Tuesday, 21 June 2011

Feel So Guilty


Sore hari itu saya menangis... Tidak bisa menahan air mata untuk tidak jatuh... Bener-bener menangis sejadi-jadinya, dan sampai beberapa kali... Padahal waktu itu sedang ada banyak orang.... Ada sekitar 40-an orang Perpika datang ke Gyeongsan...

Ternyata, menjadi penyebab orang lain terluka itu lebih sangat menyedihkan daripada kitanya sendiri yang terluka...Walaupun, itu adalah hal yang tidak kita sengaja...
Terlebih, itu adalah orang yang dicintai...

Begitu liat dia terjatuh, saya langsung lari ke arah si gadis kecil itu. Banyak darah keluar dari bibirnya. Dia menangis keras. Saya teriak-teriak memanggil sang ibu. Saya bener-bener shocked. Merasa sangat bersalah. Karena waktu itu anak-anak tersebut sedang bermain bersama saya. Saya coba bersihin pake kerudung dan tangan saya penuh dengan darah... Orang tua nya pun datang, membersihkan lukanya... Saya terus bertanya dan memastikan kalau tidak ada hal-hal yang lebih serius dengan lukanya... Saya tidak bisa tenang...

Sampai si gadis kecil itu terdiam... Sayanya masih belum berhenti menangis... Saya benar-benar merasa sangat bersalah sampai menyebabkan dia terluka dan kesakitan seperti itu. Beberapa orang mencoba menenangkan dan menghibur saya.

Dan malam harinya, ketika saya online di YM, membaca status yang saya bikin pas siang harinya : 
"Menonton Pororo dan maen masak-masakan bersama Filzah"...
Saya kembali meneteskan air mata... Siang harinya, kami manghabiskan waktu dengan bermaen bersama-sama... Sebelum kejadian sore itu... Bahkan  saya sempat akan mengajaknya ikut serta ke lab...Dan, sebelum-sebelumnya pun kami telah sering bermain bersama...

Dan sampai saat ini saya masih terbayang-bayang kejadian sore itu.
Saya bermain dengan anak-anak kecil tersebut. Maen perosotan dan puter-puteran. Kemudian, salah seorang anak yang lebih besar bermain tali. Ujung yang satunya suruh pegang si Filzah. Kemudian berjalan ke arah mejauhi keramaian, dan melewati jalanan yang beraspal. Semula saya mengikuti dari jarak dekat mereka berdua. Kemudian agar mereka tidak semakin menjauh, saya berhenti dan berpura-pura tidak akan mengikuti mereka lagi. Namun sayang jarak saya berhenti terlalu jauh untuk bisa mencegah dia terjatuh. Anak yang lebih besar berbalik arah kemudian menarik tali yang ujung satu nya dipegang oleh Filzah. Tanpa dia sadari itu membuat Filzah jatuh ke jalanan yang beraspal... Dan semua itu akhirnya terjadi....

Kejadian itu masih teringat jelas di kepala saya... Rasa bersalah pun masih menghantui saya hingga sekarang... Rasanya sedih sekali...

Dari dulu saya menyukai anak kecil dan senang bermain-main dengan mereka... Namun baru sekarang mengalami kejadian yang seperti ini...
Saya benar-benar shocked... 
Salah seorang ibu, Mbak Linda, berusaha menenangkan saya, kalau hal seperti itu adalah hal yang biasa terhadap anak kecil, tidak apa-apa... Sebagai latihan agar dia kuat... Dan sebagai latihan saya menjadi seorang ibu...
Ibunya Filzah pun berusaha meyakinkan saya kalau Filzah tidak apa-apa... Tapi saya lihat sendiri luka di bibir nya dan darah yang memenuhi tangan saya kala itu... Cuma bisa meminta maaf berkali-kali dan berharap agar Filzah segera sembuh... :(

1 comments:

Anonymous said...

sabar ya mbak.....hehehe...
slam kenal idham unnie...q gak sgaja nemuin blog unnie wkt lg browsing...tnyata kren2 fto di koreanya,sukses truz..hwaiting!!