Friday, 16 January 2015

AUTO l.i.n.e.r order was coming


Dua hari yang lalu saya pesan eye liner dan eyebrow pencil Et*de H*use dari salah satu toko online di El*vania. Kebetulan sedang ada diskon, jadi ceritanya ini "modis" alias modal diskon : D. Beli eye liner baru gegara eye liner saya patah ketika dibawa pergi ke Salatiga kemarin. Padahal tidak diapa-apain, begitu saya keluarkan dari wadah tiba-tiba sudah patah. Pas dibawa sih masih baik-baik saja. Merk kosmetik dari Korea juga, yaitu F*ce Shop. Memang ya, kalau auto liner itu resiko nya lebih mudah patah. Jadi baik pakai maupun menyimpannya mesti ekstra hati-hati. Jatuh sedikit kemungkinan juga bisa patah. Pernah saya beli auto liner merk Or*flame, baru sampai di tangan saya sebentar, belum juga dipakai sudah patah duluan. Kalau ini memang kesalahan saya juga sih, soalnya saya puter-puter keluarin isinya terlalu panjang. Kalau di Korea dulu, saya suka pakai eye liner dari Sk*n Food. Design nya kokoh, tabung isinya kuat dan tidak rapuh. Ukurannya juga tidak terlalu kecil seperti Or*flame saya yang pernah patah. Awet dalam artian tidak patah, sampai isinya benar-benar habis. Sebenarnya mungkin lebih enak pakai yang bentuk eye liner pencil kali ya, lebih tidak mudah patah. Dulu juga pernah pakai, tapi masalahnya, lama-kelamaan saya jadi malas untuk merautnya. Apalagi kalau sedang buru-buru dan eye liner dalam kondisi tumpul, malasnya jadi berlipat-lipat deh.

Dan hari ini, pesenan saya sudah sampai dong. Cepat sekali. Eye liner hitam dan eye brow pencil warna greyish-brown. Beli pensil alis ceritanya coba-coba. Karena saya sebelumnya jarang, bisa dikatakan hampir tidak pernah pakai pensil alis. Ini dikarenakan alis saya sudah cukup tebal dari sana nya, walaupun memang kurang rapi. Pilih warna greyish brown karena untuk yang berkulit gelap seperti saya ini sebaiknya dihindari pakai pensil alis warna hitam. Karena akan menimbulkan kesan keras dan galak, apalagi mata saya ini tipe mata galak kalau kata orang. Setelah dicoba, eye liner nya cukup memuaskan menurut saya; tekstur nya creamy dan lembut serta mudah untuk diaplikasikan. Sekali gores, sudah muncul dan terlihat warnanya. Beberapa eye liner yang pernah saya coba bahkan harus sampai ditekan kuat-kuat dan harus berkali-kali agar warnanya muncul dan menempel di kulit. Dan ini, salah satunya bikin mata sakit selain tidak efektif dan efisien. Cieleh, bahasa saya.

Untuk pensil alis nya, cukup lumayan juga lah ya. Walaupun tidak seperti yang saya bayangkan. Atau barangkali saya saja yang belum terlalu bisa memakainya. Maklum, memang hampir tidak pernah pakai sih. Di ujung pensil ada brush, jadi lebih mudah dan enak untuk ngerapihinnya. Tidak tahu dan tidak yakin kapan mau digunakan, tapi yang penting sudah ada lah ya kalau mau pakai.

Hmm... Sepertinya bisa dipakai perdana untuk kondangan temen sekantor saya hari Senin mendatang... Awas ya, siap-siap ketemu dengan pendekar beralis tebal :D






0 comments: