Friday, 23 January 2015

Purwokerto Trip (1) : Hari Pertama

#Catatan 18 Januari 2015#

Hari ini berangkat ke Purwokerto dalam rangka menghadiri kondangan nikahan temen sekantor, seangkatan masuk dan seruangan. Kami bersepuluh orang berangkat dari stasiun Pasar Senen. Saya berangkat dari kontrakan sekitar jam setengah 6 menuju stasiun Rawa Buntu. Jadwal kereta kami berangkat pukul 7.30. Itu saja saya masih kesiangan. Karena untuk menuju ke Stasiun Senen harus ke Tanah Abang dulu lalu transit ke kereta jurusan Jatinegara. Karena baru pertama kali naik kereta dari Tanah Abang ke Pasar Senen, saya jadi baru tahu kalau ternyata kereta tidak berhenti di stasiun Pasar Senen. Jadi harus turun dulu di Kemayoran lalu naik ojeg atau bajaj. Atau bisa juga naik kereta turun setelah stasiun Pasar Senen yaitu Sentiong, dari situ kembali lagi ikut kereta ke arah yang berlawanan dan turun di Pasar Senen. Kereta ke arah Jatinegara dari Tanah Abang tidak berhenti di Senen tapi arah sebaliknya kereta berhenti. Naik ojeg dari Stasiun Kemayoran ke Pasar Senen bayar 15 ribu. 

Akhirnya sekitar pukul 7.15 sampai juga di Stasiun Pasar Senen. Temen-temen yang lain sudah menunggu di depan pintu masuk. Merasa bersalah karena saya yang terakhir sampai dan sudah membuat mereka lama menunggu saya.

Tiba saatnya kereta berangkat tepat pukul 07.30. Karena rombongan, beberapa kursi ada yang kami puter sebagai "family seat". Di sepanjang perjalanan, ada dari kami yang tidur, ngobrol sambil sesekali menikmati pemandangan di luar yang tampak menghijau dimana-mana karena memang musim penghujan. Pukul 11 kereta sampai di Stasiun Cirebon.

Di akhir waktu perjalanan, kami berempat menghabiskan waktu dengan bermain onet di hp. Kami berpasangan dan ceritanya pura-pura battle. Karena mungkin terlihat asyik dan agak berisik, sampai-sampai beberapa kali kami didatangai oleh anak perempuan kecil yang ingin sekedar melihat apa yang sedang kami lakukan. Sayangnya dia tidak mau ketika saya ajak ikut bermain serta. Di akhir-akhir perjalanan juga, salah seorang penumpang dari gerbong kami kedapatan oleh polisi khusus kereta merokok di sambungan kereta. Si penumpang tersebut mendapat peringatan keras dan apabila sekali lagi ketahuan merokok akan langsung diturunkan di stasiun terdekat. Setelah ditanya dia ternyata akan turun si Jogjakarta. KTP nya pun langsung diamankan oleh petugas.



Pukul 13.00 tiba di Stasiun Purwokerto. Si penumpang tadi tiba-tiba didatangi oleh polisi khusus kereta dan disuruh turun di Stasiun Purwokerto. Pak polisi meminta maaf sebelumnya karena sudah berdasarkan peraturan memang seperti itu. Seharusnya dia diturunkan di stasiun terdekat dari tadi. Tapi berhubung kebijaksanaan dari mereka karena di stasiun terdekat tadi tidak ada kereta yang berhenti, maka tidak langsung diturunkan sampai tiba di Stasiun Purwokerto. Padahal penumpang yang merokok tadi bersama dengan seorang wanita, sepertinya kekasihnya melihat gelagat mereka berdua. Si mbak nya dipersilahkan lanjut sampai Jogja tapi tidak bersama si penumpang yang kedapatan merokok. Apabila tetap ingin bersama, dengan terpaksa Mbak nya juga harus ikut turun dan kemudian mereka berdua membeli tiket kembali. So, be careful ya guys. Jangan merokok sembarangan apalagi di kereta. Padahal sudah jelas di tiket tertera aturan larangan merokok di point nomer 13. Dan jelas-jelas juga di tempat dia merokok ditempel larangan jangan merokok.

Sesampainya di Purwokerto kami langsung mencari makan siang. Berdasarkan rekomendasi dari sopir mobil sewaan, kami menuju ke Soto Haji Loso Jalan Bank. Soto khas Purwokerto, dimakan dengan ketupat dengan porsi yang sedikit, taburan sejenis kerupuk panjang-panjang dan sambal kacang. Tempat makan soto ini sepertinya cukup terkenal, banyak foto artis yang singgah terpajang rapi di dinding rumah makan, seperti depot Soto G*brak. Menurut saya rasanya lumayan enak walaupun tidak seperti yang dibayangkan. Sayangnya juga kuahnya kurang panas dan ketupatnya terlalu sedikit :P Baru kali ini mungkin menikmati cita rasa soto seperti ini dan dengan sambal kacang.

Setelah makan siang, kita langsung menuju ke Batur Raden. Ternyata melewati kampus Unsoed. Kira-kira setengah jam perjalanan ke daerah wisata Batur Raden. Tiket masuk seharga Rp 14.000. Tapi sayangnya cuaca agak mendung. Sekitar sejam an kami foto-foto dan menikmati air terjun dengan aliran air  nya yang sangat jernih. Belum sempat meng-eksplor seluruh area, tiba-tiba turun hujan yang lama kelamaan semakin lebat. Kami pun segera kembali ke mobil jemputan kami. Waktu menunjukkan baru pukul 4 sore. Namun kami terpaksa harus kembali ke Purwokerto menuju hotel yang telah dipesan.



Dan kira-kira pukul setengah delapan malam kami menuju ke undangan makan malam dari sang mempelai. Sampai pukul 9 malam, kami pamit undur diri mengingat mempelai perlu untuk beristirahat untuk acara keesokan hari.

Ah, masih belum puas di Batur Raden nya...



0 comments: