Wednesday, 29 June 2011

Tentang Pulang


Pas lagi di ruangan Prof, bareng-bareng Prof. ngrevisi paper... 

*Terjemahan bebas

Prof : "Idham, Edit pulang ke Indonesia-nya kapan?"
Gue : "Sepertinya minggu depan, Prof"
Prof. : "Tanggal berapa? Kamu tahu?"
Gue : "Wah, saya kurang tahu Prof. Saya belum nanya."
Prof. : "Saya perlu tahu jadwal kepulangannya"
Gue : "Nanti saya kasih tahu si Edit nya untuk mengirimkan jadwal kapan dia akan pulang ke Indonesia."
Prof. :"Kamu gak ingin pulang?"
Gue : "Saya pulang nanti kalau sudah lulus, Prof."

Gue memang belum pernah pulang ke Indonesia sama sekali sejak pertama kali datang ke Korea...

Prof : "Kalo kamu mau pulang, saya bisa men-support biayanya untuk kamu."

Gue speechless sejenak... Kurang apalagi gue dengan punya Prof. seperti beliau ini.

Gue : "Oh, terima kasih banyak Prof. Saya pulangnya nanti saja kalau sudah lulus tidak apa-apa."

Untuk pulang ke Indo, butuh biaya tidak sedikit. Pun, kalau gue mau, gue bisa nabung dengan menyisihkan gaji bulanan gue yang emang, tidak terlalu banyak tapi masih bisa sedikit melebihkan. Atau gue bisa bilang ke ibu kalo gue pengen pulang. Tapi masalahnya bukan cuma itu. Mending untuk hal-hal yang lebih penting. Dan, gue, gak mau ngrepotin ibu lebih banyak lagi. Setahun atau dua tahun baru pulang toh gak ada bedanya. Sejauh apapun kita, gak masalah asalkan hati kita tetep dekat. Dan keluarga, adalah yang paling dekat letaknya bagi gue.

I miss them so much, of course... And they miss me more too...

0 comments: