Monday, 21 March 2011

Wanita : Makhluk Multi Tasking

Ini ceritanya lagi desperade : nulis paper gak maju-maju alias gak ada ide alias otak lagi buntu... Ya udah dech, bikin postingan di blog aja, siapa tahu pikiran jadi terbuka, dan ide menulis paper pun mengalir... *ngarep*

Eh.. eh... hari ini kamu udah nulis postingan blog sebanyak 2 biji lhoh Dham! Salah satunya, panjang bener lagi isinya... *angel side berusaha ngingetin*
Gak papa sih! Blog khan emang ajang pelarian merangkap sebagai hiburan di kala mumet... *halah, aneh bener hiburannya*
Paling enggak khan target untuk hari ini udah terpenuhi : nyelesein format-an paper buat JNO... dan udah di send ke Prof.... *dark side tetep ngeyel*

Gak tau kenapa ini tiba-tiba terlintas pengen nulis kemampuan multi-tasking seorang wanita... (saya lebih prefer menyebut wanita daripada perempuan, jangan tanya kenapa! *retoris*). Gara-garanya semalem, saya masak... Lhoh, emang apa hubungannya? Gak pernah masak ya Dham? Baru pertama kali? Apa masak sambil tidur? kkkkk....
Enggak sih... Sebenarnya juga hal yang kayak diuraikan berikut ini bukan cuma baru sekali, tapi hampir setiap waktu...

Ceritanya, menu masakannya adalah kentang jamur lada hitam dan balado telur mata sapi. Kentangnya harus goreng terlebih dahulu dan telornya, pasti lah, harus diceplok terlebih dahulu juga (namanya juga balado telor mata sapi, itu lhoh telor ceplok yang dipedesin). Alhasil, biar cepet, dua kompor saya nyalain, yang satu goreng telor dan satunya goreng kentang. Terus kemudian sembari nunggu mateng, ditinggal ngupas-ngupas kentang lagi, motong-motongin sekalian jamurnya, sama nyiapin bumbu-bumbunya : ngupas, motong-motong, nyincang, mblender. Setelah semua digoreng, tinggal dimasak lagi, dan dibumbuin. Alhasil satu jam selesai semuanya, 13 buah balado telor mata sapi sama sewajan penuh kentang jamur lada hitam. Tanpa ada yang gosong... Fiuhhh... Dan gak sembarangan, maksudnya gak dipotong asal potong tapi potongan rapi... Soalnya menurut saya, dalam hal masak memasak, penampilan juga merupakan faktor yang harus diperhatikan selain cita rasa. Biar sesibuk apapun, saya gak mau kalau masak asal-asalan. Memasak juga harus dilakukan dengan sepenuh hati, dan dengan mengerjakannya dengan baik adalah salah satu bentuk hati yang saya berikan... *halah*

Kalau di rumah dulu saya suka melihat ibu saya mengerjakan banyak hal dalam satu waktu, misalnya memasak, sembari bersih-bersih, sembari menyetrika, dan lain-lain. Ternyata bisa. Saya kadang suka heran kala itu. Dan tak jarang saya sering diomelin dan dikasi wejangan kalau ngerjain sesuatu lelet banget dan gak bisa nyambi. Katanya jadi wanita itu harus bisa ngerjain banyak hal dalam satu waktu, harus bisa nyambi-nyambi istilah Jawanya. Lha iya, peran wanita itu gak gampang : harus bisa jadi istri, ibu, diri sendiri dan pekerja (kalau emang terjun dalam dunia kerja). Kalau gak pinter-pinter, bisa jadi kethetheran, suami dan anak-anak jadi gak keurus.

Dan ternyata emang bener, wanita itu adalah makhluk multi tasking. Contohnya adalah, saya sendiri *halah*. Saya kalau belajar hampir selalu sambil dengerin musik, dulu gak bisa kalo gak ada musik. Udah gitu kadang masih sambil angkat telpon berlama-lama, atau sambil chatting kalau ada hal yang penting atau sambil makan. Ajaibnya, semua masuk di otak... 

Kok bisa ya? Emang apa yang khusus dari diri seorang wanita sedemikian sehingga bisa mengerjakan banyak hal dalam satu waktu begitu?

Berbeda dengan pria, wanita dianugerahi otak yang mampu bekerja secara simultan antara belahan otak kanan dan kirinya. Wanita itu punya sekelompok syaraf yang menghubungkan antara otak kanan dan kiri, bahasa kerennya Corpus Callosum. Pada pria ada juga, tapi ukurannya 25% lebih kecil. Jadinya karena adanya "penyambung" tadi itu, wanita lebih cepet dalam hal menghubungkan antara pikiran dan perasaan. Bahasa gampangnya, lewat jalan tol.
Makanya, wanita bisa mengerjakan banyak hal dalam satu waktu, mampu berfikir, mengingat,  berbicara, mendengar dan merencanakan sesuatu bersamaan, karena kuatnya koneksi bagian-bagian otak yang berlainan tadi...CMIIW...

Sebaliknya, otak pria lebih terspesialisasi, hanya bisa mengandalkan satu bagian otaknya saja. Maka pria lebih cenderung mengerjakan sesuatu satu demi satu, tidak bersamaan.

Hah... Jadi jangan heran (bagi para pria-pria khususnya) jikalau menjumpai seorang wanita yang sedang menyetir, sambil nelpon, sambil make-up-an atau sambil apa lagi gitu... Karena emang wanita bisa melakukannya... *yang ini berbahaya tapinya*

Termasuk saya bikin postingan-postingan di blog ini, lagi sibuk-sibuknya masih sempet aja bikin postingan blog, mana panjang-panjang lagi.... kkkkk...
Mana sambil chatting juga lagi...:D
Khan multi tasking... :p