Thursday, 29 September 2011

My 금붕어! Gold Fish

Last week, I went to Gyeongsan market and saw a cute creature sold there which I really want to have, a little turtle. But, after I asked to the ajossi who sells it, the price was really a matter. It's around 18.000 won for small turtle and it's quite expensive for me. Remembering I ever had the same turtle like those was sold when I was still in Indonesia and I liked it very much. It's so cute. Unfortunately, at that time I couldn't bring it to the city where I started to work because my mother didn't let me to do. Then, when I saw a friend here post the turtle picture she just bough on facebook, I wish I could have one also.

Instead of buying the turtle, my eyes kept staring to the gold fish and decided to buy them. Its price is several times cheaper than the little turtle. It's only 2.000 for 3 fish. At the same time I bough glass containers and pellets for feeding them up with 11.500 won of total price. I took them home with happy. And now, they settle on my desk at lovely laboratory. Everyday, I feed them up and change their water. I often observe them from seat watching they move, feed, take a breath and so on. I touch them when displace them to another container for replacing the water with the fresh one. That's great and they are so cute. I even give them nickname. Do you want to know who are their name? 
Atra, Albus and Rufus are their name. Could you guess which one of them from their name? :D




Thursday, 22 September 2011

Fall Season is Coming


Fall season is coming, leaving out hot summer and delivering to brisk winter. Temperature was suddenly dropping yesterday, and I found out my nose was bleeding because of cold that come on impromptu. It would be continue like that, which I'll be busy with cleaning up nose along the cold season. Some leaves on the trees are turning to red, some of them are falling down to the earth. It would be very beautiful then where almost green leaves change its color to the autumn one.

Season changes, but life is still the same and it's good as yet and I'm still a nocturnal one. In attempt pursuing my graduate degree which would be finished in early next year, InshaAllah, now this is my last semester here. Many things to do in narrow period, it's busy time and seems it would be the same until the end of semester. Nevertheless, doing bento still doesn't stop. Somehow, by doing this thing it could drive my mood into the good for starting the day. But, I have to suspend another thing I like to do including reading books and watching drama for a while. Some of books brought by friends from Indonesia haven't  been read yet and waiting for being enjoyed. Anyway, hope that I could give more contributions to the place and person which have given me a chance to study and learn many things here... Life is about giving right? Not about how much we take and get...

Next week I would have comprehensive or graduate exam, as its name it is an exam  for graduate students who are on their last semester  and  it includes all of subjects already taken along almost 2 years. This make me quite worried for couple of  weeks, anyway wish me luck! Then, on next day after exam, a conference about photovoltaic will waiting for us, me and Hong Chan oppa. We will go to Busan for around 3 days, and present our work regarding with indium zinc tin oxide, especially for dye-sensitized solar cell application, in poster session. And now we are on progress for finishing our manuscript  to be submitted in this week where oppa as first author, together with our Professor since he's very busy lately. After that, we will have conference also in Jeju on early November and we need to prepare manuscript also. So that everyone in my lab is very busy recently, no exception with me.

Welcome autumn! Hope that everything goes well~
Take care and don't till catch a cold!

Monday, 19 September 2011

How Did You Feel?


Someone asked me;

How did you feel? 
When you think that you're something for someone but evidently you're nothing at all.

How did you feel? 
When you're brought up to the high sky but suddenly struck down to the earth.

How did you feel?
When someone just played role and trifled on your feeling.


I was deeply broken... and bleeding out at that time...

Saturday, 17 September 2011

Website Informasi Beasiswa Korea


Berhubung selama ini, banyak beberapa pertanyaan sering diajukan untuk saya mengenai beasiswa ke Korea, so ada kabar gembira saudara-saudara! *ceileh
~Ini pasti salah satunya gara-gara demam Kpop dan drama Korea yang menyebabkan antusias orang untuk sekolah ke Korea semakin bertambah ^^

Bagi kamu-kamu (iya! kamu yang lagi baca postingan blog ini^^), yang ingin ketemu oppa-oppa ganteng mencari beasiswa ke Korea, telah di-launching website beasiswa Perpika yang berisi tentang informasi-informasi beasiswa yang ada di Korea. Perpika itu apaan ya? Bagi yang belum tahu (bagi yang sudah tahu, yo monggo  cukup mesam-mesem saja :p), jadi Perpika itu adalah Persatuan Pelajar Indonesia di Korea (dari namanya sudah cukup ada gambaran thoh!). Tapi disini bukan berarti Perpika menyediakan beasiswa, tapi kami hanya sebagai mediator untuk menyebarkan informasi saja.

Oke langsung saja, daripada kebanyakan ba bi bu, ini alamat website Info Beasiswa Korea tsb :


Oiya, Info Beasiswa Perpika ini juga punya facebook page dan twitter lhoh :

Facebook fanspage : http://www.facebook.com/beasiswa.korea

Jangan lupa di like dan di follow yah... ;)
Dibantu nyebar-nyebarin juga kalau bisa...

Lhoh kok gue malah jadi kayak sales gini? Hehe... Iya, Alhamdulillah masih ada yang mengamanahi untuk jadi salah satu yang mengurusi website dan fanspage Info Beasiswa Korea dari Perpika tersebut...
Istilah gaulnya, jadi salah satu tim humas Perpika gitu-gitu lhah... *ihiiiyyyy... sok iye be-ge-te

So, ikutin terus aja informasi beasiswa dari kami-kami disana...
Selamat hunting-hunting beasiswa ke Korea dan semoga berhasil... ^^

Wednesday, 14 September 2011

Domokun Bento



As I told you previously, nowadays I like to have breakfeast with white bread and jam. Inspired by my housemate who are crazy much with domokun, so that I made this domokun bento. It's quite simple, just from bread and grapes for its eyes. Actually, this is my last week meals box, but I just have chance to upload it here right now. For red color in mouth part, I used somekind of red syrup.

Some of friends asked me how to make pattern on apple like shown on those picture. If you want to know how to make it, might be you can go to this link. And you'll find another techniques to make interesting shape of apple for decoration.

맛있게 드세요~~~

Just Curhat


Seorang ibu itu ya, bener-bener berhati sangat luas dan tak terbatas. Ibu gue, denger gue sakit, padahal cuma bengkak gini donk, jadi resah gelisah dan gak bisa tidur mikirin gue katanya. Ribut-ribut mau ngirimin obat dari sana segala. Ibu gue yang satu lagi, ngirimin artikel-artikel tentang rheumatoid arthritis dan mastiin kalo tabungan gue ada isinya buat pergi berobat. Dan mewanti-wanti agar jangan sampai kecapekan. Kakak gue juga ribut-ribut, kok sakit yang waktu itu gak pernah bilang-bilang. Adik gua juga. Sedangkan gue sendirinya, suka menyederhanakan banyak hal, gue gak pengen sakit tapi gue benci ke dokter. Gue jadi nyesel pake acara bilang-bilang segala kalau gue sakit, jadi bikin banyak orang khawatir. Padahal gue paling gak suka bikin orang lain repot gara-gara gue.

Gue gak memungkiri, kalau gue sedang tidak baik-baik saja. Gue sakit. Gue merasa nyeri. Lemes. Anemia.  Sedikit takut dan khawatir. Tapi gue harus bilang, "Saya baik-baik saja kok, bu. Gak perlu khawatir."
Gue masih bisa bekerja dengan normal, walaupun agak sedikit terganggu...

Setelah gue baca-baca artikel tentang RA dan pengobatan alternatif nya, ternyata minyak ikan dalam dosis tinggi dipercaya mampu untuk mencegah inflamasi. Dan akhirnya, dengan terpaksa meminum minyak ikan yang dibawain temen gue dari Indo. Gue sangat benci dengan bau amisnya, pun malam ini terpaksa harus gue minum. Dan karena udah amsyong, gue bongkar-bongkar kamar buat nyari obat sisa kemaren. Dan Alhamdulillah masih nemu 2 bungkus... Hope it can reduce this pain... 

Thanks a lot mom, for your great love to me... I love you so...
And thanks God...


Sekian curhatan malam-malam yang gak penting ini...

Tuesday, 13 September 2011

Happy Chuseok

12 September 2011

Hari ini bertepatan dengan hari Chuseok di Korea (Chuseok itu kalo gue bilang seperti 'lebaran'-nya orang Korea). Diperingati setiap tanggal 15 bulan bulan 8 kalender bulan, dimana konon katanya terlihat bulan purnama penuh terbesar sepanjang tahun. Well, dan pada hari Chuseok tentu saja adalah hari libur di seluruh Korea... Kesempatan yang sangat dinanti-nanti oleh segenap penghuni semenanjung Korea, tak terkecuali oleh para makhluk penghuni lab seperti gue...

So, how do you spend Chusok holiday? If you ask me...

Jadi, ditengah-tengah sebagian besar orang berpiknik-piknik, mengunjungi tempat rekreasi ini itu atau pergi kesini kesitu, di hari libur Chuseok yang dinanti-nanti jutaan warga, gue malah nginep di lab. Lhah, ngapain? Gue ber-sputtering ria dan bikin sampel. Alhamdulillah, dapet 6 kali deposisi, yang berarti 24 buah sampel siap sudah untuk dikarakterisasi. Kampus hari itu sepi banget, tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kehidupan sama sekali. Tapi yang bikin gue heran, pas gue bangun pagi-pagi dan buka pintu lab, ternyata Profesor depan lab gue (bukan Prof. gue tapi) masih aja dateng ke lab. Iiihhh, gila banget gak sih, orang Korea pass Chuseok masih sempet-sempetnya nge-lab.

Malam harinya, housemate gue ngajakin norebangan (red : karaokean), daripada long holiday gak ngapa-ngapain sama sekali, cuma ngendon di rumah terus sama pergi ke lab, kayaknya menyedihkan sekali. Sekalian buka puasa nyari makan di depan kampus. Dan pas kita nyampe sana, kebanyakan restoran pada tutup, bahkan Lotteria pun gak buka. Akhirnya setelah muter-muter nyari tempat makan yang bisa kita masuki, keinget Pastaya dan untung buka. Gue cuma pesen seafood rice karena dari kemaren gue belum makan nasi. Di sekitar situ ternyata masih lumayan rame tapi gak serame biasanya. Di game centre pun malah penuh. Akhirnya, abis norebangan, ke game centre bentar maen game gebug-gebugan, gak taulah apa namanya. Dan seperti biasa kalau ke game centre, gue maen game bola basket, yang timbang cuma masukin bola doang ke ring... Ah, gue jadi kangen maen basket beneran, kapan ya ada kesempatan.

Pulang-pulang gue udah teler banget, kecapekan semaleman + seharian ngelab. Inget kalau besoknya Mas Ragil mau dateng ke rumah dan mau dimasakin tongseng kambing, lewat tengah malem akhirnya gue masak tongseng sekalian buat sahur. Gak taunya keesokan harinya, Mas Ragilnya gak jadi dateng. Gara-gara gue ketiduran dan ditelpon 2 kali gak diangkat, udah keburu jalan pulang si Mas Ragilnya.

13 September 2011

Masih liburan Chuseok, rencana mau nge-lab, tapi toh ujung-ujungnya gue seharian di rumah. Tangan gue yang bengkak tambah semakain membesar dan nyeri. Gue jadi males ngapa-ngapain... Rencana abis buka puasa mau ke lab, tapi tetep sampai sekarang gak beranjak-beranjak dari kasur... Malah baca-baca buku baru dibawain Mbak Yuli dari Indonesia kemaren. Rasanya badan gue kayak abis nguli 2 hari 2 malam. Ah, badan gue gampang banget nge-dropnya...

Oiya, gue ngirimin sms happy chuseok ke beberapa temen Korea gue, dan semuanya dibales nicely. Ih paling seneng kalo ngirim message terus di bales...

Sekian laporan Chuseok yang gak penting ini...

Monday, 12 September 2011

Be Kind Always! Everywhere, Everytime and to Anyone!

Berbuat baiklah dimanapun, kapanpun dan kepada siapapun. Karena dengan kita berbuat baik, maka tidak hanya akan membuat orang lain senang dan kita akan disenangi oleh orang-orang disekitar kita namun juga Allah SWT akan senantiasa mencintai kita dan melimpahkan rahmat serta memberikan pertolongan-Nya.... Dan sesungguhnya dengan berbuat baik terhadap orang lain, kita telah berbuat baik terhadap diri sendiri...
 
This message has been clinging up in my head since I was child, and never fade away until now. A message to be always doing kindness in everywhere, everytime and to anyone. I surely believe this thing with whole of my heart. Somehow, doing kindness is never useless nor make us feel lost. Like what my mother always says to me to be a kind, care, charitable person, she isn't not only talking, but downright giving example in her daily life. She is the greatest I've ever seen in real life.

Friday, 9 September 2011

He is The Best!!

Hari ini...

Gue dengan santainya melenggang ke lab. Datang, buka komputer dan check-check email sekalian buka-buka facebook. Terus kemudian nanya ke Edit yang duduk disebelah gue.

Dit, udah ada kabar lab meeting besok jadi jam berapa?"  
Gue nanya begitu karena lab meeting biasanya hari Sabtu, dan sampai Jum'at ini gue merasa belum mendengar kabar ada lab meeting apa gak, terus kalo ada, belum tahu jam berapa.

Edit jawab, "Hah, besok? Lab meeting hari ini tau!"

"Hah? Serius?" gue sontak kaget, gue gak tau apa-apa kalo lab meeting bakalan ada hari ini dan gue belum prepare apapun.

"Iye, hari ini jam 3. Ini gue lagi bikin."


Gue tambah syok dan panik *lebay. 
Secara gue liat jam, berarti tinggal 40 menit lagi waktu yang tersisa. Data-data gue ada banyak dan semuanya belum diolah, apalagi dibikin dalam slide ppt.

"Kok gak ada yang ngasi tahu gue?"


"Masak sih? Gue tahunya dari Yu-Ri, hari Senin kemaren."

"Beneran, sampai hari ini dikepala gue, gak ada agenda lab meeting sama sekali. Apa gue yang lupa. Tapi kayaknya enggak deh."


"Mungkin lupa ngasi tahu. Soalnya semuanya udah pada tahu kecuali elo."


"Ah, gue tahu kenapa. Hari Senin khan gue gak masuk karena sakit"

"Oh iya"

Gue tarik nafas, "OK, tenang Dham, masih ada waktu 40 menit!" dalam hati gue, walaupun gue tahu waktu segitu gak bakalan cukup buat ngerjain semuanya, apalagi dari semua data yang masih mentah.

Akhirnya gue ngerjain dengan jurus super kilat, 'gebrak-ngebrok' keyboard kenceng... Mempertimbangkan waktu yang gak banyak tersisa, akhirnya gak semua data gue pakai, cuma sebagian doang.

Pukul 3, Profesor dateng. Gue belum selesai ngerjainnya, masih ada UV-VIS spectra data sama XRD pattern data yang mesti digambar pakai Origin Software.

Si Edit sama Dong Jin yang udah kelar ppt nya, ke ruangan meeting duluan. Hong Chan oppa ternyata belum selesai juga. Agak lega, karena ada temen yg belum selesai juga.

"Idham, ayo buruan!"

"Iya, nanti nyusul. Presentasi aja dulu!" gue bilang.

Selang beberapa saat kemudian, Hong Chan oppa selesai dan ke ruangan meeting, jadi tinggal gue sendirian di lab masih berkutat dengan bahan lab meeting.

Habis itu, si Dong Jin dateng ke lab dan bilang ke gue, "Idham, lab meeting dimulai kalau semuanya udah ngumpul. Profesor sekarang lagi nungguin kamu selesai!"

Biasanya, lab meeting bisa dimulai biarpun belum semuanya ngumpul, tapi tumben hari ini Profesor nungguin. Dong Jin nungguin gue di ruangan.
"Berapa menit lagi?"
"Dikit lagi nih, 5 menit palingan."


Terus, si Edit datang ke lab, "Dham, kata Profesor gak apa-apa gak ada data. Ke ruangan sekarang aja!"

"Prof. marah gak?"

"Enggak kok, beliau suruh bilang ke lo gak apa-apa malah. Prof. nungguin di ruangan."


Akhirnya, gue masuk ke ruangan meeting dan bilang minta maaf ke Prof. Seperti biasa, beliau malah senyum dan bilang gak apa-apa insteads dimarahin atau ditegur. Padahal, gue pantes banget dimarahin.
"Jadi, kamu ngerjain slide kamu ini dalam waktu yang sangat singkat?" beliau cuma bilang gitu doank, dan lab meeting akhirnya dimulai.

Dan gue gak ditegur atau diomongin apa-apa berkaitan dengan keterlambatan gue tadi. Malah, pas si Edit minta ijin lagi bulan depan pulang ke Indo buat nikahan kakaknya, beliau bilang "Sure", padahal bulan kemaren si Edit baru aja pulang.

Gak sampai disitu saja, pas di ruangan beliau, gue sama Edit dikasih angpau 50 ribu won sama ditanya ada rencana gak Chuesok nanti. Beliau malah minta maaf karena gak bisa ngundang kami semua datang ke rumahnya dikarenakan beliau sekeluarga akan berada di Seoul mengunjungi orang tua nya dan baru balik Kamis minggu depan.

Sampainya di ruangan lab, si Edit sampai teriak-teriak syukur, "Terima kasih ya Allah, Engkau berikan Prof. yang sangat baik dan pengertian."

Prof. gue emang the best. Selama berada disini gue belum pernah yang namanya dimarahi. Anak-anak lab juga nyante mau dateng jam berapa saja, beliau gak pernah marah. Terutama gue, dateng sore atau malem terserah gue yang penting kerjaan gue beres. Beliau gak pernah marah, justru mengkhawatirkan keadaan kondisi kesehatan gue. Masalah kerjaan, beliau juga bukan tipe yang suka ngasi pressure tinggi seperti lab lab lainnya, harus begini harus begitu. Tapi juga bukan tipe supervisor yang gak peduli dengan anak bimbingannya. Semua yang gue lakuin buat lab karena semata-mata Prof. gue baik sama gue dan gue ingin berbuat sesuatu untuk lab, gue nglakuin apa yang emang sudah menjadi kewajiban gue. Toh, kalaupun Prof. nyuruh submit paper ini ikut conference itu eksperimen ini atau karakterisasi itu, semuanya adalah demi meng-improve skill anak bimbingannnya sendiri.

Pokoknya beruntung banget berada di lab gue yang sekarang ini dan punya Profesor yang sangat baik seperti beliau~

Thursday, 8 September 2011

Kejadian-Kejadian Hari Ini


Gue gak ngerti apa yang terjadi dengan diri gue hari ini sedemikian sehingga banyak hal-hal yang tidak diinginkan terjadi...
Sejujurnya gue lagi was-was banget, bentar lagi conference dan submit paper, nulis thesis, thesis defense dan bulan depan udah ujian kompre... Duh, gak kerasa udah semester terakhir aja... Dan waktunya enggak banyak lagi tersisa...
Conference bulan ini dan awal bulan November, harus submit paper, sedangkan data-datanya yang baru belum ada. Dan beberapa waktu kemaren mesin sputtering selalu bermasalah. Target IZTO nya juga baru jadi belum lama ini....

Sindrom mau conference juga kayaknya, tanggal 28 ini gue ada conference tentang Solar Cell di Busan. Sebenarnya  bukan conference gue sendiri sebagai first author, tapi join-an sama si HC Oppa. Gue pikir udah gak perlu data-data lagi secara dibilangnya bakalan submit paper yang udah pernah ditulis sewaktu dia conference di Perancis kemaren, tapi gak jadi disubmit. Tapi tetep gue mesti tetep harus kerja, bikin banyak sampel. Dan tanggal 7 Nov mendatang, akan ada conference di Jeju, submit full paper juga dan deadline nya pas tanggal 7 nya itu... Kebetulan Prof. gue yang jadi General Secretary nya. Gue rada miris sebenarnya, takut gak ke-kejar~
Tapi harus tetep positif thinking... Semoga semuanya bisa dilewati dengan lancar... Amien...

Kejadian-kejadian yang tidak diinginkan dan kurang menyenangkan hari ini antara lain :

~ Pagi-pagi bangun tidur, jari-jari tangan gue yang bengkak, nyeri nya bertambah 2-3 level dibanding hari sebelumnya. Saking udah gak bisa nahan sakitnya, gue bertekad, pokoknya hari ini harus pergi ke dokter atau paling enggak ke klinik kampus. Tapi kemudian sesampainya di kampus, niat tersebut terpaksa diurungkan, mengingat gue harus nyeputtering, bikin sampel sebanyak-banyaknya dan memanfaatkan waktu yang tidak banyak tersisa. Aaaaaaaa~~~~

~ Abis masak dan bikin bento, gue nyuci-nyuci dan aaaaa, lagi-lagi gue keperang (luka kena gores) dan kena jari kanan tengah. Gue gak ngerti kenapa gue sering banget yang namanya keperang. Padahal baru aja minggu kemaren gue keperang sehari sebelum lebaran dan lukanya baru sembuh. Dan pas gue naik ke Seoul buat berlebaran disana, gak nyadar kalo handiplast nya lepas, terus kemudian darahnya udah ngotorin baju gue dan gak mau berhenti. Gak nemu semacam handiplast, sampe-sampe gue balut pake tisu senemunya terus diiket pake iketan rambut... Do'oh... Ok, bukan suatu masalah yang besar sih, tapi kalau luka sekecil apapun tetep bikin gak nyaman.

Bandage darurat, ini gue lagi di KTX pas mau ke Seoul

~ Baru sekali deposisi pake sputtering, eh tiba-tiba dipanggil Prof. nya si Jordan buat attend seminar di lantai 3. Gue lagi ngejar target sebenarnya, target kelar bikin sampel. Di panggil karena yang attend seminar cuma sedikit, dan dia gak enak berhubung yang ngisi seminar itu adalah temennya. Sebenarnya gue rada males juga, apalagi sama si Prof. nya Jordan yang itu, secara dia udah berlaku agak kurang adil ke gue dan ngasi nilai 'agak' kurang bagus karena alasan yang 'agak' tidak masuk di akal. Ya suw lah, itung-itung menambah wawasan, gue akhirnya dateng ke seminar dan meninggalkan acara nyeputtering...

~ Berhubung gue udah kehilangan waktu sekali deposisi, akhirnya sehabis seminar gue langsung tancap gas, nyeputtering. Gue pikir si HC Oppa gak dateng jadi gue lanjut-lanjut aja pake mesin sputtering-nya, soalnya udah janjian sore ini mesinnya bakalan di pake sama dia. Tapi ternyata pas gue lagi nge-vakum mesin yang notabene butuh waktu lebih dari 30 menit, dia ternyata datang ke lab.
"Idham, kamu lagi pake sputtering ya sekarang?"
"Iya... 30 menit lagi kok. Gak apa-apa ya?"
"Khan sore ini harusnya aku yang pake"
"Iya... Gak apa-apa ya Oppa, bentar lagi?" gue coba melobi-lobi
"Hmm... Emang sekarang lagi nunggu apa?"
"Nunggu pressure nya turun"
"Lhah, TMP nya aja gak nyala kok!"
"Masak sih?
"Iya, coba check aja!"
Dan gue pun segera ke rungan sebelah mengecheck si TMP (Turbo Molecuar Pump). Ternyata, emang bener, TMP nya lupa gue nyalain. Mana bisa pressure nya turun sampai high vacuum. Aaaaa~~~ rugi waktu dari awal sampai akhir... rugi glass substrate...  rugi satu kali deposisi (harusnya gue udah bisa dapet 4 buah sampel tuh)... huhuhu...
Akhirnya karena gak enak, gue stop eksperimen gue dan gue suruh dia yang make... Dan glass substrate gue sekalian, gue suruh dia make aja...

~ Setelah itu gue XRD (X-Ray Diffractometer) beberapa sampel gue di lantai 3. Gue udah lama banget kek nya gak make XRD dan baru kali ini make lagi. Lupa-lupa inget, takut ada yang salah, terutama masalah cooling systemnya. Seingat gue, kalo penutup keran airnya searah sama kerannya khan berarti airnya nyala. Nah gue liat, enggak searah jadinya gue puter jadi searah. Dan gue pake gak ada masalah, sampai pada sampel ketiga yang gue analysis. Gue tinggal-tinggal balik ke lab gue berhubung waktu sekali scan  satu buah sampel-nya lumayan lama, 12 menit, dan gue gak bisa nungguin di ruangan itu karena dingin banget. Dan pas gue balik buat nge-check, aaaaa~~~ ternyata alarm nya bunyi pertanda terjadi masalah. Gue panik dong, secara XRD alat yang cukup mahal dan cukup berbahaya, serta cukup sensitif. Gue gak ngerti apa yang harus gue lakuin kalau terjadi masalah, gue cuma tahu cara make nya doank. Dan saking paniknya, gue langsung matiin power nya tanpa nurunin voltage dan arusnya. OK, alarm nya pun mati. Tapi kemudian, setelah gue coba nyalain berkali-kali, ternyata jadi gak bisa, alarm nya tetep bunyi dan X-ray nya gak mau nyala.  Mana sampel gue masih banyak lagi yang belum di analisis. Otomatis langsung gue shutdown power nya padahal di display tetep voltage sama ampere nya masih tinggi. Gue jadi tambah panik, gimana kalau misalnya XRD nya rusak gara-gara gue. Karena putus asa, akhirnya gue balik ke atas ke lab gue, nunggu X-ray source nya dingin dulu. Siapa tahu setelah gue tunggu beberapa waktu, bisa dinyalain lagi. Sesampainya di meja, gue tambah lemes dan memikirkan kemungkinan-kemungkinan buruk, gue takut kalau misalnya XRD nya benar-benar rusak. Sebelumnya, gue sering nemu alarm XRD nya nyala, tapi itu masih dalam kondisi belum start scan dan baik voltage maupun ampere nya belum dinaikin. Tapi masalahnya kali ini justru sebaliknya, alarm nya nyala saat scanning dan dalam kondisi voltage & ampere nya tinggi. Pokonya gue was-was dan gak tenang banget...
Satu jam kemudian, gue balik lagi ke lantai 3. Gue coba nyalain lagi mesin XRD, dan Alhamdulillah bisa berjalan normal lagi.... Gue lega banget...

~ Si HC Oppa balik lagi ke lab. Dia malem ini niatnya lembur buat bikin sampel. Tadi abis sputtering, dia tinggalin keluar karena mesti nunggu temperatur nya turun dulu baru kemudian sampel nya bisa di ambil dan mesin sputtering nya bisa digunakan untuk sampel berikutnya. Dia pake temperatur 400 derajat Celcius. Dan buat nurunin temperatur nya sampai gak panas pas dibuka, perlu waktu sekitar 3~4 jam.
Pas dia abis buka mesin sputtering buat ganti sampel, dia nyamperin gue,
"Idham, kamu enggak pake high temperature tape ya?"
"Oh iya... kenapa emangnya?"
" Tape nya kebakar..."
"Aaaa~~~ Iya, lupa bilang tadi kalau pake tape biasa bukan high temperature tape pas masang sampel nya~ tapi masih bisa dipakai khan thin film nya?"
"Enggak bisa kayaknya... Soanya thin film nya juga jadi ikutan agak menghitam gitu. Coba liat deh!"
Akhirnya gue ngeliat dan ternyata beneran tape nya kebakar dan gak bisa dilepasin dari glass substrate nya. Jadi item-item gitu dan thin film nya jadi rada item juga....
Aaaa~~~ Gue jadi ngrasa amat bersalah... Buat bikin sampel itu sampe jadi butuh waktu sekitar 5-6 jam. Dan gue udah membuang-buang waktu dan tenaga dia ditengah-tengah kita sedang mengejar waktu...
"Oppa, mianheyo... Jongmal mianheyo! Tadi rencana nya aku pake buat di room temperature, jadi pake tape yang biasa... huhuhu... "
"Oh... enggak apa-apa..." dia bilang masih sambil ketawa-tawa.
"I'm so sorry wasting your time!"
"Enggak apa-apa kok.. Beneran deh... Lain kali kalau sputtering, pasang sampelnya pake high temperature tape aja biarpun di room temperature, ya?!"
"Iya.."
"Terus kalau habis sputtering, dibersih-bersihin juga ya!" sambil dia ngebersihin bekas-bekas tisu kotor dan serpihan-serpihan tape bekas yang belum sempat gue bersihin karena keburu ngukur sheet resistant sama nge-XRD...
"Iya..." sambil bantu-bantuin dia, gue jadi malu, biasanya sih kalau habis sputtering pasti gue bersihin semuanya....
Itu lah hebatnya si HC Oppa, biarpun gue bikin salah dan bikin dia kesal, tapi dia gak pernah marah ke gue. Dan apapun disampaikan dengan cara yang menyenangkan. So that why I feel comfortable with him... Dan berbagai masalah gue di lab, sebagian besar dia yang menangani dan paling banyak membantu gue ...

Thank you~

Tuesday, 6 September 2011

Bento Roti Selai Kuh


Akhir-akhir ini gue lagi membiasakan diri sarapan pagi (sebelumnya gue hampir gak pernah sarapan pagi). Dan buat sarapan pagi gue lebih prefer roti selai sama secangkir kopi. Ya udah deh, sekalian aja gue bikin bento, dan di atas itu adalah hasilnya. Gue potongin roti nya pake cookie cutter.

1st box : bread with several types of jam spreads
2nd box : cheese sandwich, apple and grapes

Monday, 5 September 2011

RA Kembali Menyerang

Setelah beberapa waktu tidak menyerang, kembali lagi si rheumatoid arthritis kambuh lagi. Dan kali ini, beberapa jari tangan gue bengkak dan meradang. Rasanya kayak apa, jangan ditanya, nyeri banget euy. Huhuhu... Dan ngeganggu aktifitas banget. Gue jadi gak fit...
Seperti gejala-gejala sebelumnya yang menyertai, gue demam dan hari ini gue putusin  untuk gak masuk lab. Gue tergolek lemas tak berdaya. Selain itu nafsu makan juga akan menurun sangat drastis. Semoga saja berat badan gue gak menurun banyak gara-gara ini...
*Eh baru sadar pas lebaran kemaren, gue pake baju yg ngepas badan banget, dan ngaca, ya ampun badan gue tipis banget, gak heran kalo dipanggil papan penggilesan. Harus semangat naikin berat badan...!!

Kebayang gak sih rasanya, elo dikhianatin sama badan elo sendiri! Sistem kekebalan yang seharusnya nge-jaga tubuh malah berbalik menyerang dan merusak beberapa bagian sistem di tubuh kita sendiri, dan membentuk antibodi jahat...

Anyway, sakit dan sehat semua datangnya dari Allah... (tahu lanjutannya khan?)

Friday, 2 September 2011

Slow K-Pop, Welcoming to Autumn :)

Just wanna to share some of K-Pop songs which I like to listen recently. Almost of them is slow one...
Welcoming to autumn, this is some of soundtracks for mellow and romantic season...
If you want to listen but disturbed by my blog backsound, just go to the end of right side bar, then you could click stop button. 

Enjoyyyy... :)

1. BEAST - On Rainy Days (Live Performance)



2. Kang Min Hyuk - Star (Episode Cut)




3. M Signal - I Guess You Don't Know (Heartstrings OST)




4. Jung Young Hwa - Because I Miss You (Heartstrings OST)



5. Secret - Starlight Moonlight

Yes, I'm Single, and Everything is Okay

Remembering I ever read blog post entry in somewhere talking about "single" and I decided to make one about those thing also. Well ya, sometime I feel somehow tired-resembling with another people talk pointing me as a single, it looks like something wrong with it. Does it so? Every single seems like to have something that not suit properly. Even I know that also their intention dispatching me to find life partner soon is kind of care and love to me. Moreover, me in my age now, we could call it as a ready-to-get-married girl coz recently I found almost of my school friends already get married even have a or some baby/babies.

Umm... I think someone right coming is not always about the age, but more to the time... The right time for me hasn't come yet and I think it's not in this time also.

When I was still working in previous company, friends in office always mocked me no other just because I was a single. They said nobody wanted me as his girlfriend even I know that this part was just a kidding. Sometimes they gave me quite long speech towards how girls need someone to hold on, how girls couldn't be a single, how it's worthwhile to have a boyfriend and so on. The point was they told me to find life partner as soon as possible. Moreover, they tried to match me with a guy in office, evidently he made confession about his feeling to me. And seems like it keep going until now.... Thank you, but I feel you're not the one...

And I often get question from school friend, "Who is your boyfriend now?" or "With whom are you in relationship now?" even "When will you get married?". Then, jokingly I replied, "Nobody wants me as his girlfriend now. Oh, how sad", setting up sad face.

In many chances, people around seems like giving more attention to help me find partner for relationship. Instead of taking care of their very own personal bussiness which I never do interfere with it, sometimes they make me feel like bored. I know they maybe just take a care of me and no other intentions except the good one. I must be thankful with that, but, sometimes, things which is too much won't be good even better.

A friend of me who is fair close has told me often also as I remember, said that we can sharing many things such as our happiness, our sadness, our feeeling, what happened today with us, our dreams and so on, we have someone who will always support us, have a place to tell story with at least, by having a boyfriend. Yes, I know that it's very true. Anyhow, I ever had boyfriends, some of instead... :grin
Having no one beside us is good. If any, it's even better. I think that we couldn't depend our life to anyone except the Lord. We must stand up by ourself with or without other person keep company with.

Yes, I admit that being a single isn't always easy. It looks like something wrong with us in many people view point, whereas everything is thoroughly okay. Besides it has enjoyful part, but it couldn't be denied that sometimes resenting.

Being single is a choice. And I choose to be a totally free person, making friends with anyone I like to, doing anykinds I love to, without bounds from other. Maybe for 2 or 3 years later it'll be the same, but who knows? It's not because of other things but something that as big as finding a life partner occasions.

What I need to do right now is just keep delivering dua to Allah, hope He'll send me a right person who love me for who I am and I love him wholeheartedly when the time come. He knows very well what the best for all of us. Just totally trust with Him, then everything will be okay.

Cuttie Bear Bento


Fasting month was over... It's time to start making bento again... Yaayyy...

Cuttie Bear Bento~

Just got cute bear rice mold original from Japan... Thank to Ekavianty for the gift...

1st box : cuttie bear rice, lettuce, some pieces of apple, carrot and kiwi
2nd box : crunchy salted fish and kind of spicy vegetable mixed (bean sprout, carrot and salted fish mixed with seasonings)
Thanks again to Ekavianty for making this side dish~

Thursday, 1 September 2011

Ber-Pashmina Ria


Akhir-akhir ini gue lagi demen ber-eksperimen sama pashmina. Sebenarnya kalau misal udah terbiasa pake pashmina bakalan lebih enak hidup di tempat dimana muslim jadi minoritas. Jadi gak menggantungkan diri sama kiriman kerudung dari tanah air atau nunggu pulang kampung dulu baru bisa beli kerudung baru. Biaya kirim dari Indo mahal cing... Nunggu pulang kampung juga kelamaan, kalo kayak gue gini 1.5 tahun gak pulang-pulang....

Di Korea ya mana ada gitu yang jualan kerudung atau jilbab. Kalau pashmina ada yang jual, jatuhnya disini jadi syal musim dingin. Jadinya ini gue beli pashmina disini, di G-market lebih tepatnya, semacam e-Bay (eh, bukan gue ding yang beli, gue minta tolong temen secara akun internet bank gue waktu itu lagi bermasalah). Murah cing, lagi diskonan. Kalo gak salah, gak ada 5000 won (kalo dirupiahin dibawah 40 ribu rupiah lah ya).
Nyiahahaha... Gue lumayan jago lah kalo disuruh nyari barang-barang yang murah tapi lumayan bagus di G-market... kkkkk

Dan ternyata, dengan pashmina itu lebih banyak gaya berkerudung yang bisa diterapkan... Jadi lebih asik deh acara berkerudung ria nya... Gue kadang suka nge-mix up gaya nya si ini sama si itu. Pashmina itu sendiri ukurannya lebih lebar dan panjang serta lebih tebal dibanding jilbab Paris dari Indo. Apalagi sebentar lagi musim gugur terus musim dingin, pake pashmina  bisa jadi lebih anget...

Eh, btw, pashmina yang tengah itu kiriman dari ibu gue. Yang lainnya beli di G-market. Ketiga-tiga nya sebenarnya adalah gaya ber-pashmina yang berbeda-beda satu sama lain. Masalah bagi gue make pashmina yaitu masalah inner. Secara gue pake kacamata cumi, sedemikian sehingga agak kurang cocok kalo gue pake inner yang langsung nempel di jidat

Kalo ada yang nge-sms gue narsis, berkaitan dengan postingan foto-foto gue disini, khan emang narsis itu adalah pilihan... Nyiahahaha...
Ninggalin comment disini kalo berani.... kkkk






Updated : tambah lagi satu, yang ini juga berbeda dengan ketiga di atas


Spesial di Bulan Ramadhan :)


Try to serve Indonesian traditional foods special on Ramadhan! The following is what I can share with my lovely friends. Still learning to make it, sorry if there's lack of taste. 
But, my intention is full of love for all of you, fellas... =)

Nyiahahaha...

Mumpung bulan puasa udah selesai, gue post aja dimari...

1. Kolak Pisang + Labu Parang
Ramadhan kayaknya identik banget dengan kolak kalo di Indo ya. Buat berbuka, dianjurkan dengan yang manis-manis untuk memulihkan tenaga. Dan kolak menjadi salah satu alternatif untuk berbuka.

Di Korea : pisang ada biarpun impor (daun pisang yang gak ada=)), labu parang ada, gula pasir ya pasti ada dong
Gula jawa gak ada => bisa beli di WI, tapi bisa juga diganti dengan brown sugar
Santen gak ada => bisa beli di WI, tapi bisa diganti dengan susu putih atau creamer

Ini ceritanya sebelum puasa, si Mas Boy request minta dibikinin kolak, secara si doi demen banget kek nya sama kolak. Ya udah deh, pas sebelum puasa gue bikin kolak sepanci, buat Mas Boy sekalian sama anak-anak cowok Gyeongsan yang lain. Sedangkan gue nya pergi ke Pohang abis itu... Gue gak pake santen sama sekali waktu itu (secara santen di rumah habis), gue pake susu ditambah sama creamer. Dan rasanya emang gak kalah sama santen, hampir gak ada beda nya. Menurut gue, pake susu sama creamer malah lebih sehat dibanding santen. Trus gue kasi tambahan cinnamon, dan bau nya jadi bener-bener wangi. Maklum, disini gak ada daun pandan...

Testi dari Mas Boy & Mbak Yuli : kolaknya enak
Testi dari Mbak Fie : rasanya kayak ada alpukat nya (gue menduga bisa begitu karena gue pake creamer)
Kata gue sendiri, lumayan enak kok... *jiah, narsis memuji masakan sendiri

2. Bubur Biji Salak
Setelah disini, gue baru tahu kalo ternyata bubur biji salak itu dibikin dari ubi buat "bola-bola" biji salaknya. Nyiahahahaha.....
Ubi, disini ada, lebih enak malahan ubi Korea dibanding ubi di Indo. Yang gak ada adalah tepung kanji nya.
Alhasil, buat bola-bola biji salaknya, gue pake tepung sagu sebagai pengganti kanji. Dan buat buburnya gue pake tepung jagung sama tepung sagu juga.
Rasanya sih lumayan, yah itung-itung sebagai pengobat rasa kangen makanan tanah air.

Testi dari Edit : katanya agak kurang manis
Kata gue sendiri : bola-bola biji salaknya, agak berasa sedikit aneh (gue menduga karena pake tepung sagu), tapi toh begitu gue doyan banget makannya sampai abis beberapa mangkok... (jiah, itu doyan apa doyan)

2. Sejenis Serabi

Kalo yang ini, gara-gara gue pengen banget makan kue serabi... Terus kemudian gue liat-liat resep serabi ternyata pake tepung beras. Sedangkan ditempat gue biasa belanja disini, gak nemu tepung beras.
Sampai gue bela-belain ngerendem beras semaleman kemudian gue blender keesokan paginya buat bikin tepung beras. Waktu itu gue bikin bubur sumsum juga sama, beras gue rendem semaleman trus diblender.
Bikin serabi ini ceritanya gagal, jadilah kue yang entah apa namanya. Gue nyari-nyari ragi, ternyata udah abis dan gue bikin tanpa pake ragi. Alhasil, jadi rada alot gitu deh. Ya tetep aja masih bisa dinikmati, dan gue yang ternyata banyak ngabisin, secara gue demen banget makan yang manis-manis. Atasnya itu gue kasih irisan pisang sama taburan meises.

Sebenarnya masih ada lagi, bubur sumsum sama caramel sweet potato yang gue bikin pas Ramadhan kemaren. Gue lupa motoin, jadi gak ada gambarnya....

Moral : masak itu dituntut untuk kreatif... :)

Eh, btw, Ramadhan kemaren pada bikin apa ya? Ayo dishare dwong...
Tapi kalo di Indo mah tinggal beli aja kali ya... Beda sama disini, mana ada yang jualan kolak di pinggir jalan... Hueheheheh.... Mimpi kali ye...