Monday, 31 October 2011

Quote of The Day

Courage is not the absence of fear, but rather the judgement that something else is more important than fear.  ~Ambrose Redmoon

Why do I still have so much fears and worries? T.T

Saturday, 29 October 2011

Tentang Heater


Gue kesel...
Kesel gara-gara heater...
Dan akhirnya gue kabur dari lab gara-gara kedinginan dan di lab gak ada heater...
Padahal Prof. minta manuscript dikumpul hari itu juga...

Ini emang baru musim gugur, tapi soal dingin jangan ditanya. Lebih-lebih gue tinggal di Gyeongsan, deket Daegu, yang konon katanya angin dinginnya enggak kira-kira jahatnya... Dari awal gue kesini, waktu itu pas akhir musim dingin, gue bisa bertahan hidup sampai musim dingin berikutnya dikarenakan ada heater di lab gue. Dan dari pertama gue dateng, heater itu sudah seperti hak milik gue. Gak pernah berpindah tempat selain di deket meja gue. Karena ada heater itu, pas musim dingin parah-parahnya, nginep di lab pun gue masih bisa. Dan waktu musim dingin kemaren gue sering nginep di lab buat nyelesein manuscript. Sampai akhirnya, si heater itu patah salah satu kaki nya gara-gara didudukin sama anak lab sebelah. Tapi biarpun ada yang patah, masih tetep berfungsi dengan baik.

Pas suhu tiba-tiba nge-drop kemaren, gue kelabakan nyari heater dan baru sadar kalau sudah lenyap dari meja gue. Gue cari-cari di ruang sebelah enggak ketemu. Sampai akhirnya gue bela-belain sms si Jae Sung, barangkali tahu. Dan ternyata katanya heater itu udah dibuang. Gue ngomel-ngomel. Gue nanya Dong Jin, bilang hal yang sama, heater nya udah di buang. 

Dan pas gue minta dibeliin heater yang baru, katanya enggak bisa duit lab yang sisa kemaren buat beli alat-alat elektronik. Minta sekali dua kali enggak digubris, oke gue gak bakalan minta untuk ketiga kalinya. Walaupun gue rada gimana juga, selama ini gue hampir gak pernah minta apa-apa dari lab. Dan bahkan buat urusan research pun ada dari duit gue pribadi yang gue keluarin. Padahal, seharusnya juga gaji tahun kedua gue naik 25% menurut kesepakatan dari awal dan sampai sekarang masih tetep sama, gak ada kenaikan sama sekali. Gue masih tetep diem aja, apa yang seharusnya jadi hak gue belum gue minta. Gue mungkin gak akan kepikiran buat menuntut apa yang seharusnya jadi hak gue kalau misalnya gue gak ngasi kontribusi apa-apa ke lab. Tapi disini, cerita nya lain lagi... Dan Prof. gue emang gak tahu apa-apa tentang masalah ini...

OK, kembali masalah heater... Akhirnya, gue beli sendiri heater buat di lab. Dicariin dan dipesenin sama anak lab sebelah pake kartu kreditnya dia. Mungkin karena kasihan ngeliat gue tiap hari terbungkus selimut di lab... Gimana gue mau kerja dengan baik kalau gue ngerasa gak nyaman di lab? Dingin menurut gue itu sakit. Ini serius. Dan gue emang tipe manusia yang paling gak tahan dengan hawa dingin....

"Idham, jangan bilang ke Mr. Ma ya kalau gue yang beliin! Dia bakalan nggak suka." pesen dari anak lab sebelah yang beliin gue heater.

Dan minggu depan heater gue nyampe katanya...
See, gue gak bakalan minta untuk yang kesekian kalinya...

Wednesday, 26 October 2011

Shio Kelinci

Pemalu dan atraktif, Shio Kelinci cenderung berperilaku seperti kelinci, suka ataupun tidak! Shio ini sangat popular dan memiliki keluarga besar dan teman. Melengkapi nalurinya untuk melindungi orang yang disayangi, berhubungan dengan masalah romantika, Kelinci selalu memiliki idelistik terhadap hubungan. Kelinci yang sensitive dan manis sering berakhir dengan memberikan lebih ke rekan tanpa memperdulikan realitas atau kesehatan. Kabar baiknya adalah, jika Kelinci sedang tidak seimbang, teman-teman mereka akan mendukung dan mengembalikan keseimbangan hidupnya. 

Kelinci adalah Shio yang rapuh yang membutuhkan dasar yang kuat untuk berjuang. Tanpa teman atau keluarga yang mendukung, Kelinci dapat gagal dan kecewa untuk setiap konflik yang terjadi. Rasa sedih yang dialami Kelinci juga dapat menimbulkan penyakit. Kelinci tidak menyukai argument dan konflik lain dan akan mencoba apapun untuk menhindari suatu perkelahian; hasilnya adalah mereka selalu merasa tersisihkan. Kelinci dapat juga menjadi pesimis dan terlihat tidak berkembang kehidupannya seringkali menyembunyikan kelemahannya. Kelinci cenderung bergerak belajar melalui kehidupan sendiri; yang seringkali membuang-buang waktu karena Shio ini tidak tertarik menghadapi masalah dan mengatasinya. 

Dengan rekan yang tepat artinya seseorang yang memiliki prinsip tinggi agar tidak ada orang yang mengambil keuntungan dari Shio sensitive ini. Kelinci dapat menjadi pecinta yang baik dan rekan yang melindungi. Kelinci senang untuk menghibur di rumah dan selalu memastikan rumah mereka nyaman. Apa yang diperlukan Kelinci adalah menghargai diri sendiri dan pastinya rasa aman akan datang. 

Pasangan yang paling cocok untuk Kelinci adalah Kambing dan Babi. 


========================================================= 

Yes, setelah hidup 24 tahun lebih, baru tahu kalo ternyata Shio gue adalah kelinci...
*padalah gue suka ngatain oppa-oppa lab sebelah dengan sebutan "kakek kelinci"
(토끼 할아버지), eh gue sendiri nya malah yang kelinci

- sensitive
- butuh dukungan
- agak rapuh
- sangat tidak menyukai konflik dan berargumen
- kadang pesimis
- cenderung bergerak belajar dari kehidupan sendiri
- seringkali membuang-buang waktu
dan itu semuanya adalah benar...

Tuesday, 25 October 2011

Cowok Korea dan Panggilan Oppa

Yang Korean maniak pasti sangat amat familiar dengan istilah ini, Oppa (Hangeul-nya begini 오빠). Gue tahu para K-Pop lover suka ber-Oppa-Oppa ria menyebut para idola nya. Walaupun si Idola nya itu bahkan jauh lebih muda. Tapi mungkin udah ada pergeseran arti barangkali bahwa Oppa bisa dipake untuk memanggil para idol berapapun usianya, gue kurang tahu kalo soal ini. Setahu gue, Oppa yaitu panggilan oleh cewek kepada cowok yang lebih tua. Kalo di Indonesia, hampir setara dengan Mas/Abang kali ya. Tapi bedanya, cowok manggil cowok yang lebih tua gak bisa pake Oppa, tapi Hyong (형). Biasanya orang-orang yang pacaran juga manggilnya Oppa-Oppa-an (tentu saja dengan gaya manja :P). That's why, salah satu senior cewek gue di sini, yang dari Indo juga, gak pernah mau manggil cowok Korea dengan sebutan Oppa. Beliau nya sekarang sudah lulus dan kembali ke Indo. Setelah gue tanya, "Lhoh emangnya kenapa Mbak? Kok gak mau manggil Oppa?"
"Iya, soalnya kalo manggil Oppa kayak orang pacaran gitu sih" alasan beliau.

Temen gue beda lagi, yang seangkatan dan seumuran sama gue. Hampir semua cowok Korea disini yang lebih tua dipanggilnya dengan sebutan Oppa. Pun buat anak undergradute (S1). Kadang gue kebawa, temen lab nya dia yang undergraduate gue panggil Oppa karena ngikutin dia.

Kalo gue sendiri gimana? Hmmm... gue sendiri beda lagi juga cara manggilnya. Suka-suka gue. Ada yang jauh lebih tua gue panggil nama. Ada yang cuma beda setahun gue panggil Oppa. Gue seperti bikin rule sendiri gitu. Hohoho... Buat gue, yang gue panggil Oppa itu adalah senior baik dalam bidang akademik maupun dalam segi umur. Anak S1, gue gak mau manggil Oppa walaupun rata-rata usia mereka yang udah tahun-tahun akhir lebih tua dari gue. Gue khan S2, lebih senior dari mereka (rule di kampus lama dibawa-bawa). Temen S2 yang seangkatan, gak gue panggil Oppa padahal usia mereka jauh di atas gue. Buat gue, mereka adalah teman seangkatan.

Dulu, pas awal dateng kesini, gue malah gak tahu kalo manggil cowok yang lebih tua itu harus dengan sebutan Oppa. Jadinya senior lab gue yang usianya 6 tahunan di atas gue, gue panggil pake nama. Dan kala itu di lab gue gak ada yang gue panggil dengan sebutan Oppa. Gue aman karena gue foreigner. Kata temen cewek gue yang Korea, kalo cewek Korea gak manggil Oppa sama cowok yang lebih tua, "Emangnya mau mati?".

Dan akhirnya gue kadang kena marah karena rule yang gue bikin sendiri tersebut. Banyak yang protes, "Idham, kamu harusnya manggil Oppa!" Dan serangkaian ceramah setelahnya... Tapi gue tetep ngeyel dengan rule gue. Terus kemudian, kena omel lagi, "Kamu di Korea, harusnya ngikutin rule Korea dong" mereka bilang. Alhasil, beberapa anak S1 ada yang gue panggil Oppa atas request khusus.

Tapi dari pengalaman gue, gak semua cowok-cowok Korea itu mau dipanggil Oppa lhoh. Beberapa orang request buat dipanggil Oppa. Tapi beberapa orang justru gak mau dipanggil Oppa sama foreigner. Kata mereka, alasannya adalah malu...

Seperti beberapa waktu yang lalu, gue minta tolong sama anak lab lain yang jelas-jelas jauh lebih tua dari gue. Karena takut dibilang gak sopan, gue berinisiatif manggil Oppa. Tapi akhirnya, dia malah menolak, nyuruh manggil nama aja. Terus beberapa waktu yang lalu, ada senior dari sini (tapi dari lab lain) yang sudah lulus, gak mau dipanggil Oppa karena malu, suruh panggil nama aja. Mungkin usianya sekitar 8-10 tahunan lebih tua dari gue. Dan terakhir, anak S1 yang setahun lebih tua dari gue, gak mau di Oppa dengan alasan malu juga.

So far, senior-senior dari lab gue sendiri yang udah lulus maupun yang masih di lab, gak keberatan dengan panggilan Oppa....

So, Oppaaaaa.... nomu bogosippooooo!  :P

Tak Berarah


Dan kini musim telah berganti
Dari panas menyengat menguras keringat
Gugur meraja, gigil menyelimuti
Daun-daun serupa tersepuh 
Menguning emas hijau pun meluruh
Kemudian jatuh satu-satu memeluk bumi
Meninggalkan tangkai lepas terurai
 
Dan pada daun-daun yang terserak itu
Kutitipkan kisah-kisah lara yang berlalu
Berharap lebur dihempas waktu

Dan aku mengaku kalah...  
Dari pertarungan melawan diri...
Aku merasa masih lelah...
Tak ingin berlari menggapai asa mimpi...

Sesekali, mari biarkan hati tak berarah...

Sunday, 23 October 2011

Autumn Trip : Nami Island (Picture Only)

It was a such kind of great journey with the great and absolutely nice persons accompanying...














Wednesday, 19 October 2011

Kids, How I Love You

When watching a video posted by a friend which a girl kid in China got hit by a car twice and 18 pedestrians ignored her, what I could feel was just so sad. Seeing that she was bleeding, her blood was splattered on the road, it should be so painful and maybe she was crying a lot. But people who passed by didn't do anything instead of helping her. So do with the shop owner nearby those place. This was happened in busy street and there are some of shops around. I wonder where their heart kept, where their humanity, their compassion, their love and so on. How come they become like that, being not even care with terrible thing happened directly in front of their eyes. Moreover, this is a little child, a cute and innocence creature in the world. This is the fact in the world where everything just become "mind your own business"; no care, no humanity, no love, no compassion, so heartless. The drivers knew that the kid got hit by his car, but he even didn't stop. Moreover he decided to continue and hit the kid again with the back wheel. Then, because all of people ignored her even she got badly injured, she got hit by another car for the second time. Oh, what the world! I'm so angry! If they use poverty as a reason, anyhow it can't be excused.

My tears were flowing so badly. Couldn't hold even stop it. For twice times I watched, couldn't continue nor stop the tears. Somehow, I feel deeply hurt also by watching this video, so sad. Until now, those video looks like haunted me and if I remember, it could drive me for flowing the tears. Maybe many peoples recognize me as someone harsh, like to talk loudly, like to do carelessly and so on. But if it's related with the kids, I even couldn't stand up. I love them so much, they're always adorable and fascinated in my eyes. Their innocence, cuteness and features couldn't easily to be ignored. I like to play and spend the time with them, or even just look at and smile at them everywhere if we just pass by for unknown. Remembering when one of little kid here got injured almost because of me, I felt very sad for several time; kept blaming myself, felt so guilty and sobbing for couple of week.

Oh please, if you know something happened like this, show your compassion and don't even ignore it!! It's so unforgivable... 

Monday, 17 October 2011

Quote of The Day

Sebaik-baik pria adalah yang paling menghormati wanita, yang paling berbuat baik dan berperilaku lembut terhadap pasangannya....
Quote by myself... :D

Aahhh....


Hari ini gue putusin cuma di rumah aja. Gue tidur seharian, gak nge-lab. Beberapa minggu terakhir ini gue kayak orang kesurupan, tiap hari nginep di lab, ngerjain manuscript gue, nulis dan nyari-nyari referensi. Kebingungan dengan data hasil research gue yang tidak seperti apa yang diharapkan. Akhirnya gue kayak orang kesurupan juga, mati-matian nyari referensi. Sampai akhirnya gue nemu dan cukup membuka jalan serta memberikan secercah harapan buat gue nulis. OK, akhirnya gue udah bisa separoh jalan ngerjainnya....

Dan pas lab meeting, professor bilang kalo data gue overlap dan kemungkinan gak akan dipake, apa yang udah gue tulis bakalan dihapus. Beliau gak setuju dengan apa yang gue ajuin... Dan gue ngerasa seakan-akan langit di atas gue runtuh seketika saat itu juga. Apa yang udah gue kerjain berarti sia-sia beberapa minggu terakhir ini. Seems like gue mesti ngulang dari awal. Waktu gue udah gak banyak lagi, sedangkan deadline submit manuscript kurang dari 3 minggu lagi. Sementara itu bulan depan draft thesis mesti dikumpulin... Awal bulan depan gue ada conference juga di Jeju. Padahal gue udah berharap akhir bulan ini manuscript bisa selesai....

Aahhh, gue pengen teriak dan lepas sejenak dari urusan research, manuscript, thesis dan segala turunannya...

Be positive thinking! Yakin manuscript yang ini bisa gue selesain juga....

Tuesday, 11 October 2011

My 2nd Autumn


:: Autumn, the year's last, loveliest smile ::

Sunday, 9 October 2011

Deficit on My Bank Account

Using our card for shopping and paying everything sounds convenient and time-saving, just swiping then signing, that's all we can bring home what we want to buy or our transaction is just finish. Moreover, in place like Korea where we can use card all over and every-time from paying taxi fee, in shop, store or mini-market even just small in buying, online shopping, purchasing train ticket and so on. So do I, don't want to miss this handy service, I prefer to use my card than cash for any transaction if possible. I don't like to receive refund even coins, I hate to bring it on my wallet caused it's congesting and weighty instead. If I got coins, then I'll collect it in my containers in which it's full of any coins of me which is huge enough in amount, I'll not pack with me.

Because of easement to use the card, I'm slack to check my bank account balance. Once I check it lately, I find that it's deficit. How come if you ask. Actually, the total amount is slightly a lots. But it's not mine since I have debt must be returned but I haven't done it yet, at that time I needed it for paying rent room for 1 year. I'm still keeping it until now since I think it would be useless because if I returned it then I need money I'll ask it back from her and I think I need it during my study time here. If I ask, she will give me as much as I need. The one who grant me loan no other is my mother.

Me, as research assistant in my lab who get monthly salary from graduate office, should patiently wait for payday coming. And it is once on 6-months because it's simultaneously to be paid. And now, my 3rd semester was end and it's beginning of 4th semester. Even, our salary isn't paid exactly on the beginning of new semester but 2 or 3 months later. If you blame me, as you know, I'm not kind of person who easily spending money but I'm not stingy also. I try to take into account every expense I use. In other hand I wouldn't so that count every Won for charity, for other people if needed or for myself for do what I like and want to do but still in control. I try to make it balance like what my mother always exercise me since I was young. I'm not a shopaholic which expend for everything I want even not very crucial but prefer to spend my money for else-thing more important. One thing that's should be remembered and it's quite principal, debt is still the debt and it must be returned though even it's to our parent self.

So, I must be patient waiting for until payday this semester coming! I'll be rich then but suddenly dropping broke after I return back my debt. Hahahaha....

Thursday, 6 October 2011

This is Not Autumn...

I took this picture on the way to my school. 
Some of maple trees on the shortcut, the path which I usually go through leading to school. Almost are still green instead.


I think there's something wrong! Yes, I'm sure...
Even if autumn is just starting, but it's very cold like winter. It was around two weeks ago when temperature was suddenly dropping down. As I remember, it was a very-sweaty-sunny day when on the next day, it turned to very cold and shivering day. Moreover, for past few days, temperature was below 10 degree Celcius, could be up to 5 degree Celcius. I don't believe it! It's just starting of autumn!

If compared with autumn last year, I think it's very large different and it's such kind of anomaly. Until almost the last day of autumn, I still could wear usual autumn jacket and it was still okay I didn't feel any shivering like bone-chilling. But right now, I must use winter jacket but even if, I still feel that it's very cold. The leaves on the three are almost still green instead, haven't turned out to red or yellow even fallen down. Moreover I also already use my winter boots!


 Outfit for nowadays autumn. 
I never wore apparel like this on last year autumn, but now I must wear it even I still feel it's cold.


"There's no autumn in Korea", one of my Korean fella jokingly said when I talked about it.
"How come!" I said.

My another Korean friend said, "Yes, there is no autumn here."

"Why?"

"Because it is Daegu."

"But you see, now almost the leaves on the tree are still green instead."

 "Uhhmm... Maybe this is the last week of autumn! In two weeks later all of it will fall down and winter will coming soon!"

Aaa~ Really? I hate it! -__-

It's very cold now. It's not autumn...

Wednesday, 5 October 2011

There's A Will, There's A Way...


Saya sangat percaya bahwa dimana ada niat dan kemauan pasti disitu ada jalan. Dan disetiap kali apa yang saya inginkan dan cita-citakan terpenuhi, saya merasa bahwa Allah sangat menyayangi saya. Saya masih ingat beberapa waktu yang lalu, beberapa keinginan dan harapan telah saya buat dan utarakan. Waktu itu saya pernah ucapkan bahwa saya sangat ingin sekali agar minimal salah satu paper saya bisa publish, akhirnya doanya saya dikabulkan dan dua buah paper saya akhirnya bisa publish. 

Mundur beberapa bulan dari kala itu, saya utarakan bahwa saya sangat ingin mengunjungi Jepang. Akhirnya dibukakan jalan dengan Profesor saya tiba-tiba menawari untuk datang conference di Jepang. 

Mundur lagi, saya sangat ingin untuk melanjutkan sekolah ke luar negeri karena selain saya sendiri menginginkannya, ibu saya juga ingin agar saya bisa melanjutkan sekolah keluar negeri dengan beasiswa. Dan Alhamdulillah, Allah membukakan jalan dengan tawaran dari Profesor saya yang sekarang ini untuk masuk ke lab beliau.

Mundur lagi, waktu saya masih S1, waktu itu saya berdoa dan berkeinginan agar bisa lulus dalam waktu 3.5 tahun dengan predikat cum laude. Tak lain dan tak bukan, untuk membuat ibu saya bangga. Akhirnya, Alhamdulillah keinginan tersebut terkabul juga. Allah sungguh sangat menyayangi saya.

Mundur lagi, waktu saya masih sangat muda, saya berkeinginan untuk bisa mengenyam bangku kuliah. Dan Alhamdulillah, Allah mempertemukan saya dengan ibu asuh saya yang sekarang ini, yang dengan kebaikan hati nya bukan hanya mengantarkan sampai saya yang sekarang ini, namun juga 'mendidik' saya akan banyak hal. Kemudian lewat SPMB, akhirnya saya bisa diterima di jurusan Teknik Metalurgi dan Material, Universitas Indonesia.

Kembali lagi ke masa yang sekarang. Saya sangat berharap agar bisa mendapatkan pekerjaan di Korea. Dan Allah pun lagi-lagi menunjukkan kasih sayang yang sangat besar terhadap hamba-Nya. Sore tadi tiba-tiba saya didatangi oleh seorang senior research engineer dari TaeguTech dan menawarkan kesempatan untuk bergabung bersamanya di R&D Division. Berhubung mereka sedang membutuhkan seseorang yang memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang lumayan baik tulisan maupun lisan disamping memiliki background  engineering di bidang material dan salah seorang Ph.D candidate di departemen yang telah mengenal saya merekomendasikan saya ke si engineer tersebut. Kebangsaan tidak menjadi masalah dan  demikian juga dengan wisuda saya masih beberapa bulan kemudian. Walaupun belum pasti 100% dan tergantung performance saya nanti nya ketika proses screening, setidaknya telah ada peluang yang lumayan cukup besar. Akan tetapi, saya sadar belum saatnya berbesar hati sampai tiba waktunya.

Sekali lagi, saya sangat bersyukur atas berbagai hal dan kesempatan yang telah Allah berikan untuk saya. Untuk saat ini, saya ingin berniat fokus menulis paper untuk submit bulan depan dan menulis thesis saya setelahnya. Berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik untuk orang-orang di sekitar saya. Saya berharap agar paper yang ini bisa publish juga, semoga saja. Alhamdulillah ujian kompre saya lulus yang sebelumnya telah mebuat saya was-was takut tidak lulus.

Tetap semangat apapun dan bagaimanapun kondisinya....


There's a will, there's a way...

Froggie Bento




1st box : froggie rice (I used 'bear' rice mold to make its face frame, black sesame seeds for nose, kim/nori/dried seaweed for mouth then kim and garlic slices for eyes)

Its green color is from food coloring. It's better using natural coloring from grinded green soybean for example than using food coloring. Since time is limited, I have no choice except take the instant one... *don't try this at home :D

2nd box : spicy egg 'balado' (thanks to Ekavianty), cooked green soybean, fresh cucumber, fried sweet potatoes, apple, flower decoration from carrot and green peas

Tuesday, 4 October 2011

Speechless

Lately, I never see him in school and I wonder why. Then last two week, in coincidence, after I finished from  measuring my sample thickness, I met him in front of our school. I asked why he never comes to his lab again. And he said he took a break during this semester and will come back to school next year. I was little bit sad when hearing at that time.

It has been 1.5 years we almost meet each other everyday. Even, at the first time, he never talked to me anymore because I'm foreigner student. He was just nodding his head then went out from the room. He kept silent on me for around 6 months at the beginning when he came to my lab to meet his friend whom my labmate. Later I know that he hates to speak in English. Then, I try to communicate with him and he contrive hardly to speak with me also. As I remember, "Hi, Idham! Long time no see", that's his favorite words said to me if we were crossing each other. Even we just met on previous day, he kept to tell those thing. It sounds funny for me and entice as well. And as I remember, he asked me also to call him with "oppa". I undertook his request and he become one from very few people here who are on undergraduate degree which I call with those calling even they're older than me.

It's around a week ago he suddenly came into my lab after I never met him for couple of months. I'm little bit surprise and happy for seeing him again. As usual, me turn out noisy if met someone who I already know, I asked him from how thing was, what he doing now, why he took a break and so on. Later I know that he's studying English now. Then, at the middle of conversation he unexpectedly told something;

 "Idham, I **** you!"

I just can be speechless.... I wish I could take over it and make it returning as a joke like almost I do previously, nothing I could say but  only speechless... Hope he didn't understand what he just said...

Just ignore and don't think about it, please!

Sunday, 2 October 2011

Flower Sausage Bento


~ Inside the box : fried rice, fried egg, fried sausage, cucumber and boiled peas

:: and some of fruits in another box