Friday, 17 June 2011

Just Khawatir

Semalem gue baru pulang dari lab sekitar jam 4 (eh, hari ini ding jatohnya). Kampus masih rame karena musim ujian, anak-anak S1 pada nginep dan belajar. Hari ini hari terakhir ujian. Jalanan sepi, seperti biasa jam-jam ketika saya pulang dari lab, sunyi dan hening ditambah lebih dingin dari hari sebelumnya. Gue terus menyusuri jalanan menuju Sampungdong, daerah di mana two room gue (kami) berada. 

Kemudian di perempatan jalan, gue lihat ada cewek sendirian, nyanyi-nyanyi dan jalannya sempoyongan. Ah, rupanya dia sedang mabuk. Liat orang mabuk di sini, bukan pemandangan yang asing. Pernah bantuin cewek yang bawa temennya yang lagi mabuk pas di stasiun. Sering ketemu ajoshi-ajoshi mabok. Sering baget denger suara orang-orang mabok melintas di samping rumah lewat tengan malem. Tapi yang bikin gue khawatir, si cewek ini sendirian tanpa ada siapapun bersamanya, gue cuma takut dia kenapa-kenapa. Dia terus jalan dengan sempoyongan. Gue cuma bisa ngikutin dia dari belakang. Dia nyanyi-nyanyi, teriak-teriak. Di tiap kaca mobil yang dilewati, dia mencoret-coret sesuatu, dan setelah gue liat, dia menggambar bentuk hati. Ah, mungkin si cewek ini sedang patah hati, mungkin saja. Kemudian, ketika ketemu poster atau tulisan, dia berhenti dan dibacanya keras-keras. Dia ngomong juga sama tiang-tiang, melambai-lambaikan tangan dan berjalan cepet dengan sempoyongan. Gue masih berada di belakangnya.

Tak berapa lama kemudian, gue hampir nyampe rumah. Gue mesti belok, dan dia masih terus berjalan ke arah yang lurus. Gue berdiri cukup lama untuk memastikan dia gak kenapa-napa sampai akhirnya dia menghilang di kegelapan. Gue akhirnya menuju ke arah rumah...worried

Dalam hati, "Semoga dia gak kenapa-napa". *Sebuah kekhawatiran yang berlebihan barangkali di sebuah negeri yang minum-minum adalah menjadi salah satu budaya...

~Ini baru pertama kali gue nemu yang beginian disini...

0 comments: