ini mah semua orang juga tahu). Terus, ya udah deh kita (saya dan temen-temen saya) mainnya ke warung jualan odeng tiap pulang dari lab (notabene adalah pas malam hari). Waktu itu saya suka banget dengan odeng, pokoknya enak banget deh di lidah di kala itu. Apalagi pas dingin-dingin gitu khan, wuih... sedap sekali. Hampir tiap 2 hari sekali kita ngodeng (istilahnya kita untuk makan odeng). Terus-terusan sampai beberapa saat lamanya. Terus-terusan ngodeng... 

Dan sampailah di suatu titik dimana saya jadi tidak doyan odeng. Beneran gak doyan. Sama sekali. Saya jadi eneg tiap denger kata odeng. Setelah itu tidak pernah ngodeng sama sekali. Sampai kemudian musim gugur dan datang musim dingin kembali. Masih eneg sampai sekarang (untuk case yang odeng rebus). Tapi anehnya odeng yang di goreng atau yang diolah jadi banchan (baca : lauk pauk), saya masih bisa makan. Aneh...  So, tiap kali saya di ajakin ngodeng, gak pernah mau, dan selalu bilang lagi gak doyan dan eneg sama odeng.

Kesian juga sama temen saya yang ngajakin itu. Pasti selalu saya tolak. Lhah, gimana, orang emang gak doyan. Kalau saya bilang, oke deh cuma nemenin doank, tapi gak ikut makan, dia-nya gak mau, saya-nya harus ikut makan juga. Daripada muntah-muntah di warung odeng, mending enggak kesana deh. Sebenarnya sih saya-nya pengen bisa makan lagi. Tapi ya itu tadi, tiap denger kata odeng saja sudah mual, apalagi memakannya. Dan itu dalam waktu yang terhitung lama.

Pesan Moral dibalik cerita Saya dan Odeng menurut versi saya *jadi keinget pelajaran Bahasa Indonesia pas jaman sekolah menengah* :
- Jangan makan odeng terlalu sering, bahaya bisa bikin gemuk  tongue (rada ngaco nih!)
- Jangan terlalu suka atau jangan terlalu benci terhadap sesuatu.
Yang sedang-sedang saja, karena ditakutkan yang sangat disukai itu nantinya akan jadi yang sangat dibenci atau justeru sebaliknya, yang dibenci itu akan jadi sesuatu yang sangat disukai *do'oh, ngomong apa sih saya ini*
Intinya, cuma pengen bilang "sewajarnya saja lah" baik menyenangi atau tidak menyenangi sesuatu... Gitu ya barangkali ada benarnya...


*Pas nulis postingan ini pun masih horror, nyebut-nyebut odeng I don't want to see

Wadezig...

Ketemu Cowbil Di Pesbuk...
(Cowbil = cowok labil)

#PostinganGakPentingNih rolling eyes

Hari Senin, biasanya saya malas-malasan dulu sebelum akhirnya beranjak kerja. Biasa lah, fesbukan sama ngecheck-ngecheck email. Saya lihat ada friend request baru di fesbuk, gak ada mutual friend nya tapi. Ya udah deh saya approve, siapa tahu adalah salah seorang yang mencari info tentang Korea dan mampir ke blog saya, terus kemudian nemu fesbuk saya sekalian. Approve. Nama fesbuknya termasuk tipe-tipe gak jelas, depannya pakai Cahaya bla bla bla... Friend list-nya isinya cewek-cewek semua dengan foto-foto gaya abegeh gahoolll (you know lah ya, style bibir di monyongkan, jari di bibir, over kontras, super duper close up, dan sejenisnya, katanya sih itu setail abegeh gahol jaman sekarang) serta nama fesbuk yang panjangnya melebihi jalan tol (serta tulisan yang entahlah, saya sendiri susah membacanya). whew!

Saya lihat foto profil si cowbil ternyata gak jelas, isinya kartun-kartun, logo-logo yang entah apa, grup musik dan ada satu lagi yang aneh, yaitu gambar pocong. Gggrrr... ada yang gak beres. Terus saya buka album fotonya, cuma ada 2 biji. Yang satu isinya gak jelas dan yang satu lagi isinya foto-foto cewek-cewek beraneka rupa dan para penyanyi dangdut. Aahhh... orang gak jelas nih... nail biting

Terus tiba-tiba dia ngajak chat. Beginilah isinya (tanpa ada perubahan sedikit pun dari aslinya) :
Sayanya mumpung juga lagi iseng, ya udah saya ladenin sekalian. Pengen tahu apa yang mau diomongin sama orang gak jelas ini ke saya.

    CL = cowok labil 
    Sy = saya

Sijak...

CL : lam knl ea...
(Busyet, irit banget nulisnya)
Sy :  yup...
CL : leh jd tmn dkt gak...
Sy : mangsutnya?
CL : jd shbt baek tah..

(Wedew, kenal aja belum mau jadi sahabat baik)
Sy : ???? 
       situ siapa?
CL : arief amu...
(Bingung, "amu" itu apaan ya. Sumpah, saya gak ngerti. Pengetahuan akan kosakata bahasa alay saya jauh tertinggal ternyata)
Sy : foto nya gak ada
      orang mana?
CL : ea loem tak ksh ... bwen.. amu nak mna...?
( Terjawab, "amu" ternyata adalah kamu d'oh)
Sy :  ini cowok khan? kok di album foto nya cewek semua isinya
CL : ia .. leh jd tmn u tah...
Sy : emang kenapa?
CL : yaow q ska ja ma cwe pke jilbab..
Sy : umurnya berapa ya?
CL : 21...amu...

(Pantesan... "Wooiii, umur gue udah hampir 24 kaleee... Lo baca gak tuh, udah gue sebutin dengan selengkap-lengkapnya di profil facebook gue!" *pengen ngomong gitu langsung saya ke dia, tapi mencoba masih sabar)
Sy : masih sekolah, kuliah apa kerja?
CL : krja.. amu mnis ea..?

Sy : kerja dimana?
CL : smrang....
       q ska ma u bleh...
(Doh, puyeng sama bahasanya d'oh. Grrrr... belum-belum udah "ska-ska" aja, belum tau apa kalau saya bisa keluar taring big grin)
Sy : mangsutnya??
CL : q ska sma kmu bleh...?
Sy : mangsut lo itu apaan?
       lhah lo mau suka atau mau benci sama gue mah suka suka lo kali...
(Saya mulai nyolot, habisnya... angry)
CL : kmu msh lajang kan...
Sy : so what?
CL : hehe.. mrh ea amu....?
Sy : kenapa gue mesti marah
       hahaha
CL : ih tmbh imut ik lo twa...
(Saya ngakak... Sok tahu banget nih orang)
Sy : masak?
       lo tau gak umur gue berapa?
CL : 27 kan...
Sy : 27 darimana
(Busyet deh tua amat saya udah 27... straight face)
CL : gak tau lha brapa...
        la q blh gak ska ma amu...
        la q blh gak ska ma amu....

!@#$%^&*!@#$%^*((*

Udahan ah, daripada menimbulkan efek puyeng dan mual dengan mencoba mengartikan bahasanya. Akhirnya saya close chat window nya dan remove (block ding) FB nya sekalian dari friend list. Mianhe... Bye-bye...

Pesan moral untuk saya sendiri :
- foto profil mesti di ganti
- memperbanyak kosakata bahasa alay biar gak pusing pas berkomunikasi dengan mereka
  =______= 

Penutup : 
Tulisan ini hanya sekedar tulisan, tanpa maksud dan tendensi apa-apa... Jika ada yang kurang berkenan, mohon sekiranya dimaafkan. Salam damai...rock on!

Update :
Gara-gara cowbil aneh bin ajaib itu, saya akhirnya mengganti profil pic facebook dengan foto saya bersama 2 orang anak-anak *biar dikira sudah emak-emak*
Tapi gak mungkin juga sih, secara sayanya begini, si anak-anak mukanya putih, mata sipit dan sangat cute gitu.
Aahhh, biarlah...  tongue

Sunday, 23 January 2011

Winter Oh Winter

Kata mereka-mereka yang di seberang sana :
"Wah, disana enak ya ada salju!"
"Mau kesana dong liat salju!"

Dalam hati saya bilang, "Dingin banget tahu. Belum ngerasain ajah!" straight face

Winter

Winter enaknya mungkin emang pas turun salju. Saya juga seneng dan masih takjub kok. Tapi setelah itu, jangan tanya deh. Dinginnya naudzubillah. Dan winter pun turun salju nya mungkin cuma beberapa kali ajah, selebihnya... beuh, kayak masuk di freezer, lebih dingin malahan.
Saya pikir orang-orang Korea ya udah kebal gitu istilahnya, udah biasa aja sama dingin, ternyata juga mereka sebenarnya gak tahan juga.

Di lab saya, kalau rada lebih dingin, teman-teman Korea pada ngeluh dan sering teriak "chuwo" atau "chubda" (baca : dingin), terutama Mr. Ma, orang paling ekspresif se-lab.

Menurut saya, winter itu gak enak. Gak enaknya ini nih :

1. Kedinginan 
Ya iya lah, namanya juga musim dingin. Walaupun udah pakai baju rangkap-rangkap dan jaket tebel, masih tetep kedinginan. Saya biasanya pakai baju 5-6 lapis, baru kemudian pakai jaket tebel. Itu saja masih sering kedinginan, apalagi kalau pas lagi puncak-puncak nya winter seperti sekarang-sekarang ini. Suhu udara mencapai minus -12, coba bayangkan saja, freezer saja suhunya gak sampai segitu. Ditambah lagi, sayanya memang tidak tahan terhadap dingin. Lebih parah lagi deh. Kalau dingin, tangan saya kebas dan susah untuk dipakai apa-apa.

2. Sering kesetrum
Di musim dingin, sering banget saya kesetrum. Apalagi kalau lupa lepas sepatu boot dan gak pakai sandal karet. Biasanya kalau dingin jadi males lepas sepatu, tapi akibatnya sering kesetrum kalau pegang benda-benda yang terbuat dari logam dan pegang air. Saya eksperimennya di ruangan sebelah dan pintu ruangan itu tepi-tepi nya dari aluminium. Kalau lagi eksperimen mesti bolak-balik, dari ruangan sebelah ke meja saya berkali-kali, dan yang saya takuti adalah kesetrum pas buka pintu. Belum lagi, kesetrum pas pegang mesin sputtering. Yang namanya eksperimen pake alat itu mau gak mau harus pegang mesin sputtering. Dan pas winter kayak gini sering banget kesetrum. Gak parah-parah amat sih, tapi cukup membuat meringis dan kaget nya itu lhoh. Saya terus dikasi tau trik sama Mr. Ma, sebelum buka pintu disentil pake ujung kuku terlebih dahulu. Dan terbukti, trik ini sangat membantu.

3. Bikin Males Ngapa-Ngapain
Namanya lagi dingin, jadinya bikin orang males buat bergerak. Pengennya  meringkuk aja deket heater di deket meja saya, atau kalau bisa selimutan dengan heater kasur masih nyala di kamar seharian *bisa langsung dipecat dari lab. Iya, emang bener kok. Kalau winter gini ternyata jadi lebih males mau ngapa-ngapain : males eksperimen, males ngolah data, males bangun, males manditongue
Pokoknya kalau dingin bawaannya pasti males...

4. Baju Rangkap-Rangkap = Banyak Cucian
Seperti yag sudah saya tulisakan sebelumnya, pas winter biasanya saya pakai baju rangkap 5-6 lapis  sebelum pake jaket tebel (lumayan bisa buat badan saya lebih berisi big grin). Nah kebayang khan kalau sekali pakai baju sebanyak itu, cuciannya seberapa. Untung nyuci nya pake mesin cuci deh. Tapi kalau terlalu banyak cucian, jemuran jadi gak muat dan tentu saja biaya listrik akan membengkak. Jadi untuk menyiasatinya, baju yang rangkap bagian luar-luar dipake lebih dari sekali. Jorok? Enggak juga kok. Winter itu sama sekali gak bikin orang berkeringat. *ngeles

5. Jalanan Licin
Ini kalau abis turun salju. Apalagi saljunya tebel, dan gak leleh-leleh. Terus keinjek-injek sama orang, jadinya kayak es gitu dan sangat licin. Saya kalau abis turun salju gitu jalannya super hati-hati dan bener-bener liat ke bawah kalau nglewatin es. Mengingat 'hobby' saya salah satunya adalah menjatuhkan diri sendiri (pinjem istilah dari Dyank), jadi mesti sangat berhati-hati melewati medan yang berpotensi menambah rekor jumlah tiba-tiba jatuhnya saya worried. Gak mau lagi ngeluarin duit 20 ribu won cuma buat ronsen doank. Hehe... *pelit-er detected

6. Tagihan Listrik dan Gas Membengkak
Iya. Tagihan listrik maupun air jadinya lebih banyak kalau pas winter. Kita mesti nyalain heater buat di kasur semaleman, kalau enggak, jangan tanya deh, bakalan gak bisa tidur. Lha wong udah dinyalain aja kadang masih gak bisa tidur saking dinginnya. Heater dikasur ini pakai listrik, lain lagi dengan heater buat ruangan, lebih mahal lagi soalnya pakai gas. Selain buat nyalain heater ruangan, kita pakai gas buat nyalain penghangat air kamar mandi dan wastafel. Sebenarnya kita nyalain heater air kamar mandi nya sepanjang musim, mau summer mau winter dinyalain terus. Kalau winter mah hukumnya wajib nyalain air panas buat mandi, kalau enggak, sama artinya dengan bunuh diri (bagi saya lhoh). Tapi kalo winter akan jauh lebih banyak penggunaan gas nya. Ya iyalah, manasin air dari suhu minus sama suhu udah belasan derajat waktu summer khan pasti beda kebutuhannya. Belum lagi buat masak, secara kita buka catering. Setelah saya amati, ternyata masak di musim dingin itu lebih lama dibanding musim panas (lama matengnya dan lama panasnya. Jadinya kita jarang nyalain heater ruangan buat menghemat. Tapi ya, heater buat di kasur itu bikin orang kayak sauna pas bangun tidur, jadi keringetan gitu.

7. Kulit Kering dan Bersisik, Gampang Kena Flu dan Meler, serta Hidung Berdarah atau Memerah
 Hahaha... judulnya panjang banget gitu. Winter udara sangat kering, jadinya kulit pun ikut kering dan bersisik. Jadi harus rajin-rajin pakai pelembap, terutama di bagian tangan dan bibir. Terus karena dingin banget, jadinya gampang kena flu dan hidung sering meler. Terus kadangkala saya menjumpai hidung saya berdarah. Dan hidung saya pasti memerah kalau habis dari luar gitu (bukan cuma hidung, pipi juga jadi memerah). Jari-jari tangan pun seringkali bengkak, merah dan sakit gara-gara dingin. *doh*

8. Air Pipa Bisa Macet Karena Beku, atau Keran Pecah
Suhu rendah pas winter bisa bikin macet air pipa. Ini pengalaman di building rumah saya. Jadi air kerannya beku, terus sama dia langsung dinyalain pemanas air. Terus pipa kerannya pecah deh dan air nya meluber kemana-mana, sampai ditangga depan rumah saya. Air luberan itu jadi es juga dan membuat jalanan jadi licin. Huh...

9. Suasana Hati Jadi "Melow"
Ini mah ada-ada nya saya saja. Enggak kok, dari hasil survey, nanya sama temen sekamar, "apa yang kamu rasain pas winter". Katanya sih suasana hati gampang banget jadi melow gitu deh. Iya sih emang kayaknya pas winter, hawanya kayak murung, melow dan sedih gitu. Hal-hal sedih yang lalu-lalu jadi gampang keinget.sad


Baru segitu saja saya ingetnya, yang gak enak dari winter. Bagi saya pribadi, I hate winter. Saya benci dingin. Cold is my enemy. worried

Eh tapi ada enaknya juga kok winter itu (segala sesuatu pasti ada gak enaknya dong ya pasti). Biar pun saya benci, tetep saya akan tulis yang enak dari winter. Biar berimbang dan tidak berat sebelahbig grin
Tapinya nanti ya, di postingan berikutnya... Yang nulis udah ngantuk, takutnya malah kemana-mana tulisannya... Lagian nampaknya udah kepanjangan tulisan ini. *kayak ada yang baca dan nunggu kelanjutannya saja.tongue

Wednesday, 19 January 2011

Arti Nama


Setelah hidup selama hampir 24 tahun, saya baru tahu kalau ternyata nama saya artinya ini :
Damisi
Damisi is a African girl name. The meaning of the name is `Cheerful` The name Damisi doesn`t appear In the US top 1000 most common names over de last 128 years. The name Damisi seems to be unique!
Note : dengan mengkorupsi huruf h di belakang nama saya

Mungkin saja, mengingat kerjaan saya ketawa-tawa mulu...

Parah betul baru tahu...

Kata mereka-mereka yang sok tahu, katanya nama saya dari kata bahasa jawa "Dami" artinya "batang padi", dan "Sih" yang artinya "masih". Gabungin saja sendiri jadinya apaan...
Rada-rada kesel dengan ejekan "batang padi" melekat ke saya dalam jangka waktu yang lumayan lama dari mereka-mereka itu...

Padahal saya nanya emak bapak saya, mereka pun gak tahu arti nama saya... Aneh, dan nama yang aneh menurut saya sendiri.

Gggrrr... daripada ngurusin masalah arti nama, mending buru-buru packing baju dan perlengkapan buat maen ski di Kangwondo....
Yaaayyyy, Kangwondo, I'm coming.... *kayak tahan dingin dan bisa maen ski aja

Tuesday, 18 January 2011

Quote of The Day

Twenty years from now you will be more disappointed by the things that you didn’t do than by the ones you did do. So throw off the bowlines. Sail away from the safe harbor. Catch the trade winds in your sails. Explore. Dream. Discover. (Mark Twain)

Jalan-Jalan Winter : Daegu Stadium

Gyeongsan kedatangan tamu dari Seoul dan ada anak-anak ITB yang lagi internship di Postech, jadinya kita ngajakin mereka jalan-jalan ke Daegu Stadium (tempat Piala Dunia 2002) dan makan di downtown. Dinginnya sih gak nahan lhoh, -12 booo'...