Wednesday, 31 December 2014

Catatan #7Juli2014

Hallo Saphe,

Mohon maaf lupa mengabarimu kembali, hihihi... 
Prioritas mengejar report-report dan tulisan-tulisan yang harus disetorkan demi kredit dan tunjangan timbang mengabarimu... Ups...

Baiklah, mungkin sangat terlambat memang mengabarimu tentang hal ini. Secara hasil lab sudah aku ambil hampir sebulan yang lalu. Tapi waktu itu belum bisa menemui dokter Linda karena beliaunya sedang cuti. Kebayang kan, aku bela-belain kesana naik motor malem-malem. Diambil darah sebanyak 4 tabung untuk di uji laboratorium. Belum sempat makan malam pula, jadi langsung lemes seketika setelah selesai ritual 'penghisapan darah'. Setelah itu, harus balik ke Serpong naik motor lagi dengan kondisi lengan yang masih nyeri dan nyut-nyutan. Alhasil, aku bawa motor hanya dengan satu tangan saja sambil meringis sepanjang perjalanan. Sering diklakson-klaksonin pemotor yang lain karena jalannya lambat, biarin deh.... 

Tapi dengan semua itu, akhirnya terjawab sudah apa yang sebenarnya terjadi padaku beberapa tahun terakhir ini....

Sekitar 2 minggu yang lalu aku kesana kembali, menemui dokter Linda. Dan akhirnya, aku pun di-vonis 'hanya' terkena OA (Osteoarthritis). Yups. Radang sendi yang biasanya terjadi untuk orang-orang yang sudah lanjut usia, telah terjadi di usiaku yang belum genap 30 tahun. Doh... Tanda-tanda penuaan dini nih kayaknya :(

Kabar baiknya, aku tidak terkena RA (Rheumatoid Arthritis) seperti yang aku sangka dan aku khawatirkan selama ini. Sehingga tidak memerlukan treathment khusus. Alhamdulillah. Rheumatoid factor ku negatif. Hasil tes darah lengkap ku semuanya normal, dari Hb, Lekosit, LED dst semuanya normal. Fungsi hati, OK, Normal. CCP demikian juga. Hanya memang CRP ku diatas batas normal. Pertanda ada imflamasi.

Dari hasil Rontgen manus, beberapa sendi jari menyempit . Tidak ada deformitas sendi yang seperti aku khawatirkan. Akan tetapi, di jari kelingkingku terdapat osteofits atau tumbuh taji tulang. Dan masih ada bacaan-bacaan lainnya dalam hasil analisa oleh dokter Rontgen, tapi bahasa kedokteran banget aku gak ngerti.... 

Dari situ, aku akhirnya browsing-browsing tentang OA, gejala, pengobatan. OA itu sendiri adalah jenis penyakit radang sendi karena kerusakan tulang-tulang rawan. Sehingga menyebabkan peradangan dan sendi sulit untuk digerakkan. Bayangkan saja, seperti sebuah pintu yang engselnya sudah rusak. Dan ternyata memang OA itu tidak ada obatnya ya. Yang ada hanyalah cara untuk mengurangi gejala nyeri yang ditimbulkan dan memperlambat gejala tersebut tidak menyerang secara progresif. Untuk penyebab; OA bisa karena faktor genetik, kekurangan nutrisi seperti kalsium dan glukosamin, terjadi trauma pada sendi dengan pernah jatuh misalnya, obesitas atau berat badan yang berlebih, rokok atau kopi yang berlebihan karena dapat mengurangi penyerapan kalsium. Setelah saya pikir-pikir, ada benarnya juga beberapa hal tersebut. Faktor genetik tidak termasuk dalam kasusku karena tidak ada riwayat dalam keluarga. Kekurangan kalsium bisa jadi karena dulu aku tidak suka susu minum terutama susu putih, dan diduga (pasti) sewaktu kecil tidak pernah diberi susu selain ASI. Trauma pada sendi bisa jadi karena dulu aku sering sekali jatuh baik sewaktu masih kecil maupun sudah dewasa. Dulu, bekas luka jatuh di lutut sampai tidak terhitung banyaknya. Dan sampai kuliah pun, tiba-tiba terjatuh pun seperti sudah menjadi langganan. Gak di jalan aspal, gak ditangga, gak dilorong, sering sekali aku tiba-tiba terjatuh. sampai-sampai salah satu teman kuliahku pernah bilang kalau salah satu hobiku mungkin adalah terjatuh. Dan lututku yang menjadi korban, persis lutut yang sekarang nyeri terkena OA.

Dari yang aku baca dan konsultasi ke dokter, treatment OA ini merupakan kombinasi baik itu latihan fisik (dengan olahraga tapi gak boleh yang berat-berat), diet makanan, obat-obatan dan istirahat. Untuk latihan, udah aku niatin mulai sekarang dan InsyaAllah terus berlanjut sampai nanti, aku ikut senam aerobik di unit sebelah kantor tiap Jumat pagi. Makanan sudah aku buat daftar list makanan yang boleh dan tidak boleh dimakan, walaupun kadang dilanggar juga sih pantangannya. Lalu obat-obatan, aku harus rutin mengkonsumsi suplemen yang mengandung glukosamin. Dan yang terakhir, poin yang cukup penting adalah istirahat. Dokter menyarankan agar jangan memforsir diri, harus tahu kapan waktunya mengistirahatkan badan terutama sendi-sendi yang sudah banyak dipergunakan untuk beraktifitas. Yup, aku emang kadang suka bandel kalo sudah asik mengerjakan sesuatu sampai lupa untuk berhenti ataupun beristirahat.

Anyway, sakitpun adalah nikmat yang harus disyukuri... Dan ini mungkin suatu peringatan agar aku lebih memperhatikan kesehatan diri sendiri...


#Catatan 5 bulan yang lalu belum di-publish

0 comments: