Wednesday, 31 August 2011

Alhamdulillah Ya :)

Rejeki di hari raya, Alhamdulillah ya, hari ini gue di undang makan-makan di rumah nya salah seorang kenalan dari Pakistan. Cerita nya dulu beliau sebelum ke Yeungnam ambil post-doc, nge-add facebook gue dan nanya-nanya mengenai kehidupan disini, terutama kehidupan tentang muslim. Dan setibanya disini, dia datang ke lab gue, abis itu gue cuma bantuin nunjukkin dimana letak musholla dan gue minta tolong sama si Edit buat ngajakin beliau sholat Jumat. Namanya sebut saja Pak Khan, dan kebetulan lab beliau ada di lantai atasnya lab gue tapi beda departemen, gue Material Science and Eng, sedangkan beliau Environmental Eng. Abis itu gue udah jarang banget ngeliat Pak Khan. Beberapa waktu yang lalu, gue gak sengaja ketemu pak Khan dan beliau ngundang buat dateng ke rumahnya. Karena belum ada waktu aja jadinya gue belum bisa dateng.

Dan ternyata Mbak Fie nya kenal sama istri nya Pak Khan, sebut saja Ibu Khan. Pas tadi Ibu Khan ngundang Mbak Fie dateng ke rumahnya, gue disuruh dateng juga. Ya udah, jadinya kita berdua dateng. Ternyata Pak Khan juga ngundang 2 orang  brother lainnya yang dari India dan Bangladesh kalo gak salah. Lewat facebook nya Pak Khan, gue tahu dia punya anak cowok yang masih kecil. Tapi gue juga belum pernah ketemu sama anak maupun istrinya. Dan tadi pas ketemu, wow... anaknya Pak Khan ini lucu, cakep banget dan smart lagi. Nama panggilannya Ahaz, baru berumur 4 tahun. Biarpun masih kecil, dia udah jago Bahasa Inggris. Dasarnya gue emang seneng banget kalo ada anak kecil, gue maen-maen dan goda-godain dia sembari nunggu makanannya selesai dimasak, dan emang anaknya lucu banget dan nge-gemesin.... :cubit2 Ahaz
Apalagi matanya, indah banget... ^^
*jangan bilang elo mulai tertarik dengan orang Pakistan ya Dham, setelah sebelumya elo ketakutan setengah mati sama salah seorang dari mereka... Gue jadi inget, ibu gue pernah bilang kalo gak suka sesuatu jangan banget-banget, siapa tahu nanti malah bisa jadi suka lhoh... kkkk
(kalo kayak si Ahaz versi gede-nya sih gue mau lhoh... hihihihi)
Eh, btw, beberapa hari yang lalu, si Mas-Mas Pakistan yang waktu itu masih nge-sms gue, isinya nanya kabar dan ngucapin happy ramadhan... kkkk
Udah gue bales baik-baik kok, balesnya pas lebaran tapi.. "Eid mubarak, brother ^^", gue bilang...
Baru pertama kali ini gue makan di rumah orang Pakistan. Makanan yang disajiin enak banget, ada pasta makaroni, roti naan, kari ayam yang maknyuz banget, dessert-dessert khas Pakistan sama teh susu khas Pakistan juga.
"Wah, Idham langung jadi gemuk nih abis ini!" celetuk Mbak Fie ke gue...
Gue nambah makan roti sama kari ayam nya... hihihi...

Pulangnya masih dibekelin roti naan sama pasta makaroni sama si Ibu Khan...
Alhamdulillah ya... ^^

Tuesday, 30 August 2011

Quote of The Day

Jika kau terluka...Sering2 lah berdo'a. Karena luka karena manusia hanyalah lara sementara. Jangan kau sering buang air matamu, karena lukamu akan semakin pedih olehnya. Tetap lah kau berdiri tegak, tatap masa depan, dan kembalikan kepada Allah....Sang Pencipta, penguasa dan pemilik diri kita....
taken from status facebook nya simbok...^^

Monday, 29 August 2011

Lebaran Euy

Wow... besok hari terakhir puasa euy. Alhamdulillah, gue masih bisa dapet hari terakhir puasa. Gue hari ini udah 'bersih', dan besok bisa puasa dan besoknya lagi bisa ikutan sholat 'Ied. Waktu gue 'dapet' kemaren, Alhamdulillah juga sehari sebelumnya gue bisa khatam baca Qur'annya.... *gyahaha... gini aja pake ditulis diblog
Tapi emang dari hati yang terdalam gue bersyukur banget, Ramadhan kali ini terasa lebih indah dan gue ngerasa lebih dekat sama Allah SWT. Alhamdulillah ya, ini adalah "sesuatu banget" buat gue... *gyahahahah... pinjem istilah yang katanya lagi ngetren sekarang di Indo, itu lho yang dari artis siapa gtu, si S kalo gak salah...

Dan lebaran kali ini, kita berencana ngerayainnya di Seoul. Jadi besok gue sama temen-temen serumah gue mau  pergi ke Seoul, ke KBRI. Nginep disana sehari kemudian besok paginya sholat Ied dan lebaran disana deh.... Uhuuuyyyy.... *lhoh, kok gue malah jadi norak gini

Just info, lebaran tahun kemaren kita ngerayainnya disini aja, ikut sholat di Daegu, abis itu ke Warung Indonesia di downtown dan sekalian jalan-jalan disana. Dan kita kemaren serumah pada nangis-nangis pas lebaran, sepulangnya dari downtown, karena inget sama keluarga dirumah. Termasuk juga gue, nangis-nangis gak jelas. Eh tapi emang bener, biasanya lebaran kita kumpul bareng keluarga, terus kemudian terpisah jauh, rasanya itu sediiihhhh banget... huhuhu..
OK, sedih-sedihannya udahan... Dimanapun kita berada, itu adalah juga bumi Allah, dan dimanapun kita berada selama keluarga selalu dekat dihati kita, jarak tidak akan pernah jadi masalah... *menyemangati diri sendiri

Dan tadi kita barusan pergi ke kafe yang cozy banget di depan kampus. Ceritanya ditraktir sama Mbak Fie sebagai perayaan pernikahan beliau. Dan dia kenal baik sama yang punya kafe jadinya kita dapet gratisan kue dan snack gitu deh. Alhamdulillah banget...

Kita tadi juga norebangan (baca karaokean) sampai puas banget, bayangin 1 orang nyanyi 10 lagu, teler deh teler. Sampai jam 12 baru pulang. Tapi biarpun karaokean sampai malem, kita gak lupa sholat Isya sama tarawih jamaah kok. Imamnya gantian, dan gue kebagian jadi imam tarawih... Dan sebelum tarawihan, gue minum obat tidur dong. Untung tuh obat bereaksinya di rakaat akhir-akhir. Gue udah mulai nguap-nguap gitu. Toh begitu gue masih sempet aja nih nulis-nulis di blog sekembalinya ke kamar... hahaha.... Dasar!!

OK, selamat malam dan selamat tidur... Jangan lupa makan sahur nanti buat yang akan puasa besok pagi!
~Wow... obat bantu tidur yang gue minum semakin bereaksi

#yang di bawah ini bacanya nanti aja kalo udah lebaran :D

Selamat Hari Raya Idul Fitri... Mohon maaf lahir dan batin... Maafin yah... ^^

Sunday, 28 August 2011

Insha Allah by Maher Zein


Lately, I like to listen songs from Maher Zein. Almost of his song is very nice, and I like to play it on my music player over and over. The music is easy-listening and the lyric itself is very inspiring, especially for me as a moslem. Moreover, there are also some songs in Bahasa version. Maher Zein feat Fadly Padi in song titled Insha Allah is very awesome, I like it so much. I would like to share it with you here. But since I couldn't find  official video of "feat Fadly" version, so I put its original one. The MV itself is very touching... 

Whenever I listen this song, it's like giving me a strength and hope to keep go on, not to despair. I believe Allah would be always on our side and never far away if we turn to Him. Just put our trust to Him, raise our hands and pray. InsyaAllah, we'll find the way whatever how difficult it is and the problem is...

At least, that's what my mother always says to me to remember...


Guessing


I just realized that I'm good in guessing whom someone liked.... *grin
Remembering a couple days ago when a friend was catched up by me, he was blushing and his face turned to red because of shame. This was not the first time, as I remember, it's already for the umpteenth time. He told that there's a girl whom he likes. But, after I asked him who she is, he didn't want to tell. Instead of telling her name, he challenged me to guess. He didn't want to give me clue also. He said please just told her initial nickname coz there was also another friend around and he didn't want another people know.
"Hmmm... Okay! Do you want to challenge me, heh?" just saying in my heart.
I was thinking for a while, not more than a minute
. Then, I shouted up initial of her nickname. What was happened thereafter?
He was weirdly laughing and blushing. He didn't directly tell that what I guess was right or not. But just from his face and response, I could already knew that I was right. He still wanted to challenge me for saying initial of her complete name. I shouted it up also in front of him. He was more and more blushing and still couldn't stop for laughing.
Finally, he admitted that I was right.... 

When I was still on high school and undergraduate, things like this sometimes happened. My friend came to me to make confession about someone who she/he liked. But, before they finished it and haven't told the name yet, I already could guess who he/she was. And they just said, "How do you know? Whereas I already hide it very well."
"Hey, I did it better than you, hiding what I felt." I just laughed. 
*Someday later, someone said to me that it was not good anymore hiding our feeling for so long. He asked me, "If you like someone, please tell him!"
However, I'm still  not eager for doing that thing until now. I feel more comfortable and safe keeping those feel just in my mind and my heart, liking and admiring him from far without he realize.

But, I wonder why I still couldn't realize if there's someone who like me. I won't know until he made a confession in front of me. Even he already made it, sometimes I still didn't believe and though that it was just kidding...

Friday, 26 August 2011

수면보조제


Insomnia gue udah terbilang cukup parah. Gue sangat amat susah buat tidur...
Gue pernah cerita masalah gue ke Dongkyun, dan dia nyaranin buat minum obat bantu tidur (수면보조제). Dia pernah pake obat itu pas kena insomnia. Dan menurut dia obat itu gak bahaya.
Akhirnya tadi gue sempetin ke apotik abis dari Gyeongju. Dianterin sekalian sama Cirrong oppa, kebetulan tadi pulangnya naik mobil dia. Dan ada si Eka juga. Sebelumnya si Cirrong oppa udah mewanti-wanti gue buat minum obat itu gak sampai banyak dan gak boleh dalam jangka waktu.
Pas gue bayar obatnya (cuma 3000 won, isi 10 buah), ajossi yang jualannya entah ngomong apa gitu sama Cirrong oppa. Gue gak ngerti bahasa Koreanya.
Pas keluar dari apotik, gue nanya :
"Si ajossi nya ngomong apaan tadi, Oppa?"
Cirrong oppa bilang, "Obat itu gak cocok untuk level seumuran kamu. Kamu masih muda!"
"Hahaha... Oh iya?! Aku sudah tua kok."
"Kata ajossinya, cari lengan cowok aja buat bantu kamu tidur!" dia bilang sambil senyum-senyum.
"Hah? Gak punya cowok!" gue menimpali.
"Cari dong!"
"Enggak mau. Belum mau."

Thursday, 25 August 2011

Summer MT 2011

It was around 2 weeks ago I joined MT (Member Trainee) with another lab members going to Yeongdeok, a county in North Gyeongsang Province and well-known for crabs. On the way leading up Yeongdeok, we stopped in Pohang, doing 등산 (climbing) in mountain just very close to the temple, that's Naeyon-san. It's quite hot and sweaty summer where I and other Indonesian moslem students were fasting on Ramadhan. But, everything was okay, fasting shouldn't become a reasons for us for not doing quite hard activity like climbing. And we just wanted to show them that our activities wouldn't disturbed by we were doing fasting. I just didn't know by the time get off from the bus that we would do climbing. You know I still used my slipper until the destination we stopped. Almost mountains I've visited in Korea are very nice, natural, well maintained with small river flowing down very fresh and clean water. So with this mountain we just climbed up. After went down from the mountain, we were just waiting while other Korean students had their lunch at one of restaurant there.

Then, we were proceeding our travel to Yeongdeok. It's a coastal area. We stayed at a lodgings belonging to our university there, it's very near to the beach. We spent the time at the beach; swimming, fishing, sand bathing etc. My friend, the one who wearing hijab also, asked me to jump into the water. We were already in the beach, so why don't we plunge, she said then I agreed joining her. The clear and looked-fresh seawater made me couldn't refuse her offer. Since I can't do swimming, so I used float. Another guys from next lab just liked to tempt me, they pushed me into the water knowing me can't swimming. I was sink and shouted, then they gave helps. Next time they wanted to pushed me into the water again, I hit them even I knew that they're just kidding. But I'm really afraid of sinking.

We had delicious raw fishes and grilled shrimps for breaking fasting and dinner. They already know that we don't eat pork so that they served many shrimps for us. Even on vacation far away from home, we were still seeking the time to pray tarawih together. And when on sahur time, we cooked and had meals together with others Indonesia boys. What a nice experience... Hope it would be the last summer MT in Yeungnam...


We would go to climb up the Naeyon-san

Bogyeongsa temple entering gate

Love this tree

One of building at Bogyeongsa Temple

What a clear and fresh water!! Wanna jump into there :D

Loorentz, Edit and Eka posing at the stairs on the way to the destination

We stopped and took a rest here

Some of Korean friends took position for taking picture together

Me and Eka posing in front of small waterfall

We were posing in front of the temple after went down from mountain


Me posing in front of the gate

Makkeolli sold at roadside




Beach at Yeongdeok

 Posing together with other Indonesian students





Chili I found at the roadside

 This make me remember about my hometown



 Grilled shrimps for our dinner

Samgyeopsal look like

Making Korean Food : Kimbap (김밥)

Sebelumnya, maaf ya kalau nge-post makanan di bulan puasa seperti ini...^^

Yang suka Korea-Korean pasti tahu dengan yang namanya kimbap (김밥). Makanan yang satu ini sangat terkenal di Korea, sebagai side dish maupun sebagai makanan utama. Terutama pada saat piknik, kimbap banyak dibawa sebagai bekal karena praktis, enak dan mengenyangkan. Dari kata kim (김) yang artinya rumput laut, dan bap (밥) yang artinya nasi, kimbap dibuat dari nasi yang dibungkus dengan lembaran rumput laut, dimana didalamnya diisi dengan sayur-sayuran kemudian digulung dan dipotong-potong.

Dan akhirnya, setelah 1.5 tahun berada disini, baru kepikiran buat bikin kimbap sendiri. Di Korea, kimbap ada berbagai macam jenis, misalnya kimchi kimbap, cheese kimbap, tuna kimbap, beef kimbap dan common kimbap. Cara membuatnya hampir sama, cuma beda diisiannya. Yang saya bikin kali ini adalah the most common kimbap atau kimbap yang umum dibuat. Kebanyakan kimbap disini pake ham didalamnya, jadi gak bisa sembarangan makan dan mesti berhati-hati. Kali ini, ham saya skip dan diganti dengan abon. Biasanya juga pakai daun wijen (sesame leaves) di dalamnya, tapi menurut saya daun ini rasanya aneh, jadi saya skip juga.


Resep Kimbap Abon
(modified by Idham)


Bahan isian :
 - 6 lembar  rumput laut kering (dried seaweed)
 - 3 buah crabstick, potong jadi dua agar tidak terlalu besar ukurannya
 - 6 buah acar lobak kuning (yellow pickled radish) yang telah dipotong dadu memanjang
 - 1 buah ketimun, potong kotak dadu memanjang sepanjang dan sebesar pickled radish
 - 3 butir telur, kocok kemudian dadar dan potong-potong memanjang sepanjang crabstick
 - abon secukupnya

Bahan nasi :
 - 1 mangkok besar nasi matang
 - 1 sdt garam
 - 2 sdm minyak wijen (sesame oil)
 - 1 sdm vinegar
 - 1 sdm biji wijen (sesame seeds)

Cara menggulung kimbap dengan menggunakan sushi/kimbap mat

Cara Membuat :
- didalam mangkok, campur nasi dengan garam, minyak wijen, vinegar dan biji wijen 
- aduk-aduk hingga merata
- siapkan selembar rumput laut kering di atas sebuah sushi/kimbap mat
- taruh merata adonan nasi di atas sushi/kimbap mat dengan ketebalan sekitar setengah senti
- susun satu persatu bahan isian di atas nasi (1 buah per item isian)
  untuk abon ditabur sepanjang isian yang lain
- kemudian gulung; untuk merekatkan, beri sedikit nasi pada bagian ujung lembaran rumput laut
- tekan kuat-kuat agar gulungan kimbap memadat 
- lumuri permukaan gulungan kimbap dengan menggunakan minyak wijen
- potong-potong gulungan kimbap dengan ketebalan kurang lebih 1 cm
- kimbap siap untuk disajikan

Selamat mencoba ^^

Tuesday, 23 August 2011

Anything is Possible! Believe! Believe! Believe!




taken from here

Forgiving

Sometimes I wonder if find someone who speaks like this, "I will never ever forgive her/him!. How come they could say like that whereas she/he self is a human being who created with full of lacks and imperfections. For me, it sounds like those people never do mistakes anymore. Of course, as a human, we ever did some of mistakes both of intentionally or not although it's very small. We need forgiveness so that we need to do forgiving. Even if there is the one who want to do some revenge, what does it for? The bad things should not be responsed with the same thing. It's better doing that with virtue.

By forgiving others, it'll help us to heal the wound we suffer, restore good relationship with the other and life in peace. It makes us to release out the burden because living with heartburned would never be better but on the contrary. It'll give us negative energy for continuing our life, forgetting the bitter past and build up the future with good new spirit.

For moslem, it's already known that our Prophet -peace be upon him- was the most forgiving person in despite of His enemies. Indeed those enemies had already done the most bad things to Him, He still forgive and prayed to Allah to save them. And Allah SWT is the most Forgiving who has unlimited forgiveness, full of love and mercy.

So why do we still say that can't give forgiveness to someone? Even if it's hard to forgive, moreover for the biggest mistakes, by doing that you already done one virtue.

Monday, 22 August 2011

6 Months After Today


August 22, 2011
Borrowing it from my senior who has graduation today...
6 months later from now on, InshaAllah, I'll have mine... :)

~February 22, 2012 => when the day come

Twilight Sky


August 22, 2011

Today twilight sky was very beautiful... Love it!!
Oppa showed it to me~

~Hoping for my Cullen :)

Sunday, 21 August 2011

Alhamdulilah, Tamat


Alhamdulillah, hari ke-22 Ramadhan bisa tamat baca Al-Qur'an dari awal hingga akhir...
Alhamdulillah bulan Ramadhan tahun ini bisa lebih banyak waktu untuk membaca Al Quran dan menjalankan ibadah yang lainnya...
Alhamdulillah ya Allah atas segala nikmat dan kemudahan yang Engkau berikan di bulan Ramadhan kali ini...
*Inget pas Ramadhan tahun kemaren, bertepatan dengan deadline conference dan submit paper, jadinya tiap habis tarawih langsung balik ke lab, nulis paper dan pulang pas jam sahur...

Ah, rasanya indah sekali pas baca doa ini...

Doa Khatmil Qur'an...

Ya Allah dengan Al Qur’an, anugerahkanlah kasih sayang-Mu kepadaku. Jadikanlah Al-Qur’an sebagai imam, cahaya, petunjuk, serta rahmat bagiku.. 

Ya Allah, ingatkanlah aku apabila ada ayat yang aku melupakannya. 

Berilah aku pengetahuan, sesuatu yang aku tidak mampu memahaminya.. 

Karuniakanlah aku kesempatan untuk senantiasa membacanya di waktu malam maupun siang hari. 

Jadikanlah al-Qur’an sebagai hujjah bagiku, Wahai Rabb semesta alam..

Ya Allah, perbaikilah urusan agamaku yang ia merupakan pangkal urusanku, berilah aku kebaikan dunia, yang ia merupakan tempat kehidupan kami, berilah aku kebaikan akhirat yang ia merupakan tempat kembaliku, jadikan kehidupanku senantiasa bertambah dalam segala kebaikan, jadikan kematianku sebagai akhir dari segala keburukan.. 

Ya Allah, jadikan umur terbaikku di penghujungnya, dan amal terbaikku pada penutupnya, dan hari-hari terbaikku pada hari ketika aku bertemu dengan-Mu.. 

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kehidupan yang menyenangkan, kematian yang normal, tempat kembali yang tidak hina dan menyedihkan.. 

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu permohonan yang terbaik, do’a terbaik, kesuksesan terbaik, ilmu terbaik, amal terbaik, pahala terbaik, kehidupan terbaik, kematian terbaik..

Kokohkanlah aku, beratkan timbangan kebaikanku, kuatkan imanku, tinggikan derajatku, terimalah shalatku, ampunilah segala kesalahanku, dan aku memohon kepada-Mu surga tertinggi.. 

Ya Allah, aku memohon rahmat yang layak Engkau berikan, dan ampunan yang pantas Engkau berikan, keselamatan dari segala dosa, manfaat dari setiap kebaikan, kebahagiaan dengan mendapat surga, dan selamat dari siksa neraka.. 

Ya Allah, anugerahkanlah kesudahan terbaik dari segala urusan kami, dan selamatkanlah kami dari segala kehinaan dunia dan siksa akhirat.. 

Ya Allah anugerahkanlah kami rasa takut kepada-Mu yang menjadi penghalang antara kami dengan kemaksiatan kepada-Mu, dan karuniakanlah kami ketaatan kepada-Mu yang bisa menyampaikan kami kepada surga-Mu, dan berikan pula kami keyakinan (kepada-Mu) yang bisa meringankan kami menghadapi segala musibah dunia. dan anugerahkanlah kenikmatan pada pendengaran, penglihatan, dan kekuatan kami selama Engkau masih menghidupkan kami, dan jadikanlah ia warisan dari kami, berikanlah balasan atas orang-orang yang telah mendzalimi kami, berilah kami pertolongan atas orang-orang yang memusuhi kami, janganlah Engkau berikan musibah pada kami dalam urusan agama kami, janganlah Engkau jadikan dunia sebagai cita-cita terbesar kami dan puncak pengetahuan kami, janganlah Engkau berikan kami pengusa dari orang-orang yang tidak mengasihi kami.. 

Ya Allah, janganlah Engkau tinggalkan dosa atas kami, melainkan engkau mengampuninya, tidaklah Engkau berikan kesusahan, melainkan Engkau berikan jalan keluarnya, tidaklah ada hutang, melainkan Engkau membayarnya, tidaklah ada kebutuhan dari segala macam kebutuhan dunia dan akhirat, melainkan Engkau memenuhinya, Yaa Arhamarraahimiin..

Wahai Rabb kami, berikan kami kebaikan di dunia, dan kebaikan di akhirat, dan selamatkanlah kami dari siksa neraka.. 

Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas nabi Muhammad, keluarga, serta para sahabat semuanya..
Amien YRA...

Semoga di Ramadhan kali ini bisa menjadi seorang hamba yang lebih baik lagi...

Friday, 19 August 2011

Good Bye, My Lovely Beanie!

Giving off something that we really love to other people or relinguishing our fancy things isn't always easy to do. And this is the time for saying good bye to my beloved beanie. It sounds too much but I really like that stuff much also. It is the most suitable, convenient and fitted well to me among others I've tried. Remembering how I got it, I've been dreaming of the cute beanie with bubble hanging for so long. It was on last winter. I spoke it up very often at our home, "Aku mau beli beanie!", "Aku pengen punya beanie!", "Ayo pergi nyari beanie!"

At the beginning I don't know the name of it, and then I asked to HC Oppa. He told me its name is beanie. Since my housemates hear it many times, they made it a joke when I started to shout.
"Nyari suami aja Dham!", "Apa? Nyari beanie? Gak mau nyari suami?, "Kalau aku mau nyari suami aja." they said with big grin. How to pronounce beanie is like pronouncing bini in Bahasa (Hmm... I think in Betawinese Language), you know what I mean.. *wink

Until one day on cold winter, we went to downtown and I was eager to go to look for the beanie. I entered so many stores, but the beanie I found wasn't like I want to have. From the color, design, suitability with my hijab and face and so on, in fact almost of them wasn't well-fitted on me and my heart also. I didn't ever realize before that find beanie wasn't so easy. Then, because of coincidence, I found one store which selling winter apparels include beanie. I found it, the one with cute bubble, and felt in love for the first sight. I was really happy at that time. Finally, I got it! Really love... At the same time I also bought winter shawl which the color is matched with those beanie. I really like it.


Then, when I put picture wearing beanie as profile picture on facebook, someone whose wife of my former work friend in Indonesia wanted to have like those one also. She wanted exactly the same thing; color and design. She said that it's very cute stuff, especially the bubble. Unfortunately, after I found online shop selling the same stuff like mine, the problem was the color that she wants to have was already sold out. I couldn't find in another online shop and as I know the shop in downtown which sells winter apparels won't encash beanie and similar goods on summer like now on.

When I told her about this, she said "How about giving your mine to me? You can buy again then."
"Is it okay? Cause I already used it." I replied.
"It's okay, no problem for me." 
I found that she's really loves beanie like mine... No other thing I can do except giving to her with whole hearted.



I believe that with giving our most beloved things to other people, we would get the better one. Indeed, those people really want to have it. Even it wouldn't so easy, but by doing that it would train us in order to not afraid losing and missing things that we love. Also not to become a stingy people but magnanimous one. And now, I try to do giving more what I have to other people... Hope it could be more useful for them... and bring smile also...

Thursday, 18 August 2011

Sputtering Oh Sputtering


Hari ini gue mulai nyeputtering lagi setelah sekian lama gak nyentuh si mesin yang kalo makenya mesti divacuum dulu sampai level high. Material target buat sputtering gue udah jadi, dibikinin sama Kyungpook University. Seharusnya ada 4 buah, yang 2 oke, sedangkan 2 lainnya broken. Tapi kemudian dibikinin lagi sama mereka.

Mesin sputtering yang biasa gue pake di lab baru aja diganti turbo molecular pump (TMP) nya. TMP yang lama udah jebol sepertinya, jadi lama banget kalau ngevacuum sampe level high. Kerja pake vacuum system apalagi yang levelnya sampai high emang butuh kesabaran dan kehati-hatian tingkat tinggi. Lupa satu step operasi, bisa-bisa ada yang jebol.

Setelah target gue pasang, gue tutup chamber segala macem, dan mulai memvacuum yang kira-kira butuh waktu sekitar 40 menit. Pas semua udah siap dan tinggal start sputtering, ternyata pas gue setting working pressure sesuai dengan experimental condition gue, enggak bisa. Pressure nya gak bisa turun lebih rendah dari 6 mTorr buat bisa generate plasma. Padahal gue mesti make working pressure 5 mTorr. Tiap kali 6 mTorr pasti plasmanya udah mati duluan. Udah dicoba berbagai macam cara tetep gak bisa. Gue panggil HC Oppa. Diutak-atik sama dia, yang akhirnya bisa 5 mTorr lebih tapi dengan mengubah experimental condition yang lain. OK, first trial gak apa-apa nyari kondisi yang sesuai. Mungkin ini karena baru pertama kali sejak TMP nya diganti. Gue pikir di trial selanjutnya mungkin plasma nya bisa keluar di pressure rendah.

Second trial, ternyata sama saja. Gak bisa generate plasma juga di pressure lebih rendah dari 6 mTorr. Gue sampai berkali-kali mutar-muter gate valve buat nyetting working pressure. Gue panggil si Oppa lagi. Dan nyetting working pressure dengan ditungguin sama dia. Kali ini experimental condition gak bisa diubah. Ternyata, it isn't work. Gue mulai desperate.

Si Oppa bilang nyuruh ganti posisi target di plasma gun yang sebelahnya. Gue minta tolong si Edit buat mindahin target. Sedangkan si Oppa bilang mau keluar makan malam dulu. Sedangkan jam sudah menunjukkan waktu berbuka puasa.

Gue ngulang experimen dari awal. Loading target, nge-roughing, nge-vacuum dll. Giliran ganti plasma gun nya, ternyata RF Power nya yang gak bisa dinaikkin. Mentok di 40 W sedangkan gue butuh RF Power 125 W. 

Ya Allah... Mesin sputtering ini mau nya apa sih... Huhuhu...

Tuesday, 16 August 2011

Diundang Berbuka Puasa

Gue baru diundang makan malam, buka puasa lebih tepatnya, di tempatnya Mrs. Phillips. Gue, si Eka, Mbak Fie sama Mbak Linda, datang berempat ke apate mereka di Taewang lantai 11. Mrs. Phillips tak lain dan tak bukan adalah orang Indonesia, namanya Mbak Widhi. Baru dateng beberapa bulan yang lalu ke Korea, ngikutin suaminya, Mr. Phillips, yang jadi lecturer di International Language Institute di kampus gue. Si Mr. Phillips ini berasal dari USA. Beberapa hari yang lalu, mereka juga kami undang pas ada acara buka bersama keluarga Gyeongsan.

Mbak Widhi adalah seorang muslim. Dan Mr. Phillips adalah seorang mu'alaf, sekarang baru belajar untuk berpuasa. Mr. Phillips ini seorang vegetarian, cuma makan sayur-sayuran dan gak minum alkohol. Dari cerita si Mbak Widhi, punya suami bule yang mua'laf ternyata seru... Contohnya pas jam 5 katanya udah mulai kelaparan, dan si Mr. Phillips nya bilang :

"Mommy, may I have some snacks? I'm hungry"
"No... no...  you may not, honey! It's better if you go to sleep!"
 

Dan, si Mister pun nurut banget dengan sang istri...
Ah, it's just so sweet.

Selesai makan, piring-piring kotor gue bawa ke wastafel dan ditumpuk disitu. Lumayan banyak....
Terus gue nanya ke Mbak Widhi,

Eh, Mbak piringnya gak apa-apa ini? Aku cuci aja ya?" gue bilang.

"Eh, jangan... jangan..." itu tugasnya dia (dia yang dimaksud adalah suaminya).  
"Nanti dia marah kalo dicuci. Tiap hari dia yang cuci piring kalau saya yang masak buat dinner. Kalau dia yang bikin dinner, gantian saya yang cuci piring." sambungnya.

Di Indo ada gak ya suami yang kayak gitu? Maksudnya mau berbagi tugas rumah dengan suka rela?
Yang gue tahu, sebagian besar para suami di Indo, mau nya si istri yang harus selalu melayani dan mengerjakan semua pekerjaan rumah. Gak peduli jikalau si istri pun juga bekerja (padahal di case Mr. dan Mrs. Phillips ini, si Mbak Widhi nya masih di rumah saja setiap hari, belum bekerja).
Di Korea sama saja, justru lebih parah. Sedemikian sehingga banyak sekali cewek-cewek disini yang enggan untuk menikah.

Hmm...punya suami bule kayaknya seru dan patut untuk dipertimbangkan tuh...
Bule muslim atau yang bersedia convert jadi muslim tapinya, itung-itung gue bisa juga berdakwah...
Kalo cowok-cowok lokal udah gak ada yang mau dan gak kunjung nemu...

Kata Mbak Widhi,

"Honey, I want to do scrubbing in order to make my skin white."
"Oh... no! You can't do that. Your skin is beautiful and exotic..."


Jadi, gue punya dong salah satu kriteria itu... :smile

Saturday, 6 August 2011

Message to Me


The Battle is On

Be ready! From now on...

Barangkali Cinta


Dari buku karangan Dewi Dee Lestari "Madre"


Barangkali cinta
Jika darahku mendesirkan gelombang yang tertangkap oleh darahmu
dan engkau beriak karenanya
Darahku dan darahmu
terkunci dalam nadi yang berbeda
Namun berpadu dalam badai yang sama
Barangkali cinta
Jika napasmu merambatkan api yang menjalar ke paru-paruku
dan aku terbakar karenanya
Napasmu dan napasku
bangkit dari rongga dada yang berbeda
Namun lebur dalam bara yang satu
Barangkali cinta
Jika ujung jemariku mengantar pesan yang menyebar ke seluruh sel kulitmu
dan engkau memahamiku seketika
Kulitmu dan kulitku
membalut dua tubuh yang berbeda
Namun berbagi bahasa yang serupa
Barangkali cinta
Jika tatap matamu membuka pintu menuju jiwa
dan aku dapati rumah yang kucari
Matamu dan mataku
tersimpan dalam kelopak yang terpisah
Namun bertemu di jalan setapak yang searah
Barangkali cinta 
Karena darahku, napasku, kulitku, dan tatap mataku
Kehilangan semua makna dan gunanya
Jika tak ada engkau di seberang sana
Barangkali cinta
Karena darahmu, napasmu, kulitmu, dan tatap matamu
Kehilangan semua perjalanan dan tujuan
Jika tak ada aku di seberang sini
Pastilah cinta
Yang punya cukup daya, hasrat, kelihaian, kecerdasan, dan kebijaksanaan
Untuk menghadirkan engkau, aku, ruang, waktu
Dan menjembatani semuanya
Demi memahami dirinya

Wednesday, 3 August 2011

Puasa Hari Ke-3

Alhamdulillah masih lancar... Udaranya adem gak panas, dan hari ini turun hujan cukup lebat...


 Ta'jilan yang gue bawa buat di lab : roti selai rasa campur-campur (apel, nanas, anggur), buah : timun suri dan apel

Barbecue-an sampai mabok sama anak-anak di Gyeyang... Alhamdulillah...

Nonton Pohang Firework Festival 2011

Kira-kira tahun 2010 yang lalu, si HC Oppa nunjukkin ke gue video rekaman pas dia nonton festival kembang api (firework festival) di Pohang. Gue mupeng abis. Bagus banget... Sumpah!
Pas giliran ada firework festival di Busan, gue nya malah ada conference ke Jeju. Jadi gak bisa nonton.
Dan kali ini, gak boleh gagal nonton firework festival di Pohang. Di tengah hujan yang sangat deras di Gyeongsan, gue berangkat ke Pohang seorang diri... *sambil berharap dan berdoa di Pohang gak hujan.
Gyeongsan - Pohang, 2 jam... *lewat  Gyeongju ditambah dengan macet di jalan Gyeongju - Pohang
Sampai terminal, naik bis kota Pohang menuju Bukbu beach... *macet gila-gilaan, klo normalnya mungkin ditempuh cuma 20 menit, malam itu sampai sekitar 2 jam-an
Nyampe di pantai tempat berlangsung acaranya, penuh sesak dengan orang. Tapi untung masih dapet tempat duduk. Gue janjian ketemuan sama temen gue yang kuliah di Pohang, si A sama si T. Ada juga Mas A dari Busan. Jadinya kita nonton firework nya bareng-bareng berempat. Gak ada foto-foto kembang apinya yang bagus soalnya kamera cupu gue gak bisa buat ngambil gambar kalo malem-malem, blur semuanya. Tapi gue ada rekamannya, liat aja di bawah. Itu adalah best performance, dari China. Ada beberapa negara yang tampil, Portugal, China, sama Australia, yang menang dari China. Dan ditutup penampilan dari Korea, yang ini keren abis.





Oiya, barangkali ada yang belum pernah nonton International Firework Festival dan berencana mau nonton di kemudian hari, ada beberapa hal yang perlu untuk diperhatiin :
(Ini in case tempatnya di pantai, misalnya di Busan atau di Pohang. Kalau di Seoul, lain lagi ceritanya barangkali ya, soalnya khan enggak di pantai acaranya.)

1. Dateng ke tempat acaranya beberapa jam sebelum acara dimulai. Soalnya jalanan bakal macet banget banget, bete. Selain itu biar dapet spot yang bagus untuk liat kembang apinya. Menurut gue lebih enak posisi di tengah-tengah, jangan yang paling depan atau yang paling belakang. Kalo misalnya nanti butuh keluar-keluar, ke toilet atau mau sholat, yang penting cari tempat buat duduk dulu.
2. Bawa tiker buat duduk. Sebenarnya bisa duduk langsung di atas pasir, tapi bakalan kotor dan kurang afdol aja gitu.
3. Siapin makanan, snack atau minuman. Soalnya pas elo nunggu acaranya mulai, bakalan lumayan lama dan acara kembang apinya pun sekitar 2 jam. Jadi daripada kelaperan di tengah-tengah acara mending bawa makanan. Sebenarnya di deket area acara banyak yang jualan makanan, tapi gak enak aja gitu kalo misalnya keluar cari makanan di tengah-tengah acara.
4. Bawa kamera atau alat perekam yang mumpuni untuk mendokumentasikan acara. Pengalaman gue, kesel sama kamera yang ternyata gak bagus buat moto pas malem-malem.
5. Bagi cewek, lebih baik jangan pake high heel deh, atau kalaupun pake jangan tinggi-tinggi heel nya. Soalnya mengingat area nya di pantai bakalan susah kalau mau jalan cepet-cepet.
6. Bawa pasangan, pacar atau suami/istri bagi yang sudah menikah. Menurut pengamatan gue, sebagian besar yang nonton itu berpasang-pasangan. Dan sumpah, nonton kembang api yang menyala indah di langit with your beloved one, itu adalah sangat amat romantis.

OK deh segitu aja dulu... 
Gue masih pengen nonton lagi kalau misalnya masih ada kesempatan di kemudian hari...

Monday, 1 August 2011

Oleh-Oleh dari Jepang


Temen serumah gue baru pulang dari Jepang setelah 2 minggu berada disana. Dan gue dibawain oleh-oleh bento tools... Yaaayyy...
Ada kotak bento warna biru (love it so much laa), nori puncher, onigiri molds sama plunger....
She got them from Daiso Japan with relatively cheap price...

Thanks a lot mate...
Ayo-ayo siapa lagi yang mau ke Jepang, gue siap menampung oleh-olehnya kok... Terutama bentoing tools, akan diterima dengan sangat senang hati... :D

Happy Ramadhan

Wah, gak kerasa udah menginjak Ramadhan ke-2 di Korea... Alhamdulillah, masih diberi nikmat hidup hingga detik ini. Semoga Ramadhan kali ini bisa lebih baik dari tahun sebelumnya. Amien...
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas umat-umat sebelum kamu, agar kamu bertakwa." (Q.S. Al Baqarah : 183)

Kalo ditanya, kangen gak sama suasana puasa Ramadhan di tanah air? Yang pasti, kangen banget T-T
Disini enggak ada yang namanya kolak pake kolang-kaling (klo kolak pisang sama labu, bisa bikin), enggak ada ceritanya nunggu suara bedug adzan di masjid (mana ada?), enggak ada suara orang tadarusan di masjid dan lain-lain... Hidup di negeri dimana muslim jadi minoritas, Ramadhan seperti layaknya hari biasa, tidak seperti nuansa Ramadhan yang sangat kental seperti di tanah air... Sangat berbeda jauh...
Ditambah dengan bulan Ramadhan yang kebetulan jatuh pas puncak summer. Baru buka jam setengah 8 malem, dan tarawihnya jam setengah 10.

Tapi Alhamdulillah, dengan masih banyaknya temen-temen muslim dari Indo yang disini, paling tidak bisa sedikit banyak menghidupkan nuansa Ramadhan. Masih ada sholat tarawih bareng-bareng di rumah Mbak Ocha untuk cewek-cewek (cowok-cowoknya bisa tarawih bareng di Masjid Yeungnam), buka puasa bareng dan sahur bareng-bareng, tadarusan. Yang sedikit berbeda dari Ramadhan kali ini adalah warga rumah yang semakin berkurang (dulu masih ada Mbak Vita dan Mbak Yuli di rumah), serta jamaah sholat tarawih yang berkurang juga (Mbak Leli selaku imam tahun sebelumnya tidak bisa ikut dikarenakan waktu sholat tarawih yang cukup larut malam sedangkan putri-putri beliau perlu untuk segera berisirahat).

Apapun itu, sangat berharap agar Ramadhan kali ini bisa kecipratan lebih banyak berkah... Dan berharap agar bisa jadi seorang hamba yang lebih baik lagi... Amien YRA...

Happy Ramadhan all... Mohon maaf lahir dan batin ya kalo ada salah-salah kata dan perbuatan... ^^

Eh, saya dapet kartu ucapan Ramadhan yang lucu dari Mbak Gina dan Dek Taqiya (putri-putri nya Mbak Leli). Mereka bikin kartu ucapan ini sendiri lhoh, kemudian dibagi-bagiin ke warga Gyeongsan... Cute! Makasih ya Mbak dan Dek GT...