Friday, 16 January 2015

Selayang Kabar dari Negeri Pakistan

Beberapa tahun yang lalu sewaktu masih di Korea, saya mengenal satu keluarga yang berasal dari Pakistan. Brother H*mmad Khan beserta istri, Sister Hina Khan dan kedua anak laki-lakinya yang lucu dan menggemaskan, Ahaz dan Hazig. Perkenalan yang tidak disengaja berujung pada jalinan silaturahmi hingga saat ini. Ceritanya dulu Brother Hammad mau ambil Postdoc di Universitas saya. Sebelumnya, beliau tamatan Ph.D dari salah satu universitas di Korea juga, yaitu di KIST. Entah bagaimana beliau menemukan facebook saya, akhirnya beliau nanya-nanya terlebih dahulu sebelum datang ke Gyeongsan via facebook message. Mulai dari apakah ada student Pakistan yang disana, bagaimana kehidupan muslim nya, makanan halal, tempat ibadah dst. Awalnya saya pikir hanya salah satu message spam dan tidak saya balas hingga akhirnya beliau mengirimkan message yang kedua kalinya, baru kemudian saya balas.

Singkat cerita, beliau sekeluarga datang ke Gyeongsan dan kami pun bisa bertemu tatap muka. Ternyata lab nya  berada satu lantai di atas lab saya. Kebetulan juga istrinya kenal dengan salah sayu housemate saya, mereka berkenalan di salah satu taman di Sampung-dong. Sejak saat itu, kami sering diundang makan malam di rumah mereka. Biasanya Sister H*na Khan menyajikan menu-menu masakan India/Pakistan lengkap dengan hidangan penutupnya yang sangat manis. Seperti di film-film India dan masakannya sangat enak menurut saya. Entah apa saja nama masakannya, saya lupa. Beberapa yang bisa saya ingat, ada kari dan roti canai.

Anak-anak mereka sangat lucu, putih dan berhidung mancung, keduanya cowok. Sepertinya darah Sister H*na Khan lebih dominan menurun ke anak-anak mereka. Ahaz anak pertama, sudah cukup besar waktu itu. Ahaz sangat suka berbicara dan bersosialisasi dengan tamu yang datang ke rumahnya. Dia pandai berbicara dalam bahasa Inggris. Sewaktu kesana, kami sering menggodanya atau "nanggap" kalau bahasa Jawanya. Dan yang masih bayi, namanya Hazig. Kala itu masih menyusu ibunya. 

Ketika saya kembali ke Indonesia, Brother H*mmad Khan masih disana menempuh postdoc nya. Bahkan beliau berusaha membantu saya mencarikan Ph.D di KIST begitu tahu saya ingin mengambil S3. Namun karena memang belum rejeki dan belum saatnya, jalan hidup mengharuskan saya untuk pulang terlebih dahulu ke Indonesia. Sebelum pulang ke Indonesia, saya pamitan datang ke rumah mereka dan membawakan "little gift" mengingat kebaikan mereka selama ini, walaupun tidak terbayar.



Setelah beberapa tahun, kemaren kami bisa saling berkomunikasi kembali. Tentunya lewat facebook juga, berawal dari komen beliau di salah satu postingan saya. Dan berlanjut lewat japri menanyakan kabar masing. Alhamdulillah mereka sekeluarga baik-baik saja. Brother H*mmad menjadi senior researcher di Pakistan. Hazig sekarang sudah kelas tiga dan Ahaz tentu sudah bisa berbicara, bahkan banyak bicara seperti burung Beo katanya. Ah, ternyata Hazig tidak jauh berbeda dengan kakaknya.

Dan ternyata Brother H*mmad masih ingat dan peduli dengan rencana Ph.D saya. Beliau bertanya, "How about your Ph.D and family progress? Please remember in your prayers!"

Untuk pertanyaan kedua, terpaksa saya jawab diplomatis walaupun dengan rada miris...

May Allah shower His blessing to all of you!

#Update

Beberapa hari yang lalu Sister H*na Khan meng-upload foto Ahaz dan Hazig di FB ketika saya bilang kangen mereka. Ternyata memang mereka sudah besar, tapi tetap lucu dan menggemaskan...




0 comments: