Tuesday, 16 August 2011

Diundang Berbuka Puasa

Gue baru diundang makan malam, buka puasa lebih tepatnya, di tempatnya Mrs. Phillips. Gue, si Eka, Mbak Fie sama Mbak Linda, datang berempat ke apate mereka di Taewang lantai 11. Mrs. Phillips tak lain dan tak bukan adalah orang Indonesia, namanya Mbak Widhi. Baru dateng beberapa bulan yang lalu ke Korea, ngikutin suaminya, Mr. Phillips, yang jadi lecturer di International Language Institute di kampus gue. Si Mr. Phillips ini berasal dari USA. Beberapa hari yang lalu, mereka juga kami undang pas ada acara buka bersama keluarga Gyeongsan.

Mbak Widhi adalah seorang muslim. Dan Mr. Phillips adalah seorang mu'alaf, sekarang baru belajar untuk berpuasa. Mr. Phillips ini seorang vegetarian, cuma makan sayur-sayuran dan gak minum alkohol. Dari cerita si Mbak Widhi, punya suami bule yang mua'laf ternyata seru... Contohnya pas jam 5 katanya udah mulai kelaparan, dan si Mr. Phillips nya bilang :

"Mommy, may I have some snacks? I'm hungry"
"No... no...  you may not, honey! It's better if you go to sleep!"
 

Dan, si Mister pun nurut banget dengan sang istri...
Ah, it's just so sweet.

Selesai makan, piring-piring kotor gue bawa ke wastafel dan ditumpuk disitu. Lumayan banyak....
Terus gue nanya ke Mbak Widhi,

Eh, Mbak piringnya gak apa-apa ini? Aku cuci aja ya?" gue bilang.

"Eh, jangan... jangan..." itu tugasnya dia (dia yang dimaksud adalah suaminya).  
"Nanti dia marah kalo dicuci. Tiap hari dia yang cuci piring kalau saya yang masak buat dinner. Kalau dia yang bikin dinner, gantian saya yang cuci piring." sambungnya.

Di Indo ada gak ya suami yang kayak gitu? Maksudnya mau berbagi tugas rumah dengan suka rela?
Yang gue tahu, sebagian besar para suami di Indo, mau nya si istri yang harus selalu melayani dan mengerjakan semua pekerjaan rumah. Gak peduli jikalau si istri pun juga bekerja (padahal di case Mr. dan Mrs. Phillips ini, si Mbak Widhi nya masih di rumah saja setiap hari, belum bekerja).
Di Korea sama saja, justru lebih parah. Sedemikian sehingga banyak sekali cewek-cewek disini yang enggan untuk menikah.

Hmm...punya suami bule kayaknya seru dan patut untuk dipertimbangkan tuh...
Bule muslim atau yang bersedia convert jadi muslim tapinya, itung-itung gue bisa juga berdakwah...
Kalo cowok-cowok lokal udah gak ada yang mau dan gak kunjung nemu...

Kata Mbak Widhi,

"Honey, I want to do scrubbing in order to make my skin white."
"Oh... no! You can't do that. Your skin is beautiful and exotic..."


Jadi, gue punya dong salah satu kriteria itu... :smile

0 comments: