Tuesday, 31 January 2012

DMZ Trip : (1) Imjinggak (임진각)

Setelah sejak dari lama berangan-angan buat pergi ke DMZ, akhirnya liburan Seollal kemaren gue kesana. Kebetulan si Astri juga pengen pergi, dan kami pun berlima, gue, Astri, Prisa, sama dua anak internship di POSTECH, Michel sama Agung bareng-bareng ke DMZ.
Liat-liat tour, DMZ tour yang dari Seoul rata-rata di atas 40ribuan won, ya udah deh akhirnya nanya-nanya cara kesana yang lebih murah, mulai dari di grup Perpika sampai akhirnya mendapatkan pencerahan yang sangat cerah dari Om Jin. Matur suwun buat inpoh nya ya om....
Di sini kayaknya gue gak perlu menjelaskan panjang lebar, DMZ (Demiliterized Zone) itu apaan, bagi yang belum tahu dan ingin tahu bisa kesini.
Berhubung anggaran dana terbatas, kali ini baru cuma ke DMZ nya saja. Sebenarnya pengen banget ke JSA/Panmunjom sih, tapi kalo mau kesana harus ikutan tour dan paling murah sekitar 77ribuan won.
Huhuhuhu... Nabung dulu buat kesana, suatu saat nanti. Kayaknya lebih seru~

In case ada yang pengen ke DMZ dan gak mau ikutan tour dari Seoul dengan alasan menghemat biaya dan lain sebagainya, sedikit petunjuk dari pengalaman gue kemaren ini mungkin bisa sedikit membantu. Gue bagi postingan DMZ ini menjadi beberapa bagian, dan bagian pertama adalah dari Seoul menuju ke Imjinggak. Kalo berangkat kesana sendiri tanpa tour, jatuhnya bisa dibawah 20ribuan, separuh harga lebih murah kalo dibandingin sama ikutan tour dari Seoul.

Dari Seoul station, naik subway ambil Gyeongeui line, turun di stasiun paling ujung, yaitu Munsan. Perjalanan ini ditempuh kira-kira selama 1 jam. Bisa tidur nyenyak di subway dan gak perlu khawatir kelewatan, secara berhentinya di stasiun paling ujung. Dari Munsan, terus ke Imjinggak (임진각). Kami sampai di Munsan sekitar jam 12-an dan kereta ke Imjinggak baru ada sekitar jam 2. Dan akhirnya kami naik taksi setelah disarankan oleh petugas penjaga loket keretanya, kelamaan kalau nunggu sampai jam 2. Naik taksi ternyata cuma sekitar 7ribuan won, perjalanan sekitar 10-15 menit. Di Imjinggak ada loket bis buat DMZ tour (gak termasuk JSA/Panmunjom tour), begitu sampai sana mending buru-buru beli tiket berhubung perlu waktu untuk mengantri giliran bis yang akan membawa kita keliling DMZ. Harga tiket bis tour ini seharga 12ribu won. Dan untuk ikut tour ini, kita perlu menunjukkan passport untuk foreigner.

Sembari menunggu giliran bis tour, kita bisa lihat-lihat dulu di Imjinggak. Disana ada monumen, patung-patung bersejarah tentang Perang Korea, sebuah lokomotif uap tua dan peninggalan-peninggalan lainnya. Di Imjinggak ada juga restoran dan observation deck dalam satu bangunan, ada sebuah kolam berbentuk semenanjung Korea, sebuah bangunan yang di dalamnya berisi 'Bell of Peace', toko souvenir, dll. Dalam satu lokasi dengan stasiun Imjinggak, ada sebuah taman (amusement park) yang lumayan luas, namanya Pyonghwanuri. Di sana ada beberapa wahana semisal perahu kora-kora, dan juga food store. Imjinggak terletak di tepi sungai Imjin dan ada sebuah jembatan "Freedom Bridge" yang menghubungkan kedua tepi sungai.


 Di depan loket bis DMZ tour 

Tiket DMZ bis tour

 Imjingak

 Monumen perang

Di dalem bangunan ini ada Bell of Peace

 Kolam berbentuk semenanjung Korea *kepotong

 Freedom Bridge
Di bawah kawat pagar batas
Restoran & Observation deck

 Di observation deck
 (Siapin koin 500-an won!!)

Taman Pyonghwanuri

If you want to see more pictures, go to here

Miss Tempeh So Much



Temanya minggu ini, adalah "Week Full of Tempeh" 
Kangen banget sama tempe euy!!
Kalau di rumah suka disedian tempe goreng anget-anget ples sambel terasi.
Duh, nikmat banget ngebayanginnya... :ngiler
Tetep, yang paling dikangenin adalah masakannya Simbok.
Enggak ada duanya, pokoknya...

Ngliat kulkas nemu tempe 2 biji, langsung saja saya olah.
Alih-alih digoreng, kali ini saya bikin kering tempe sama sambel (gecok) tempe.
Biar sedikit ada tantangannya gitu, timbang cuma digoreng doank... *grin
Gecok tempe-nya nyontek resep dari Mbak Vina. Thanks ya Mbak... ^^
Pun kemaren waktu gath Kaskus RKS, menunya juga udah tempe lhoh.
Tempe emang enggak ada matinya lhah ya...

Uh, perasaan sekarang udah jarang masak sejak tinggal sendirian.
Huhuhu... Miss my kitchen so much also~

Kalau ditanya, "Lhoh, emang di Korea ada tempe Dham?"
Jawabannya, "Ya adalah. Secara orang Indonesia yang ada di Korea jumlahnya ribuan. Di sini bisa beli tempe di Warung Indonesia atau Asia Mart. Tapi bedanya, tempe di sini bisa tahan sampai sekitar setahunan. Tanya kenapa!"

I lop tempe, I lop Endonesia~

Sunday, 29 January 2012

Felt Craft Project



First felt craft project :
Handmade of "The Sleeping Bear" mobile phone accessories...

Fiuh, minus mataku nambah sepertinya habis bikin beginian...T.T

But, it's interesting and challenging instead... Pattern making, cutting and sewing~


Actually, I made this craft at around a month ago for my housemate.
She likes bear and its family so much.
I bought the starter kit at Daiso for 1000 won and got pieces of felt, pattern, and thread...
Can't wait for the next project, but seems like many things should be done in near time T-T



Starter kit, 1000 won of price

(My) Favourite One on Winter


A cup of hot green tea latte and tteokpokki (떡볶이)
And how about you?

Posting... Posting...


Ya ampun, ini blog udah berhari-hari gak disentuh-sentuh *bersihin sarang laba-laba*
Emang ya, winter itu bawaannya males, mau ngapa-ngapain males, termasuk nulis postingan blog, termasuk juga mandi *tsah* 
Tapi buat urusan makan, sebaliknya, bawaannya laper terus, pengen makan terus, pengen memamah biak terus (kayak sapi?). Begitulah kira-kira.... :nohope:
Winter emang bikin males bergerak, rasanya gak pengen kemana-mana dan gak mau ngapa-ngapain. Pengennya meringkuk terus dalem selimut. Padahal ya, banyak yang mesti dikerjain, ini itu mesti diberesin, deadline research proposal pun semakin mendekat.
Apalagi beberapa hari terakhir ini, suhu di Gyeongsan berada di sekitaran -5. Padahal udah seneng-seneng aja 2 minggu yang lalu suhu rada 'angetan'. Tambah semakin deh, tingkat kelembaman meningkat tajam...

Dan parahnya, hari ini saya ada lab meeting jam setengah 11, alih-alih bangun pagi-pagi buat bikin ppt, ternyata saya ketiduran. Karena kelaperan tingkat, pagi-pagi sekitar pukul 5 saya pulang dulu ke rumah buat makan. Gara-gara dingin, malemnya saya males banget buat pulang makan dan akhirnya enggak makan. Rencananya habis makan langsung balik lagi ke lab. Eh, kaget dong tiba-tiba menemukan diri sendiri bangun dan jam menunjukkan pukul setengah 10. Keinget belum bikin ppt... Bahkan enggak inget kapan saya tidurnya...
Begitulah saya, kalau udah ngantuk tingkat tinggi, jalan pun bisa sambil merem... :nohope:
Untung Profesor saya baik sekali dan untung lab meeting hari ini disuruh dipercepat... Sepertinya baru kali ini, saya gak bikin slide apa-apa pas lab meeting.

 After lab meeting, si Sung-ok

Dan lab meeting pun di akhiri dengan tugas-tugas yang menanti : research proposal + review-an manuscript. Saking sibuknya Prof., jadi minta bantuan saya sama si Edit buat nge-review manuscript yang akan diterbitin di JCPR, karena beliau jadi salah satu guest editor disana.
"Eh, Dit, kita jadi reviewer nih ceritanya?" saya bilang ke Edit. 
Dan Prof. minta selesai hari Senin untuk 2 buah manuscript untuk masing-masing orang. Euh, saya jadi inget deadline submit abstract buat ICNRE conference di Daegu bulan Maret nanti adalah akhir bulan ini. Mesti siap-siap benerin abstrak dan benerin manuscript yang mau di-submit. Upss, ayolah Dham, banyak kerjaan yang mesti dilakuin... Wake up! Wake up!
Setelah lab meeting, seperti biasa, acara makan-makan bareng, tapi kali ini Prof. enggak ikut. Dan ini dijadiin kesempatan oleh anak-anak, buat makan daging sapi... Secara Prof. saya adalah seorang vegetarian...

 Gukbab

 가마솥 국밥


Terus...
Hari ini juin ajumma (baca : pemilik rumah) nelpon, ngingetin kalau tanggal 16 bulan depan kontrak rumah habis. Rumah bersejarah 3 generasi yang saya tinggali selama hampir 2 tahun di Korea, akhirnya harus ditinggalkan. Dan saya harus nyari rumah yang baru. Hufftt... yang bikin males, cari rumah (one room/two room) disini rata-rata mahal, apalagi bojenggem-nya (baca, uang jaminan). Kalau tinggal sendiri, bisa jadi separuh stipend abis buat bayar kontrakan doank, itu pun belum termasuk biaya listrik dan gas... :cry:
Harus pinter-pinter mensiasati, kalau enggak mau gak ada dana buat jalan-jalan karena habis buat bayar rumah... Oh, tidak!!

Terus... Terus...
Tiba-tiba tersadar, kalau ternyata saya sudah meninggalin rumah selama kurang lebih 10 tahun... heuheu...
Semenjak SMA sampai sekarang gak ada di rumah, dan dikeluarga saya cuma saya seorang yang berada jauh dari keluarga, semenjak dulu kala.
Bagi saya sendiri, enggak masalah sama sekali, enggak ada perasaan takut atau khawatir karena saya yakin di manapun berada, saya akan menemukan sebuah 'keluarga' baru.
Tapi kadangkala, rasa kangen rumah pasti akan selalu ada. Seperti beberapa hari yang lalu, tiba-tiba terserang home sick tingkat tinggi... Huhuhu...

Terus.... Terus... Terus....
Liburan Seollal kemaren ini adalah liburan yang sangat menyenangkan bagi saya... Bisa pergi ke DMZ, setelah sekian lama diidam-idamkan akhirnya kesampaian. Kemudian ikutan gathering Kaskus RKS, berkumpul bersama warga RKS yang lainnya. Dan saya seperti menemukan sebuah keluarga yang baru, dengan orang-orang yang nice and friendly, saya merasa nyaman berada di tengah-tengah mereka. Setelah itu, pergi ke Ansan, dan sedikit terbelalak karena serasa seperti pulang kampung, berbagai macam masakan Indonesia tersedia di sana. Maklum, selama ini saya belum pernah ke Ansan, paling banter ke Warung Indonesia di Daegu dan di situ pun menu nya terbatas.

 DMZ


 Gath Kaskus RKS


Kayaknya segitu dulu, nanti di sambung lagi mengenai pengalaman liburan Seollal, yang menurut saya cukup seru dan menyenangkan... ^^
*Apa, kamu bilang segitu dulu Dham? Postingan sepanjang ini? #plakkk

Good bye... Anyeonggggg~~~

Friday, 20 January 2012

Tagihan Bulan Winter

Tagihan listrik


Tagihan gas

*Tinggal di two room berisi 2 orang

One of the reasons why I hate winter... T__T

Thursday, 19 January 2012

Qs. Adz-Dzaariyaat Ayat 49

وَمِنْ كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
  
“Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah.” (QS. 51 : 49)

Gusti Mboten Sare..

Gusti mboten sare, Nduk!
Sing dowo ususe ya Nduk. Sing jembar apurane. Elinga: sopo nggawe nganggo, sopo nandur ngunduh. Yen sing mboklakoni saiki iku wohing prilakumu ing mangsa kepungkur, nyuwuna pangapunten marang Gusti lan lakonana lelakon iku kanthi syukur, dene Gusti sampun maringi piwalesan ana ing ndonya, ngelong-longi piwalesan ana ing akhirat. Amin.
Pasraha marang Gusti, Nduk!
Ojo nuruti hawa nepsumu. Manungsa kuwi panggone lali lan kleru. Ojo sepisan-sepisan males kaluputaning liyan, amarga piwalesan dudu hakmu. Gusti Kang Maha Adil kang bakal males sakabehing tumindake manungsa.
Nduk..
Sakabehing lelakon kuwi nggadhahi maksud kang becik. Yen sliramu sabar lan ikhlas, Gusti paring luwih saka pangarepanmu. Uripa ing kebaking pamuji syukur, Gusti paring tentrem ono ing salaminya uripmu. Amin.

Credit to Nurma sing wis nge-share ning fesbuk...
 
Dadi kangen karo simbok lan ibukku, kangen marang pitutur-pitutur sing koyok ngono kuwi marang aku, kangen didhawuhi, didukani, didulang lan liya-liyane... huhuhuhu...


In case, ada yang ingin tahu artinya tapi gak ngerti bahasa Jawa, saya trenslet-in ya :)

Nduk = Panggilan untuk anak perempuan = Nak
Gusti; saya trenslet jadi Allah...

Allah tidak tidur, Nak...
Yang panjang usus ya Nak (red = sabar). Yang mudah memaafkan. Ingatlah, (siapa yang) membuat (dialah) yang memakai, (siapa yang) menanam (dialah) yang memetik. Apabila yang kamu jalani sekarang ini adalah  hasil dari perbuatanmu di masa yang lalu, mintalah pengampunan sama Allah dan jalanilah takdir (ketetapan/garis hidup) itu dengan rasa syukur, dimana Allah sudah memberikan pembalasan di dunia, mengurangi pembalasan di akhirat. Amien.
Serahkanlah semuanya sama Allah, Nak!
Jangan menuruti hawa nafsumu. Manusia itu tempatnya lupa dan salah. Jangan sekali-kali membalas kesalahan (perbuatan buruk) orang, karena pembalasan bukanlah hakmu. Allah Yang Maha Adil akan membalas semua perbuatan manusia.
Nak,
Semua
takdir (ketetapan/garis hidup) itu mempunyai maksud yang baik. Jika kamu sabar dan ikhlas, Allah akan memberikan lebih dari apa yang kamu harapkan. Hiduplah dengan penuh rasa syukur, Allah akan memberikan ketentraman sepanjang hidupmu....
 
*(kata "salaminya", saya gak ngerti artinya T_T)

Tuesday, 17 January 2012

Lagi Lagi

Kayaknya udah sering gue ngomel-ngomel tentang komputer lab gue, termasuk adalah disini. Dan kali ini gue pengen ngomel-ngomel lagi.... at wits' end

Yap, komputer gue bermasalah lagi... Entah ini sudah yang ke-sekian juta kali...

Setelah minggu lalu tiba-tiba gak bisa connect internet, sedemikian sehingga membuat gue bawa laptop tiap hari ke lab. Sampai hari ini pun, laptop yang seharusnya ada di rumah masih nangkring di meja lab gue. Setelah dicoba berbagai macam cara, hasilnya nihil, tetep gak bisa connect...
Dan sekarang, lebih parah lagi, adalah komputer lab gak bisa di-booting... Aaaaaaa~~~crying

Gue sampe ribut-ribut sama Ho Bom oppa gara-gara komputer lab gue ini... 

*yang terakhir itu, gak gara-gara komputer pun, tiap hari udah ribut mulu sama dia


~ Sekian ~

Saturday, 14 January 2012

Thank You Thank You


Acknowledgements

Foremost, I would like to express sincere gratitude to my advisor, Professor Hee Young Lee, for the continuous support of my Master study and research, for his patience, motivation, enthusiasm, and immense knowledge. His guidance helped me in all the time of research and writing of this thesis. I could not have imagined having a better advisor and mentor for my Master study in Yeungnam University. I owe my most sincere gratitude to him for giving me a chance to pursue Master study and concerning of my living here.


Besides my advisor, I would like to thank the rest of my thesis committee: Professor Jai-Yeol Lee and Professor Soo-Hyun Kim for their encouragement and insightful comments.


I warmly thank to all of my lab mates in Electronic Thin Films Materials Laboratory. I am especially grateful to Hong Chan Oppa as my research team on this study and my senior as well, for his helps, guidance and discussions. I’m heartily thankful to Dong Jin Oppa, Jae Sung Park, Sung Ok Hwang, Yuri Kang, Ki Hwan Kim and Ferdyano Finanda for their helps, warm friendship and supports. For all of former senior from this lab, to them I deliver my thankful and respects. Besides, my sincere thanks also go to all of other seniors and juniors in this department for their assistance and friendship.


I wish to thank my house mates here: Mbak Vita, Mbak Yuli, Mbak Fieanty and especially to Ekavianty for providing a lovely caring environment, helps and supports as well. I would also like to thank all of Indonesian students and families who live in Gyeongsan for their supports, kinship and giving me like-home feeling during my time here.


Lastly, and most importantly, I wish to thank my parents and all of my family members for their wonderful love and great supports throughout my life especially during my time pursuing Master degree here. I love them all from the deepest of my heart and to them I dedicate this thesis.

December, 2011

Friday, 13 January 2012

It's Really Me!


Somehow, after see this quote, I feel that it's really me...
On the part that goes "... what a mess you can be, how moody you can get, how hard are you to handle...", look like observe reflection of myself on those sentence.

Sometimes, that are what I find on me: messy, moody, hard, careless, rude, stubborn and a stack of other bad traits. Just wonder, later on who is the person that could stand with all of those horrible things~~~ on me...

Oh, poor him!

And maybe that's the reason no one for (until) now...

Thursday, 12 January 2012

Keep Go On!!

Being a secret admirer...
The hardest part is when we find him/her making relationship with another one, or if they're our close/best friend and then they make confession in front of us that they like someone else...
The hardest part is when we need to pretend like nothing happen at that time, we need to pretend that we're happy also hearing the gladden news from them by setting up a smiling face, and we need to keep listening what they talk about even though we don't want to listen more.
Most, we need to give congratulation to them...

Geez... I face both of those situation... I'm so good at pretending but actually I'm broken inside...

Anyway, it's okay... I'm happy if they're happy... 
Nothing is expected~  OK, it's just admiring~ Keep go on!!
야~ 파란 토끼, 슬프지마!!

Wednesday, 11 January 2012

Apalagi?



Akhirnya, masa studi 2 tahun gue disini hampir berakhir...
Ditandai dengan submit buku thesis minggu kemaren, officially gue udah bisa lulus.
Tinggal acara wisuda tanggal 22 bulan depan.
Semua research gue, apa yang udah gue kerjain selama 2 tahun di sini ada di buku thesis ini.
Yang penuh keringat, air mata dan darah... *halagh

"Terus apa lagi Dham? Apalagi yang elo cari abis ini? Apalagi yang ingin elo lakuin abis ini? Apalagi?"













banyak~

Monday, 9 January 2012

Laporan Akhir Pekan

Akhir pekan kemaren gue abis ke Seoul-Incheon nganterin housemate gue yang mau pulang ke Indonesia. Dan kejadian-kejadian ini pun terjadi, beberapa ada yang aneh...

1. Kehilangan jejak hape
Sebelum berangkat gue ngingetin housemate gue buat ngecek ngecek semua barang jangan sampai ada yang ketinggalan. Eh malah gue sendirinya yang ketinggalan hape dan baru nyadar pas udah di taksi menuju ke stasiun. Padahal gue yakin banget sebelumnya gue udah bawa hape. Gue aduk-aduk isi tas dan periksa semua saku hasilnya nihil. Kebetulan gue janjian buat ngambil tripod sama salah seorang temen di Seoul abis nganterin housemate gue ke Incheon, dan tentunya hape sangat dibutuhkan. Alhasil sesampainya di stasiun, gue suruh housemate gue turun dulu dan gue balik lagi ke rumah buat ngambil hape dengan taksi yang sama. Dan ternyata pas di rumah, hape gue enggak ada juga. Do'oh... Gue balik stasiun tanpa membawa hape dan masih dengan taksi yang sama. Tau gitu gak usah balik deh. Sampai gue nulis ini, hape gue masih belum ketemu entah ada dimana...

2. Salah masuk ke gereja dan ketemu ajossi-ajossi yang aneh

Karena gue gak bawa hape dan mau ketemuan sama orang, bakalan susah nantinya dan hape housemate gue pun dikasih pinjem ke gue. Toh di Indo hape nya juga gak bakalan bisa dipake. Habis dia nelpon keluarganya di rumah dan mau masuk boarding gate, hape nya dikasihin ke gue. Dan sayangnya, ternyata baterai nya abis. Do'oh. Akhirnya pas di lantai bawah bandara Incheon gue nyari-nyari colokan listrik buat nge-charge dan gak kunjung nemu. Sampai akhirnya ada bacaan "pray room", otak gue pun menerjemahkannya sebagai "musholla"... Gue pun masuk siapa tahu ada colokan listrik disana dan ternyata emang beneran ada. Namun, setelah gue melihat ke sekeliling, ternyata ruangan tersebut adalah sebuah gereja kecil dan ada seorang ajossi (atau haraboji?). Gue pun tertahan disana, dia nyuruh duduk gue di sampingnya, terus dia ngelihatin album foto-foto ke gue dan hape nya yang ada di 2 biji dikasihin ke gue 1 suruh buat maen-maen dan liat-liat album foto di dalamnya. Dia ketawa-tawa begitu terdengar bunyi tuts dari hapenya saat dia maen-maenin. Gue jadi tambah serem, mana enggak ada orang lain lagi. Aneh deh pokoknya si ajossi nya. Saat dia lengah gue pun langsung cepet-cepet kabur.

3. Hape gak ke-charge
Di saat gue pengen cepet-cepet kabur dari ruagan itu, gue samber hape di lantai yang gue charge tadi. Eh, ternyata enggak ke-charge karena gue salah posisi chargernya. Lhoh kok bisa?! Maklum, karena gue belum pernah pake hape temen gue itu dan selama ini gue terbiasa dengan hape Nokia, jadi charger hape yang pake connector seperti itu udah lama banget gue gak make. Dan gue pun di babo-babo in sama ajossi yang tadi...

4. Ketemu Rio di bandara 
Pas gue mau balik dari bandara, ada yang manggil gue... eh ternyata si Rio anak Kyungpook, Daegu. Dia lagi kerja part time njemput rombongan dari Indonesia. Eh, kebetulan banget. Gue inget pas ke Nami Island, gak sengaja ketemu si Randy, anak Kyungpook juga. Walaupun 'tetanggaan' daerah, malah ketemu di tempat yang terbilang 'jauh'. Bertemu rekan senegara di tempat-tempat dan waktu yang tak terduga di sini adalah hal yang sangat jarang terjadi.

5. Ketiduran di toko buku Kyobo 
Sembari nunggu temen gue, akhirnya gue ke Gwanghwamun dan mampir ke toko buku Kyobo. Sebelumnya gue ke Myeongdong sebentar, yang ternyata isinya kebanyakan adalah toko kosmetik. Gue kesana karena penasaran waktu nonton You're Beautiful, pas Yonghwa yang gak jadi ketemu Shin Hye khan di Myeongdong. Gue belum pernah ke Myeongdong sebelumnya. Di Kyobo, karena gue gak bisa bahasa Korea, akhirnya gue nanya sama mbak-mbak nya bagian buku yang berbahasa Inggris. Kyobo lagi rame banget hari itu dan toko buku nya gede banget menurut gue, lebih gede daripada Gramed yang pernah gue datengin. Pas liat-liat buku, rasa kantuk yang luar biasa menyerang. Maklum, kami berangkat jam 12 malam dari rumah, belum sempet tidur dan tidur di kereta yang cuma beberapa jam, what do you expect lah dari tidur di kereta, Mugunghwa pula. Yang ada ya gak nyenyak dan sering kebangun-bangun. Akhirnya gue dapet tempat duduk yang sedari tadi gue arepin orang yang duduk disitu segera pergi, akhirnya dia pergi juga. Gue udah pegel banget sedari tadi berdiri di subway dan berdiri disitu dengan beban tas ransel yang gak bisa dibilang terlalu ringan. Dan pas gue baca-baca buku disitu sambil duduk, gue ternyata ketiduran entah untuk berapa lama. Jago banget yak gue tidur, sambil baca dan sambil duduk... Hahaha... Untung gue gak diusir... Akhirnya gue beli satu buah buku di Kyobo...

6. Ketemu petugas volunteer di stasiun subway yang gak tahu caranya ke Gwanghwamun
Oh iya, sebelum acara ketiduran di Kyobo, harusnya gue tulis ketemu petugas di stasiun subway yang gak tahu caranya ke Gwanghwamun. Dari Myeongdong gue mau ke Gwanghwamun dan ternyata peta subway gue ilang entah di mana. Geez.... Pas gue lagi baca peta yang ditempel distasiun subway, gue didekati sama si Mbak-Mbak yang jaga deket pintu masuk. Dia pake selempang gitu, masih muda mungkin masih usia sekolah. Semacam petugas volunteer kali ya buat bantuin para pengguna subway yang mengalami kesulitan, maklum line subway di Seoul ada segambreng. Terus gue bilang mau ke Gwanghwamun dan gue tanya caranya gimana. Eh ternyata dia juga enggak tahu, dia cek-cek hape entah beberapa waktu dan ternyata juga gak memberikan jawaban ke gue. Dan ahirnya dia malah manggil temennya... Sebenarnya gue bisa baca sendiri sih... Anyway, gue berterima kasih buat niat baiknya ngebantuin orang....

7. Tiba-tiba (rada) bisa maen ice skating 
Gue janjian ketemu temennya di Yongsan. Dan dia lagi maen ice skating disana. Ya udah, gue akhirnya ikut maen juga padahal gue tahu kalau gue enggak bisa. Setelah diberi penjelasan sedikit, akhirnya gue bisa dong, bisa meluncur di tengah-tengah tanpa perlu pegangan walaupun cuma pelan-pelan dan gak terlalu banyak jatoh. OK, gak bisa-bisa amat sih tapi paling enggak gue enggak yang cuma pegangan di tepi ice ring. Pokoknya jauh banget di banding terakhir kali gue maen ice skating.  Sebelumnya gue gak berani berdiri di tengah-tengah sendirian, dan pasti akan jatoh-jatoh mulu. Yuhuuuu.... Akhirnya gue bisa maen ice skating walaupun pulang dengan membawa tangan sedikit terkilir.

8. Kehilangan tiket kereta 
Nampaknya keanehan hari itu belum lengkap, dan untuk melengkapinya ternyata gue kehilangan tiket kereta buat pulang dan baru nyadar beberapa menit sebelum kereta berangkat. Padahal sebelumnya gue wanti-wanti banget tuh tiket biar gak ilang, gue masukin dompet karena gue tahu kalo gue pelupa dan sering banget yang namanya 'ketlingsut'. Padahal baru beberapa menit sebelumnya di keluarin buat liat nomer keretanya karena temen mau pulang dengan kereta yang sama pula. Abis itu gue ke toilet terus ke Lotteria beli coklat panas. Dan pas mau masuk ke kereta, ternyata eh ternyata udah gak ada. Gue balik ke Lotteria pun gak nemu tiket nya jatuh atau ketinggalan disana. Karena udah gak ada waktu lagi karena kereta akan segera berangkat, akhirnya kami pun masuk dan duduk di sembarang tempat. Untung gue masih inget nomer gerbong nya, tapi nomer seat nya lupa. Akhirnya ada orang pemilik seat sebenarnya dari tempat duduk yang kami duduki, dan kita pun terpaksa pindah. Pas ada petugasnya, kami bilang masalah yang terjadi. Dan dicek in seat gue nomer berapa setelah dia minta kartu yang gue pake buat bayar tiket kereta tadi. Untungnya slip pembayaran tiket nya masih ada di tas gue, biasanya slip-slip begituan gue buang-buangin... Akhirnya gue gak perlu pindah-pindah tempat karena udah nemu seat gue yang sebenarnya. Gak enak banget pasti pas udah capek banget dan ngantuk, di kereta gak bisa tidur dan mesti pindah-pindah tempat duduk tiap stasiun. Toh, akhirnya enggak bisa tidur beneran soalnya seat gue itu ada di dekat pintu dan orang keluar masuk di tiap stasiun. Plus tiap pintu dibuka, dinginnya langsung seperti menusuk ke tulang... Selama hampir 4.5 jam ya begitu terus, berhenti di stasiun pintu dibuka, dingin pun mendera dan heater di dalam kereta pun gak nyala. Baru nyala jam 11-an, which is setengah jam lagi gue nyampe Gyeongsan...

Sekian laporan tentang akhir pekan gue ke Seoul-Incheon kemaren....

Di Incheon  Int'l Airport

 Salah satu sudut Myeongdong

Mau nyebrang di Gwanghwamun

Friday, 6 January 2012

Winter Complaints

This is what I hate from winter; snow everywhere; and it's very cold either outdoors or indoors. After quite heavy snowing last 2 night, lands are still covered with the piles of snow. And feels like we're inside the big freezer, it's so cold. Combined with strong wind blowing in Gyeongsan, it becomes the perfect killer weather which makes me shivering. Temperature dropped  to the below zero degree Celcius. And I find that sometimes it's hurt to take a breath through the nose if I'm outside. So, if that's happened, I use my mouth for breathing instead of nose. My hand or foot sometimes feels so itchy, turn to red and seems like swelling. If I couldn't stand it anymore, then I'll take a needle or another sharps thing to puncture it. Dry skin couldn't be avoided, it could led wound indeed. I have one on my left elbow... sad

Anyway, thanks God, I have a chance to experience winter season which not all of people could have it~ And thanks God, I'm living in south part of Korea which is less snow than the north one....
Thanks God~

I love the time when snow is falling down... But I hate it thereafter because I couldn't stand with its cold...straight face
And last time, the electricity inspector said that we couldn't not use addition heater in our lab. It's mean inside the lab would be very cold because central heater is not enough for warming up the room.sad

Following is some pictures I took yesterday after heavy snow on previous night~ As some of you asked me to share picture about snow, here they are~ I took many of pictures~ in the midst of cold air~ for you... big grin
Enjoy!! happy