Wednesday, 16 March 2011

Japan, Day 2

Senin, 14 Maret 2011

Adalah hari pertama jadwal dimulainya conference TOEO7 yang dilaksanakan di International Conference Centre, Waseda University. Dari hotel, saya berjalan kaki kira-kira 10 menit ke Stasiun Otsuka, kemudian mencari kereta yang menuju ke Waseda. Kurang enaknya di Jepang, peta kereta/subway sebagian besar gak ada tulisan dalam huruf latinnya, jadinya agak kesulitan. Akhirnya saya nanya sama seseorang, dan dia bilang keretanya menuju kesana sedang tidak beroperasi. Dan dia membawa saya ke bagian informasi. Disana, si Mbak-Mbak nya membawa saya ke line tramp. Dari Otsuka ada tramp langsung menuju Waseda. Tapi sayangnya ketika saya akan membeli tiket, petugas penjaga tiket-nya, seorang wanita setengah baya bilang kalau tramp menuju Waseda tidak beroperasi. Aaahhhh... Akhirnya saya balik lagi ek bagian informasi, dan Mbak-Mbak nya menyuruh saya menuju Stasiun Takadanobaba lewat Yamanote Line setelah itu transfer subway ke Waseda. Dan gak enaknya di Jepang lagi, bisa saja kalau mau transfer, bisa saja stasiun nya berada sangat jauh atau terpisah. Jadi modal peta subway saja sepertinya tidak cukup, harus bener-bener membaca tanda-tanda penunjuk dan jangan malu untuk bertanya. Memang gak semua orang Jepang bisa berbahasa Inggris, tapi setidaknya mereka bisa nunjukkin ke arah tujuan kita. Sekitar 80% pertanyaan yang saya ajukan dalam bahasa Inggris, dijawab dengan bahasa Jepang. Gak apa-apa, toh bisa nyampe juga.

Tidak ada satu jam saya sampe di Stasiun subway Waseda, dan dengan pede nya ngikutin keramaian orang dari stasiun, mereka ke arah mana. Ternyata saya salah arah, setelah berjalan cukup jauh tapi tak juga menemukan tanda-tanda, Waseda berada di arah sebaliknya. Baru tahu setelah nanya seorang anak SMA, tapi toh dia gak bisa bahasa Inggris juga. 

Akhirnya sampai di Waseda University. Kampusnya lumayan luas. Tapi itu justru yang jadi masalah. Gak ada tanda-tanda/petunjuk conferece, gak ada tanda-tanda letak ICC (International Conference Centre), dan semua peta-nya gak ada bahasa Inggrisnya. Akhirnya saya bertanya (tepatnya gangguin), seorang cowok yang sedang asyik berinternet ria di taman. Dan ternyata dia pun gak tau letak ICC-nya Waseda. Oh My God... Terus saya bilang, minta tolong di googling in mumpung dia connect internet. Dan dia pun melakukannya dengan senang hati. Setelah itu dia mengajak saya mencari letak ICC berbekal peta di laptop nya. Nanya-nanyain ke satpam, dan sepanjang perjalanan dia membopong laptop nya dalam keadaan terbuka agar bisa sambil liat peta. Setelah kami ngobrol-ngobrol, baru tahu ternyata dia adalah keturunan Korea, tapi lahir dan besar di Jepang. Bahasa Inggris nya lumayan bagus. Letak ICC-nya ternyata lumayan jauh dan cukup tersembunyi. Bahkan sampai di depan gerbang nya pun, tidak ada petunjuknya juga. Beuh... 

Setelah masuk ke dalam, baru kemudian saya langsung registrasi dan ternyata banyak sekali name tag yang masih tersisa. Itu berarti bahwa banyak peserta yang tidak datang. Dan benar adanya, peserta conference-nya memang gak terlalu banyak. Segera saya ke atas dan memasang poster, kemudian menuju ke Oral session. Saya ketemu dengan orang India yang satu kereta pas di Keisei line dari bandara Narita. Post Doc dari Pukyong University, Korea. Dia dengan salah seorang India lainnya, daro Kyoto University, ambil Post Doc juga. Saya dikenalin sama temannya itu. Mereka berdua cukup baik dengan saya, terutama yang dari Kyoto University.

Akhirnya pukul 7 malem, setelah poster session selesai, conference nya juga selesai. Saya, dan dua orang Postdoc India pulang sama-sama. Kebetulan kami bertiga menuju ke arah yang sama, tapi kemudian kami berpisah di Takadanobaba. Saya menuju ke Otsuka, mereka menuju ke arah yang lain. Sebelum si Postdoc Kyoto Univ., menuju ke line nya, dia bener-bener memastikan saya ke line yang benar, Yamanote Line ke arah Ikebukuro. 

Dan sebenarnya saya cuma nanya track nya bener apa gak ke ibu-ibu, tapi kemudian dia ngajakin saya untuk barengan, karena kebetulan dia ke arah Sugamo. Dia ngajakin ngobrol, tapi saya gak ngerti oarang gak bisa bahasa Jepang dan dia juga gak bisa bahasa Inggris. Selang 3 stasiun dari Takadanobaba, sampailah saya di Otsuka dan ibu-ibu tadi menyuruh saya turun.

Karena perut udah laper, saya nyari makan di sekitar hotel dan nemu soba jadi pengen nyobain. Akhirnya saya masuk, dan ketika mau mesen (yang cuma saya nunjuk ke gambarnya yang mana), dan untuk memastikan ibu-ibunya mengajak saya keluar lagi untuk memastikan  pesenan saya dengan display yang ada di depan. Kemudian dia mengajak saya lagi masuk dan menunjukkan vending machine. Ternyata di Jepang, beli soba pun pake vending machine buat beli kuponnya....

 Sakura udah mekar di Waseda


Lingkungan kampus Waseda

Peserta conference TOEO7

Peserta conference TOEO7
 
Banyak sepeda dimana-mana

Suasana malam di Otsuka

Hot Soba, harganya cuma 400 yen

 Narsis sendiri di Toyoko Inn

0 comments: