Monday, 28 February 2011

Otak Beku


Aaaaaarrrrrrggggggghhhhhh.....
Gue jadi pengen garuk-garuk tembok...
Atau uwes-uwes rambut...
Atau salto jungkir balik...
Atau mungkin berdiri dengan posisi kepala berada di bawah
Biar otaknya bisa ngalir...

What's wrong with me?

Aneh banget lo Dham!
Malah bengong-bengong
Come on~~~
Hurry up!

*Habisnya gue bingung...
*Nge-blank gak bisa mikir...
*Jadi babo...

>>>> Lo perlu makan yang banyak kek nya biar otak lo gak beku!!

Sunday, 27 February 2011

Sedikit Catatan Ketika Skripsi


Barusan denger kabar dari labmate kalo mesin sputtering di lab ada trouble... Gak bisa generate plasma di working pressure rendah...
So, what else then? I'll not give up with any obstacles...!!

========Flashback======
Saya menulis ini hanya sebagai catatan memori sebelum akhirnya saya lupa...Dan untuk menyemangati diri sendiri...

Kira-kira lebih dari 2 tahun yang lalu, saat saya sibuk-sibuknya dengan skripsi dan mengejar bisa lulus lebih cepet. Saya ngerjain skripsi-nya di salah sebuah pabrik manufaktur kendaraan sepeda motor terbesar di Indonesia, PT. AHM. Beruntung sekali, semuanya di provide jadi gak perlu mikirin biaya skripsi lagi kecuali biaya ongkos bolak-balik Depok-Sunter. Waktu itu skripisi saya sekalian nerusin kerja praktek. 

Pagi-pagi buta sehabis sholat subuh, saya dan Martha, temen ngerjain skripsi, jalan kaki dahulu dari kosan kami di Kutek ke Jalan Margonda, sekitar 20-30 menitan. Berjejalan dalam metromini jurusan Depok-Pulogadung, yang entah masih pagi pun sudah sangat penuh. Dan terpaksa kami selalu dapat bagian berdiri. Demikian pun dengan pas jam pulang, tidak jauh berbeda bahkan lebih parah. Pak sopir dan keneknya seperti gak rela jika masih ada tempat yang lowong meskipun hanya sejengkal.  Maklum. Dan kena macet lama itu adalah santapan setiap hari. Mungkin bagi saya, itu baru pertama kalinya tiap hari mesti naik angkutan umum di Jakarta rutin setiap harinya. Belum terbiasa.

Perusahaan tempat kami mengerjakan skripsi memiliki 3 buah pabrik yang terletak di Sunter, Pegangsaan dan Cikarang. Jadi kami bekerja di 3 tempat tersebut, kadang ke Cikarang, ke Pegangsaan dan kadang tetap stay di Sunter. Tapi sebagai basecamp, kami harus mulai dari Sunter tiap hari, begitu pula mengakhirinya (pas pulang).

Disana kerjaannya ngapain aja? Ngecor, motong aluminium cor, mounting, amplas, bubut, moles, karakterisasi sampel, dll. Untung pas ngecor, dibantuin sama orang-orang AHM, selain ada 2 orang teman kami yang cowok, Didi dan Reza, yang sama-sama satu tim kerja praktek tapi mereka gak nerusin skripsi. 

Kemudian, selama beberapa bulan setelah ngerjain eksperimennya, pas udah dapet datanya semua udah hampir lengkap, saya bawa ke pembimbing skipsi saya kala itu. Dan, seketika saya langsung lemes ketika beliau bilang "Ini bukannya udah over modifikasi penambahan stronsium nya dengan komposisi segini? Dilihat dari gambar SEM nya, silikon sudah membentuk blok-blok besar."

Ini berarti, jika bener sudah over modifikasi, penelitian saya gagal total. Skripsi saya gagal dan harapan untuk bisa lulus cepet tidak akan jadi kenyataan. Waktu itu, yang nentuin penambahan komposisi modifier stronsium nya adalah Pak Budi, salah seorang manajer AHM yang kebetulan juga sedang mengambil S2 di kampus saya. Kami semua pada awalnya belum mengerti betul mengenai topik kami tersebut. Saya yakin komposisi yang saya tambahkan masih dalam range modifikasi. Tapi tiba-tiba saya jadi khawatir jikalau kami semua salam baca ketika itu. Saya seketika jadi khawatir dan sempat pupus harapan.

Akhirnya semalaman saya gak tidur untuk mencari dasar teori yang kuat. Dan memastikan bahwa komposisi stronsium yang saya tambahkan masih dalam range modifikasi, belum over modifikasi. Untung ketiga teman kerja praktek membantu saya sekali. Mereka ikut nyariin juga. Walaupun gak banyak, akhirnya saya nemuin juga. Memang waktu itu, penelitian yang saya lakukan sedikit keluar jalur, dalam artian biasanya modifier stronsium ditambahkan ke dalam aluminum hipoeutektik, akan tetapi disini kami gunakan untuk aluminium dalam kondisi hipereutektik.

Dan Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar sampai saya sidang skripsi, mengantarkan saya wisuda bersama ke-16 teman saya yang lain. Walaupun harus bener-bener bekerja keras kala itu, ditambah dengan saya masih ada tanggungan 2 orang murid les. 

Intinya, jika ingin mendapatkan sesuatu atau tujuan, harus dengan perjuangan & pengorbanan. Pasti akan ada jalan jika kita niat dan berusaha dengan sungguh-sungguh...

Saya cuma perlu meyakinkan diri saya sendiri jika saya pasti bisa... Itu saja sebenarnya yang saya perlukan saat ini... Kepercayaan diri, yang sering kali hilang dari saya...

Friday, 25 February 2011

Just...


Finally, I MUST admit to myself that I have been doing my work so hard. Not only doing work, but also thinking so difficult & complicated. There's already an evidence and I can't fence off  from those thing anymore. Even I have been trying to bring everything with enjoy, it couldn't be declined that sometimes it still burdens me. In fact, I'm not okay inside although it looks like I'm the person who has never had problems and many things to be though seriously. It seems not like that at all. Let me tell you something about this. Sometimes, I just pretend to be "everything is okay" person. But, one thing I must note here that no matter how hard I try, I couldn't lie to inside me physically. It will be something wrong with it.

My friend has ever told me that she envy me, and wonder how come I could be a person without any problem, and even there's something problem I could solve it well. Essentially, she looks at me as everything is doing well in my life, going smoothly and I can do and face all the thing without any troubles. Of course, it's not like what she thinks about me. As long as we still take a breath, problems will be always around us. Indeed, a death-person sometimes still has such of problems, am I right? Maybe, in this case, I'm just good in hiding it from my appearance.

Yes, I admit that there's so many things staying over my mind right now. But, we need struggle to get what we dream of. And, we MUST finish what we have started... Just hope that everything gonna be okay...

Thursday, 24 February 2011

Asmarandana

Gegaraning wong akrami
Dudu bandha dudu rupa
Amung ati pawitané
Luput pisan kena pisan
Lamun gampang luwih gampang
Lamun angèl, angèl kalangkung
Tan kena tinumbas arta
Aja turu soré kaki
Ana Déwa nganglang jagad
Nyangking bokor kencanané
Isine donga tetulak
Sandhang kelawan pangan
Yaiku bagéyanipun
wong welek sabar narima

Wednesday, 23 February 2011

Aksara Jawa

Tiba-tiba jadi inget sama aksara Jawa... Berhubung saya adalah orang Jawa aseli (tanpa campuran suku manapun), aksara Jawa tidaklah asing bagi saya. *Sebenarnya enggak juga sih, ini gara-gara dari SD sampai SMP, ada muatan lokal bahasa Jawa, dan materi aksara Jawa pasti gak ketinggalan.
Saya sendiri gak terlalu suka sama pelajaran yang satu ini, terutama yang nulis-nulis dan baca aksara Jawa, soalnya syusaaahhh... *seriusan

Dibandingin belajar Hangeul, saya lebih gampang belajar hurufnya orang Korea daripada huruf tanah kelahiran saya sendiri... :D
Belajar 3-4 jam waktu itu sudah 'bisa' baca huruf Hangeul, lhah belajar aksara Jawa dari SD tetep aja masih suka lupa-lupa & suka kebalik-balik. Rule dan printilan-nya ada banyak sih, puyeng ngapalinnya. Selain aksara pokok, banyak anak-anaknya, ada sandangan lah, ada pangkon, ada pasangan dll. Sandangan sendiri dibagi menjadi 2 yaitu sandangan swara dan sandangan panyigeg, dan masing-masing sandangan masih dibagi lagi menjadi beberapa jenis. Misalnya sandangan swara ada wulu, pepet, suku, taling dan taling tarung, masing-masing untuk membedakan vokal. Sedangkan sandangan panyigeg atau panyigeg wanda ada 4 jenis, yaitu wignyan, layar, cecak, pangkon. Hah... baca namanya saja sudah puyeng... *doh*
Belum lagi tanda baca dan aksara murda...
Kalau mau tahu lebih lengkapnya kesini nih! Atau mau versi bahasa Jawa nya juga pasti ada, ini nih

Waktu jaman SD, saya gak terlalu bisa pelajaran aksara Jawa. Waktu SMP lumayan bisa sih, lumayan lancar membaca dan menulis karena guru bahasa Jawanya enak ngajarinnya. Terus sayang pas SMA, pelajaran muatan lokal Bahasa Jawa udah diilangin. Jadinya sekarang udah lupa semua gitu... *sedih

Aksara Jawa atau biasa orang menyebut hanacaraka (ini bacanya bukan hanacaraka pake huruf a, tapi honocoroko pake huruf o seperti pelafalan o dalam kata tokoh), memiliki kandungan cerita tersendiri lhoh. Dari kedua puluh huruf dasar, kira-kira bisa diartikan begini seperti ini :
HO NO CO RO KO = Ono caroko = Ada utusan
DO TO SO WO LO = Doto sawolo = Saling berseteru
PO DHO JO YO NYO = Podho joyonyo = Sama-sama sakti
MO GO BO TO NGO = Mogo bothongo = Kedua jadi bangkai

Menurut yang saya dengar dan pelajari dulu ketika jaman-jamannya masih duduk di bangku sekolah, cerita tentang hanacaraka ini ada hubungannya dengan Ajisaka. Jadi dulu ada seorang Ksatria tanah Jawa, namanya Ajisaka. Dia tinggal disebuah pulau terpencil bersama dengan dua orang abdi setianya, yaitu Dora dan Sembodo. Pada suatu hari, si Ajisaka memutuskan untuk pergi ke ibukota kerajaan dan mengajak serta Dora. Sedangkan Sembodo disuruh tetap tinggal di pulau tersebut dan dititipin sebuah keris. Ajisaka berpesan kepada Sembodo untuk menjaga keris tersebut baik-baik dan tidak boleh diserahkan kepada siapapun. Hingga setelah sekian lama, si Ajisaka berhasil menjadi raja dan memerlukan kembali keris tersebut. Disuruhlah si Dora untuk mengambilnya. kan tetapi, karena Sembodo adalah seorang abdi yang sangat patuh, maka ia tetap menjaga teguh pesan dari Ajisaka untuk tidak memberikan keris tersebut kepada siapapun. Demikian juga dengan Dora. Keduanya sama-sama keukeuh. Hingga akhirnya berseteru. Sama-sama sakti. Dan akhirnya keduanya tewas. Sangat disayangkan sekali.

Dari cerita dibalik hanacaraka tersebut, dua hal penting yang bisa saya ambil pelajaran didalamnya yaitu tentang kesetiaan dan pentingnya komunikasi.


Kurang lebih dulu waktu jaman saya SD, hampir sebagian besar anak-anak sekolah pasti punya yang beginian... :D


Tuesday, 22 February 2011

22 Febuari 2011

Ternyata hari ini adalah tepat satu tahun saya (kami) berada di Korea... 22 Febuari setahun yang lalu, kami menginjakkan kaki di negerinya Lee Min Ho ini, tepatnya di Incheon Airport. 
Kami waktu itu berempat datangnya... hahaha... Enak, gak sendirian!

Yaayyy, happy anniversary coming to Korea!



Banyak hal yang seneng-seneng & enak-enak... Yang susah-susah dan gak enak juga gak kalah banyak...
*Namanya juga hidup Dham! Dimana-mana akan tetep sama : enak dan gak enak. Jangan mau enaknya doank!

Apapun itu, kata ibu saya, semuanya dibikin enjoy aja agar kita gak terlalu beban ngejalaninnya. Think and make it simple. Toh menyederhanakan sesuatu itu bukan berarti mengecilkannya. Ya iyalah, daripada dipikir ribet-ribet tambah cepet tua ntar, muka uda boros begini... :nohope

Kalo lagi sedih juga gak perlu lama-lama, kata ibu saya, itu akan ngabisin energi dan gak ada gunanya... *bener juga dipikir dan dirasa

Apapun yang terjadi, anggap aja gak terjadi apa-apa... Teteup tebar senyum kemana-mana dan hahahihi... Mending berbagi kebahagiaan khan daripada berbagi yang sedih-sedih... :D
Tetep berfikir positif sama apapun dan siapapun. Gak perlu nge-blame siapa-siapa, gak ada gunanya juga. Balikin ke diri sendiri, introspeksi! Mungkin kita juga pernah ngelakuin hal yang sama, atau mungkin ada  sesuatu hal yang salah dengan diri kita. Toh memaafkan orang itu gak akan pernah ada salah dan ruginya. Justru sebaliknya...

Hah... malah jadi gak nyambung gini sama anniversary...

Setelah setahun disini, harapan saya agar selama waktu saya berada di Korea ini, bermanfaat, baik bagi diri saya sendiri maupun orang lain. Semoga, satu step perjalanan hidup saya selama disini, menjadikan saya manusia yang lebih baik lagi, lebih dewasa dan lebih bijaksana... Bisa jadi saat-saat yang patut untuk dikenang...

Well, setahun disini saya jadi lebih tahan terhadap dingin... hahaha... *ya iyalah... 
Setahun disini, jadi sedikit pandai memasak, jago motong kaca, kembali belajar mengaji, belajar hal-hal baru, dll...
Tapi sepertinya saya jadi bertambah cengeng... 

Setahun di Korea...
Keep trying the best! Keep praying! Keep hoping! Keep dreaming! Keep fighting! Keep everything...

Eh, sebenarnya saya lupa gitu tadi pagi... Masih enak-enaknya tidur, di telepon sama si Eneng!
"Woi, bangun woi! Datang ke wisuda nya Kak Fabi gak? Ayo, bangun! Buruan!
"Oh, hari ini Kak Fabi wisuda thoh. Kok aku ndak tau ya!"
"Iyaaaa... Terus hari ini adalah tepat satu tahun kita ada di Korea, 22 Febuari. Inget gak?
"Oh iya ya? Bukannya tanggal 27 ya?"
Zzzzzzz....
Masih ngantuk, langsung matiin telepon. Tidur lagi...

Sms langsung masuk :
Lah, dimatiin. Ayo bangun. Setahunan persis kita di Korea ni.

Langsung lompat dari tempat tidur... mandi... dandan sekenanya... Kabur ke Chunma Art Centre...
*harus datengin acara wisuda




Sunday, 20 February 2011

Berilah Sekiranya


Tuhan, berilah sekiranya aku kesabaran, yang tinggi mengatasi matahari... 
Disaat emosi terkadang merajai hati dan menjadi tak terkendali... 
Tuhan, tolong hapus amarahku...
Dan semakin bijakkanlah aku ketika bangun dari lelap tidurku nanti...
Tuhan, aku mohon pada-Mu...

Lapangkanlah hatiku... 



~Maafkan saya~
:(

Saturday, 19 February 2011

Banga? Banga!

Mau nonton film Korea yang ada orang(-orang) Indonesia-nya ikutan maen? Liat aja nih film judulnya Banga? Banga! (방가? 방가!). Film ini kocak banget menurut saya, mengambil tema cerita tentang kehidupan para migran di Korea. Ada bagian-bagian yang sangat menyentuhnya juga kok... sad
Gak usah dikasi sinopsis segala, jadi kurang seru ntar nontonnya... tongue
Oiya, sekalian kalo ada yang mau belajar Korean slang, bisa banyak belajar dari film ini big grin

Langsung aja, trailer-nya nih!
Enjoy!!

Kesedihan Itu Bernama Wisuda


Sekarang ini nampaknya sedang musim orang-orang lagi wisuda...
Di facebook saya lihat bertebaran foto-foto, terutama para junior saya, mengenakan toga dengan senyum mengembang menghiasi sudut-sudut bibir mereka.

Di tempat yang sama, moment yang sama, di bulan yang sama pula... Serasa flashback ke masa 2 tahun yang lalu...
Kemudian saya jadi bertanya-tanya, kira-kira ada gak ya di antara mereka yang justru menangis? Saya rasa, mungkin hanya sayalah satu-satunya...

Sejak saat itu jadi sangat amat menyadari bahwa saat yang paling memilukan bukanlah ketika kita tidak bisa membagi kesedihan yang kita rasakan, akan tetapi saat dimana kita sedang berbahagia namun tidak ada seorangpun sebagai tempat untuk membaginya...

Seharusnya saya senang dan berbahagia, karena bersama 16 orang saat itu, kami bisa mengenakan toga sedikit lebih cepat dari kebanyakan teman-teman kami yang lain. Dan, well, mungkin ini tidak terlalu penting, bisa duduk di bangku barisan paling depan bersama salah seorang sahabat karib saya, nama kami disebut  di depan ribuan orang yang hadir.

Akan tetapi, semua itu serasa tidak berarti apa-apa, ketika saya mendapati ternyata tidak ada siapapun di samping saya. Dan menyaksikan semua orang disambut dengan gembira oleh keluarga dan orang-orang terkasih mereka. Entah kenapa kemudian, air mata membanjir tanpa bisa saya bendung lagi. Hati saya serasa sesak dan hampa. Sangat sedih. Merasa lebih baik sesaat setelah menelepon seseorang dan menumpahkan semua beban di hati saya saat itu. 
Orang-orang yang seharusnya datang, tidak ada... 
Saya tidak tahu kenapa bisa sampai menangis sesenggukan seperti itu, yang saya tahu selama ini saya bukanlah tipe orang yang gampang untuk menangis.

Wisuda, hal yang paling saya ingat adalah saya menangis tersedu-sedu, sehingga meninggalkan jejak hitam maskara di mata dan pipi saya, menghapus make up yang baru pertama kali saya kenakan saat menginjak dewasa. Mata saya sembab dan yang sudah merah akibat maskara yang saya kenakan dari siangnya semakin bertambah merah.

Ada yang ingin hadir di wisuda saya Febuari tahun depan? InsyaAllah...
Sungguh, apapun itu, saya akan sangat berterima kasih dan bersyukur atas kesediaannya...

Pun, sampai sekarang saya masih benci mengingat-ingat tentang wisuda...

Ini Cuma Kaktus



Aahhhh... ini kaktus cantik-cantik bener... cactus cupcakes, anyone? ^^ 
*Sampai sekarang masih tergila-gila dan terobsesi dengan kaktus
*Dan sudah beberapa kali beli kaktus-pelihara-mati-belilagikaktus-pelihara-mati-belilagi-matilagi
*Gak kapok-kapok 
*Masih pengen beli lagi terus

Friday, 18 February 2011

K-Pop Slow-Slow Nih


MusicPlaylistView Profile
Create a playlist at MixPod.com


Ini adalah MixPod lagu-lagu K-Pop yang slow, nemunya ya di MixPod juga pasti. Di post disini biar gampang nyariinnya. Lumayan bisa buat bantu-bantu mengantarkan tidur buat saya yang gak gampang tertidur *halah* 

Isinya ada 20 lagu, campur-campur (namanya juga MixPod). Yang paling saya suka ini nih, It's You nya Suju, My Boy nya Secret, Thanks To (Junhyung & Yeosob) sama Love is Ouch nya 2NE1 (bilang paling kok options nya ada banyak!). Yang lain juga gak kalah enak kok... :D *buat yang suka K-pop yang selow-selow... :p

Enjoy! Bagi yang ingin meng-enjoy! =))
Kalau gak mau ya suw, tutup kuping saja! Bebaaasssss.... ^^

Ketika J.M. Park Datang Ke Lab

Park Jung Min atau Jung Min Park adalah senior dari lab saya yang saat ini tengah mengambil Ph.D degree di Osaka University, Jepang. Berhubung Jung Min Park lumayan jauh usianya di atas saya, so saya panggil dia oppa (note : jangan samakan dengan panggilan opa di Indonesia ya!). Jung Min oppa, terkadang masih sering berkunjung ke lab kalau dia datang ke Korea, misalnya sedang ada conference atau sekedar liburan. Dan sekitar 2 hari yang lalu, Jung Min oppa baru saja berkunjung sekembalinya dari Ferroelectric conference di Muju.

Dia masih tetap sama seperti saat pertama dan terakhir kali bertemu, poni panjang miring masih tetap menghiasi wajahnya sedemikian sehingga hampir tiap beberapa menit dia terlihat sibuk membetulkan poni belahan miringnya tersebut. Gesture khas ala Jung Min oppa yang masih melekat di otak saya ketika pertama kali bertemu.

Dan ketika masuk ke ruangan, dia langsung menunjukkan sesuatu ke saya :
"Idham, look at this! I get award from the conference as young researcher in Ferroelectric field." sembari menunjukkan sebuah sertifikat yang berbingkai yang terlihat nampak mewah. 
"Congratulation oppa! Waahhh... it's great." Keren banget dalam hati saya, bisa dapet penghargaan dari conference gitu. Bagi seorang researcher, hal ini merupakan sebuah kebanggan tersendiri, suatu bentuk pengakuan tinggi atas riset yang sedang kita kerjakan. Keren banget lah pokoknya...

Setelah itu, Jung Min oppa menanyakan tentang research saya dan masalah yang dihadapi. Kami pun berbincang-bincang dan berdiskusi mengenai beberapa hal yang bikin saya puyeng. Dan Jung Min oppa, dengan gayanya yang terlihat smart (emang beneran smart sih), memberi beberapa masukan untuk research saya. Yaayyy... Tapi sayang sekali, bidang research-nya yang sekarang berbeda dengan saya, jadi gak bisa nanya-nanya lebih spesifik lagi.

Akhirnya saya iseng-iseng nanya, "Oppa, udah publish paper berapa biji?"
"5 buah paper"
"Udah 5 paper? Wawww... hebat... hebat! Padahal baru 2 tahun Ph.D-nya
"Iya, paper SCI semua"
Wah, keren bener nih senior saya yang satu ini...
Dibalik datangnya Jung Min oppa ke lab saya kali ini, setidaknya memberikan suntikan semangat bagi saya yang sering naik turun. Setidaknya, saya datang kesini harus berbuat dan menghasilkan sesuatu, tak hanya berdiam diri. Masih inget waktu hadir di lab meeting kami, Jung Min oppa mengomeli anak-anak undergraduate yang gak bawa catatan apapun. Satu hal yang saya lihat dari J.M. Park, antusiasme yang begitu tinggi.

Thursday, 17 February 2011

Belum Ada Judul


Untuk saat ini, biarlah detak jarum itu...
Turut mengiramakan hati-hati kita...
Yang penuh gemuruh tak kunjung meluruh...
Di ujung runcing logam yang menawarkan asa...
Hingga pada akhirnya dialah sang penyembuh...
Setiap luka-luka di jiwa kita yang menganga...

Kita tak akan sepenuhnya mengerti...
Tentang suara-suara...
Yang berisik...
Mengusik setiap sudut di relung-relung hati...
Dan terkadang mencuri lelap kita...
Aku pun tak akan mencoba untuk melawan...
Atau bahkan membunuhnya...
Karena aku tahu...
Semakin keras kita menafikan...
Maka semakin keras ia meneriakkan  mantranya...

Maka,  jika kau ingin membaca...
Kupersilahkan kau mengejaku...
Memaknaiku dengan mata...
Telinga dan batinmu...
Tolong jangan lekas menarik simpul...
Jika kau baru sedikit tahu...

Jika kau ingin mencari...
Maka temukanlah...
Lekas temukan ia...
Temukan dalam hatimu...
Sebelum mendung yang menggantung di langit hari ini...
Menumpahkan bebannya...
Dan kembali menghujaniku...


Gyeongsan, Feb 2011

(Video Gak Jelas) Snowing (II)

video

Monday, 14 February 2011

White Valentine

14 Febuari 2011

Bukan ngerayain valentine, tapi emang moment nya lagi pas aja...

Bulan Febuari, setahun yang lalu saya berangkat ke negeri ini, memujudkan impian ibu saya dan tentu saja, impian saya sendiri... Dan sekarang, Febuari kembali datang, setahun sudah saya berada di negeri perantauan, berpisah dan berada sangat jauh dari orang-orang yang saya sayangi... Kalau lagi egois, terkadang saya berpikir bahwa Korea telah mengambil banyak hal dari saya...

Hari yang konon katanya hari kasih sayang ini, saya justru bangun siang, udara dingin membuat enggan sekali untuk beranjak dari tempat tidur serta selimut saya yang hangat. Dan entah kenapa, Senin selalu membuat saya tak ingin membuka mata. Begitu bangun, hal pertama yang saya tuju, adalah laptop, langsung membuka gmail dengan harap-harap cemas Iya, saya sedang menunggu-nunggu kabar dari panitia TOEO-7 symposium (7th International Symposium on Transparent Oxide Thin Films for Electronics and Optics), mengenai abstract yang saya kirimkan sebulan yang lalu. Mereka bilang pengumumannya sekitar tanggal 10 Febuari, tapi nampaknya mundur beberapa hari. 

Saya sangat berharap sekali abstract yang saya submit diterima. Artinya, saya bisa mengunjungi Jepang dalam waktu dekat (14-16 Maret) dan gratis bukan dengan biaya sendiri.

Saya sangat ingin pergi ke Jepang.

Harap-harap cemas karena sebulan yang lalu, sempet dapat penolakan dari salah satu conference di Jeju, abstract yang saya kirim tidak sesuai dengan tema conference nya. Untung saya sudah pernah pergi conference ke Jeju, jadi gak terlalu kecewa. Ternyata Allah SWT masih sangat sayang dengan saya, dan menggantinya dengan yang lebih baik.

Thank you for submitting your abstract for TOEO-7.
The program committee of TOEO-7 is pleased to announce that your paper
   Abstract #: A45
   Title     : The Effect of Substrate Temperature on the Electrical and Optical Properties of Transparent Conductive Indium Zinc Tin Oxide Thin Films
   Author    : Damisih(1), Hong Chan Ma(1), Jeong-Joo Kim(2), and Hee Young Lee(1,*)

has been ACCEPTED for a contributed oral presentation and assigned to

   Program Number: 14p-P024
   Presentation  : Short presentation & Poster presentation
   Time          : 2011/3/14 17:45-19:45
   (All Poster Presenters are requested to give oral Short Presentations.)

Begitu bunyi email dari panitia TOEO...
Sangat senang dan bersyukur sekali, akhirnya mimpi dan keinginan saya selama ini akan segera menjadi kenyataan. Saya akan pergi ke Jepang bulan depan... InsyaAllah... Semoga semua dilancarkan...

Ini adalah cara saya berhadapan dengan mimpi dan keinginan yang terkadang terus berseliweran dalam otak saya jika belum terpenuhi, menuntut usaha untuk segera diwujudkan. Jika saya memiliki suatu  mimpi, tujuan ataupun keinginan, saya akan terus menggenggamnya kuat-kuat, menyimpannya dalam memori otak hingga itu akan terus menjadi cambuk dan pengingat bagi diri saya sendiri. Setidaknya saya telah memiliki sebuah tujuan yang ingin diraih dan fokus dengan tujuan tersebut agar bisa mencapainya. Berusaha dengan semampu saya dan berdoa, memohon sama Yang Di Atas, pun tidak ada hal yang bisa terjadi di dunia ini tanpa seijin-Nya.
Saya yakin Allah akan mengabulkan jika kita bersungguh-sungguh, walaupun misalnya terkadang dalam bentuk yang lainnya atau mungkin di waktu dan kesempatan yang lain. Terkadang juga dengan cara-cara misterius dan tidak kita mengerti...
Kalaupun tidak/belum bisa tercapai, it's okay selama kita sudah berusaha maksimal... Saya yakin Allah punya rencana tersendiri yang terbaik dibalik semuanya...

Dan ketika saya membuka jendela kamar, ternyata di luar sedang hujan salju lebat, dan tumpukan salju telah cukup tebal. Entah kenapa, saya masih sangat senang manakala salju turun walaupun sudah beberapa kali menyaksikannya. Dimana-mana terlihat nampak berwarna putih. Jadi hari ini senangnya numpuk...


Segera ke kampus, tapi sebelumnya foto-foto dulu di taman depan rumah sama si Eneng dan Dyo. Niatnya bikin rekaman video segala, setelah selesai eh ternyata belum di pencet record. Halah... Sesampainya di kampus bagiin coklat buat labmate... Bukan ngerayain valentine, tapi emang semalem lagi pengen makan coklat dan akhirnya beli deh... Eh, ada message di FB yang ngucapin met valentine. Bukan hal yang penting, toh saya juga gak ngrayain...
Habis itu, kita semua (Indonesian student) berfoto-foto dan bermain salju di bawah...
Feel like home. And I'm not alone...


Kado valentine saya kali ini lebih manis dari sekedar coklat...^^
*padahal baru sekali-kali nya doank seumur hidup dapet coklat pas Valentine, ketika masih ingusan... 


Update : 
- syarat-syarat ngurus visa ke Jepang ternyata lumayan ribet... >.< 
- dan masih kepikiran sama hasil research yang bikin puyeng... ah, kata Mr. Ma, yang penting abstract kita diterima dulu... dibikin simple aja lah, daripada tambah puyeng...

Sunday, 13 February 2011

Ternyata

Ternyata...

2 orang labmate saya berulang tahun pada tanggal yang sama...
2 orang mantan berulang tahun pada tanggal yang sama pula... 
semua mantan berulang tahun di bulan yang sama, yaitu Agustus...
saya dan pacar sahabat karib saya berulang tahun pada tanggal yang sama...
ibu bapak berulang tahun pada tanggal yang berurutan...

*gak penting ya :D

Saturday, 12 February 2011

Cheer Up!!

 A : "Mr. Ma, today you look very happy. Why?"

B : "Hahaha... Noooo~~~ Today is gloomy and depressed day. So, I just cheer up myself."


Aaahhh, he's right...
Why don't I learn from him? 
Whatever happens, just feel like nothing happens...
Cheer up and keep smile! ^^
Don't let anything ruin our beautiful day...
Fighting~~~

(Video Gak Jelas) Snowing

video

Thursday, 10 February 2011

Unyu-Unyu

Saya, terkadang suka penasaran sama hal-hal yang bisa dibilang 'gak penting'. Contohnya adalah kata "unyu-unyu", yang cukup membuat pikiran dan jiwa saya terusik *lebay.com

Gimana enggak, di facebook tiap kali muncul foto Siwon oppa dkk, mereka-mereka pada comment unyu-unyu... unyu-unyu... 

Kedengerannya lucu gitu...

Akhirnya, saya bela-belain nanya "Unyu-unyu itu artinya apa ya?"

Ternyata adalah : lucu dan ngegemesin

Saya = ndeso sekali, baru tahu arti unyu-unyu

:: Posting gak penting dan penasaran yang gak penting juga ::

Complain

Ini kenapa suhu udara jadi turun lagi gini ya? Jadi dingin banget... >.<

Kemaren padahal udah mulai menghangat, terasa lebih enak dan nyaman...

Udah seneng-seneng aja...


Josimhe!!

Merepotkan


Saya, ternyata di usia yang hampir menginjak 24 tahun ini, masih belum bisa mengatasi sendiri masalah  yang ada tanpa bantuan orang tua, terutama ibu. Bahkan, telah berada di tempat yang cukup jauh pun, masih tetap; saya merepotkan.

Saya malu *serius

Padahal sudah berusaha sebisa mungkin, tetep masih ada celah-celah yang ujungnya, natap tembok. Kalau sudah mentog/mentok (ini gimana tulisannya sih yang bener?), kepepet pet dan gak ada jalan lain, akhirnya mengeluarkan jurus terakhir : telepon/sms/kirim message ke ibu saya. 

"Buk, saya butuh ini itu bla bla bla...".

Dan di ujung sana, ibu saya, seperti biasa, akan selalu bilang : "Iya" atau "OK".

Kapan saya bisa jadi anak bener-bener yang bener-bener gak ngrepotin lagi ya? *wonder*

Jadi anak yang mandiri nampaknya sih sudah lumayan >.<
(*mandi sendiri)

Wednesday, 9 February 2011

Kenapa Harus Saya?

Sejak dulu saya sering bertanya-tanya jikalau mengalami sesuatu yang saya sendiri pun enggan mengingatnya : "Kenapa harus saya?"

Dan sekarang saya tahu jawabannya : 
"Karena saya mampu, dan Yang Di Atas masih mengasihi dan menyayangi saya".

Semoga masih bisa terus menjalani segala sesuatu dengan sabar dan meyakini bahwa ada hal indah di balik semua yang terjadi... 

~Berfikir dan merenung sambil terus makan snack beras~

Akhir-akhir ini beberapa hal bikin saya pusing : eksperimen ; eksperimen lab dan kehidupan. Membuat saya, akhirnya membeli banyak sekali snack beras dan memakannya dalam jumlah yang banyak pula. Semoga kebiasaan ini tetap terus terpelihara agar saya bisa memenuhi pesan dari bapak saya sebelum berangkat kesini : menaikkan berat badan. >.<

Dari Balik Maple : Man Shabara Zhafara

Bersabar dan ikhlaslah dalam setiap langkah perbuatan
Terus meneruslah berbuat baik, ketika di kampung dan di rantau
Jauhilah perbuatan buruk, dan ketauhilah pelakunya pasti diganjar, di perut bumi dan di atas bumi
Bersabarlah menyongsong musibah yang terjadi dalam waktu yang mengalir
Sungguh di dalam sabar ada pintu sukses dan impian kan tercapai
Jangan cari kemuliaan di kampung kelahiranmu
Sungguh kemuliaan itu ada dalam perantauan di usia muda
Singsingkan lengan baju dan bersungguh-sungguhlah menggapai impian
Karena kemuliaan tak aka bisa diraih dengan kemalasan
Jangan bersilat kata dengan orang yang tak mengerti apa yang kau katakann
Karena debat kusir adalah pangkal keburukan

R3W

Tuesday, 8 February 2011

Quote for Researcher


After short meeting with my prof. today, I got some nice and useful quote from him :D
  • You have to compare with the results reported by other researchers! 
  • You have to constantly read other peoples’ papers and reports!!
  • We have to cite relevant data and results when we write our own manuscript. 
  • Keep asking yourself about the results you have obtained! Why are they important? The results which are not important are worthless! 
  • The list of experimental data is NOT good! 
  • You have to reason and argue the importance of your findings!! 
  • To do so, read other peoples’ works constantly, and scrap, cite and compare yours with theirs. 
  • Point out what are similar and what not. 
  • If you do not find new data or interpretation of old or new data, your work is useless!!!!

In the end, he wanted me to join conference in April. 
Conference = will be very busy
I like it... :D

Monday, 7 February 2011

Mojacko

Tiba-tiba teringat masa kecil dan lagu soundtrack film kartun Mojacko ini *salah satu film paporit saya waktu kecil
Seandainya bisa kembali lagi ke masa kanak-kanak :D
Gak ada beban, semua serba sederhana dan gak rumit...
Bermain... bermain... dan bermain...

*Aahhh... terkadang saya lelah menjadi dewasa...


Sunday, 6 February 2011

Surat An Nuur Ayat 31


Al Quran (24) An Nuur : Ayat 31
Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS. 24:31)

Yiruma – River Flows In You (Vocal. Ruvin)


Just got this beautiful song from someone...
Finally, I have mp3 version of this song after long time couldn't find it *babo MODE ON*
Nomu-nomu thank you... ^^
*happy... *happy... *happy...
==================================================================
Yiruma – River Flows In You (Vocal. Ruvin)
너를 위한 길이 하나 있다면
그건 지금 바로 안에 있어
그렇게 견뎌낼 있다면
이곳에 너의 모든 맡겨
Holding you, holding you
It’s in you, river flows in you
천천히, 천천히
맘속에 강은 흐르고
Holding you, holding you
It’s in you, river flows in you
기다림, 기다림
그때는 내가 있을까
향해 맘을 던지고 싶어
언제나 내가 느낄 있게
그렇게 견뎌낼 있다면
이곳에 너의 모든 맡겨
Holding you, holding you
It’s in you, river flows in you
천천히, 천천히
맘속에 강은 흐르고
Holding you, holding you
It’s in you, river flows in you
기다림, 기다림
그때는 내가 있을까
Holding you, holding you
It’s in you, river flows in you
천천히, 천천히
맘속에 강은 흐르고
Holding you, holding you
It’s in you, river flows in you
기다림, 기다림
그때는 내가 있을까
river flows in you…

TRANSLATION
if there’s a road that’s made only for you
that road is inside your pure heart
if you can endure through this pain
Than just put your soul into trusting..
holding you holding you
it’s in you, river flows in you
slowly, slowly, the river flows in me
holding you holding you
it’s in you, river flows in you
longing, waiting more, would we be there?
I would give my whole heart only to you
So that I can feel you always
If you can hold on into it just a bit longer
Than try to put your heart into it
holding you holding you
it’s in you, river flows in you
slowly, slowly, the river flows in me
holding you holding you
it’s in you, river flows in you
longing, waiting more, would we be there

Just Quote

“The person who risks nothing, does nothing, has nothing, is nothing, and becomes nothing. He may avoid suffering and sorrow, but he simply cannot learn and feel and change and grow and love and live.”
Leo F. Buscaglia

Seollal Day : Visiting Our Professor's House

Masih dalam suasana Seollal, kami (saya dan temen-temen lab beserta para sonbae) berkunjung ke kediaman Profesor kami. Seperti kebanyakan para warga Korea lainnya, beliau tinggal di salah sebuah apate di jantung kota Gyeongsan. Pukul 3, saya sama Edit janjian dengan Mr. Ma ketemu di stasiun subway Sinmae, sedangkan Dong Jin berangkat bareng Kyung Man (senior lab yang sekarang kerja di LG display). Dari Sinmae, kemudian kami jalan kaki sekitar 10-15 menit ke rumah beliau dan disana telah berkumpul beberapa orang senior dari lab kami.
Saya ikut ritual bowing. Setelah semua berkumpul, professor dan istrinya yang mengenakan hanbok duduk di lantai, kemudian kami semua sujud di hadapan beliau sampai dahi menyentuh lantai. Setelah itu, Profesor memberi wejangan dan mendoakan kami semua. Habis itu, kami diberi angpau satu persatu. Lumayan, dapat 50 ribu won  big grin

Menginjak acara selanjutnya, yaitu makan-makan dan minum-minum. Berhubung saya dan Edit gak minum alkohol, sebagai gantinya kami diberi cola. Kami makan-makan, minum-minum dan ngobrol-ngobrol haampir 5 jam non-stop, gak berhenti-berenti dan makanan selalu dihidangkan oleh isteri Prof. beserta puteri nya. Isteri Prof. sendiri yang memasak buat kami, sama seperti kunjungan saya pertama kali ketika Chusok yang lalu. 

Hidangan pertama, mulai dari sashimi, kalbi jjim, oyster, udang, berhubung profesor saya tidak makan daging, lebih banyak disediakan masakan seafood. Kalbi jjim nya enak banget, jarang-jarang bisa makan sogogi disinihappy. Kemudian dikasih mandugug (sup mandu), khusus buat saya dan Edit, dagingnya dikasi daging sapi. Profesor bagiin tteok (kue beras) dari mangkoknya untuk kami semua, karena sup kami gak ada tteok nya. Kami ngobrol-ngobrol dalam suasana yang hangat, dan hidangan masih terus mengalir. Pas mereka ngobrol pakai bahasa Korea, saya dan Edit terus saja makan... big grin. Habisnya gak ngerti...Selama 5 jam minum-minum terus sampai 'mabok' cola. Hahaha...

Ditutup dengan minum teh dan kopi serta kue-kue tradisional Korea : teh hijau, teh mint, sama kopi (kalau yang gak bisa nolak karena dipesankan langsung oleh profesor sama istrinya khusus buat saya). Ada tteok juga, dan profesor memintakan beberapa kue semacam 'dorayaki' untuk dibawa pulang oleh saya dan Edit.

Saya dapat wejangan banyak dari profesor hari ini. Jarang-jarang kami bisa ngobrol banyak di luar lab meeting saking sibuknya profesor kami itu. Beliau ingin agar kami memanfaatkan waktu sebaik mungkin selama berada di Korea, dan memanfaatkan semua fasilitas yang ada secara maksimal, mengasah  kemampuan diri dan mengoptimalkan potensi yang ada. Beliau ingin agar waktu selama kami berada di Korea berharga dan bermanfaat. Beliau ingin agar kami hidup dengan bahagia, sehat dan murah hati. Dan masih banyak lagi nasehat-nasehat beliau buat kami semua. Ada yang bikin saya bersemangat, yaitu beliau bilang, jika kami memang berminat untuk melanjutkan studi ke negara lain misalnya Jepang atau USA, beliau bisa membantu untuk itu. Dengan catatan, kami bisa menunjukkan kemampuan yang kami miliki dengan baik, dan bisa berkontribusi banyak untuk lab.

Profesor lalu nawarin ke kami kalau mau maen ski lagi, bisa sekalian dipesenin kamar hotel di Muju Resort minggu depan sekalian pas Dong Jin conference. Ingat pas conference pertama saya di Muju, karena khawatir dengan saya, dia meminta izin dari Profesor nya si eneng agar dia bisa ikut serta menemani saya ke Muju. Sesampainya disana, sudah dipesankan kamar yang besar dan bagus untuk kami berdua.

Saya sangat beruntung dan bersyukur sekali punya profesor seperti beliau. Bagaimanapun, nasib kami  di lab jauh lebih baik jika dibandingkan dengan temen-temen kami dari beberapa profesor lainnya.
Sedangkan, saya-nya belum banyak berkontribusi gini... Ah, malu sekali saya! 
Ayo, Dham! Semangat untuk berkontribusi banyak selama berada disini! Lebih semangat research nya! Give your best!
Semoga dilancarkan... Amien!

Kami baru pulang dari rumah Prof. sekitar pukul 9 kurang... 

*cuma sempet motoin yang belakang-belakang...

Mandugug ~ makanan asli Korut

Nogcha (=teh hijau) + jarinya Edit

Mint cha (=teh mint)

Snack dari beras

 Snack dari beras lagi

Tteok kacang (saya lupa nama Koreanya :p)

 Kue 'dorayaki' *ngaco

Yang punya blog seneng dapet angpau, lumayan 50 rebu...:D

Friday, 4 February 2011

Tahun Baru Korea : Seollal

Mulai hari Rabu kemaren, kami libur ngelab dikarenakan adanya tahun baru disini happy. Tahun baru Korea, dikenal dengan nama Seollal atau Sol-nal (Hangeul = 설날), merupakan salah satu hari libur/hari raya penting, dimana Seollal ini diperingati setiap hari pertama pergantian kalender bulan. Kalau di Indonesia, seperti Imlek kali ya... Pas Seollal, biasanya libur 3 hari, orang-orang Korea pada pulang kampung dan berkumpul bersama keluarga masing-masing, kemudian mereka juga mengadakan ritual penghormatan kepada leluhur yang dikenal dengan nama charye (Hangeul = 차례). Mereka menggunakan pakaian tradisional Korea ketika hari raya ini, yaitu hanbok. Setiap anggota keluarga saling mengharapkan kemakmuran dan keberuntungan baik satu sama lain, kemudian mereka saling bertukar hadiah. Anak-anak kecil akan mendapatkan uang angpau, buah atau permen dari orang yang lebih tua. Ketika Seollal, biasanya disediakan tteokgug (Hangeul = 떡국), yaitu sup yang terbuat dari kue beras.

Kebetulan hari ini, kami, para International student dari Indonesia diundang oleh ketua departemen kampus kami untuk makan tteokgug dan kue tradisional Korea lainnya. Menurut saya tteokgug rasanya lumayan enak, tapi berhubung saya gak suka tteok atau kue beras nya, jadinya cuma saya makan sayur dan kuahnya saja.big grin

Tteokgug

 Dapet angpau cheon-won dari Prof. Yoon... big grin

Enjoying tteokgug, saya gak abis


Negeri 5 Menara

Hosh... akhirnya selesai juga baca buku ini "Negeri 5 Menara", yang jauh-jauh di 'impor' dari Indonesia. Do'oh, terserang gejala penurunan kemampuan dan kemauan membaca sepertinya. Biasanya, pun buku setebal 'Musashi' bisa habis terbaca hanya dalam satu malam. Tapi baca buku ini berhari-hari gak kebaca-baca juga...TT
Comment singkat : menurut saya pribadi, tetralogi Laskar Pelangi nya Andrea Hirata masih lebih nendang, baik dari segi alur cerita maupun bahasanya ^^. Tapi dapet filosofi yang sangat amat bagus dari buku Negeri 5 Menara ini, yaitu man jadda wajada : siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses.
Lagi males bikin review... Dibawah ada sinopsis yang saya ambil langsung dari website-nya negeri5menara, kalau ada yang ingin tahu jalan ceritanya. Recommended buat dibaca. Secara ini adalah buku 'National Best Seller'. =)

Numpang narcis... :p

Sinopsis :

Alif lahir di pinggir Danau Maninjau dan tidak pernah menginjak tanah di luar ranah Minangkabau. Masa kecilnya adalah berburu durian runtuh di rimba Bukit Barisan, bermain bola di sawah berlumpur dan tentu mandi berkecipak di air biru Danau Maninjau.

Tiba-tiba saja dia harus naik bus tiga hari tiga malam melintasi punggung Sumatera dan Jawa menuju sebuah desa di pelosok Jawa Timur. Ibunya ingin dia menjadi Buya Hamka walau Alif ingin menjadi Habibie. Dengan setengah hati dia mengikuti perintah Ibunya: belajar di pondok.

Di kelas hari pertamanya di Pondok Madani (PM), Alif terkesima dengan “mantera” sakti man jadda wajada. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses.

Dia terheran-heran mendengar komentator sepakbola berbahasa Arab, anak menggigau dalam bahasa Inggris, merinding mendengar ribuan orang melagukan Syair Abu Nawas dan terkesan melihat pondoknya setiap pagi seperti melayang di udara.

Dipersatukan oleh hukuman jewer berantai,  Alif berteman dekat dengan Raja dari Medan, Said dari Surabaya, Dulmajid dari Sumenep, Atang dari Bandung dan Baso dari Gowa.  Di bawah menara masjid yang menjulang, mereka berenam kerap menunggu maghrib sambil menatap awan lembayung yang berarak pulang ke ufuk. Di mata belia mereka, awan-awan itu menjelma menjadi negara dan benua impian masing-masing. Kemana impian jiwa muda ini membawa mereka? Mereka tidak tahu. Yang mereka tahu adalah: Jangan pernah remehkan impian, walau setinggi apa pun. Tuhan sungguh Maha Mendengar.

Bagaimana perjalanan mereka ke ujung dunia ini dimulai? Siapa horor nomor satu mereka? Apa pengalaman mendebarkan di tengah malam buta di sebelah sungai tempat jin buang anak? Bagaimana sampai ada yang kasak-kusuk menjadi mata-mata misterius? Siapa Princess of Madani yang mereka kejar-kejar? Kenapa mereka harus botak berkilat-kilat? Bagaimana sampai Icuk Sugiarto, Arnold Schwarzenegger, Ibnu Rusyd, bahkan Maradona sampai akhirnya ikut campur? Ikuti perjalanan hidup yang inspiratif ini langsung dari mata para pelakunya. Negeri Lima Menara adalah buku pertama dari sebuah trilogi.
Sumber 

Tuesday, 1 February 2011

Istri Umar bin Khatab Cerewet??


Sharing artikel dari milist muslimahindonesia, buat menambah wawasan bagi diri sendiri... happy
Jangan cuek Dham, ayo belajar jadi cerewet... big grin
Karena 'cerewet' itu penting... 

========================================================================

Adakah istri yang tidak cerewet? Sulit menemukannya. Bahkan istri Khalifah sekaliber Umar bin Khatab pun sama.


Seorang laki-laki berjalan tergesa-gesa menuju kediaman khalifah Umar bin Khatab. Ia ingin mengadu pada khalifah; tak tahan dengan kecerewetan istrinya. Begitu sampai di depan rumah khalifah, laki-laki itu tertegun. Dari dalam rumah terdengar istri Umar sedang ngomel, marah-marah. Cerewetnya melebihi istri yang akan diadukannya pada Umar. Tapi, tak sepatah katapun terdengar keluhan dari mulut khalifah. Umar diam saja, mendengarkan istrinya yang sedang gundah. Akhirnya lelaki itu mengurungkan niatnya, batal melaporkan istrinya pada Umar. Apa yang membuat seorang Umar bin Khatab yang disegani kawan maupun lawan, berdiam diri saat istrinya ngomel? Mengapa ia hanya mendengarkan, padahal di luar sana, ia selalu tegas pada siapapun? Umar berdiam diri karena ingat 5 hal. Istrinya berperan sebagai BP4. Apakah BP4 tersebut?

1. Benteng Penjaga Api Neraka
Kelemahan laki-laki ada di mata. Jika ia tak bisa menundukkan pandangannya, niscaya panah-panah setan berlesatan dari matanya, membidik tubuh-tubuh elok di sekitarnya. Panah yang tertancap membuat darah mendesir, bergolak, membangkitkan raksasa dalam dirinya. Sang raksasa dapat melakukan apapun demi terpuasnya satu hal; syahwat. Adalah sang istri yang selalu berada di sisi, menjadi ladang bagi laki-laki untuk menyemai benih, menuai buah di kemudian hari. Adalah istri tempat ia mengalirkan berjuta gelora. Biar lepas dan bukan azab yang kelak diterimanya Ia malah mendapatkan dua kenikmatan: dunia dan akhirat. Maka, ketika Umar terpikat pada liukan penari yang datang dari kobaran api, ia akan ingat pada istri, pada penyelamat yang melindunginya dari liukan indah namun membakar. Bukankah sang istri dapat menari, bernyanyi dengan liuka yang sama, lebih indah malah. Membawanya ke langit biru. Melambungkan raga hingga langit ketujuh. Lebih dari itu istri yang salihah selalu menjadi penyemangatnya dalam mencari nafkah.
2. Pemelihara Rumah
Pagi hingga sore suami bekerja. Berpeluh. Terkadang sampai mejelang malam. Mengumpulkan harta. Setiap hari selalu begitu. Ia pengumpul dan terkadang tak begitu peduli dengan apa yang dikumpulkannya. Mendapatkan uang, beli ini beli itu. Untunglah ada istri yang selalu menjaga, memelihara. Agar harta diperoleh dengan keringat, air mata, bahkan darah tak menguap sia-sia Ada istri yang siap menjadi pemelihara selama 24 jam, tanpa bayaran. Jika suami menggaji seseorang untuk menjaga hartanya 24 jam, dengan penuh cinta, kasih sayang, dan rasa memiliki yang tinggi, siapa yang
sudi? Berapa pula ia mau dibayar. Niscaya sulit menemukan pemelihara rumah yang lebih telaten daripada istrinya. Umar ingat betul akan hal itu. Maka tak ada salahnya ia mendengarkan omelan istri, karena (mungkin) ia lelah menjaga harta-harta sang suami yang semakin hari semakin membebani.
3. Penjaga Penampilan
Umumnya laki-laki tak bisa menjaga penampilan. Kulit legam tapi berpakaian warna gelap. Tubuh tambun malah suka baju bermotif besar. Atasan dan bawahan sering tak sepadan. Untunglah suami punya penata busana yang setiap pagi menyiapkan pakaianannya, memilihkan apa yang pantas untuknya, menjahitkan sendiri di waktu luang, menisik bila ada yang sobek. Suami yang tampil menawan adalah wujud ketelatenan istri. Tak mengapa mendengarnya berkeluh kesah atas kecakapannya itu.
4. Pengasuh Anak-anak
Suami menyemai benih di ladang istri. Benih tumbuh, mekar. Sembilan bulan istri bersusah payah merawat benih hingga lahir tunas yang menggembirakan. Tak berhenti sampai di situ. Istri juga merawat tunas agar tumbuh besar. Kokoh dan kuat. Jika ada yang salah dengan pertumbuhan sang tunas, pastilah istri yang disalahkan. Bila tunas membanggakan lebih dulu suami maju ke depan, mengaku, ?akulah yang membuatnya begitu.? Baik buruknya sang tunas beberapa tahun ke depan tak lepas dari sentuhan tangannya. Umar paham benar akan hal itu.
5. Penyedia Hidangan
Pulang kerja, suami memikul lelah di badan. Energi terkuras, beraktivitas di seharian. Ia butuh asupan untuk mengembalikan energi. Di meja makan suami Cuma tahu ada hidangan: ayam panggang kecap, sayur asam, sambal terasi danlalapan. Tak terpikir olehnya harga ayam melambung; tadi bagi istrinya sempat berdebat, menawar, harga melebihi anggaran. Tak perlu suami memotong sayuran, mengulek bumbu, dan memilah-milih cabai dan bawang. Tak pusing ia memikirkan berapa takaran bumbu agar rasa pas di lidah. Yang suami tahu hanya makan. Itupun terkadang dengan jumlah berlebihan; menyisakan sedikit saja untuk istri si juru masak. Tanpa perhitungan istri selalu menjadi koki terbaik untuk suami. Mencatat dalam memori makanan apa yang disuka dan dibenci suami.
Dengan mengingat lima peran ini, Umar kerap diam setiap istrinya ngomel. Mungkin dia capek, mungkin dia jenuh dengan segala beban rumah tangga di pundaknya. Istri telah berusaha membentenginya dari api neraka, memelihara hartanya, menjaga penampilannya, mengasuh anak-anak, menyediakan hidangan untuknya. Untuk segala kemurahan hati sang istri, tak mengapa ia mendengarkan keluh kesah buah lelah.
Umar hanya mengingat kebaikan-kebaikan istri untuk menutupi segala cela dan kekurangannya. Bila istri sudah puas menumpahkan kata-katanya, barulah ia menasehati, dengan cara yang baik, dengan bercanda. Hingga tak terhindar pertumpahan ludah dan caci maki tak terpuji. Akankah suami-suami masa kini dapat mencontoh perilaku Umar ini. Ia tak hanya berhasil memimpin negara tapi juga menjadi imam idaman bagi keluarganya