Monday, 31 January 2011

Opor Ayam


Bisa berbuat dan memberikan sesuatu terhadap orang lain itu ternyata rasanya sangat nikmat, seperti opor ayam....happy

Jumat sore yang lalu, kami baca status facebook salah seorang tetangga kami sesama warga Indonesia yang sedang hamil, bahwa dia sedang menginginkan untuk makan opor ayam. Dan di ujung statusnya tersebut di akhiri dengan emoticon sedih. Mungkin, jika di Indonesia, adalah suatu hal yang sangat mudah untuk mencari sekedar opor ayam. Tapi lain hal nya dengan disini, barangkali hanya ada di satu tempat bernama Warung Indonesia yang letak nya pun  lumayan jauh di downtown sana. Dan itu belum tentu menyediakan menu opor ayam setiap harinya. Terlebih tetangga kami tersebut adalah pasangan muda (usianya bahkan lebih muda dari kami) dan karena kehamilannya tersebut, dia tidak bisa masuk ke dapur untuk memasak sendiri : selalu mual dan ingin muntah jika menjejakkan kaki di tempat tersebut.

Sedang hamil muda pertama, berada di negeri orang, dan tidak ada sanak keluarga, saya membayangkan hal itu pasti tidak akan mudah. Tetangga kami tersebut sedang ikut suaminya yang sedang tugas belajar, yang notabene adalah senior kami di kampus. Dan si tetangga kami yang sedang hamil itu baru kesini sekitar 4 bulan yang lalu. Sebagai sesama wanita, saya jadi berkaca pada diri sendiri, bagaimana seandainya saya berada di posisi seperti itu. sad

Akhirnya, saya berinisiatif : membuatkan opor ayam untuknya serta sambel goreng kentang udang. Kami pun masak rame-rame, kemudian mengantarkannya ke rumah si tetangga yang terletak beberapa blok dari rumah kami.

Nikmat sekali melihat ekspresi wajah senangnya kala itu... Bahagia melihat senyum di wajahnya...
Kemudian selang beberapa waktu kemudian, si tetangga menuliskan ucapan terima kasih bagi kami di facebook-nya, tidak lupa disertai dengan pujian.blushing
Ayo, berbuat dan memberikan sesuatu lebih banyak untuk orang lain. Dan mengasah kemampuan yang dimiliki, apapun itu agar bisa lebih bermanfaat buat orang lain juga. *menyemangati diri sendiri*

0 comments: